
Gerald masih menopang dagu saat Kyo dan Flo beranjak menuju taman belakang. Pikiran lelaki itu masih saja membayangkan wanita pujaannya yang kini mengisi relung hatinya sepeninggal Yolanda.
Flo membuatkan segelas lemontea hangat untuk Kyo.
Kyo menatap gelas di hadapannya kemudian beralih ke wajah cantik Flo.
"Yang, tiap aku kesini kok di buatin ini terus? Aku kan nggak lagi diet, Yang! Apa jangan - jangan kamu mau diet ya? Jangan, Yang!" pekik Kyo spontan melarang sang gadis diet.
"Emang lemontea selalu dikaitkan dengan diet aja? Banyak manfaatnya loh, kaya anti oksidan, baik untuk kulit, meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin C, juga bagus untuk kesehatan jantung," ucap Flo sembari tersenyum.
Kyo tertegun mendengar penjelasan dari sang calon istri, spontan ia menopang dagu di atas meja kaca tak henti menatap Flo.
"Pinter banget calon istri aku. Kamu itu kayak bu dokter!" celetuk Kyo.
"Kok gitu?" tanya Flo penasaran seraya mengetukkan jari telunjuk ke pipinya.
"Iya dong, kamu itu dokter cintaku. Ditambah lagi kamu perhatian banget sama aku, jadi nggak sabarrr pengen segera sah," Kyo terkekeh.
"Jangan mesum deh!" timpal Flo.
"Siapa yang mesum? Kan kalau udah halal, bisa selalu bareng - bareng terus, Yang! Atau jangan - jangan kamu yang nggak sabaran ya?" goda Kyo lagi.
"Apa sih!" elak Flo.
Kyo menyeruput minumannya sedikit demi sedikit, ia berhenti minum untuk tersenyum pada Flo kemudian melanjutkan sampai habis tak bersisa. Ia menatap gelas di hadapannya sudah kosong dan beralih pada Flo.
"Ya udah aku balik dulu, makasih buat hari ini juga untuk minumannya. Manis meskipun rada asem, tapi aku suka. Berhubung kamu udah sampai rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, aku pulang dulu ya, bye calon istri.." Kyo mengecup kening Flo kemudian beranjak dari kursi yang ia duduki, diikuti Flo di belakangnya.
"Kamu tuh aneh deh, dari tadi juga bareng sama aku. Ceritanya memastikan nih, aku sampai di dalam rumah beneran atau nggak? Lama - lama kamu tuh kayak suami posesif tahu nggak!" ledek Flo.
"Emang iya! Aku tuh takut kamu bakal kegoda cowok di luar sana," ucap Kyo bernada khawatir.
"Kok kamu bisa berpikir seperti itu sih? Justru aku yang takut kamu bisa kegoda cewek - cewek yang lebih baik dari aku,"
__ADS_1
"Stop! No matter what, only you in my heart, in my mind, because i love you, yang aku mau cuma kamu bukan yang lain," Kyo menjawab keraguan yang ada di hati Flo dengan yakin.
Flo mengangguk pelan dan menatap lekat - lekat manik mata calon suaminya.
Makin kesini kok tambah ganteng ya calon laki gue! Batin Flo.
Ya ampun Mami, bening banget calon bini! Buruan di sah kan dong! Batin Kyo.
"Hei Fergusoooooon dan Rosalindaaaaaaa, ini bukan telenovela, perhatian dikit napa ada jomblo disini! Lewat tinggal lewat aja nggak usah ditambahi drama, abang segede gini nggak keliatan apa?" tegur Gerald seraya tersenyum remeh, karena disadari atau tidak oleh kedua muda mudi itu, sang abang ikut mendengarkan obrolan mereka. Terpampang jelas muka tengil Gerald yang meledek keduanya.
Flo dan Kyo melupakan sang abang yang tengah asyik duduk di sofa ruang tamu sambil membaca berita online di gadgetnya. Flo dan Kyo hanya membalas ucapan Gerald dengan cengengesan tak ada bantahan seperti biasanya.
* * *
Sepeninggal Kyo, Flo kembali ke dalam kamarnya. Gerald meletakkan gadget yang sedari tadi membawanya melesat ke dunia maya di atas meja kaca.
Perhatian Gerald teralihkan, manik matanya menangkap jelas telepon rumah berwarna maroon berada di tempatnya. Entah kenapa pikiran dan hatinya tak tenang, ada sesuatu yang mengganjal.
Tuut Tuut Tuut
Sudah tersambung ke nomor tujuan, tapi tak kunjung di angkat oleh seseorang di seberang sana. Sampai bunyi panggilan terakhir tak juga di angkat. Gerald mengeluarkan ponsel yang mengganjal di saku celana.
"Ayo, angkat! Kemana sih?" Gerald mendengus sebal, ia tak sadar tengah berjalan mondar mandir kesana kemari. Ingin rasanya mengumpat, namun tak mungkin ia lakukan. Mengingat ada Flo di rumah. Seseorang yang membuatnya penasaran sedari tadi adalah Keanu.
Sekali lagi Gerald mencoba menghubungi nomor ponsel Keanu, jika tak diangkat juga, ia akan bergegas menuju rumahnya.
"Halo..." jawab seseorang dari seberang sana, suara wanita. Gerald bingung dan memastikan bahwa ia tak salah menelepon. Nama yang tertera di layar benar nomor Keanu.
"Halo, maaf ini nomor Keanu kan?" tanya Gerald penasaran.
"Iya benar. Ini nomor mas Keanu,"
"Bisa minta tolong diberikan ke Keanu dulu, mbak. Maaf kalau boleh tahu dengan siapa saya bicara?"
__ADS_1
"Saya Winda, asisten rumah tangga Ibu Silvia, mas Keanu nggak ada kabar, dua hari ini nggak pulang kesini, Mas. Ini ponselnya juga sepertinya tertinggal disini."
"Dua hari? Keanu hilang?" Gerald panik.
"Bukan begitu juga maksud saya, Mas. Cuma nggak ada kabar saja, mungkin mas Keanu nggak sadar kalau ponselnya ketinggalan disini. Apa ada yang mau disampaikan sama mas Keanu, kalau orangnya sudah pulang?"
"Nggak usah mbak, besok atau kapan saya telepon lagi. Mungkin dia lagi ke apartemennya atau ke rumah temen yang lain. Makasih ya mbak Winda," ucap Gerald menyudahi percakapan keduanya.
Gerald melemparkan ponselnya kasar ke atas sofa.
"Shit! Keanu, lo dimana? Dari kemarin nggak ada kabar, ditelpon nggak diangkat! Apa iya lo balik ke Sydney? Atau emang lo sengaja hindarin gue? Ah, ribet amat sih! Yang mau nikah adek gue, tapi kenapa gue yang emosi gini sih?" umpat Gerald.
Gerald berpikir keras, bagaimana caranya ia bisa menemukan Keanu. Lelaki itu mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa sahabatnya menanyakan perihal Keanu tapi tak satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan Keanu.
"Masa iya tuh anak beneran ilang? Astaga! Dimana lo, Keanu? Jangan tiba - tiba ilang kayak gini dong! Gue harus nyari lo dimana lagi? Gue tahu lo nggak mungkin ke apartemen! Tapi tunggu dulu, sesuatu yang nggak mungkin kan biasanya bakal terjadi, kayaknya harus gue pastiin lagi deh! Firasat gue nggak enak,"
Gerald menyambar kunci mobil yang berada di atas meja, segera ia keluar dari rumah dan mengeluarkan mobil dari garasi. Secepat mungkin ia menuju ke apartemen Keanu.
Flo keluar dari tempat persembunyiannya, ia melongok ke luar, pintu gerbang sudah kembali di tutup oleh pak Hendro. Dari tadi ia tak sengaja mendengarkan percakapan Gerald dengan seseorang sampai melihat dengan jelas sang abang yang uring - uringan sendiri. Niat hati ingin mengagetkan Gerald namun ia mendapati kenyataan yang membuatnya tambah penasaran.
"Apa yang mau diomongin abang ke kak Keanu? Apa ini ada hubungannya sama gue?" Flo penasaran dengan kemungkinan yang akan terjadi. Keningnya berkerut dalam.
* * *
Selamat malam semuanya ππ
Author ingin mengucapkan happy eid mubarak,
Mohon maaf lahir dan batin ππ
See you, happy reading
Semoga suka π€π€βΊοΈβΊοΈππ
__ADS_1