
Flo melangkahkan kaki menuju teras rumah, karena kata bi Imah ada seseorang yang menantikan dirinya. Tampaklah di depan matanya kini, Keanu yang sedang menatap pemandangan taman depan yang menyegarkan mata sembari menatap ponselnya.
"Ehem, ehem." Flo berdehem membuat pandangan Keanu beralih pada gadis itu. Keanu tersenyum saat pandangan mereka bertemu.
"Hai, selamat pagi." sapa Keanu ramah.
"Selamat pagi juga, Pak." jawab Flo singkat.
"Selain di sekolah, tolong panggil aku Keanu atau kak seperti dulu. Jangan terlalu kaku!"
"Oke. Sekarang aku mau tanya maksud kedatangan kak Keanu sepagi ini untuk apa?" tanya Flo to the point.
"Apa begini cara menyambut tamu? Bolehkah aku masuk ke dalam?" tanya Keanu serius seraya menyunggingkan senyum manisnya, Flo mengangguk pelan kemudian mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Flo mendaratkan tubuhnya ke sofa ruang tamu dan kini posisinya berhadapan langsung dengan Keanu yang hanya di pisahkan meja kaca berbentuk oval.
Keanu duduk santai, menaruh ponsel di meja kaca. Melihat sekilas Flo yang tampaknya masih sungkan pada dirinya.
"Sepertinya kamu nggak mau basa - basi lagi, Ok sekarang aku mau bilang, nanti siang tolong temui aku di kafe Alamanda. Gerald tahu dimana tempatnya, kalau kamu ragu atau takut sama aku, kamu bisa minta tolong Gerald untuk menemui aku disana."
"Kenapa aku harus kesana? Sepenting apa masalahnya? Kenapa nggak disini aja?" tanya Flo bertubi - tubi. Keanu hanya tersenyum simpul.
Keanu beranjak dari sofa, menyambar ponselnya, dan menatap Flo lekat - lekat.
"Temui aku jam 11 siang, nanti kamu akan tahu sendiri. Setelah kamu kesana, aku janji nggak akan maksa kamu lagi untuk nemuin aku. Kecuali kamu sendiri yang menginginkannya. Permisi." ucap Keanu dengan senyum penuh misteri, ada tanda tanya besar di pikiran Flo.
Ada apa sih?
***
Alamanda Cafe
Flo duduk berhadapan dengan Oma Silvia saat ini. Setelah melewati drama panjang akhirnya Kyo memperbolehkan Flo pergi menemui Keanu asal bersama Gerald. Dan ternyata prediksinya salah, bukan Keanu yang harus ditemui melainkan neneknya.
__ADS_1
Dalam hati Flo bertanya - tanya. Akan ada apa ini? Baru kali ini dia dihadapkan pada sebuah pertemuan dengan orang yang jauh lebih tua melebihi orang tuanya sendiri. Di depannya kini, Oma Silvia tersenyum penuh arti. Flo merasa sungkan dan akhirnya terbitlah senyum di wajah cantiknya. Sesekali ia merapikan anak rambutnya.
"Hai, Florence, maaf mengganggu hari liburmu untuk bertemu dengan Oma." ucap Oma Silvia membuka obrolan. Flo mengangguk sembari tersenyum.
"Panggil saja saya Flo. Nggak apa - apa, Oma."
"Baiklah, sepertinya nggak perlu basa - basi ya, Oma ingin menyampaikan sesuatu hal sama kamu. Oma minta maaf, kalau bukan karena Oma, mungkin hubungan kamu sama Keanu masih baik - baik saja..." sejenak Oma Silvia memberi jeda pada ucapannya. Membelai punggung tangan Flo yang berada di atas meja.
"Hubungan kami baik - baik saja kok, Oma," sela Flo, untuk saat ini Flo mengesampingkan norma dan tata cara berbicara pada orang yang lebih tua dengan cara menyelanya.
"Dengarkan penjelasan Oma dulu ya, Sayang." pinta Oma Silvia dengan mimik wajah serius membuat Flo kikuk.
"Iya, Oma."
"Sebenarnya Keanu melarang Oma untuk bertemu kamu, karena dia tahu pasti Oma akan menceritakan penyebab hilangnya dia selama empat tahun ini. Oma minta kamu memaafkan Oma ya?"
"Oma kan nggak ada salah sama aku," Flo mengerutkan kening, bingung dengan kata - kata Oma Silvia padanya.
"Flo, Keanu terpaksa meninggalkan kamu waktu itu karena harus menemani Oma untuk pengobatan di Sydney. Jantung Oma bermasalah dan sering kambuh. Akhirnya Keanu memutuskan menemani Oma hingga sembuh. Sebelum dia pergi, ponselnya hilang. Dia tidak bisa menghubungi kamu. Sampai saat ini, Oma jadi merasa bersalah sama kalian berdua. Maaf." ucap Oma Silvia sembari menahan air matanya supaya tak mengalir ke pipi.
"Apa kalian nggak bisa bersama lagi?"
"Maaf, Oma. Saat ini sudah ada seseorang di hati Flo."
"Untuk saat ini saja kan? Untuk besok gimana? Yakin sama pilihan kamu itu?" goda Oma Silvia.
Sebenarnya pilihan Mama saya, Oma. Tapi saya juga sudah mulai menyukai dan mengakui keberadaannya. Mungkinkah ini cinta?
"Oma pernah denger lirik lagu ini nggak? Slow down baby, take it easy just let it flow..."
Oma menggelengkan kepalanya. Flo tersenyum manis dan menatap lekat kedua mata Oma Silvia.
"Biarkan hati yang berbicara dan kami berdua yang menjalani. Saya nggak mau sesuatu yang dijalani dengan terpaksa, kayak air mengalir aja gitu, Oma."
"Kalau semisal kamu nggak berjodoh sama dia, kamu mau ya jadi istrinya Keanu?Oma berharap kamu yang bakal menjadi cucu menantu Oma."
__ADS_1
"Hahahaha, Oma jangan bercanda ah."
"Kalau kamu mengartikan bercanda ya nggak apa - apa, tapi Oma serius. Coba lihat ekpresi Oma, apa ada kelihatan bercandanya?"
"...." tak ada bantahan yang keluar dari bibir Flo.
"Sudahlah, jangan dibuat tegang. Ayo kita pesan makanan dulu, temani Oma makan siang ya, Flo," Oma Silvia mencoba mengalihkan topik karena ia tahu gadis di hadapannya kini tengah dilema dan bingung akan situasi yang serius dan mendadak seperti ini.
Aku berharap padamu Tuhan, semoga gadis ini yang menjadi jodoh untuk Keanu. Namun jika bukan Flo, semoga Tuhan memberikan jodoh terbaik untuk Keanu dan menemaninya hingga maut memisahkan, serakahkah aku Ya Tuhan? Batin Oma Silvia.
"Iya, Oma." ucap Flo sembari menganggukkan kepalanya pelan namun masih bisa dilihat oleh Oma Silvia. Mereka saling melempar senyum satu sama lain. Seperti nenek dengan cucunya sendiri dari kejauhan.
***
Masih di kafe yang sama namun berbeda lokasi. Flo di dalam kafe bersama Oma Silvia, sedangkan Gerald duduk di belakang kemudi. Ia sengaja membawa mobil daripada motor kesayangannya, karena cuaca mendung sampai sesiang ini. Niat hati ingin rebahan namun pandangan matanya tiba - tiba tertuju pada lelaki pengemudi motor sport yang tak asing baginya memasuki pelataran kafe.
Gerald mengamati gerak gerik lelaki itu dengan waspada. Ia keluar dari mobil dan mengikuti Kyo, iya lelaki yang dimaksud adalah Kyo. Kyo memarkirkan motor dan segera masuk ke dalam. Langkah Gerald terhenti dan mencari tempat sembunyi, karena melihat Kyo seperti seorang mata - mata agen rahasia. Celingak celinguk mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan mencari adiknya, Flo.
Ia menunggu saat yang tepat untuk mendatangi dan mengagetkan Kyo. Gerald merasa Kyo seperti detektif gadungan pencari cinta.
Ya ampun bucin banget ini bocah...
"Woy, anaknya Pak Yuta, ngapain lo disitu?" Gerald mengagetkan Kyo, hingga membuatnya terjingkat sembari mengelus dadanya berkali - kali karena dikejutkan suara yang datangnya dari kakak kandung kekasihnya.
To be continue...
***
Jangan lupa, tinggalkan :
Like
Komentar
Rate 5 ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Monggo yang mau Vote 👌👌😀😀