
Usai berbicara dengan Judith, saat ini genggaman Kyo pada Flo begitu erat saat mereka menuju ke tempat parkir. Seolah takut terlepas. Ada ketakutan dalam diri Kyo bahwa seseorang akan mengambil gadisnya.
Kyo menoleh ke samping, mengamati dengan jelas sang pujaan hati. Lelaki bertubuh tegap dengan tinggi 175 cm ini begitu bahagia bisa mendapatkan Flo, meskipun masih dalam ikatan perjanjian konyol menurutnya.
Cinta pertama, itu yang dirasakan oleh Kyo. Flo adalah gadis pertama yang membuat hatinya bergetar saat awal mereka bertemu. Ternyata Flo adalah anak dari sahabat ibunya, yang saat itu membangun rumah tepat di samping rumahnya.
Jika mengingat awal pertemuan mereka sungguh sangat lucu, karena gugup jika ada Flo, Kyo kecil mendadak ketus apabila diajak berbicara. Dalam hati kecilnya, Kyo pun tak ingin melakukan hal itu terhadap Flo. Namun semua sudah terlanjur, hingga akhirnya Kyo memainkan perannya dengan apik sampai kejadian ia dan Flo dijodohkan. Kyo harus menyudahi sikapnya selama ini.
Kyo tak mau kehilangan Flo sedikitpun. Sudah terlalu lama ia berakting ketus di hadapan wanita impiannya, saat ini ia harus membuktikan keseriusannya.
"Kita mau kemana sih?" Tanya Flo membuyarkan lamunan Kyo yang masih asyik menatap dirinya.
"Hah?"
"Dari tadi diajak ngomong nggak dengar juga, haduh lagi mikirin apaan sih? Ini kita mau kemana kok pakai ganti baju segala?" Flo penasaran dengan maksud Kyo. Gadis itu keluar dari toilet yang berada di samping tempat parkir untuk berganti baju sesuai permintaan Kyo.
"Kencan!" jawab Kyo sekenanya tapi memang benar adanya.
"Tumben!"
"Kok tumben? Kita kan pacaran, wajar dong."
"Tapi aku belum bilang Mama."
"Oh itu, tenang aja. Kita udah diijinkan Tante Cilla kok. Tadi pas kamu ganti baju, aku udah telpon. Dibolehin katanya, malah bilang aku disuruh gercep terus. Biar kamu nya nggak pindah ke lain hati. Hehehe."
"Eh, sembarangan itu Mama. Aku tuh setia loh ya. Emang pernah ada kamu lihat aku deket sama cowok lain selain kamu?" Flo tak terima dengan pesan sang Mama yang diucapkan pada Kyo. Kyo terkekeh seraya mengusap bahu Flo.
"Ya udah buktiin aja, kalau kamu kan tahu sendiri aku orangnya kayak gimana sama cewek di luar sana. Justru aku yang sebenarnya takut kalau kamu digodain cowok - cowok. Jujur ya, aku cemburu. Karena saat ini kamu cuma punya aku." Ucap Kyo dengan sungguh - sungguh bahkan bisa terdengar sangat posesif, ditatapnya mata sang gadis dengan intens.
"Udah ah, yuk jalan. Kesorean nanti. Lagian kita juga mau kemana sih?" Flo mengalihkan pembicaraan karena menurutnya tak akan ada habisnya jika membahas masalah tersebut.
"Ada deh, udah buruan naik. Pelan- pelan." Titah Kyo pada Flo supaya lekas naik ke motornya. Flo memegang pundak Kyo kemudian duduk di belakang, tak lupa setelahnya memeluk pinggang Kyo.
Ada rasa bahagia yang tersirat dalam diri Kyo bisa mengajak Flo pergi, selain sudah mendapat ijin dari kedua orang tua Flo dan abangnya, ia juga sedikit demi sedikit mendapat perhatian dari Flo. Dan harapan Kyo adalah Flo benar - benar bisa membuka hati dan mencintainya.
__ADS_1
***
RUMAH BONEKA
Kyo memarkirkan motornya dan menyusul Flo yang sudah menunggunya di depan pintu masuk toko boneka yang mereka datangi.
Kyo menggandeng Flo untuk masuk. Beberapa pasang mata tengah menatap mereka berdua yang terlihat seperti dunia hanya milik berdua. Genggaman tangan Kyo begitu erat. Flo berusaha melepaskannya namun selalu dicegah oleh Kyo. 'Ah, posesif sekali.' Batin Flo.
"Kyo lepasin dulu deh, dari tadi kita diperhatiin sama orang - orang tuh." Bisik Flo sembari menunjuk beberapa orang yang kasak kusuk sedang membicarakan mereka.
"Biarin aja, mereka tuh sirik lihat cewek cantik sama cowok ganteng disini."
"Cih.." Flo mendengus sebal.
"Jangan hiraukan mereka, yang ngejalani kan kita bukan mereka. Kalau kita merugikan mereka, oke lah mereka sewot. Nah kita aja nggak kenal mereka, suka - suka kita aja. Capek kalau mau dengerin omongan orang. Cuma bikin sakit hati." Kyo mulai berceloteh, Flo tersenyum padanya.
" Udah, udah, nggak usah dibahas lagi. Ini mulut buat ngomong yang baik - baik aja." Flo menghentikan celoteh Kyo dengan menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir lelaki itu. Kyo malu dan menahan tawa.
Kyo mengajak Flo ke bagian display boneka yang berukuran sedang. Ia mengamati satu per satu. Flo mengekor di belakangnya namun genggaman tangan itu belum terlepas.
Kyo mendahului Flo untuk mengambil boneka yang menurutnya lucu. Matanya tertuju pada boneka Sapi berwarna hitam putih.
Kyo serius melihat jejeran boneka yang tertata rapi. Ia segera mengambil sepasang boneka sapi itu dan ditunjukkan pada Flo yang masih serius memilih boneka.
"Bonekanya lucu, ini buat kamu." Kyo menyerahkan boneka yang sudah dipilihnya ke tangan Flo.
"Kok dua? Satunya buat kamu?" Tanya Flo heran.
"Sayangku yang cantik, C'mon lah, jangan bercanda! Masa iya aku beli buat diri sendiri! Itu buat kamu dua - duanya. Ini kan betina sama jantan. Jadi aku kasih nama Beti dan Atan. Hehehe."
__ADS_1
"Wih, udah dikasih nama aja bonekanya? Hahaha," Flo tertawa renyah mendengar penjelasan Kyo. "Satu aja udah cukup buat aku, apalagi ini pemberian dari kamu." Lanjut Flo dengan senyum menggoda.
"Aku boleh geer nggak nih? Rasanya kayak terbang ke awan tiap kamu ngegombalin aku. Siapa sih yang ngajarin?" Kyo tersenyum malu seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kyo grogi dibuatnya.
"Tian!" Jawab Flo asal seketika membuat raut wajah Kyo kesal.
"Emang dia ngegombalin kamu lagi? Dia kan udah ada Aurel!" Nada bicara Kyo terdengar naik, sedikit menahan cemburu.
Flo tersenyum melihat Kyo yang sangat mudah cemburu.
"Aku cuma bercanda, lagian kamu juga aneh. Boneka beli dua, terus dikasih nama pula!"
"Biar kamu tidur ada yang nemenin, kan kita belum sah. Niatnya pengen ngasih nama buat anak kita berdua, apa daya nikah aja belum!" Rayuan yang satu ini membuat Flo merona.
"Lah, lulus aja belum. Udah mikirin anak aja! Emang kamu yakin bakal jadi suami aku?" Flo menyikut lengan Kyo kemudian berjalan menuju kasir.
"Berharap boleh dong! Setiap manusia kan boleh punya mimpi, entah nanti gimana rencana Tuhan buat hubungan kita."
"Iya, iya, udah ayo balik. Aku lapar banget nih, mampir ke tempat Mama ya."
"Siap, Sayang. Ketemu mertua nih, aku udah ganteng belum? Rada asem dikit nggak apa - apa deh. Hehehe." Ujar Kyo sembari mengendus kerah baju dan ketiaknya kemudian terkekeh, Flo hanya menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan Kyo.
"Calon!" Flo menimpali ucapan Kyo.
"Cepat atau lambat akan jadi mertuaku juga. Hehehe." Kyo percaya diri sembari menaikkan kedua alisnya menggoda Flo.
"Dasar!"
"Iya, dasar ganteng!"
Kyo membelai mesra rambut Flo yang terurai, membayar boneka yang sudah diambil dan segera menuju ke lokasi berikutnya. Inilah yang dimaksud Kyo dengan Kencan. Aneh - aneh saja.
***
__ADS_1