Jodoh Florence

Jodoh Florence
Demi Kesembuhan


__ADS_3

Gerald tergesa - gesa menaiki anak tangga menuju kamar Flo. Setelah mendapatkan telepon dari seseorang yang membuatnya panik. Lelaki itu tak sabar menunggu pintu kamar adiknya terbuka. Dan tak menunggu lama, Kyo membukakan pintu dengan masih bertelanjang dada dan mengenakan boxer hitam dengan santai.


"Kenapa, Bang? Mukanya ditekuk gitu!" tanya Kyo mencoba mengajak bercanda kakak iparnya.


"Ada masalah penting, gue harus bilang sama Flo. Mana tuh anak? Abis lo apain adek gue?" tanya Gerald dengan posesif, dia lupa bahwa adiknya telah menikah.


"Ya elah, Bang. Dia kan bini gue, ya bebas gue apa - apain. Ada apa sih? Yang menyangkut Flo berarti jadi urusan gue juga!" Kyo mulai penasaran. Dengan tenang lelaki itu bersedekap di depan Gerald.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Flo keluar dengan piyama tidur dan handuk kecil menutupi kepala kemudian ia keringkan rambutnya yang basah dengan slow motion. Gerald dan Kyo saling berpandangan satu sama lain karena Flo masih tak juga sadar bahwa dirinya lah yang ditunggu Gerald.


"Sayang!" seru Kyo.


Flo melihat ke arah mereka berdua yang masih berdiri di depan pintu. Dengan tenangnya Flo duduk di depan meja rias hendak mengeringkan rambutnya namun segera didekati Gerald.


"Dek, ikut abang sekarang! Please, abang mohon," pinta Gerald serius. Kyo mengernyitkan dahinya, menatap Gerald yang sikapnya sedikit aneh.


"Ada apa sih, Bang? Nggak lihat apa aku abis mandi?" jawab Flo sedikit acuh, karena menutupi kekesalannya sewaktu di kamar mandi tadi bersama Kyo.


"Ini urgent, Dek. Keanu udah sadar, dan barusan Oma Silvia ngabari kalau Keanu manggil - manggil nama kamu."


Degg


Flo dan Kyo saling berpandangan satu sama lain dengan pikiran masing - masing.


"Kenapa harus bini gue, Bang?" tanya Kyo emosi. Tanpa disadari tangannya mengepal menahan kesal.


Baru sadar aja yang diinget bini gue, kenapa lagi sih dia? Apa jangan - jangan dia masih mengharapkan Flo kembali sama dia lagi? Segitu cintanya dia ke Flo meskipun cewek yang dia suka udah jadi istri orang? Oh nggak bisa dibiarkan ini.... Gejolak batin Kyo.


"Aku sih gimana Kyo aja, Bang. Kan dia sekarang suami aku jadi kalau dia nggak ngasih ijin, aku nggak bisa pergi." jawab Flo seraya melirik ke arah Kyo.


Kyo mengangguk mantap, mengiyakan permintaan Gerald.


"Flo boleh ikut, Bang. Tapi dengan satu syarat, gue harus ikut," ucap Kyo mantap.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu. Kita berangkat sekarang." titah Gerald, ia segera keluar dari kamar adiknya dan berlari menuju garasi.


Kyo mengambil kaos miliknya yang ada di dalam tas ransel, dan memakainya di hadapan Flo tanpa malu. Untung saja, ia membawa kaos cadangan.


Keduanya segera bersiap menuju rumah sakit. Meskipun enggan, Kyo tetap mengijinkan istrinya bertemu lelaki lain. Namun ia masih memiliki hati nurani hingga hal itu tetap ia lakukan asal Flo tetap bersama dirinya. Tak akan memberikan celah walau secuil lelaki lain mendekati Flo, bahkan jika itu Keanu, Kyo tetap akan pasang badan.


Sakit aja bisa berusaha deketin, apalagi sehat! Nggak semudah itu rebut perhatian bini gue!


* * *


Oma Silvia tengah duduk di samping Keanu yang masih terbaring lemas. Selang infus menancap di punggung tangan lelaki itu. Wajahnya yang tampan nampak layu. Perban masih melekat di kepalanya. Matanya terpejam namun masih sering menyebut nama seorang gadis yang berarti untuknya bahkan di alam bawah sadar pun Keanu tetap mengingatnya.


"Keanu sayang, gadis yang kamu suka sudah menikah. Oma mohon untuk kebaikan kalian semua, lupakanlah dia nak. Hidup kamu masih panjang, jangan buat dirimu terluka semakin dalam. Oma sedih melihatmu seperti ini," ucap Oma Silvia sembari menggenggam tangan Keanu. Tanpa terasa wanita itu menitikkan air mata, bagai tertusuk sembilu, sakitnya bukan main.


Keanu terdiam setelah menyebut nama Flo. Kedua matanya mulai terbuka dan seketika melihat wajah sendu Oma Silvia.


Sakit yang dirasakan di kepalanya tak lagi ia pedulikan, ia hanya fokus menatap wanita yang berada di sampingnya. Keanu mencoba membuka mulut sambil menahan nyeri di kepalanya.


"Keanu, cucu Oma ...." ucap Oma Silvia terharu.


"Jangan kamu paksakan bicara, istirahat dulu ya.." bujuk Oma Silvia dan dibalas senyuman tipis Keanu.


Pintu ruangan dimana Keanu dirawat terbuka, seorang dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam. Mereka memeriksa kondisi Keanu secara berkala.


Usai memeriksa, dokter yang bernama dr. Marwan mengajak Oma Silvia berbicara di luar. Sedangkan Keanu masih dalam pengaruh obat, ia kembali tidur supaya lebih cepat pemulihannya.


"Bu, bersyukurlah cucu ibu tidak mengalami amnesia. Kecelakaan itu membuatnya syok karena benturan yang dialaminya cukup kencang. Jadi saya minta dengan sangat, jangan ungkit sesuatu hal yang membuatnya stres atau banyak pikiran. Karena itu bisa memperlambat penyembuhannya. Kalau bisa bangun kembali semangatnya."


"Maksud dokter?"


"Beri apa yang dia inginkan, yang sekiranya bisa membuat cucu ibu bahagia. Karena sakitnya bisa kambuh lagi. Jangan buat pasien tertekan! Untuk menghindari cedera lain, usahakan pasien tidak melakukan kerja berat, kalau bisa benar - benar istirahat sampai sembuh."


"Baik dok, terima kasih,"


"Sama - sama, Bu. Kalau boleh tahu apakah orang tua pasien sudah dikabari?" tanya dr. Marwan.

__ADS_1


"Sudah dok, mereka sudah sampai bandara. Mungkin sebentar lagi akan menyusul kesini." jawab Oma Silvia mencoba menyunggingkan senyum di wajahnya.


" Baik kalau begitu, Bu. Saya permisi dulu," pamit dr. Marwan.


Sepeninggal dr. Marwan, Oma Silvia terlihat khawatir. Terpaksa membohongi dr. Marwan karena Oma Silvia tahu jika anak dan menantunya datang pasti akan membawa Keanu kembali kesana dan membuat Keanu mengikuti obsesi kedua orang tuanya. Ia tidak akan tinggal diam, sudah cukup Keanu menderita.


Oma Silvia mondar mandir di depan pintu ruang rawat inap Keanu, tanpa sadar wanita itu meremas jemarinya dengan wajah gelisah yang terbaca jelas.


* * *


"Bisa kita bicara sebentar, Sayang?" tanya Oma Silvia saat melihat kedatangan Flo bersama Kyo dan Gerald.


Oma Silvia menggandeng tangan Flo dan mengajaknya menjauh dari dua lelaki yang tengah menatap mereka dengan tatapan tajam penuh selidik.


Kyo mengamati dari jarak yang cukup jauh meskipun tidak bisa mendengar secara langsung namun ia yakin pasti ada masalah penting yang mereka bicarakan.


Tak jauh berbeda dengan Gerald, lelaki ini juga ikut penasaran. Tatapan matanya tak henti menyorot dua wanita beda generasi yang tengah terlibat obrolan serius.


* * *


"Oma nggak pernah meminta pertolongan selain pada Tuhan, tapi untuk kali ini Oma minta tolong dengan sangat, demi kesembuhan Keanu tolong dampingi dia, supaya dia segera pulih dari sakitnya. Sakit jiwa dan raganya. Oma mohon..." Oma Silvia hendak berlutut memohon namun segera dicegah oleh Flo.


"Tolong jangan seperti ini, Oma..."


"Oma mohon, untuk kali ini saja. Buat cucu Oma bersemangat lagi untuk menjalani hidupnya. Setelah dia pulih baru kamu bisa meninggalkan dia..."


"Oma, Bukannya itu sama saja dengan Flo membuatnya terbang melayang ke atas awan kemudian menjatuhkan kak Keanu jatuh ke dasar jurang? Itu sebuah harapan palsu. Flo nggak tahu harus gimana. Flo sudah menikah, Oma..."


"Oma mohon....." wanita tua itu terus menanggalkan harga dirinya demi mendapatkan pertolongan dari Flo, wajahnya semakin sendu, hingga membuat matanya berkaca - kaca.


* * *


****Hai semuanya, selamat malam...


Jangan lupa ya tinggalkan like, koment, rate 5 dan monggo yang mau vote... 🤭🤭🙏🙏🙏

__ADS_1


Kira - kira apa ya jawaban Flo*? 🤔🤔*


__ADS_2