Jodoh Florence

Jodoh Florence
Detektif Cinta


__ADS_3

"Astaghfirullah, Bang. Untung jantung gue nggak copot, bahaya kan nanti adek lo jadi janda sebelum nikah!"


"Astaga, pikiran lo ya. Udah pengen dinikahin aja sama adek gue. Lo ngapain disini anaknya pak Yuta?"


"Nggak usah bawa - bawa nama bokap gue dong, Bang!"


"Lah emang bener kan lo anaknya pak Yuta?"


"Waduh untung ini kakaknya pacar gue , kalau nggak udah gue kutuk lo, Bang."


"Kutuk apaan? Tambah ganteng gitu ya?" ucap Gerald sembari memasukkan kedua tangan di saku celananya, memasang gaya cool.



"Deuh, ngarep amat lo, Bang. Susah juga ya ngomong sama cowok yang nggak punya pacar jadi kerjaannya cuma ngegerecokin hubungan orang mulu. Mana ngenes pula!" ledek Kyo seraya tersenyum remeh.


"Lo ngatain gue jomblo ngenes gitu?" sahut Gerald tak terima.


"Jones, Bang. Siapa juga yang ngatain abang? Geer banget sih jadi orang, Bang. Kalau abang bukan jones nggak usah marah dong. Kalau marah berarti abang emang kaum jones! Hahahaha." elak Kyo.


"Wah, bener - bener nih bocah minta gue jitak apa ya kepalanya? Biar hormat dikit sama orang yang lebih tua!"


"Wah, selain jones ternyata juga tua, berat ya Bang? Buwahahahaha...."


"Wah si calon ipar durhaka, pakek ngatain gue kayak gitu! Awas loh ya, nggak gue restuin sama adek gue nanti." ancam Gerald membuat tawa Kyo berhenti sejenak kemudian kembali melanjutkan tawanya. Gerald menahan gemas.


"Yang ngasih restu itu Tante sama Om. Abang kan cuma penggembira aja."


"Sekate - kate ini bocah. Udah ah, nggak bakal ada habisnya ngomong beginian, lo ngapain disini? Nggak percaya amat sama Flo?"


"Bukan gitu, Bang. Cuma pengen lihat aja, takutnya nanti dia berpaling, kan gue takut, Bang."


"Dimana - mana yang ditakutin itu kalau kita nambah dosa, lah ini si bocah, ketakutannya nggak jelas kayak gini. Tenang kan ada gue disini," hibur Gerald mencoba menenangkan Kyo.

__ADS_1


"Nah itu siapa, Bang?" Kyo menunjuk ke arah wanita di depan Flo.


"Itu Omanya Keanu yang kapan hari maen ke toko Mama, nggak tahu juga kenapa malah Omanya yang ketemu sama Flo, bukan Keanu."


"Kok gue rada merinding ya!"


"Kenapa lo?"


"Jangan - jangan mau ngelamar Flo buat cucunya? Wah gue harus bertindak,"


Pletakk


Jitakan lumayan kencang mendarat mulus di kepala Kyo, Kyo meringis.


"Itu pikiran kebanyakan nonton sinetron sih ya? Ngehalu tinggi amat, tapi kalau iya nih ya, lo harus gercep, jangan sampai keduluan. Secara lo aja masih nebeng ortu, masih minta donasi sama pak Yuta." Gerald mengerjai calon iparnya, sengaja mengompori sembari menahan tawa tak lupa diselipi ledekan.


"Tahu ah, rese lo, Bang." Kyo mencibir Gerald. Ekspresi wajahnya sudah terlihat emosi.


Ponsel Kyo yang ditaruh di saku celananya bergetar, membuatnya segera mengambilnya secepat mungkin. Geli.


"Halo, Mi. Iya, Mi. Nanti lagi mampir, eh ke ke, ah iya Mi, nanti Kyo beliin di Apotek deket rumah. Ya udah ya, Mi. Kyo cariin sekarang obat perutnya. Bye, Mami."


Gerald menahan tawa mendengar secara tidak langsung percakapan Kyo dan Maminya. Meskipun tidak begitu jelas, tapi ia dengan mudah menangkap bahwa alasan Kyo pergi adalah mencari obat perut untuk sang Mami.


" Bang, gue titip cewek gue ya. Jangan diapa-apain ya, Bang. Gue mau cari obat sakit perut buat nyokap. Takutnya gue kena marah nanti! Selamat menjalankan misi sebagai detektif cinta ya. Assalamualaikum." pamit Kyo pada Gerald yang melongo mendengar ucapan bocah unik di depannya yang sudah berlari ke parkiran.


"Waalaikumsalam, eh kutu kupret enak bener ngomongnya! Detektif cinta dari mana, cewek aja gue belum punya. Nasib, nasib, ganteng - ganteng jones, fiuh..." Gerald menghela nafas sembari mengusap wajah kasar.


***


Selesai makan siang bersama Oma Silvia, Keanu datang. Lelaki itu menyapa kedua wanita berbeda generasi dengan senyuman yang terpancar jelas di wajahnya.


__ADS_1


" Yuk pulang, Oma. Oma harus banyak istirahat, belum minum obat juga kan?" perhatian Keanu teramat sangat hingga terdengar khawatir di telinga Flo. Flo memberanikan diri menatap Keanu yang berdiri di samping Oma Silvia.


"Kamu bawel sekali, Keanu. Oma sehat - sehat aja kok. Ya sudah, ayo kita pulang. Tapi, Oma mau ke toilet sebentar. Tolong temani Flo dulu ya," pinta Oma Silvia sembari mengerlingkan mata pada Keanu, kemudian meninggalkan muda - mudi yang tengah kikuk.


Sepeninggal Oma Silvia yang pergi ke toilet, Keanu menduduki kursi di depan Flo. Hingga posisi mereka saling berhadapan.


Keanu menatap Flo seraya menyunggingkan senyum manisnya, sudut bibirnya naik ke atas. Flo memalingkan wajahnya.


"Aku nggak tahu apa yang tadi kalian bicarakan, tapi yang pasti aku mau ngucapin terima kasih buat kamu, udah mau datang kesini. Oh iya, jangan terlalu tegang ya kalau ketemu Omaku. Oma memang seperti itu, suka bercanda." ucap Keanu santai, mencoba mencairkan suasana.


" Iya, nggak apa - apa, aku nggak merasa tegang sama sekali. Mungkin sungkan kali ya," Flo tersenyum simpul.


" Kamu pulangnya gimana? Dijemput Gerald atau mau bareng aku sekalian?" tawar Keanu tulus tak bermaksud apa - apa.


Flo mengibaskan tangan di dada, mencoba menolak ajakan Keanu.


"Aku pulang sama bang Gerald. Terima kasih untuk tawarannya. Kok Oma lama banget? Apa aku duluan aja ya, nggak apa - apa kan? Tolong sampaikan salamku buat Oma ya, maaf kalau kesannya jadi kurang sopan. Permisi." Flo beranjak dari tempat duduknya, menyampirkan tas selempangnya kemudian melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


Keanu menarik pergelangan tangan Flo hingga membuat gadis itu seketika membalikkan tubuhnya ke arah Keanu.


"Tolong jangan menghindari aku, kalau kamu seperti ini justru aku akan semakin agresif untuk dapatin kamu lagi. Tapi kalau kamu bersikap biasa aja, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama."


"Kak, tolong lepasin tanganku! Nggak enak dilihat orang..." pinta Flo sembari mencoba melepaskan genggaman tangan Keanu yang lumayan kencang, hingga meninggalkan jejak merah di tangannya yang putih.


"Keanu!" panggil Oma Silvia, membuat pandangan Keanu dan Flo berpaling ke arahnya.


"Iya, Oma." sahut Keanu sembari tersenyum.


"Maaf ya, Oma agak lama, soalnya sekalian bayar di kasir barusan. Kalau kalian masih mau ngobrol, diterusin di dalam aja. Masa di jalan? Ke dalam lagi aja yuk," ajak Oma Silvia sambil memandangi Flo dan Keanu bergantian. Senyum Oma Silvia tak kunjung sirna melihat pemandangan di hadapannya.


Jadi Oma Silvia sengaja ya, mengulur waktu biar Keanu ngajak ngobrol gue. Oh tidak semudah itu Oma, gue harus cari alasan supaya bisa kabur dari situasi ini. Nggak bisa dibiarin nih. Bisa - bisa gue bakal dicomblangin sama cucunya. Batin Flo, namun tetap menyunggingkan senyum di wajahnya pada Oma Silvia.


***

__ADS_1


__ADS_2