Jodoh Florence

Jodoh Florence
Honeymoon 3


__ADS_3

Jangan lupa tap like dan rate 5 yaa 🙏🙏🙏


________________________________________


Flo dan Kyo tengah menikmati pemandangan dari ruangan paling atas bangunan yang dulunya pernah menjadi salah satu benteng terbesar di Jepang, yang dibangun pada tahun 1586 oleh Toyotomi Hideyoshi. Sepasang suami istri itu takjub melihat pemandangan yang memanjakan mata di sekitar mereka. Tak sia - sia perjalanan panjang bisa berada di tempat ini.


Flo tersenyum melihat sang suami. Kyo melihat ke bawah, nampak ekspresi memucat dari raut wajahnya yang membuat Flo penasaran.


"Ada apa?" tanya Flo.


"Gila! Tinggi banget ya!" seru Kyo tetap masih menatap ke bawah, mungkin ia lupa bahwa saat ini mereka tengah berada di tempat tertinggi di istana tersebut.


"Kamu kan punya phobia ketinggian, ngapain juga ngajakin aku kesini?" Flo mengernyitkan keningnya tanda bingung dengan maksud sang suami.


"Aku pengen menghilangkan rasa takutku karena kamu, aku nggak mau selalu ketakutan hanya karena ini. Demi kamu, aku mau berusaha, bagaimana pun caranya agar aku bisa,"


"Ya ampun, baik banget! Tapi aku maunya kamu melakukan apapun itu buat kebaikan diri kamu sendiri, jangan cuma karena aku. Aku menerima apa adanya kamu, jadi jangan pernah memaksakan sesuatu yang kamu nggak suka, oke?"


"Aku suka kok, Yang. Suka banget, apalagi bisa berada disini sama kamu. Aku cuma pengen hilangin rasa takutku aja, tapi karena kamulah tujuan hidupku, aku bisa berjuang sampai seperti ini. Oh iya, menginjakkan kaki disini, aku merasa menjadi seorang raja dan kamu ratunya, cie, cie," goda Kyo mengalihkan topik pembicaraan.


"Iya, iya, kita udah lumayan lama nih disini, ada tempat lagi nggak yang mau kita kunjungi?"


"Ada dong, ayo!" ajak Kyo seraya mengulurkan tangan untuk menggandeng istrinya.


Kedua manusia yang tengah mereguk indahnya bulan madu di negeri orang itu benar - benar menikmati suasana yang tercipta begitu alami dengan perasaan bahagia.


* * *


Tak terasa sore itu, Kyo dan Flo menyudahi jalan - jalannya hari ini ke Dotonbori. Dotonbori adalah salah satu pusat gastronomi dan hiburan di Osaka.


__ADS_1


Flo dan Kyo menemukan banyak sekali toko souvenir, mereka tak lupa membelikan oleh - oleh untuk para sahabatnya.


Flo menggelayuti lengan sang suami dengan manja sambil membawa cemilan yang baru saja dibelinya, takoyaki dan okonomiyaki. Banyak sekali kuliner yang menawarkan beraneka ragam jenis pilihan cemilan khas kota itu. Namun dua pilihan itu saja yang ingin Flo beli, karena ia takut badannya akan melebar jika membeli terlalu banyak cemilan.


Sedangkan satu tangan Kyo digunakan lelaki itu untuk menenteng barang belanjaan yang kalap dibeli oleh istrinya. Namun ia tetap sabar karena itu sudah menjadi tugasnya.


"Yang, pulang yuk, badan aku pegal - pegal! Besok kita lanjut lagi mau jalan kemana aja ayo deh," rayu Kyo. Flo sebenarnya masih ingin berlama - lama menikmati pemandangan sekitar yang jarang ia temui di tempat kelahirannya, namun ia memilih mengikuti keinginan Kyo.


Sebelum pulang, Flo meminta Kyo menemaninya berhenti di sebuah kedai teh boba dan meminjam kamar kecil. Flo terburu - buru masuk ke toilet untuk menuntaskan hajatnya dan meninggalkan Kyo di depan sambil menyeruput minuman yang telah mereka pesan.


Flo kembali merapikan penampilannya yang sedikit berantakan dan wajahnya yang terlihat kuyu juga lelah, ia membuka tas kecil yang ia selempangkan dan mencari sesuatu di dalam sana.


Sebotol kecil berisi beberapa butir pil yang selalu ia minum untuk mencegah kehamilan ia buang di tempat sampah yang ada di ujung toilet. Setelah itu Flo segera bergegas keluar dan menemui sang suami yang telah menunggu untuk pulang.


"Udah?" tanya Kyo saat Flo mendekatinya. Flo mengangguk dan menyunggingkan senyum yang menambah cantik parasnya. Beberapa detik lelaki itu terpesona oleh kecantikan istrinya namun ia segera sadar dan memilih segera pulang ke rumah Oma Hideko.


* * *


Kyo masuk ke dalam kamar usai menemui Oma Hideko yang sedari tadi mencarinya tepat saat Flo keluar dari kamar mandi. Dengan masih mengenakan bathrobe berwarna putih, Flo berjalan mendekati lemari pakaian, niat hati ingin mengambil piyama tidur namun gerakan cepat Kyo yang tak dapat diprediksi olehnya membuat Flo terkejut.


"Kamu kenapa sih sukanya bikin aku kaget!" pekik Flo. Kyo terkekeh dengan seringai licik yang sudah dapat ditebak oleh Flo.


Pasti minta jatah!


"Yang, kayaknya enak nih pijat memijat," goda Kyo. Kyo sudah memeluk erat Flo dari belakang, tak lupa ia menciumi ceruk leher istrinya dengan penuh damba.


Flo menghindar dari suaminya, ia tahu akan dibawa kemana jika suasana sudah tersusun rapi seperti ini. Flo berjalan mendekati ranjang dan merebahkan tubuh lelahnya. Kyo tak habis akal, ia mengejar sang istri dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Flo. Kyo turun ke lantai, ia berdiri sambil melepas kaos putih miliknya dan membuang ke sembarang tempat.


"Aw, aw, mataku ternodai, sudah nggak suci lagi," pekik Flo sambil menutup mata dengan telapak tangannya dan sedikit mengintip tubuh Kyo dari sela - sela jemari lentiknya.


"Deuh kamu emang udah nggak suci lagi, Yang!" ledek Kyo sambil merangkak naik mendekati sang istri yang terlihat menggoda malam ini.

__ADS_1


Flo sengaja memakai trik tarik ulur, ingin melihat bagaimana sikap Kyo menghadapi dirinya. Flo menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Sebenarnya ia merasa gerah, dan Kyo tahu itu. Tapi lelaki itu dengan sengaja menunggu momen yang tepat untuk membongkar kedok sang istri yang berulah. Kyo terkekeh.


"Ayo dong, Yang. Dibuka selimutnya, nggak gerah apa? Sini aku pijat dulu, nanti gantian kamu yang memijat tubuhku yang seksi ini," goda Kyo seraya menyombongkan diri.


Flo menjulurkan lidah tanpa sepengetahuan Kyo di dalam selimut yang pengap.


Aduh gerah, masa abis mandi udah keringetan begini! Tapi kalau dibuka makin tumpah - tumpah keringatnya. Hadeh...


Flo menyerah lalu menyingkap selimut dan melihat sang suami yang tengah menyunggingkan senyum kemenangan.


"Ngapain kamu senyam - senyum kayak gitu?" tanya Flo penasaran. Ia sibuk mengelap keringatnya dengan sapu tangan yang ada di atas nakas samping ranjang.


"Kamu suka banget sih bikin aku penasaran, udah tahu suami lagi pengen malah digituin!" rajuk Kyo.


"Digituin gimana?" tanya Flo pura - pura tak tahu.


"Dosa loh nolak kemauan suami! Digituin tuh seperti ini loh, Yang..." ucap Kyo sambil meraba tubuh istrinya dari belakang.


Kyo mengelus punggung Flo dari balik bathrobe yang dipakai istrinya dengan gerakan sensual. Kyo mulai menarik tali yang mengikat tubuh Flo dengan cepat, dan kini tampaklah pahatan indah sang Pencipta yang nyata di depan mata.


Kyo melepaskan celana yang masih menutupi aset pribadinya. Tanpa menunggu lama, bibir keduanya saling bertemu, seolah haus akan ******* dan permainan lidah yang saling bertukar saliva.


Kini tak ada lagi penolakan, yang ada hanyalah erangan dan desahan akan kenikmatan yang menggema di kamar mereka yang berada di lantai dua.


Kyo mulai mengambil perannya untuk memacu di atas tubuh istrinya. Tanpa Kyo tahu, bahwa Flo mulai hari ini tak lagi mengkonsumsi pil penunda kehamilan sejak dibuangnya tadi di kedai minuman.


Semoga buah hati kita segera ada di rahimku ya Sayang... Maaaf aku sengaja nggak memberitahukan ini sama kamu. Kalau semisal aku hamil, ini akan menjadi kejutan untuk kita berdua. Aku nggak mau kamu terlalu berharap dan berakhir kecewa kalau aku belum hamil.. Sabar ya Suamiku..


Flo berharap dalam hati sambil menatap Kyo yang tumbang di sampingnya setelah permainan panas mereka usai beberapa menit yang lalu. Flo mengusap lembut perutnya yang masih rata. Semoga Honeymoon ini membawa hasil.


Flo menarik selimut sampai ke batas dadanya dan menyusul sang suami yang telah terlelap.

__ADS_1


* * *


__ADS_2