
Moonlight Restaurant
Malam minggu. Pertemuan dua keluarga akhirnya tiba. Di hari yang sangat menyenangkan bagi para pasangan memadu kasih dan menyedihkan atau biasa - biasa saja untuk kaum jomblo.
Perasaan Flo gundah gulana, ia sedari tadi sibuk meremas - remas ujung mini dress selututnya. Keringat dingin mulai terasa di kedua telapak tangan.
"Maaf, Gerald telat. Macet, Mah, Pah." Kedatangan Bang Gerald sejenak bisa membuyarkan lamunan Flo, lalu berdiri di samping adiknya.
"Ya sudah, duduk!" Titah Papa sembari menatap kedua anaknya bergantian.
"Hai, Flo!" Seseorang memanggil Flo. Gadis itu hafal betul siapa yang menyapanya.
"Aiko?" Tanya Flo. "Lo juga makan disini? Kok bisa samaan ya?" lanjutnya kemudian.
Aiko tersenyum penuh arti. Mami, Papi, Kyo dan dirinya duduk bergabung dengan keluarga Flo.
"Maaf ya, Jeng. Tadi Aiko ngajakin Shopping dulu, biasa kalau kangen sama Maminya, ujung - ujungnya belanja sambil cuci mata. Jadi lupa waktu." Jelas Tante Conchita (Mama Kyo dan Aiko).
"Nggak apa - apa, Jeng. Biasa, anak gadis emang begitu. Flo juga nggak jauh beda." Mama menimpali ucapan Tante Conchita. Flo manyun.
'Padahal yang doyan belanja kan Mama, kok gue yang ditumbalin? Serba salah deh gue. Eh tunggu dulu, calon suami gue mana nih kok belum datang?'
"Mah, katanya calon suami Flo mau ketemuan disini. Orangnya telat apa ditunda ketemunya?" Tanya Flo yang malas mendengar basa - basi para ibu.
"Nggak sabaran banget mau segera dihalalin apa, Dek?" Goda Bang Gerald menyikut lengan Flo.
"Apaan sih, Bang? Lah ini kan ada Aiko disini. Apa kita cari Table yang kursinya lebih banyak aja? Kalau mereka datang terus duduk dimana?" Tanya Flo polos.
"Lah ini orangnya udah di depan mata kok ditanyain!" Jawab Mama santai sambil menunjuk ke arah Kyo. Kyo pasang wajah Stay cool.
__ADS_1
"Apa???" Pekik Bang Gerald membuat Flo dan Kyo terkejut. "Are you kidding, Mom?" Lanjutnya seraya menutup mulut menatap Mama tajam.
"Gerald! Bisa pelankan suara kamu?" Hardik Papa.
"Habisnya Mama ngebanyol, Pah!" Jawab Gerald menahan tawa.
"I'm Serious. Sangat amat serius, Gerald! Apa Mama terlihat sedang bercanda?" tanya Mama tegas.
"Tapi, Mah. Pernikahan jangan buat main - main dong. Itu sakral, Mah. Sekali seumur hidup. Jangan sampai salah pilih!" Sahut Gerald yang masih kekeuh akan pendapatnya.
"Sekali lagi Mama bilang ya, Mama SERIUS! Lagipula kamu bisa ngomong gitu, emang sudah pernah nikah? Yang bilang pernikahan buat main - main juga siapa?" tanya Mama balik. Gerald tak berkutik, diam seribu bahasa.
'Glek! Omongan Mama bikin gue shock. Mau dijawab, gue tambah salah apalagi debat sama Mama, nggak akan menang. Tapi, diam aja kok nggak terima. Flo, maafin abang nggak bisa nyelamatin kamu kali ini!' Batin Gerald, sejenak melirik adiknya yang menunduk.
"Ya belumlah, Mah. Tapi kan-..." Ucapan Gerald menggantung.
"Tapi, tapi, tapi apa? Kok kayaknya kamu nggak terima sih, Flo sama Kyo mau Mama jodohin? Alasan kamu apa, Rald?" Mama tak mau kalah.
"Sudah, sudah, nanti kita bahas lagi. Ini makanan sudah siap. Kita makan dulu." Perintah Papa pada istri dan anak sulungnya yang berdebat tanpa melihat situasi. Untunglah keluarga Kyo bisa mengerti.
"Untuk semua yang sudah berkumpul disini. Kami sebagai orang tua dari Kyo ingin menyampaikan maksud dari pertemuan ini adalah melamar Flo untuk menjadi menantu dan istri dari Kyo. Pasti kamu sangat kaget ya, Flo. Ini keinginan Mami dan Mama kamu. Bagaimana Flo?" Ujar Om Yuta dengan mimik wajah serius begitu pula Tante Conchita.
Degg
Flo terhenyak, degub jantungnya berdegub kencang tak beraturan. Ia tak mampu menatap siapapun yang ada di hadapannya. Begitu juga Kyo. Berbeda dengan Aiko, kembaran Kyo malah tersenyum penuh kemenangan dengan wajah yang berbinar - binar.
Flo berhadapan langsung dengan Kyo. Kyo diam namun pandangannya tak lepas dari Flo. Ia menatap gadis cantik di depannya dengan penuh tanda tanya. Tatapannya seolah menelisik dalam. 'Flo malam ini memakai mini dress tanpa lengan dan terlihat sangat cantik, apa dia sengaja berdandan untuk bertemu gue? Tapi, tunggu dulu, bukankah dia baru tahu bahwa gue ini calon suaminya! Rasanya ingin tertawa melihat ekpresinya tadi. Hahaha.'
"Bagaimana, Flo? Kamu setuju kan, Sayang?" tanya Tante Conchita saat tak juga mendapat jawaban dari Flo.
"Ehm... Flo...." Flo gugup, ia terlihat bingung untuk merangkai kata. Blushing. Seolah bisa membaca situasi, Kyo berdiri dari kursinya dan memutari meja, menghampiri Flo.
"Ayo, Flo, kita ngobrol di taman aja. Mami dan Papi silakan kalau mau lanjutin obrolan kalian dengan Tante Cilla dan Om Radith. Kyo ajak Flo jalan - jalan di taman sebentar." Pinta Kyo sambil menggengam pergelangan tangan Flo dan berpamitan kepada kedua orang tua yang sedang berkumpul disana. Flo beranjak dan berjalan beriringan dengan Kyo. Ia mensejajarkan langkahnya dengan lelaki yang notabene calon suaminya.
__ADS_1
"Lama nggak apa - apa kok. Sampai restonya tutup pun tak masalah. Kalau bisa sampai janur kuning melengkung disini. Hahahaha." Ledek Aiko sembari mengerlingkan matanya menatap wajah Flo yang merah padam.
"Iya, Jeng. Biar mereka pendekatan dulu. Mungkin terlalu mendadak buat mereka tentang rencana perjodohan ini." Ujar Tante Conchita pada Mama, dan Flo masih bisa mendengarnya.
'Ya Tuhan, Rencana besar apalagi yang kali ini Kau siapkan untukku?'
***
Kyo masih menggengam erat pergelangan tangan Flo, seolah tak boleh lepas. Ia melihat Flo yang juga sedang menatapnya.
"Ada yang harus kita omongin tentang semua ini?" Ujar Kyo serius.
"Ya, emang seharusnya kita omongin. Gue masih kaget banget ini. Lo nggak lihat gue gugup kayak gini dari tadi? Muka bokap nyokap kita bener - bener bikin gue nggak bisa berkutik."
"Oh...." Jawaban Kyo hanya ini yang keluar dari mulutnya.
"Kyo jawab yang bener dong. Apa jangan - jangan lo udah tahu rencana orang tua kita?"
"Mau gue tahu kemarin, sekarang atau lusa pun nggak akan mengubah keputusan mereka buat ngejodohin kita. Terus gue bisa apa?"
"Ya setidaknya lo jujur kek sama mereka. Kalau udah ada cewek yang lo suka."
"Hah?" pekik Kyo tak sadar. Flo tersenyum penuh seringai.
"Gue ada ide...."
"Ide apaan?" Tanya Kyo was - was. Sepertinya akan ada kejutan dari ucapan Flo dan Kyo mulai menebak dalam pikirannya.
***
Lanjut lagi yuk di eps selanjutnya...
Yang sudah mampir jangan lupa like, komen dan bantu vote yaa...
__ADS_1
Gimana kisah babang Kyo dan eneng Flo nantinya... 🤗🤗🤗