
Mami tersenyum mendengar perbedaan jawaban antara anak bujangnya dan calon menantu. Mami saling lirik dengan Mama. Pandangan kedua wanita yang hampir paruh baya namun masih tetap cantik itu mengundang tanda tanya dalam benak Flo.
Apa yang sedang mereka rencanakan sebenarnya? Kok gue rada was - was ya!
"Mami kenapa senyam senyum nggak jelas kayak gitu?" tanya Kyo memberanikan diri.
"Mami tahu kenapa jawaban kalian berbeda, tenang kami dengan mudah bisa mengertikannya kok! Kata 'iya' dari Kyo. Bisa Mami artikan, iya Mami sekarang aja nggak masalah, ngapain tunggu besok! Terus kata 'nggak' dari Flo mempunyai maksud, nggak usah kelamaan Mami, bener kan?" ucap Mami dengan tingkat kepedean level dewa.
"Deuh, nggak sabar banget ya biar segera dihalalin?" Mama terkekeh membuat rasa canggung bercampur bingung di kedua anak muda di depannya semakin bertambah.
Satu sisi Kyo merasa senang sudah mendapatkan restu juga hati ibu dan calon mertuanya, tapi satu sisi, dia tidak mau membuat Flo sebagai calon istrinya merasa terbebani, ia hanya ingin menikah jika keduanya memang benar - benar siap. Lelaki itu kembali menggenggam jemari Flo kuat - kuat, ia tak bisa memungkiri akan hasil keputusan dari kedua ibu di depannya juga membuat hatinya gundah.
"Gini Mama dan Tante Conchita, tidak mengurangi rasa hormat kami kepada kalian, tapi lebih baik semua dipikirkan masak - masak supaya tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan...." sela Flo, Mami mengerutkan kening. Pandangannya tertuju pada gadis cantik calon menantunya.
"Maksud kamu apa, Sayang? Kamu keberatan dengan pernikahan ini?" tanya Mami pada Flo.
"Bukan gitu, Tan----...."
"Jangan panggil tante lagi, mulai hari ini panggil Mami seperti Kyo dan Aiko. Karena mulai sekarang, kamu juga anak Mami. Ok? Coba jelaskan apa maksud kata - kata kamu barusan, Sayang, " pinta Mami Conchita dengan sabar menunggu jawaban Flo.
"Begini, Mami, meskipun Flo dan Kyo belum pernah menikah, tapi kami juga pernah dengar bahwa yang harus dipersiapkan untuk pernikahan sangat banyak dan ribet. Butuh waktu lama, entah bajunya, tempat nikahnya, tamu undangan dan lain - lain. Terus sekolah kami bagaimana, Mi?" Flo mengeluarkan segala cara dengan alasan yang dibuatnya untuk menunda pernikahan mereka.
"Oh itu yang bikin anak gadis Mama bingung, tenang aja sayang, kami sudah jauh - jauh hari mempersiapkannya. Kalian cuma cukup dirias dan ijab qabul, abis itu sah deh. Masalah sekolah, kalian tetap akan sekolah seperti biasa. Kami sudah mempersiapkan pernikahan kalian dengan sangat matang." jawab Mama sembari menyunggingkan senyumnya ke arah Flo dan Kyo bergantian.
"Betul sekali seperti yang dibilang Mama Cilla, kalian terima beresnya aja. Semua serahin sama kami. Ijab qabul dan resepsi dijadikan satu hari. Mumpung dua minggu lagi, sabtu tanggal merah. Jadi kalian nggak perlu ijin dari sekolah. Bagus kan?" Mami Conchita menimpali ucapan Mama Cilla.
"Kok Kyo jadi ragu ya, sebenarnya yang mau nikah itu Kyo atau Mami sih? Heboh bener!" ucap Kyo asal, seketika ia mendapatkan pelototan tajam mematikan dari Mami.
Kyo terkekeh dengan sikap sang Mami padanya. Apa boleh buat hasil keputusan sudah keluar, tidak bisa diganggu gugat! Begitu juga Flo, ia hanya bisa menghela nafas kasar kemudian memperhatikan Mama yang sibuk membuat rencana dengan Mami Conchita. Flo dan Kyo kompak menganggukkan kepala persis seperti mainan berbentuk emoticon yang menghiasi kaca mobil bagian dalam.
"Udah ikutin aja kemauan mereka, nggak boleh nolak, nanti kita di cap anak durhaka gimana coba?" ucap Kyo santai membuat Flo bergidik ngeri membayangkannya. Mau tak mau Flo mengiyakan.
"Hemmm, iya, iya, kalau kamu kayaknya emang udah siap lahir batin! Aku kan belum!" bisik Flo si telinga Kyo.
"Tenang aja, aku bakal bikin kamu bahagia kok, saat ini kamu boleh bilang belum siap tapi saat hari itu tiba, kamu nggak akan mungkin bisa menolak aku," jawab Kyo sembari tersenyum penuh arti, menyelipkan maksud di dalamnya yang hanya diketahui oleh dia dan Tuhan yang tahu, membuat Flo heran.
__ADS_1
Apa maksud omongan ini bocah ya? Misterius amat! Nggak emak nggak anak kayaknya punya niat terselubung deh! Awas ya kamu, Kyo! Batin Flo sembari menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. Gadis itu melihat tingkah laku Kyo sedikit aneh.
* * *
Sepulang dari toko kue Mama, Kyo mengajak Flo ke taman kota yang berada tak jauh dari rumah.
Kini keduanya duduk berdampingan di atas bangku panjang taman. Saling menatap satu sama lain. Senyum bahagia terukur jelas di wajah Kyo.
"Sebelum kita menikah, aku mau bilang sesuatu sama kamu. Aku harap kamu nggak bingung ataupun kaget ya dengan apa yang nanti bakalan kamu dengar," pinta Kyo sembari menggenggam jemari Flo di depan dadanya.
"Mau bilang apa sih? To the point aja lah, dari tadi pakai kode - kodean, aku tuh emang nggak peka, Kyo!"
"Terimalah aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku ya..."
"Hem?" tanya Flo seraya menaikkan kedua alisnya.
"Orang - orang berpikir aku itu adalah anak jenius padahal mereka salah, jangan bilang siapa - siapa ya!"
Flo menjawab dengan sekali anggukan, ia antusias mendengarkan. Kyo mengusap lembut kedua sisi pipi Flo.
"Aku tuh nggak pinter matematika, karena hitunganku satu ditambah satu bukan dua melainkan tiga..."
"Iya bener, kenapa tiga? Aku ditambah kamu nanti yang ketiganya adalah buah hati kita,"
Flo menoleh ke samping menatap Kyo yang terkekeh.
Kirain serius!
"Aku juga nggak pinter bahasa inggris, karena aku cuma tahu sembilan kata, yaitu I Love You, I Miss You, dan I Need You."
Kyo terkekeh lagi, Flo mendaratkan toyoran di kepala Kyo pelan. Membuat lelaki itu tak kuasa lagi menahan tawanya.
"Oh iya, aku juga gagal fokus pelajaran bahasa indonesia, karena pernah ada kata pepatah bilang bahwa cinta itu buta, awalnya aku nggak percaya. Tapi setelah memiliki kamu, aku jadi percaya karena kamu adalah lentera hatiku yang selalu menerangi dan menemaniku dalam kegelapan. Jadi kalau kamu hilang, aku akan buta karena nggak bisa melihat indahnya dunia tanpa kamu di sisiku."
Toyoran pelan kembali akan dilayangkan ke kepala Kyo namun dengan segera lelaki itu menepisnya. Dan menggenggam jemari Flo.
" Deuh, pipinya merah, hahaha, udah kayak tomat, sini, sini, gemes aku jadinya. Boleh sun nggak? Buwahahaha,"
__ADS_1
" Nggak boleh!" Rona merah masih betah menghiasi kedua pipi Flo.
"Aku juga nggak pinter pelajaran sejarah, karena aku nggak mau belajar tentang masa lalu kamu, yang ingin aku pelajari adalah menata hidupku bersama kamu saat ini dan ke depannya,"
"Gombal!"
"Jujur sama gombal beda! Aku jujur, aku sayang sama kamu. Will you marry me? Please loving me until the end of time...."
Entah sejak kapan Kyo sudah berlutut di depan Flo, gerakannya cepat dan membuat perhatian Flo teralihkan saat Kyo mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
" Kyo!" pekik Flo setengah terkejut namun segera ia kendalikan sikapnya mengingat mereka masih berada di taman kota. Kyo memakaikan cincin di jari manis Flo.
"Jangan dilihat harga ataupun besar kecilnya yang aku beri saat ini, setidaknya ini adalah hasil usaha aku untuk menunjukkan rasa cintaku ke kamu, kamu mau kan nikah sama aku?"
"Yes, I do." ucap Flo tegas dan juga terbawa suasana, senyumnya tak berhenti. Malu tapi bahagia rasanya.
"Thank you my wife,"
"Calon! Eh tunggu dulu katanya nggak pinter bahasa inggris, lah itu yang barusan apa?" tanya Flo sambil berkacak pinggang.
"Abis buka kamus bahasa inggris, hahaha,"
"Alasan!"
Kyo memeluk Flo hingga pandangan orang yang berlalu lalang di sekitar taman memperhatikan keduanya. Rasa bahagia itu terpancar jelas di kedua wajah sepasang muda mudi yang belum genap 18 tahun itu.
* * *
Keanu gimana?
Kapan nikahnya?
Gerald sama siapa?
Lanjuuuttt 🙌🙌🙌
__ADS_1
Dukung penulis receh ini ya, dengan Like, koment, rate 5 dan Vote,
Semoga syukaaaaa... ❤️❤️❤️