Jodoh Florence

Jodoh Florence
Tamu tak Terduga


__ADS_3

Flo duduk sendirian sambil menikmati makan siang rapel dengan sorenya, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Dan diyakini oleh Flo, bahwa Kyo sudah berada di sekolah untuk latihan basket, persiapan melawan sekolah lain.


Gerald keluar dari kamarnya, tampak lesu dan malas. Lelaki 21 tahun itu berjalan gontai menuju meja makan, menuangkan air putih ke dalam gelas dan meneguknya cepat. Ia duduk berhadapan dengan Flo.


"Apa ada yang salah sama abang, Dek? Ngelihatinnya gitu amat? Untung adek, coba kalau cewek lain, abang embat juga dah. Hehehe." Gerald mencoba tersenyum saat ditatap sang adik dengan tatapan aneh menurutnya.


"Nggak usah dipaksain senyum, Bang. Jelek! Flo nggak suka. Mending jadi diri abang sendiri aja, mau marah, kecewa, kesel, luapin aja, Bang! Jangan ditahan!"


"Oh, itu toh, yang lagi adek abang pikirin? Abang udah bisa belajar untuk memaafkan kok. Nggak baik juga kalau hal buruk dipikirkan terlalu lama. Abang ambil sisi positifnya aja."


"Emang ada sisi positifnya?"


"Ada dong.."


"Apa?"


"Menjadi orang sabar, kayaknya bohong banget kalau abang nggak kecewa, tapi dengan ini jadi memperkuat hati abang untuk lebih bisa memilah - milah orang yang tepat buat abang suatu saat nanti." Ujar Gerald bangga.


"Berat amat sih, Bang. Yang realistis aja deh ngomongnya..."


"Bener dong yang abang bilang? Sabar untuk kebohongan yang Yola lakukan selama kami pacaran, sabar untuk tidak meluapkan amarah, sabar untuk nggak hajar selingkuhannya, sabar untuk...."


"Cukup, Bang! Flo nggak mau dengar. Abang harus bahagia, nggak mau lihat abang sedih kayak gini lagi. Flo ikut sakit ngerasainnya, Bang." Ucap Flo mendramatisir, tapi apa yang diucapkannya adalah kejujuran hatinya.


"Iya, iya. Udah terusin aja makannya. Abang juga mau makan."


"Kirain kalau orang patah hati, nggak mau makan! Ada juga yang bilang nggak bisa tidur karena kepikiran, malas, dan banyak hal lain lagi. Soalnya Flo dulu juga pernah ngerasain itu, Bang."


"Oh, itu tidak berlaku buat abang! Dipikir secara logika aja, kalau sakit kan abang sendiri yang rugi. Udah nggak punya pacar, sakit - sakitan lagi! Bener nggak?" Gerald mengerlingkan sebelah matanya menggoda Flo.


"Buwahahahahaha... Gaya bener lo, Bang. Kemarin aja nangis, pura - pura kelilipan, nggak ada angin nggak ada hujan, mana ada air nyasar ke mata abang?" Flo tergelak mendengar ucapan sang abang.


"Puas? Puas ngetawain abang? Katanya nggak mau bikin abang sedih?"


"Eh, iya, Flo khilaf, Bang. Hehehehe. Dimaafin ya, Bang. Abang ganteng deh."


"Rayuan gombal kamu nggak mempan buat abang, coba kalau kamu godain Kyo pasti tuh anak berasa kayak terbang ke nirwana. Hahaha." Sindir Gerald pada Kyo yang orangnya tak ada disini bersamanya.


Flo mengingat ekspresi Kyo saat dirinya merayu lelaki itu. Wajah Kyo sangat imut. 'Ah.. Kangen kan jadinya!'


__ADS_1


Ucapan balasan dari Kyo saat mendapat rayuan dari Flo membuatnya terkekeh geli.


"Peace. Aku emang ganteng kan ya, Yang? Hehehe."


Rasanya mau senang atau sebal ya, memiliki kekasih yang tingkat kepercayaan dirinya melebihi dewa seperti Kyo?


***


TOKK TOKK


Seseorang mengetuk pintu beberapa kali. Flo beranjak dari kursinya saat melihat Bi Imah berlari dari dapur ingin membukakan pintu.


" Bi, biar Flo aja yang bukain pintu. Mungkin mbak Yola balik lagi kesini atau Kyo!" Ucap Flo pada Bi Imah lalu melangkahkan kakinya menuju pintu. Bi Imah mengangguk pelan dan kembali ke dapur meneruskan pekerjaannya.


"Dek, kalau itu Yola, tolong bilang ke dia, jangan pernah kesini atau ketemu aku lagi!" Seru Gerald serius kemudian melanjutkan makannya yang tinggal separuh.


"Hemmm...." Jawab Flo malas.


Terbukalah salah satu daun pintu, Flo melihat jelas siapa yang ada di hadapannya saat ini. Flo terkesiap, mulutnya menganga kemudian segera ditutupnya dengan kedua tangan.



Panggilan dari abangnya, mengembalikan jiwanya dari alam bawah sadar. Seperti orang ketakutan, itulah yang ditangkap oleh Gerald.


"Siapa, Dek?" Tanya Gerald penasaran, kemudian ia mendekat dan pandangannya beralih pada tamu tak terduga yang membuat adik perempuannya sedikit 'Shock'.



"Hai, Bro!" Sapa lelaki yang berdiri di depan pintu.


"Keanu!" Pekik Gerald, lalu merentangkan kedua tangan memeluk kawan lamanya.


"Sorry ya, gue baru bisa maen kesini sekarang." Ucap Keanu seraya melepas pelukan rindu dari Gerald.


"Lo tuh ya, ngilang tiba- tiba, datang juga nggak ngabarin! Kapan balik dari Sydney?" Tanya Gerald yang justru melupakan keberadaan Flo diantara mereka bertiga.


Flo bingung sendiri dengan kedekatan abang dan lelaki yang notabene mantan cinta pertamanya.


Senyuman Keanu beralih pada gadis cantik yang sedang bengong itu. Ia berdehem membuat Flo mengedarkan pandangan ke arah lain.


"Oh iya, kenalin ini adek gue, Florence, " Gerald memperkenalkan Flo pada Keanu. "Ini Keanu, sahabat abang waktu sma, dia tiba - tiba pindah ke Sydney, Dek. Dia udah kayak jelangkung, datang tak diundang pergi nggak bilang - bilang." Gurau Gerald, Flo menundukkan kepala, malas menatap Keanu.

__ADS_1


"Gue udah kenal kok, Rald." Jawab Keanu sembari tersenyum manis pada Flo. Tampak senyuman itu tak membuat Flo terpesona karenanya, mungkin beberapa tahun silam itu bisa menggetarkan hati Flo dan sekarang sudah tidak lagi.


"Loh sejak kapan? Kok gue baru tahu?" Gerald antusias mendengar pengakuan Keanu.


"Dulu, di perpustakaan kota." Keanu menjawab singkat namun penekanan pada tempat itu membuat Flo seketika mendongakkan kepala menatap Keanu.


"Pantesan, dulu lo sering banget alasan sama anak - anak mau ke perpustakaan, ini toh alasannya. Ada adek gue yang cantik ini ya?" Goda Gerald sembari menepuk bahu Keanu.


"Flo masuk kamar dulu, Bang. Permisi..." Flo mempercepat langkah kakinya menuju kamarnya sehingga menimbulkan bunyi dari setiap pijakan di anak tangga.


***


Sepeninggal Flo ke dalam kamar. Gerald mengajak Keanu ke dalam kamarnya. Melepas rindu bersama sahabat yang sudah tak bersua empat tahun lamanya.


"Lo udah kelar kuliah disana?" Tanya Gerald pertama kali saat sampai di kamar.


"Udah, gue mau nerusin kuliah lagi disini kayaknya. Sekalian nemenin Oma. Bokap nyokap gue masih di Sydney ngurus bisnis disana. Gue balik aja kesini. Kangen lo tiba - tiba..."


"Ah elah terharu gue, Bang!" Jawab Gerald sembari terkekeh.


"Sebenarnya gue kangen sama seorang cewek yang bikin hati gue nggak tenang selama ini, Rald..."


"Lo lagi curhat apa bercanda nih? Kadang gue suka nggak ngeh, soalnya muka lo serius mulu!" Gerald menimpali ucapan sahabatnya dengan ekspresi bingung sekaligus heran.


"Gue serius, dan sampai kapanpun bakal gue kejar dimana dia berada. Gue pengen memperbaiki hubungan sama dia, yang udah berantakan kayak gini." Tatapan Keanu tajam dengan mimik wajah yang tegas.


"Itu namanya lo belum move on, Bro. Hahaha." Gerald mencoba mengajak Keanu bercanda.


"Hei, gue juga udah tahu berita tentang lo ya! Lo juga habis putus sama Yola kan? Sesama lelaki belum move on jangan saling menghina dong!" Keanu mulai memperlihatkan senyum di bibirnya untuk yang kedua kalinya di rumah itu.


Pikiran Keanu melanglang buana ke masa - masa saat bersama seorang gadis cantik bernama Florence, sekaligus cinta pertamanya. Karena sebelumnya, Keanu tak mau memiliki hubungan dengan seorang perempuan, cinta yang aneh dan menggetarkan hatinya pada saat itu. Hingga ia pun menyebutnya sebagai cinta pertama.


***


Hai yang sudah membaca karyaku,


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian,


Dengan like, komen dan vote 🤓🤓🤓


Terimakasih, happy reading all 📖📖🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2