
Flo mengajak Kyo untuk berbicara berdua. Lelaki itu merasa ada gelagat aneh pada istrinya, yang tiba - tiba mengajaknya pergi menjauh dari ruangan Keanu dirawat. Namun di dalam hatinya ia tetap menahan kesal meskipun bersikap biasa - biasa saja di depan Flo. Ia mencoba meredam amarahnya.
"Ada yang mau aku bilang ke kamu. Terlepas kamu setuju atau nggak, semua aku serahkan ke kamu. Karena kamu adalah suami aku, aku nggak mau ada yang ditutupi."
"Hem," jawab Kyo sambil mengedarkan pandangan ke sembarang arah.
"Oma minta aku mendampingi Keanu dalam masa pemulihannya. Meskipun beliau tahu kita sudah menikah. Bagaimana menurut kamu? Apa yang harus aku katakan ke Oma?" desak Flo.
Oma? Kok gue kesel ya bini gue manggil dia dengan sebutan Oma. Astaga! Kyo mikir dong, ayo mikir, lo suaminya Flo. Lo harus ambil sikap!
Cukup lama Kyo diam namun pikirannya entah kemana, banyak faktor yang membuatnya bingung saat ini.
Oke kalau gitu!
Kyo tersenyum sinis dan melirik Flo yang sedari tadi memperhatikan gerak - geriknya.
"Biar aku yang ngomong sama Oma Silvia!" seru Kyo tegas, Flo menurut saja dan mengekor di belakang suaminya yang berjalan mendekati Oma Silvia dan Gerald.
"Permisi, Oma. Dalam hal ini, mohon maaf jika saya agak sedikit kurang ajar atau malah tidak berperilaku sopan...." ucap Kyo menggantung seraya memiringkan senyumnya.
"Maksudnya bagaimana ya?" tanya Oma Silvia berhati - hati karena melihat air muka pemuda di depannya yang sedikit menampilkan wajah garang.
__ADS_1
"Oma tentu nggak lupa kan bahwa Flo sudah menikah? Dan saya lah suaminya. Kecelakaan itu memang sudah suratan takdir, jadi tolong jangan bawa - bawa istri saya masuk ke dalam lingkaran hidup cucu Oma. Saya tahu dengan jelas bahwa pasien membutuhkan pertolongan untuk kesembuhannya, tapi jangan pernah memberinya penawar palsu dengan mengorbankan Flo untuk mengobati sakitnya."
"Jadi?" tanya Oma Silvia memastikan.
"Dia butuh dukungan dari keluarganya, sedikit banyak saya mendapatkan informasi dari bang Gerald mengenai kak Keanu. Jadi saya minta dengan sangat, jangan membuat luka lagi di hidup Kak Keanu. Meskipun saya sadar, jika saya di posisi dia mungkin saya juga membutuhkan Flo untuk menyembuhkan luka di dalam diri saya. Tapi kembali lagi, lihat status Flo! Dia istri saya! Suami mana yang mengijinkan istrinya bersama pria lain? Dimana pria yang sedang sakit itu masih memiliki perasaan padanya?"
"Jangan lancang kamu! Ini saya lakukan semata - mata untuk kesembuhan cucu saya. Saya cukup tahu diri bahwa Flo sudah menikah. Tapi saat ini dia membutuhkan Flo di sampingnya. Kamu anak kemarin sore bisa - bisanya memberi ceramah pada orang yang lebih tua!" sindir Oma Silvia.
Kyo menatap wanita tua tersebut dengan senyum smirknya.
"Saya memang anak kemarin sore yang belum punya banyak pengalaman hidup. Belum menikmati asam garam kehidupan. Tapi dimana harga diri saya sebagai seorang suami dan lelaki melihat istrinya bersama pria lain? Bukankah sama saja mengijinkan sang istri untuk berselingkuh di depan mata? Mohon maaf saya juga manusia punya hati bukan Malaikat. Dan perlu saya tegaskan sekali lagi, saya adalah pemilik hati Florence."
Plaakk
"Sudah puas anda menampar saya? Kalau belum, silakan pukul lagi sampai anda sadar bahwa tidak semua harus terpenuhi saat itu juga dengan mengatasnamakan kesembuhan untuk cucu anda. Saya sadar ucapan saya sudah membuat anda emosi, tapi saya akan tetap melakukan ini untuk melindungi dan menjaga orang yang saya sayang!" ucap Kyo sambil memegangi bekas tamparan di pipinya. Rasanya nyeri, ia sedikit meringis kesakitan.
"Maaf, maafkan Oma, saya tidak bermaksud untuk menampar kamu. Saya hanya ingin Keanu bahagia, bisa melihat wajah gadis yang dia sayang berada di sisinya...." ucap Oma Silvia lirih. Kyo terkekeh.
"Lalu bagaimana dengan perasaan saya? Apa anda berniat menukar kebahagiaan saya demi cucu tercinta anda? Mungkin anda lupa bahwa saya juga mempunyai hati dan pikiran. Kalau hanya menjenguk mungkin saya masih bisa mengijinkan dengan syarat ada saya bersamanya. Tapi kalau untuk mendampingi sampai dia sembuh, mohon maaf sampai kapanpun tidak akan saya ijinkan." seru Kyo.
Gerald hanya bisa diam melihat perdebatan sengit di depannya, ia ingin sekali menengahi tapi dia dilema, siapa yang harus dipilihnya saat ini. Karena berulang kali Gerald menasehati Keanu untuk melupakan Flo namun sahabatnya itu tak pernah menggubrisnya.
__ADS_1
"Cukup, Oma! Saya mohon hentikan semua ini. Saya nggak mau suami saya tersakiti. Benar yang dikatakan suami saya barusan, dukungan dari keluarga lah yang menjadi faktor utama kesembuhannya. Bukan saya! Saya hanya orang dari masa lalunya. Dan sekarang saya sudah memiliki masa depan saya sendiri yaitu dia... " ucap Flo tegas sembari menggenggam jemari Kyo hingga jemari mereka saling bertaut.
"Flo tolong..Dia selalu menyebut nama kamu bahkan saat dia tak sadarpun tetap memanggil namamu..." ucap Oma Silvia dengan nada terendah terus memohon pada Flo.
"Mungkin dia masih terus berharap, karena harapannya tak sesuai ekspektasi yang ada di dalam dunia nyata, dia jadi seperti itu. Anda sebagai Oma dari kak Keanu seharusnya memberikan penyemangat yang nyata bukan semu. Permisi, kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, kami pamit pulang. Selamat sore Oma..." pamit Kyo seraya menggandeng Flo dan berlalu dari sana.
Oma Silvia masih memandangi Kyo dan Flo hingga keduanya tak nampak lagi. Ia sadar bahwa yang baru saja dilakukannya adalah hal konyol yang pernah ia lakukan selama hidupnya. Seolah - olah dia akan menjadi pemisah hubungan suami istri tersebut demi kebahagiaan cucunya sendiri.
Oma Silvia menghempaskan tubuhnya kasar di bangku panjang samping ruangan Keanu. Air matanya tak kunjung berhenti.
Bodoh! Bodoh! Harusnya kamu menyelesaikan masalah Keanu dengan keluarganya terlebih dahulu bukannya menambah masalah baru! Ya Tuhan, ampuni aku, aku hampir saja memisahkan mereka demi egoku semata... Batin Oma Silvia.
Gerald duduk mendekati Oma Silvia, ia tahu benar sakit yang dirasakan oleh wanita tua itu. Gerald mengelus punggung Oma Silvia menyalurkan kekuatan agar tak terpuruk lebih dalam.
"Semua pasti ada jalannya, Oma. Gerald yakin Keanu pasti akan mendapatkan pengganti Flo. Mungkin saat ini memang berat tapi lama kelamaan pasti akan terasa ringan kalau kita tetap berada di sampingnya untuk memberi kekuatan. Keanu pasti akan sembuh seiring berjalannya waktu. Oma harus yakin..."
"Terima kasih, Gerald. Maafkan Oma yang telah membuat kalian ikut merasakan sakit dan juga emosi karena ulah Oma..."
Gerald tersenyum simpul dan merangkul Oma Silvia hingga wanita itu bersandar di bahunya kemudian menangis dalam pelukannya.
Drama lagi! Drama lagi! Kapan semua ini bakal selesai? Gumam Gerald dalam hati.
__ADS_1
* * *