Jodoh Florence

Jodoh Florence
Sold Out


__ADS_3

Selamat malam semuanya, dukung karyaku dengan tap like, komen dan rate 5 yaa, yang mau vote juga monggo loh...


Terimakasih 🤗🤗🙏🙏


______________________________________


Akhirnya hari yang ditunggu - tunggu oleh Gerald datang juga. Lelaki itu tampak rapi dengan setelan jas yang dipilihkan sang kekasih, Ayudia. Serba putih. Meskipun hari ini bukanlah hari pernikahan mereka, melainkan hari pertunangan, tapi setidaknya Gerald merasa lega. Tinggal selangkah lagi untuk menjadikan Ayudia menjadi istrinya.


Sepasang kekasih itu tengah bercengkerama di dalam ruangan khusus rias di rumah Ayudia. Ayudia entah berniat mengerjai atau memang ingin memberi kesan cerah pada wajah kekasihnya, ia membuka pouch makeupnya. Sedikit memoles dan merapikan penampilan Gerald.


Flo yang berada di ruangan yang sama dengan mereka memilih diam dan ikut tersenyum karena ikut merasakan kebahagiaan sang kakak.


Akhirnya ya Bang, abang bisa bahagia, bisa bersama dengan wanita yang abang sayang...


Flo terharu sampai tak sadar menitikkan airmata.


Kyo yang sedari tadi mencari keberadaan sang istri akhirnya menemukan yang ia cari. Kyo dikejutkan dengan cairan bening yang membasahi kelopak mata Flo. Kyo menghapus airmata Flo dengan ibu jarinya, mengusap pelan dan mengakhiri dengan ciuman dalam di kening istrinya.


"Jangan nangis gitu ah lihat si abang! Abang layak bahagia dapat perempuan seperti kak Ayudia," ucap Kyo mengelus lembut punggung Flo, berusaha menenangkan sang istri yang saat ini sering sekali menjadi melankolis, mudah menangis tanpa sebab, terharu dan masih banyak lagi. Sangat kontras dengan sifat aslinya, mungkin juga karena bawaan bayi yang tengah dikandungnya.


"Hai, kami datang!" pekik Aiko dan diikuti Randy di belakangnya. Mereka menyapa si empunya acara dan keluarganya.


"Akhirnya abang laku juga ya, ada tulisannya noh sold out. Hahaha," Tian yang baru saja datang pun segera menghambur bersama Aurel di sampingnya.


"Lo pikir gue baju? Gini - gini gue ganteng, iya kan Sayangku?" tanya Gerald pada Ayudia. Ayudia tak menjawab pertanyaan prianya, ia hanya geleng - geleng kepala menyikapi kelakuan Gerald.


"Flo, lo buruan elus - elus itu perut, jangan sampai anak lo ngikutin omnya yang nyeleneh, amit - amit jabang bayi, Gitu!" seru Aiko dengan meyakinkan.


"Eh busyet, lo pikir gue najis?" Gerald pura - pura marah, ia berkacak pinggang kemudian ditarik Ayudia. Wajah lelaki itu seketika berubah merona melihat tatapan sang wanita yang ia cintai. Adem menyejukkan hati dan pikiran.


"Ehem, ehem..." seseorang berdehem menghentikan kekonyolan yang terjadi. Keanu datang tak sendiri, ia bersama seorang gadis sebayanya. Mereka memakai warna pakaian yang sama. Sepintas akan terlihat bahwa mereka adalah sepasang kekasih, nyatanya bukan.


Keanu mendekati Gerald dan lainnya. Kyo melihat kedatangan Keanu dengan sorot mata tajam. Entahlah siapapun lelaki yang pernah dekat dengan Flo pasti selalu ua cemburui. Kemarin Judith, sekarang Keanu. Kyo mendengus kesal. Flo menatap suaminya yang terlihat tak nyaman, ia segera menggelayut manja di lengan Kyo.


Kyo mulai bisa mengatasi rasa cemburunya, dinding beku itu mulai mencair bersamaan dengan sentuhan sang istri yang begitu membuatnya nyaman dan berharap tak terlepas.

__ADS_1


"Selamat ya, Rald. Akhirnya lo nemuin belahan jiwa lo. Kapan nih nikahnya? Kenapa nggak langsung nikah aja sih?" tanya Keanu beruntun, Gerald menepuk bahu sahabatnya.


"Thanks ya Bro. Iya nih Dia mau selesaikan kerjaannya dulu sama fokus daftar S2, jadi untuk nikahnya semoga bisa tahun depan. Lo juga buruan nyusul!" ucap Gerald serius kemudian beralih pada gadis yang ada di samping Keanu. "Pacar lo?" tanya Gerald lagi.


"Bukan!" jawab Keanu dan gadis itu bersamaan.


"Bukan Pacar maksud gue, tapi berharap calon pendamping gue, hehehe," jawab Keanu santai diselingi candaan dalam ucapannya.


Gadis itu nampak malu, wajahnya memerah. Flo mendekati gadis itu kemudian mengulurkan tangan hendak menyalami. Bak gayung bersambut, mereka pun bersalaman.


"Florence, panggil aja Flo," ucap Flo memperkenalkan dirinya.


"Adriana, biasa dipanggil Riana. Salam kenal, Flo." ucap Riana santai, ia mulai bisa mengakrabkan diri pada Flo yang notabene mantan kekasih Keanu.


"Iya kak Riana, kutinggal dulu ya," pamit Flo ditemani Kyo. Kyo menyapa Keanu dan Riana dengan anggukan kepalanya seraya tersenyum. Keanu balas tersenyum dan melihat kepergian Flo hingga bayangan tubuhnya hilang di balik pintu. Aiko, Randy dan yang lain mengikuti Flo menyisakan Gerald yang masih di makeover oleh Ayudia.


"Itu Flo yang kamu maksud waktu itu?" bisik Riana di telinga Keanu.


Keanu mengangguk mantap, dilihatnya Riana yang tersenyum getir.


"Cantik ya, pantas saja kamu begitu menyukainya. Apakah sekarang kamu masih memiliki perasaan terhadapnya?" tanya Riana memastikan.


"Bagaimanapun juga dia pernah ada di hatiku, nggak semudah itu melupakan orang yang pernah berarti dalam hidup kita. Ibarat badai yang memporak porandakan dunia, sama seperti dia yang memporak porandakan hatiku, tapi aku yakin ada hikmah dari semua kejadian dalam hidup ini. Seperti dia yang kini sudah menemukan kebahagiaannya sendiri dengan memilih laki - laki itu menjadi pendamping hidupnya. Aku juga harus bahagia, karena aku sadar bahwa cinta itu tak harus memiliki." jelas Keanu.


Riana mendengar setiap ucapan Keanu, tak ada bantahan atau menyela. Ia diam menghayati posisi Keanu saat ini.


"Bukankah tadi kamu juga mendengar bahwa dia sedang hamil? Berarti dia sudah menyerahkan hidup dan kebahagiaannya pada lelaki itu. Aku nggak akan sedih meskipun bahagianya dia bukan bersamaku. Ikhlas dan percaya akan takdir Tuhan untukku dan Flo," imbuh Keanu.


Riana berusaha menampakkan senyum di wajahnya, tidak dengan hatinya, ia merasa dalam hatinya terasa sakit. Sakit yang ia pun tak tahu apa penyebabnya.


"Maaf ya tentang ucapanku tadi di depan mereka. Aku harap kamu nggak marah atau merasa bahwa aku hanya memanfaatkan adanya kamu disini," ucap Keanu tulus.


"Nggak apa - apa, Keanu. Serius juga boleh, hehehe," canda Riana pada Keanu. Keanu tersenyum manis membuat wajahnya semakin tampan.


"Terima kasih kamu mau menemaniku datang kesini, dan ku harap kita bisa saling mengenal satu sama lain," harap Keanu. Ada harapan di dalam hatinya melihat Riana. Begitu juga Riana.

__ADS_1


* * *


Hari berlalu begitu cepat, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan seterusnya. Tak terasa kehamilan Flo sudah menginjak usia kandungan tiga bulan. Ia hanya bisa berbaring dan bermalas - malasan di rumah. Perutnya pun sudah sedikit menyembul.


Kyo sudah menjadi mahasiswa. Hanya dirinya yang belum meneruskan ke jenjang berikutnya di karenakan ia tengah hamil muda. Papa dan Mama melarangnya meneruskan kuliah untuk saat ini karena takut terjadi hal - hal yang tak diinginkan.


Bosan, pastinya. Siang ini, Flo menikmati jam siangnya dengan menonton drama korea kesukaannya di dalam kamar melalui laptopnya. Ia tertawa, sedih, terharu sendirian. Sepertinya ia tampak menjiwai dan menghayati alur drama yang ia tonton. Tanpa disadari oleh Flo, Aiko dan Aurel datang ke rumah. Kedua sahabatnya hendak mengagetkan ibu hamil tersebut namun keburu ketahuan dan akhirnya mereka malu sendiri.


"Ah elah, nggak asik lo!" seru Aurel karena ketahuan hendak memberi kejutan pada Flo.


"Ya iyalah, bau kalian tuh bikin hidung gue keganggu. Makanya pada ganti parfum napa? Bikin mual, tahu?" pekik Flo seraya menutup hidung mancungnya.


"Deuh, segitunya sama kita!" ucap Aurel.


"Kita? Elo kali Rel, bukan gue!" ledek Aiko pada Aurel. "Gue mah nggak bau, iya kan Kyo junior di perut Mami!" ucap Aiko meminta persetujuan janin di perut Flo.


Aurel mencebik bibir.


"Lo pada diantar siapa datang kesini? Mana Randy sama Tian?" tanya Flo.


"Mereka masih pada di kampus. Maklum mahasiswa baru kan ada aja kegiatannya," ucap Aiko.


"Nah kalian kan juga mahasiswa baru, kenapa malah disini?" tanya Flo penasaran.


"Tuh Aurel lagi ngambek sama lakinya, makanya ngajak kabur kesini. Lagipula kita nanti masih balik ke kampus kok. Main bentar biar bisa nemenin elo, Flo." jelas Aiko.


"Lo ada masalah apa sama Tian? Kalau lo ada masalah baiknya lo selesaikan dulu, jangan bawa - bawa masalah kalian ke orang lain. Biar nggak jadi salah paham," nasehat Flo seraya menepuk bahu Aurel.


"Tian ketahuan jalan sama Vina!" seru Aiko. Flo gagal mencerna ucapan Aiko.


"Maksudnya?" tanya Flo penasaran, ia melihat Aiko dan Aurel bergantian.


"Jadi gini...." ucap Aurel terhenti, ia menundukkan pandangannya dan menggigit bibir bawahnya.


To be continue...

__ADS_1


* * *


__ADS_2