
Kyo, Randy dan Tian kembali ke tempat duduk mereka dengan berselonjor santai bersama lima gadis disana, siapa lagi kalau bukan Flo, Aurel, Aiko, Dinda dan Lily. Sebenarnya jika masih ada Mecca, formasi para gadis akan lengkap. Sebelum Flo dan Judith putus pun, Mecca sudah mulai berubah, ada yang berbeda dengan gadis itu. Awalnya hanya Flo yang menyadari perubahan Mecca, lambat laun menyusul Aiko dan yang lain mulai sadar. Dinda yang sekelas dengan Mecca pun tak habis pikir dengan perubahan sikap gadis itu.
Kini, pikiran Flo kembali mengingat kebersamaannya dengan Mecca sewaktu pertama kali menginjakkan kakinya di sekolah, dari dirinya yang awalnya remaja putih biru menjadi gadis berseragam putih abu - abu.
Flo memainkan sendok yang bertengger di Lemontea hangatnya, ia aduk - aduk pelan namun tak kunjung diminum, berkurang saja pun tidak minuman rasa asam manis itu. Kyo yang memperhatikan perubahan raut wajah Flo hanya bisa diam dan tetap mengamatinya.
"Lo kenapa, Flo? Kok tiba - tiba diem? Apa ini ada sangkut pautnya dengan pertemuan lo tadi sama Judith?" Tanya Aiko setelah menyeruput es jeruk miliknya.
"Bukan Judith yang sekarang gue pikirin, tapi yang lain lagi. Lebih Urgent." Jawab Flo yang membuat Kyo cs antusias.
"Apa ada cowok lagi nih, Flo?" Goda Aurel yang mencoba mencairkan suasana.
"Huss, sembarangan kalau ngomong! Flo kan calon ipar gue." Aiko menimpali ucapan Aurel. Flo menyikut lengan Aiko yang bermulut ember bocor hingga gadis itu mengaduh.
"Oh my Goodness.... Jangan bilang ke gue kalau Flo pacaran sama Kyo???!!" Pekik Aurel tak sadar. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya setelah mendapatkan perhatian dari hampir seluruh pengunjung Cafe. Ia menunduk malu.
"Iya, kita berdua pacaran, Rel. Puas lo?" Ujar Kyo santai sembari mengenggam tangan Flo. Giliran Flo yang menunduk malu.
"Cie cie...." Mereka menyoraki pasangan baru itu yang membuat keduanya malu - malu.
"Tapi, jangan kelamaan adegan romantisnya di depan kita ya. Hargai juga orang yang lagi patah hati ini. Pupus sudah hati abang dek..." Curhat Tian. Flo tersenyum membuat Tian canggung.
"Iya, iya. Gue tahu tempat kok, Yan. Kalau mau lebih romantis juga nggak di tempat umum kayak gini. Iya kan, Beb?" Kyo mulai menggoda Flo.
"Deuh si Kyo jadi bucin! Dulu aja ketus sekarang sayang - sayang." Ejek Tian.
"Awas ya kalau besok lo udah punya pacar terus jadi bucin, lo harus traktir gue makan sebulan penuh!" Tantang Kyo.
"Jangankan sebulan, berbulan - bulan pun gue jabanin. Karena yang namanya Sebastian Wijaya nggak akan pernah bucin. Paham?" Tian mulai songong dan tersenyum remeh.
"Ok, kalau gitu. Deal ya? Sebulan!" Kyo menyalami Tian dan mereka berjabat tangan tanda setuju.
"Udah, udah. Back to Flo nih, gimana tadi sama Judith?" Aurel masih mengejar jawaban dari Flo. Lily yang duduk di samping Aurel pun ikut diam menyimak begitu pula Dinda yang sedari tadi asyik berselfie ria pun menyudahi kegiatannya.
"Jangan - jangan Judith minta balikan sama lo ya Flo?" Tebak Dinda.
"Wah, bingung nih Flo mau pilih yang mana? Judith kan ganteng, baik, keren pula." Ujar Aurel yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Aiko dan Kyo. Aurel menahan tawa.
"Meskipun Kyo orangnya ketus, dia juga baik loh, Flo. Gue udah temenan sama dia lama, jadi dia nggak kalah keren dari Judith." Randy membela Kyo.
"Lo nggak usah ngebaik - baikin gue kayak gitu. Tenang aja, lo udah gue restuin kok sama Aiko. Kalau mau muji dari hati dong." Kyo berusaha bersikap biasa - biasa saja sembari menopang dagu padahal dalam hati manusia, siapa yang tahu? 'Gerah euy hati gue, mana dibandingin pula sama mantan pacar!'
__ADS_1
"Gue bukan Tian ya Kyo, yang sukanya bikin cewek terbang ke langit ke tujuh abis itu dihempaskan ke dasar jurang. Kalau gue mah jujur, bukan karena lo sahabat gue. Sorry ya, gue bukan penjilat. Kalau lo nggak restuin gue sama Aiko pun, gue bakal berjuang buat dapatin itu semua pakai cara gue sendiri." Randy mengeluarkan uneg - uneg dalam hatinya yang dibalas tatapan bahagia dari Aiko.
"Ah, cie - cie, bahagia hati eneng, Bang." Tian berseloroh, Randy pura - pura jijik mendengar ucapan Tian.
"Makasih ya, Randy sayang." Ucap Aiko pada Randy, mereka saling beradu pandang. Kyo menghela nafas.
**Aku lelaki tak mungkin menerimamu bila
Ternyata kau mendua membuatmu terluka
Tinggalkan saja duriku yang tak mungkin
Menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan
Tak perlu kau memilihku
Aku lelaki bukan tuk dipilih**
Lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals - Aku bukan pilihan, mengalun lembut dinyanyikan oleh penyanyi band panggung di Cafe tersebut. Membuat hati Kyo rasanya ngilu, seolah lagu itu sedang meledek dirinya. Ia merasa menjadi pihak ketiga antara hubungan Judith dan Flo. Padahal saat ini hanya dia lah kekasih Flo.
"Tian, Randy, ayo temenin gue nyanyi di depan." Titah Kyo pada dua sahabatnya. Tian dan Randy menatap satu sama lain dan mengedikan bahu.
"Lo kalau mau nyanyi ya sono, kenapa ngajakin gue? Gue kan nggak bisa nyanyi!" Jawab Tian sungkan.
"Lo berdua cukup jadi pengiring gue aja, lo pada maen alat musik, gue yang nyanyi." Jelas Kyo. Tian dan Randy hanya mengiyakan lewat anggukan kepala.
***
Tibalah mereka bertiga di atas panggung kecil yang ada di Cafe tersebut. Setelah meminta ijin untuk bernyanyi dari MC.
Kyo memegang microphone dan berdiri di hadapan para pengunjung. Tian dan Randy sudah siap dengan gitar akustik serta drum akustik.
"Selamat sore semuanya, maaf mengganggu sebentar. Nama saya Kyo, saya berdiri disini untuk menyanyikan sebuah lagu yang spesial buat seseorang yang duduk disana. (Menunjuk ke arah Flo) Saya hanya ingin dia tahu tentang perasaan saya untuknya. Enjoy it. Semoga semua terhibur. "
AKU LELAKIMU - ANANG
**Datanglah engkau bila kau menangis
Ceritakan semua yang engkau mau
__ADS_1
Percaya padaku, aku lelakimu
Mungkin pelukku tak sehangat senja
Ucapku tak menghapus air mata
Tapi ku disini sebagai lelakimu
Akulah yang tetap memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Akulah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti
Sudah benarkah yang engkau putuskan
garis hidup sudah engkau tentukan
Engkau memilih aku sebagai lelakimu**
DEGG DEGG
Flo terkesiap mendengar lantunan setiap lirik dari lagu yang dinyanyikan oleh Kyo. Ia menatap wajah lelaki tampan yang kini mulai ada di dalam pikirannya itu dengan penuh haru. Tampaknya lagu itu membuat Flo tersadar bahwa lelaki itu benar - benar menyayanginya dan lagu tersebut berasal dari hati terdalam seorang Kyo, si raja ketus penguasa kutub utara dan selatan.
Aiko yang duduk tepat disamping Flo menepuk bahunya lalu merangkul gadis itu.
"Dari dasar hati kayaknya dia, Flo!" Bisik Aiko di telinga Flo. "Tuh anak nggak pernah kayak gini soalnya, percaya deh sama gue. Lo nggak bakal nyesel jadi pacarnya Kyo apalagi kalau beneran jadi bininya nanti. Hehehehe." Goda Aiko kemudian.
PROKK PROKK PROKK
Terdengar tepukan tangan yang riuh membahana di Cafe tersebut sore itu. Flo terharu sampai menitikkan air mata. Kyo kembali ke tempatnya, duduk berhadapan dengan Flo dan tersenyum penuh cinta pada gadis cantik itu. Ia menunjukkan simbol bentuk hati dengan menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya. Flo tersenyum malu namun ia tutupi dengan ekspresi manyun membuat Kyo terkekeh.
***
Terimakasih yang sudah mendukung karyaku ini...
Jangan lupa jadikan favorit yaa...
Like, koment dan vote boleh loh... 👌👌👌🤗🤗
__ADS_1