Jodoh Florence

Jodoh Florence
Asal Kau Bahagia


__ADS_3

Berbeda jauh dengan Keanu yang masih berusaha mendapatkan kembali cinta dari Flo, seorang lelaki tampan yang pernah mengisi hati Flo yaitu Judith justru merasakan dilema. Jangan lupakan bahwa ia pernah mengisi hari - hari suka dan duka bersama Flo kurang lebih setahun lamanya.


Lelaki tampan yang memiliki darah campuran dari sang ayah yang berasal dari negara gajah putih dan ibunya asli Jakarta ini memiliki wajah yang rupawan di atas rata - rata. Ingin bergonta - ganti pacar pun bisa saja. Namun entah kenapa, hatinya masih terpaut pada seorang gadis cantik yang sekarang resmi menjadi kekasih Kyo.



Judith berhenti di depan ruang osis, menatap dari jauh Flo yang sedang duduk sendirian di bangku panjang area taman sekolah. Gadis itu sedang asyik berselfie ria.



"Hai, Flo!" Sapa Judith padanya, Flo terkejut mendapati seseorang memanggil namanya dan kini sudah berada di belakangnya.


"Judith! Kamu bikin aku kaget deh, jadi malu aku." Ucap Flo sembari mengelus dada efek terkejut dengan kehadiran Judith.


"Ngapain malu? Dulu pas foto - foto sama aku sebanyak apapun nggak ada malunya tuh! Hehehe." Judith menggoda sang mantan hingga membuatnya terkekeh.


"Dith! Nggak usah mulai deh." Pipi Flo merona. Buru - buru ia hilangkan rasa tersipu malunya karena mengingat Kyo bisa saja muncul secara tiba - tiba dan akan mengeluarkan tanduknya karena cemburu.


"Kamu gimana kabar? Sehat?" Judith mencoba berbasa - basi sembari membetulkan letak tas ransel yang ia sampirkan di bahu kanannya.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku sehat. Alhamdulillah. Kamu gimana?"


"Nggak begitu," Ucap Judith terhenti. "Karena udah nggak ada kamu di samping aku." Imbuhnya sesekali melirik Flo.


"Lah ini sekarang aku udah ada di samping kamu." Ucap Flo polos bermakna denotasi.


"Ini boleh nggak ya sama Kyo kalau kamu ada di samping aku lagi sebagai pacar?" Tanya Judith serius, Flo menatap lekat lelaki di hadapannya.


"Kalau yang itu pasti nggak boleh. Bakal ngamuk dia! Hahaha."


"Aku seneng bisa lihat senyum kamu lagi, coba aku ada di posisi Kyo saat ini. Bisa menemani kamu kapanpun dan dimanapun."


"Dith, jangan ngomong kayak gitu dong. Aku jadi nggak enak sama kamu." Flo tak enak hati pada Judith.

__ADS_1


"Kenapa gitu? Kamu juga jangan begini dong, rasanya kayak aku ini tuh pacar yang tercampakkan. Hahaha." Senyuman menggoda dari Judith tergambar jelas, Flo mengerucutkan bibir.


"Dith..."


"Eh, maaf, aku ralat. Mantan pacar yang terbengkalai, tercampakkan, terbuang, mengenaskan, dan itulah aku." Judith mendramatisir.


"Buwahahhahaha... Judith, judith. Kamu bikin mataku basah. Kok kayaknya aku udah jahat banget sama kamu!" Flo tertawa lepas mendengar keluhan Judith.


"Jangan ketawa keras - keras nanti aku dikira ngapain kamu lagi!"


"Orang tuh bakal nanya kalau aku nangis, berarti mereka pikir kamu lagi berbuat jahat sama aku. Kalau aku ketawa kayak gini, paling dibilang, orang gila dari mana tuh? Gitu!" Jelas Flo melucu.


"Hehehe..." Judith mencoba memaksakan bibirnya untuk tertawa.


"Garing ya? Aku nggak bisa ngelawak sih." Ucap Flo malu sembari mengusap rambutnya.


"Mana ada orang gila secantik kamu?" Godanya lagi pada Flo.


"Yang serius dong, Dith. Jangan bikin aku grogi. Kalau dulu aku denger ini dari kamu pasti klepek - klepek, kalau sekarang udah nggak dibolehin, nanti takutnya dikira ngasih harapan semu ke kamu atau aku dianggap belum move on. Bukankah hidup kita terus berjalan?"


" Dith, jangan terlalu berharap sama aku. Kamu harus lihat masa depan, kamu pasti bisa lupakan aku. Banyak yang sayang sama kamu, aku yakin itu. Aku nggak tahu jodohku nanti siapa. Yang ada saat ini, kita jalani kehidupan masing - masing. Please, Dith. Kamu pasti bisa." Ucap Flo sembari tersenyum mencoba memberi kekuatan pada Judith.


" Oke, aku nyerah nggak akan memaksa kamu menerimaku. Asal kau bahagia, itu sudah cukup untuk aku. Tapi, satu hal yang aku minta dari kamu, jangan pernah menyuruhku untuk melupakanmu dari pikiran dan hatiku. Aku nggak peduli anggapan orang bahwa aku belum move on atau apalah. Hati itu nggak bisa dipaksakan, Flo." Judith memakai topinya, mendongakkan kepala.



"Maaf ya, Dith. Mungkin kita belum berjodoh. Kalau kita memang berjodoh pasti akan ada jalan, tapi saat ini aku juga udah ada seseorang yang harus ku jaga perasaannya. Aku nggak mau dia salah paham dengan kedekatan kita berdua. Tapi, kita tetap bisa berteman kok."


"Iya, aku nggak apa - apa, Flo. Jangan buat aku kayak orang patah hati dong! Padahal emang iya sih! Hehehe. Ayo senyum, nggak usah sungkan sama aku." Judith kembali menatap Flo.


"Makasih ya, Dith." Flo mulai merasa lega dalam hatinya.


__ADS_1


Kyo yang sudah berganti pakaian dengan kemeja hitam terlihat lebih santai. Dari jauh ia melihat kedekatan Flo dengan sang mantan.


'Resiko punya pacar cantik, mantan aja masih pada deketin. Apalagi cowok - cowok di luar sana? Kalau bisa gue kurung deh, Flo cuma punya gue. By the way gue penasaran apa yang mereka pada omongin sih?'


Kyo semakin mendekat, mencoba mendengarkan obrolan Flo dan Judith. Niat belum tercapai, Judith sudah menoleh ke belakang dan melihat ada Kyo. Kyo terkesiap.


"Eh, lo Kyo. Gue kirain siapa? Tenang aja, Flo nggak gue apa - apain." Ucap Judith mengajak bercanda Kyo padahal dalam hatinya, ia pun kaget dengan datangnya Kyo.


"Dith, tadi Pak Sus bilang hari ini kita nggak ada latihan basket. Ditunda besok. Jadi kita bisa pulang awal."


"Oke, makasih infonya ya, Bro. Satu lagi, gue bisa bicara sebentar sama lo? Ada yang mau gue omongin. Bisa?" Tanya Judith serius, Kyo menatap penuh selidik.


"Oke." Akhirnya Kyo mengiyakan. Kyo dan Judith berjalan agak menjauh dari Flo. Flo diam dan kembali duduk di bangku panjang.


Judith menepuk bahu Kyo pelan sembari tersenyum saat mereka berhenti.


"Gue titip Flo ya, tolong jaga dan jangan sampai lo nyakitin dia! Kalau sampai itu terjadi, gue bakal ikut campur dan rebut dia kembali bagaimanapun caranya." Ujar Judith dengan nada yang agak mengancam.


"Lo nggak usah pikirkan itu, Dith. Karena gue orang yang beruntung bisa mendapatkan Flo, jadi gue akan berusaha untuk membahagiakan dia dan menjaganya." Ucap Kyo dengan tenang.


"Gue ikhlaskan dia buat lo, tolong ingat kata - kata gue barusan ya, Bro. Gue serius! Dan lo juga jangan cemburu kalau semisal gue ngobrol sama Flo. Karena sekarang yang ada di hatinya cuma lo. Lo nggak perlu khawatir yang bukan - bukan."


"Makasih lo udah mengikhlaskan dia sama gue. Gue bakal buktiin kesungguhan gue ke dia. Ya udah lo balik aja, kita ketemu pas besok latihan. Kita satu tim jadi harus kompak. Nggak usah bawa masalah pribadi ke dalamnya. Oke?"


"Tenang, gue orangnya profesional kok. Ya udah gue duluan, hati - hati dan dijaga baik - baik Flo nya." Judith menepuk bahu Kyo pelan lalu berlalu meninggalkannya.


Judith berlalu sembari memegang dadanya, rasanya seperti ditusuk beribu jarum, sakit tapi tak nampak. Sesak rasanya saat menghirup udara sedalam - dalamnya supaya memenuhi rongga pernafasannya. Langkah kakinya gontai dan berat. Namun, ia tak boleh menengok ke belakang, karena ia takut jika melihat Flo lagi akan menimbulkan dilema berkepanjangan. Itulah cinta, ia datang begitu saja dan sulit untuk dilupakan meskipun hanya akan berakhir menjadi kenangan.


***


Episode ini khusus buat Judith,


Sabar ya Dith... 😭😭😭

__ADS_1


Jangan lupa ya kakak kakak untuk dukungannya, supaya penulis pemula ini bisa lebih bersemangat lagi 🙏🙏😀😀


Terimakasih, happy weekend all 🤗🤗🙏🙏


__ADS_2