
Masih di toko kue Mama. Seorang wanita tua yang terlihat anggun berjalan mendekati display kue yang tertata rapi. Flo menoleh ke belakang menatapnya. Kalau boleh menebak, Flo menerka usia wanita yang memang pantas disebut nenek itu berumur 70 tahunan. Dari penampilannya, terlihat beliau seperti kaum sosialita yang berkelas. Bagaimana tidak, tas tangan branded yang ditentengnya berkisar puluhan juta rupiah, bukan harga main - main untuk ukuran seorang wanita biasa.
Flo membalikkan tubuhnya ke posisi semula. Kedua matanya fokus tertuju pada game yang sedang ia mainkan di ponselnya, Criminal Case : Mysteries of the Past. Hingga terbitlah senyum kemenangan yang menghiasi wajah cantiknya saat ia bisa menangkap sang pelaku kejahatan di game tersebut.
Flo menguap setidaknya dua kali, ia merasa mengantuk. Tangannya refleks bekerja mencari sesuatu yang ada di tas ranselnya. Facial foam dan handuk kecil sudah ada di tangan. Ia beranjak dari duduk manisnya, mengedarkan pandangan mencari tulisan toilet.
Sebelum ke toilet, Flo sempat menitipkan barang - barang yang ada di meja pada karyawan yang bernama Prita supaya aman saat ia tinggal ke toilet.
Flo membasuh muka untuk menghilangkan kantuk dan lelah menanti sang kekasih, siapa lagi kalau bukan Kyo. Ditatapnya wajah yang sudah terlihat lebih fresh dari pantulan cermin di hadapannya. Ia memainkan bibirnya seperti melakukan senam mulut. Finish. Flo kembali ke tempat duduknya.
***
Mama sedang asyik bercengkerama dengan wanita yang tadi Flo lihat. Mungkin langganan toko kue Mama, pikir Flo. Ia kembali berkutat pada ponselnya yang sedang berdering, menampilkan nama seseorang dari seberang sana.
πππSweetheart is calling.....
Flo terkekeh melihat nama panggilan dari lelaki yang tengah menelponnya. Sejak kapan nama di contact berubah menjadi sangat menggelikan untuknya. Pasti ulah Kyo.
π Halo...
π Halo, Sayang. Kok dari tadi nggak telepon aku sih? Nggak kangen apa?
Flo geli mendengar suara memelas dari Kyo. Dijawab jujur nanti Kyo marah, kalau bohong dirinya paling anti.
π Iya, aku kangen tapi dikit...
π Loh kok gitu?
π Kamu sih kelamaan, sampai nguap berkali - kali aku nunggunya. Aku balik minta jemput bang Gerald aja apa ya?
π Jangan, Yang. Tunggu aku, sebentar lagi selesai kok. Kamu kan pacar aku. Masa pulang sama abang? Aku sebagai pacar merasa dicampakkan!
π Eh... Harusnya kan aku yang ngomong gitu..
π Tunggu aku pokoknya, don't go anywhere, stay there. Muuuaahh....
Kyo mematikan panggilan dari sana. Seseorang memanggil Flo dari balik meja kasir, siapa lagi kalau bukan ibunya.
__ADS_1
Mama memberi kode supaya Flo mendekatinya. Flo berjalan gontai, rasanya lelah dan malas sekali.
"Kenalin Bu, ini anak gadis saya." Mama memperkenalkan Flo pada nenek yang tadi dilihatnya.
"Florence..." Flo menyalaminya dan tak lupa mengecup punggung tangan si nenek.
"Oma Silvia. Panggil saja saya Oma." Ucapnya ramah.
"Eh iya, Oma." Ucap Flo pelan, namun ada keraguan memanggil seseorang yang baru dikenal dengan sebutan itu.
"Nggak perlu sungkan, sama seperti cucu - cucu saya yang lain memanggil saya, Oma. Anggap saja saya nenek kamu."
"Eh, iya." Flo ragu - ragu sembari tersenyum.
"Kamu cantik sekali, mirip sekali dengan Mama kamu. Sudah punya kekasih belum? Kalau belum, Oma punya cucu yang umurnya diatas kamu sedikit." Oma Silvia memuji Flo sekaligus mempromosikan cucunya.
"Saya su...." Ucap Flo terpotong.
Seseorang berlari kecil memasuki toko setelah menutup pintu.
"Oma!," Pekik seorang lelaki mendekati Oma Silvia. "Kan sudah dibilangin jangan kemana - mana dulu. Kalau pengen sesuatu bilang dulu sama Keanu." Lanjutnya lagi.
'Dunia benar - benar sempit sekali. Ketemunya dia lagi dia lagi... Astaga...'
Flo refleks menepuk keningnya. Mama heran memperhatikan ekspresi anak bungsunya.
Keanu yang khawatir pada Oma kemudian menggenggam tangan wanita itu. Sorot mata tajam seolah akan menusuk siapapun yang melihatnya. Oma tersenyum sembari menepuk punggung tangan cucunya, beliau paham dengan kekhawatiran yang berlebih dari Keanu.
"Maaf ya, Oma udah bikin kamu khawatir. Oma cuma pengen jalan - jalan aja, dan juga lagi kangen banget sama kue buatan tante Cilla. Oh jya Kean, tante Cilla punya anak gadis yang cantik. Ini namanya Florence..."
Pandangan Keanu beralih pada gadis yang membuatnya bertanya - tanya. Florence? Jangan - jangan?
" Flo!" "Pak Keanu!" Pekik mereka bersamaan. Oma Silvia tersenyum penuh arti melihat interaksi keduanya.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Oma Silvia.
__ADS_1
"Dia...." Flo belum menyelesaikan ucapannya, Keanu menyela.
"Dia murid saya di sekolah." Tegas Keanu menjawab pertanyaan Oma Silvia dan Mama yang masih memperhatikan dua muda - mudi di hadapannya.
***
Flo duduk berhadapan dengan Keanu. Gadis itu sibuk mengaduk lemontea ice yang bertengger di meja. Belum juga diminumnya sedari tadi, hingga menampilkan embun yang bertetesan hingga bawah.
Mama dan Oma Silvia masih sibuk membahas acara sosialita yang akan diadakan tiga hari lagi, sebenarnya itu adalah acara Oma Silvia. Oma Silvia adalah pelanggan lama toko kue Mama, jadi kedekatan mereka sudah terlihat seperti ibu dan anak. Untuk konsumsi semua tamu dipasrahkan pada Mama. Mereka berdua sibuk berunding mana menu yang tepat.
Keanu sedari tadi memandangi wajah cantik Flo. Namun belum ada percakapan apapun antara keduanya. Mereka sibuk bertanya dalam hati. Hingga akhirnya, Keanu buka suara.
"Kaget ya aku jadi guru kamu sekarang?" Tanya Keanu serius.
"Awalnya sih iya, tapi lama - lama aku mulai sadar bahwa mungkin ini takdir aku yang harus ketemu anda lagi, Pak. Dan anda menjadi guru saya di sekolah." Flo memberikan penekanan pada panggilan untuk seseorang di depannya.
"Pak?" Keanu heran, salah satu alisnya terangkat naik.
"Bukannya tadi di sekolah, semua siswa harus memanggil anda dengan sebutan bapak? Saya hanya mengingatkan saja, Pak Keanu."
"Semua siswa boleh memanggil saya dengan sebutan bapak, terkecuali kamu. Kamu yang saya ijinkan memanggil saya kak Keanu atau nama saya. Geli rasanya harus ngomong saya, anda, bapak. Bagaimana kalau Sayang? Cukup diingat, sejak saat itu belum ada kata putus diantara kita."
"Maaf, nggak bisa."
"Is it possible for us to be together again?" Keanu menatap jelas kedua manik mata Flo yang indah, ia masih berharap bisa kembali pada Flo. Niatnya tak surut meskipun ia pernah mendapat penolakan sebelumnya.
"I'm sorry. It's impossible. I have an relationship with someone now." Jawab Flo tegas.
"Nggak bisakah kamu memberi aku kesempatan buat jelasin semua kesalahpahaman antara kita? Aku hanya ingin meluruskan. Itu aja."
"Apa dengan kamu meluruskan semuanya, kamu bakal pergi dari hidup aku? Kalau iya, aku dengan senang hati dengerin. Tapi kalau nggak, mending nggak usah. Karena aku nggak mau membuka luka lama yang udah kering dan berlalu setelah sekian lama. Tolong, jangan ganggu hidup aku lagi. Sekalipun kamu menjelaskan dari a sampai z, itu udah nggak ada gunanya lagi."
Keanu merasa frustasi mendengarkan ucapan Flo. Ia mencoba menggenggam erat jemari Flo.
Flo mencoba melepaskan genggaman jemari Keanu yang sangat erat padanya. Tak jauh dari keduanya, sepasang mata melihat pemandangan itu dengan penuh amarah.
__ADS_1
***