Jodoh Florence

Jodoh Florence
Mantan Terindah


__ADS_3

Flo memutuskan berjalan - jalan seorang diri menuju counter toko buku di lantai tiga masih di Mall yang sama. Ia membiarkan Mama dan Papa menikmati makanannya di food court.


Gadis itu berjalan sambil merogoh ponsel di dalam tas selempangnya. Menghubungi seseorang yang saat ini pasti menunggu pesan atau kabar darinya. Lelaki posesif namun sangat ia sayangi.


Panggilan darinya tak kunjung diangkat. Ia memutuskan memberinya chat tentang kegiatan dirinya saat ini.


Sepuluh menit berlalu, tak ada notifikasi masuk dari Kyo. Chatnya pun masih belum belum berubah warna menjadi dua centang biru.


Tumben! Kemana dia? Gumam Flo sembari melihat rak display khusus komik dan novel yang tertata rapi dan berdekatan.


Ekor matanya menemukan sebuah buku yang menggelitik hatinya, entah kenapa setelah membaca judul buku tersebut rona merah menghiasi kedua pipi Flo.


Panduan menjadi Istri Idaman? Lihat dulu deh, siapa tahu bermanfaat! Hehehe.


"Flo, kamu disini?" seseorang menepuk bahu Flo pelan. Suara itu terdengar tak asing baginya. Flo menoleh ke samping, ia sedikit terkesiap melihat Judith sudah berdiri di sampingnya dan menyunggingkan senyum manisnya.


"Eh, I-Iya, kok kamu juga disini?" tanya Flo sedikit gugup, segera ia mengembalikan buku yang akan dibelinya kembali ke tempat semula. Terlambat, Judith sudah mengetahui hal tersebut.


"Kamu mau nikah muda? Sama Kyo? Kok dikembaliin bukunya?" tanya Judith memberondong membuat Flo tak berkutik. Gadis itu tengah mengumpulkan kata - kata yang tepat dalam otaknya.


"Eh, eh, itu...."


"Hahaha, bercanda kali, Flo! Masa iya kamu bakal nikah semuda ini? Lagian beli buku itu juga nggak apa - apa, jadi bisa belajar! Bener kan?" ucap Judith santai tanpa melihat gerak gerik Flo yang sedang kebingungan.


"Iya, gitu juga boleh. Kamu nyari buku juga?" Flo mengalihkan pembicaraan.


"Iya, nih. Lagi nyari buku tentang fotografi, salah satunya ini," Judith memamerkan buku yang ia pegang.


"Oh," jawab Flo singkat.


"Kamu sama siapa kesini?" Judith berbasa - basi, sengaja ia ingin sedikit lebih lama bersama Flo. Nyaman rasanya bisa berduaan dengan mantan kekasih terindahnya. Senyum yang mengembang dari bibir lelaki itu tak sedikitpun memudar. Sesekali ia melirik Flo yang masih sibuk memilih buku.


"Sama Mama Papa, mereka lagi di Food court. Kalau kamu?" tanya Flo tanpa menatap Judith.


Belum dijawab oleh Judith, seseorang menggelayut manja di lengan lelaki itu. Senyum sumringah tengah melengkung indah di wajah Jessica. Perempuan yang pernah bertemu dengan Flo beberapa waktu yang lalu di kafe dan juga dia adalah sahabat Sasha. Pandangan Flo berpindah ke arah gadis yang datang menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


Oh, pacar barunya Judith! Gumam Flo dalam hati.


Apa - apaan si Jessica pakai kesini segala! Ganggu orang aja sih? Batin Judith sedikit kesal.


"Eh, kak Flo. Kok bisa barengan sama kak Judith disini? Janjian ya? Hehehe," goda Jessica, Flo spontan mundur beberapa langkah agak menjauh dari Judith.


Judith yang merasa Flo menjauhinya seketika mendekat ke arahnya. Entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini, ia tak mau dijauhi oleh Flo.


"Kok ngejauh dari aku? Apa aku ini sebangsa kuman?" seru Judith seraya mengerlingkan mata. Jessica terkekeh melibat sang abang sepupu.


"Iya, kak Flo takut sama kak Judith, soalnya agresif sih, udah ada aku juga, masih ngelirik cewek lain!" ujar Jessica.


Flo yang tak enak hati segera memalingkan wajahnya berpura - pura mencari buku lagi.


"Kamu apaan sih Jess, nanti dikira Flo kamu pacar aku! Kalau ngomong yang bener dong!" seru Judith serius menatap tajam pada Jessica.


"Kak Flo kan udah jadi mantan kakak, iya kan Kak? Kakak juga harus move on dong!" Jessica tahu sang Kakak masih memiliki perasaan untuk Flo sengaja berucap demikian.


"Nggak semudah itu melupakan mantan terindah, karena selagi kita masih bisa melihatnya berarti masih ada jalan mendapatkan dia kembali, tapi tenang aja, aku nggak akan lakuin itu, karena masih bisa melihatnya tersenyum aja aku udah bersyukur banget," tegas Judith jujur mencurahkan isi hatinya.


Jessica bingung dengan ucapan Judith, ternyata sang kakak sepupu masih menaruh harapan untuk mendapatkan Flo kembali meskipun tidak secara brutal merebut paksa dari Kyo.


Detak Jantung Flo tak karuan, degupnya begitu kencang, Flo kikuk seketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Judith.


Ya Tuhan, kok aku deg - degan begini sih? Nggak boleh! Aku nggak boleh seperti ini! gumam Flo lirih, untung saja Judith tak mendengarnya.


Judith tahu bahwa ucapannya barusan telah membuat sang mantan merasa tak enak hati, ia pun akhirnya membuat alasan untuk pergi.


"Aku nyari buku dulu, kamu juga lanjutin aja, maaf jadi ganggu kamu lagi. Aku nggak ada maksud buruk, cuma mencurahkan perasaan aku aja ke kamu. Tenang aja, selama kamu bahagia, aku juga pasti akan bahagia," Judith menepuk pundak Flo pelan kemudian berlalu.


Jessica yang ditinggalkan bersama Flo akhirnya memilih buka suara.


"Kak Flo, maaf ya kalau nggak ada aku disini pasti kalian masih bisa ngobrol santai," ucap Jessica merasa canggung.


"Kamu tenang aja ya, aku sama Judith udah nggak ada apa - apa kok. Kami tetap berteman seperti dulu. Kalian berdua semoga langgeng ya," jelas Flo dan mendoakan mereka berdua bisa tetap bersama.

__ADS_1


"Hah! Langgeng? Maksud kakak, aku sama kak Judith bakal langgeng gitu? Oh, i see, kayaknya kakak salah paham deh sama aku! Kak Judith itu abang sepupu aku, Kak! Dia kesini nyari buku, makanya aku ngikutin dia. Eh nggak tahunya bakal ketemu kak Flo disini. Bener ya kak kalau ada orang bilang, dunia tak selebar daun kelor. Ketemunya orang - orang itu aja, hehehe, ada satu rahasia yang mungkin kak Flo nggak tahu... "


"Rahasia?" tanya lo heran.


"Iya, rahasia kak Judith, tapi janji ya kak jangan marah atau benci sama dia. Please!"


Jessica mengatupkan kedua tangannya memohon pada Flo.


"Oke, I'm promise." Flo menunjukkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Di kamar kak Judith, banyak banget foto kakak, dari segala ekpresi, meskipun kalian sudah bukan pasangan lagi, dia tetap memilih menyimpan semua kenangan dan potret kakak di kamarnya, karena aku tahu kalau cintanya kak Judith pada kak Flo begitu besar. Nggak mudah kak, melupakan orang yang benar - benar kita sayang! Apapun yang terjadi pada kalian berdua, aku yakin ini pasti rencana yang terbaik dari Tuhan. Jangan menyuruhnya untuk melupakan kak Flo ya, biarkan semua berjalan seperti air mengalir,"


"Jess...."


"Aku sengaja ngomong begini nggak ada maksud buat bikin kakak sungkan, canggung atau nggak enak hati dengan perasaan kak Judith ke kakak. Tapi aku cuma mau jujur aja, bahwa dia masih sayang ke kak Flo. Aku harap pilihan kakak sudah tepat bersama kak Kyo. Semoga kalian bisa terus bersama dan melanjutkan hubungan yang lebih serius, ya udah kak, aku nyusul kak Judith dulu. Dadah..."


Flo mengangguk seraya tersenyum kecut, ia tak membantah ucapan Jessica karena dia sendiri pun tahu bahwa Judith memang masih menyukainya.


Sepeninggal Jessica, Flo kembali mengambil buku yang sempat diambilnya sebelum kedatangan Judith. Bahkan Flo mengambil beberapa buku yang berkaitan dengan pernikahan muda, tanpa disadari olehnya ada seseorang yang kini tepat berada di sampingnya. Mengamati apa yang sedang ia lakukan dengan jelas.


Flo merasakan bahunya kembali ditepuk oleh seseorang. Ia mengira Judith yang datang, seketika ia menoleh dan...


* * *


Jangan lupa ritualnya ya kakak2 sayang..


Like 👍


Koment


Vote (Monggo monggo)


Rate 5


Paporito alias Favorit 🤭🤭

__ADS_1


Babai, cekidot yaa, semoga syukaaa ❤️❤️❤️


Selamat malam 😀😀


__ADS_2