
Gerald masih sanksi dengan apa yang dilihatnya malam ini, mulutnya masih sedikit terbuka, entah takjub atau konyol melihat sang wanita pujaan hatinya kini berdiri tepat di hadapan mereka.
Flo menyadarkan sang abang dengan dehemannya yang dibuat - buat dan menepuk kedua pipi abangnya. Gerald menahan malu, bahkan bisa dibilang saat ini ia terpesona akan kecantikan wanita tersebut. Flo menggelengkan kepala, Kyo mengedikkan bahu.
"Dia?" panggil Gerald pada wanita tersebut.
"Kak Ayu kenal sama orang ini?" tanya Kyo sambil menunjuk ke arah Gerald.
"Woy, begini - begini gue sekarang abang ipar lo! Jangan durhaka lo sama gue!" Gerald pura - pura manyun sembari mencuri pandang.
Ya, benar perempuan itu adalah Ayudia. Orang yang sama, meskipun dengan panggilan yang berbeda. Kyo dan Flo memanggilnya Ayu, sedangkan Gerald memanggilnya Dia.
"Loh kalian saudaraan?" tanya Ayudia penasaran.
Gerald melangkah lebih dekat ke arah Ayudia hingga posisinya kini tepat berada di samping wanita pujaannya. Flo dan Kyo paham, kemudian mereka mengajak Oma Silvia bergabung bersama kedua orang tua masing - masing dan meninggalkan Gerald yang sedang berusaha mendekati Ayudia.
Sangat mudah ditebak memang perilaku abangnya kali ini. Karena dia bukan orang yang mudah dekat dengan wanita, kalau dia seperti ini, sudah dipastikan bahwa lelaki itu memiliki perasaan dengan Ayudia.
Saat ini Gerald tengah berdiri di dekat Ayudia. Ia merasa kali ini kinerja jantungnya lebih cepat dari biasanya. Sesekali ia mencuri pandang. Ia kembali mengulas senyumnya.
"Kita kok bisa ketemu disini ya? Rasanya dunia sempit banget." ucap Gerald membuka obrolan. Kedua manik matanya tak pernah berhenti sedetikpun menatap keagungan Tuhan yang tercipta di hadapannya.
"Hem, iya," jawab Ayudia singkat.
"Kesini sama siapa?"
"Sama timku. Aku pemilik wedding organizers yang mempersiapkan hari bahagia adik kamu saat ini. Besok kalau kamu mau nikah, jangan lupa pakai jasa WO tempatku ya,"
"Emang ada ya si pemilik ngurusin pernikahannya sendiri?"
"Maksudnya?" tanya Ayudia seraya menyibakkan anak rambutnya yang terurai ke belakang daun telinganya, menajamkan fungsi indera pendengarnya.
__ADS_1
"Hehehehe, nggak apa - apa kok," Gerald terkekeh sendiri membuat Ayudia heran.
"Oh ya udah, aku balik kesana dulu ya, sebentar lagi acaranya selesai. Jadi aku permisi ya, sampai jumpa lagi," pamit Ayudia sembari melambaikan tangan pada Gerald.
Gerald menatap Ayudia hingga tak nampak lagi dalam pengawasan kedua matanya.
Ah, gagal lagi mau minta nomor hape dia! Ini mulut kenapa tiba - tiba lemah banget sih, nggak biasanya begini! Eh, tunggu dulu, pasti Flo punya nomor dia, jangan sampai gue keduluan orang! Gue belum siap patah hati lagi!
Teringat wajah mantan terakhirnya yang kini menari - nari indah di pikiran Gerald. Saat ia mendapati sang mantan, Yolanda tengah bermesraan dengan selingkuhannya di dalam apartemen waktu itu. Rasanya hancur hati dan pikirannya saat itu juga, ia tak mau lagi disakiti dan akan menjaga baik - baik orang yang ia sayang.
* * *
"Flo sayang, bolehkah Oma minta waktumu sebentar?" tanya Oma Silvia saat mereka bertiga hendak membawanya menuju dimana keluarga besar pengantin berkumpul.
Kyo menoleh ke arah Oma Silvia dengan pikiran yang penuh tanda tanya. Namun ia menghargai kedatangan beliau, dengan segera ia membiarkan Flo bersama Oma Silvia.
Agak jauh dari Kyo, Oma menggenggam erat tangan Flo. Tangis Oma Silvia tak lagi dapat terbendung. Bahkan tanpa diminta mengalir begitu deras di pipinya. Flo tak enak hati kemudian mengeratkan jemarinya di tangan Oma Silvia mencoba menyalurkan kekuatan.
" Ada apa , Oma? Tolong katakan apa yang terjadi saat ini. Jangan sepatah dua patah, jujur Flo bingung. Kalau ada yang mau Oma sampaikan ke Flo, Flo siap dengerin." desak Flo sedikit menuntut.
"Keanu pasti akan semakin hancur hatinya kalau tahu berita ini. Dia belum sembuh benar..."
"Keanu sakit? Tapi kemarin di sekolah baik - baik aja kok, Oma." potong Flo.
"Bukan sakit fisik, Sayang. Tapi hati dan pikirannya, bahkan hidupnya pun bukan miliknya sendiri. Terkadang dia frustasi dan menyalahkan Tuhan karena menciptakannya ke dunia,"
"Oma...." Flo mengelus lembut punggung Oma Silvia dengan tangan satunya lagi yang sedari tadi meremas gaunnya.
"Kasihan Keanu, saat ini dia pergi dari rumah Oma dan menyendiri di apartemennya. Oma nggak tahu, apa yang sedang dilakukannya saat ini? Bahkan ponselnya pun tertinggal di rumah Oma. Beberapa hari dia nggak ada kabar, Oma khawatir sama dia. Terkadang dia nggak bisa mengurus dirinya sendiri."
"Oma nggak perlu cemas seperti itu, Flo yakin kak Keanu pasti baik - baik aja. Lagipula kenapa dia harus kabur? Maksud Flo, mungkin aja saat ini kak Keanu ingin mencari ketenangan. Pasti kak Keanu kembali lagi ke rumah Oma." ucap Flo meyakinkan.
__ADS_1
"Andai ya, Sayang. Tapi sepertinya itu nggak akan terjadi dalam waktu dekat. Karena Papa dan Mamanya yang berada di Sydney terus memaksanya ini itu. Bahkan menolak pun Keanu nggak punya hak. Dia harus pulang kesana, meneruskan perusahaan Papanya dan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya."
Flo terdiam mendengarkan ucapan Oma Silvia dengan seksama.
"Iya, menikah! Kalau menikah dengan seseorang yang di cintai bukankah itu akan terdengar membahagiakan? Tapi ini lain halnya jika menikah karena ada permainan bisnis kedua keluarga. Dan Keanu akan menentang hal itu. Dia lebih memilih tinggal disini menjadi guru di yayasan Oma. Dan itu adalah sekolah kamu saat ini."
"Jadi, kak Keanu memang sengaja mengajar di sekolah Flo?"
"Tepat sekali dugaan kamu, Sayang. Bahkan dia berharap kalian bisa bersama lagi. Jadi tanpa berpikir panjang, Oma mengiyakan permintaannya mengajar menjadi guru. Karena disitu ada kamu, dan akan leluasa melihatmu setiap hari. Itu harapan Oma dulu, tapi saat ini semua sudah pupus bersama asa. Doakanlah Keanu bisa menerima kenyataan ini, Sayang."
"Maaf, Oma."
"Nggak ada yang perlu dimaafkan, kamu nggak salah, perasaannya pun nggak salah, tapi memang ini adalah rencana Tuhan tanpa kita tahu sebagai umatNya. Jalani kehidupanmu, Sayang. Semoga kalian bahagia dunia dan akhirat. Sudahlah, ini hari bahagia kalian. Jangan diisi drama menyedihkan ini, ayo bawa Oma pada Mamamu."
Oma Silvia mulai menerbitkan senyum tipis di wajahnya sembari menyeka air mata yang masih mengalir.
* * *
Kyo tengah berkumpul bersama kedua keluarga besar. Kakak kandung Papi kini terlihat bercanda dengannya. Richard menggandeng seorang wanita kemudian memperkenalkan di hadapan keluarganya.
Richard adalah kakak sepupu Kyo yang tinggal di Osaka. Pandangan Kyo beralih pada gadis yang dibawa kakak sepupunya. Kirei?
Mau ngapain dia kesini? Ada hubungan apa sama kak Richard?
Kedua orang itu datang bersamaan dengan Flo dan Oma Silvia yang juga akan bergabung disana.
Tatapan Kirei tak henti - hentinya mengarah pada sang mempelai pria. Kyo yang sadar diri, segera meraih pergelangan tangan Flo dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.
Flo sedikit terkejut dengan tindakan yang dilakukan suaminya. Namun ia diam saja, toh mereka sudah sah menjadi suami istri. Tanpa mereka tahu sepasang mata yang menatap kemesraan keduanya kini telah berkaca - kaca.
* * *
__ADS_1