Jodoh Florence

Jodoh Florence
Lihat Usahaku!


__ADS_3

Gerald masih bingung dengan hadirnya Ayudia di hadapannya. Bahkan kini tatapan mata tajam milik Gerald tak beralih dari gadis cantik yang berhasil membuat hati dan pikiran tak sinkron karena memikirkan terlalu berlebihan tentang sang pujaan hati.


"Boleh aku duduk disini?" tanya Ayudia berhati - hati.


"Silakan, tapi kayanya sebentar lagi Flo dan Kyo datang kesini," jawab Gerald seadanya, sebenarnya bukan ini yang ingin ia ucapkan pada Ayudia, tapi sudah terlanjur jadi lanjutkan saja, pikir Gerald.


"Mereka nggak akan nyamperin kita," jelas Ayudia, Gerald sedikit terkejut, sebisa mungkin ia tak menunjukkan ekspresi itu di depan Ayudia dan bersikap biasa saja.


"Kenapa memangnya?" tanya Gerald dengan santai menutupi kegugupannya.


"Ya karena mereka ingin kita makan berdua, apa kamu nggak mau makan bareng sama aku?" tanya Ayudia penasaran dengan jawaban Gerald.


"A - Aku, aku mau kok, dengan senang hati malah," ucap Gerald terbata - bata.


Ayudia duduk berhadapan dengan Gerald. Sesaat dalam hati Gerald merasa bingung dengan pertemuan yang tak pernah ia sangka sebelumnya seperti saat ini akan terjadi. Gerald berhutang budi pada pasutri muda yang tak lain adalah adik - adiknya, padahal sebelumnya ia sempat berburuk sangka pada mereka.


Obrolan Gerald dan Ayudia mengalir begitu saja, keduanya menikmati pertemuan yang sengaja direncanakan oleh Flo dan Kyo.


Hingga pembicaraan serius mulai terjadi, keduanya saling bersitatap dengan raut wajah yang tak dapat terbaca.


"Rald, apa benar yang dikatakan Flo kalau kamu punya perasaan sama aku?" tanya Ayudia tiba - tiba, Gerald belum mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan Ayudia.


"Aku nggak tahu apa yang dikatakan Flo ke kamu, tapi yang perlu kamu tahu, aku memang punya perasaan lebih sama kamu, orang lain aja bisa tahu, apa kamu baru menyadarinya?" balas Gerald.


Ayudia menundukkan pandangannya, mencoba berpikir apa yang harus ia ucapkan pada Gerald, gadis itu tak mau salah berucap yang nantinya akan membuatnya menyesal.


"Maafin aku ya, Rald. Beberapa hari yang lalu aku cuekin kamu, mengacuhkan semua pesan dan panggilan telepon dari kamu..." ucap Ayudia dengan wajah sendu yang tidak dibuat - buat.


"Nggak usah minta maaf, seharusnya aku sadar diri. Wanita secantik kamu mana mungkin mau membalas perasaan pria seperti aku!" ucap Gerald merendah.


"Jangan bilang seperti itu, Rald! Kamu terlalu baik, aku yang nggak bisa memahami akan perasaan kamu selama ini. Aku hanya takut, Rald,"


"Takut?"


"Iya, aku takut kamu sama dengan masa laluku, aku pernah dikecewain, Rald. Dan aku nggak mau sakit untuk kedua kalinya. Sakitnya masih ada disini, Rald," Ayudia menunjuk dadanya, seperti ada dentuman dari dalam yang membuatnya kembali teringat tentang masa lalunya dan merasa sesak.


Gerald menatap wajah gadis itu lekat - lekat, seperti ada torehan benda tajam tak kasat mata yang menyayat hati pujaan hatinya. Gerald ikut merasakan sakitnya dikhianati. Bagaimana pun juga dulu Gerald berpisah dengan Yolanda juga karena pengkhianatan dari sebuah kepercayaan yang ia berikan.

__ADS_1


"Tatap aku, Dia!" seru Gerald, Ayudia memberanikan diri menatap wajah tampan Gerald.


"...." Ayudia tak berani berucap apapun, lidahnya kelu. Ia bimbang untuk mengeluarkan suaranya.


"Beri aku waktu seminggu!" pinta Gerald tiba - tiba membuat Ayudia fokus menatap kedua mata elang yang ada di hadapannya.


"Untuk?"


"Untuk membuktikan keseriusanku ke kamu, kalau selama satu minggu hati dan perasaan kamu nggak nyaman berada di sisiku, aku rela untuk pergi dari kamu, dan tidak akan mengusik hidupmu lagi," ucap Gerald serius.


"Aku bingung, Rald...."


Gerald spontan meraih jemari Ayudia, dan dengan wajah yang sendu lelaki itu tetap meminta agar diberikan kesempatan.


"Rald! Tanganku..." ucap Ayudia memberi kode dari matanya bahwa tangan lelaki itu kini mengenggam tangannya. Gerald melepaskan genggaman itu perlahan.


"Maaf, aku lancang..." ucap Gerald tak enak hati.


"Nggak apa - apa, kalau gitu aku akan mencoba...."


"Dia, aku tahu kamu belum bisa melupakan rasa sakit di hati kamu, tapi jangan pernah permainkan hati aku dengan mencoba - coba! Lihat Usahaku! Hati aku bukan untuk coba - coba! Bukan!" tegas Gerald, lelaki itu spontan beranjak dari kursi yang ia duduki namun Ayudia segera mencegah kepergian Gerald.


"Bukannya tadi kamu bilang akan mencoba, aku tahu di hati kamu belum ada aku atau memang nggak akan pernah ada aku, tapi aku nggak mau perasaan aku yang tulus hanya untuk dicoba - coba!" ucap Gerald masih menahan kesal.


"Aku akan mencoba memberi kamu kesempatan untuk menunjukkan rasa sayang kamu ke aku, dan itu artinya aku mau, aku mau lihat cara kamu menunjukkan rasa itu ke aku," ucap Ayudia dengan senyum menghiasi wajah cantiknya yang nampak keibuan.


"Beneran? Kamu serius mau ngasih aku kesempatan?" tanya Gerald sekali lagi untuk memastikan bahwa yang ia dengar bukan mimpi.


Ayudia mengangguk mantap dan membuat Gerald tertawa kegirangan. Lelaki itu melupakan bahwa dirinya masih berada di sebuah kafe bukan di rumah. Ayudia meraih pergelangan tangan Gerald untuk menyadarkan lelaki itu dimana kini mereka berada. Gerald tersenyum dan kembali sadar, karena malu, lelaki itu hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aku akan menunjukkan rasa sayangku ke kamu selama seminggu, bahkan setiap hari, itu sih kalau kamu mau," ucap Gerald denan dibubuhi candaan.


"Iya," jawab Ayudia singkat namun tetap mempertahankan senyum manis di wajahnya.


"Aku nggak akan memaksa kehadiranku di hidup kamu, kalau kamu nggak nyaman dan memang nggak bisa menerimaku, aku rela kok, Dia. Meskipun itu berat, aku akan terima,"


"Mana nih Gerald yang aku kenal? Belum apa - apa udah lembek dan pesimis gitu! Tunjukkanlah perasaan kamu ke aku, aku juga akan berusaha untuk menerima semua bukti keseriusanmu," ucap Ayudia bijak.

__ADS_1


Gerald tersenyum, ia merasa bahagia saat ini, setidaknya ia masih bisa memiliki kesempatan untuk membuktikan ucapan dan keseriusannya pada Ayudia dalam waktu seminggu.


Semoga dalam seminggu akan ada hasil, aku nggak akan memaksa kamu, Dia. Kalau kamu memang jodohku, Tuhan pasti akan memberikan aku kesempatan agar selalu bisa bersama kamu...


* * *


Sementara itu dua orang pemeran utama masih menatap interaksi Gerald dan Ayudia.


"Fokus bener lihat mereka! Jangan lupa, aku masih ada disini, Yang!" rajuk Kyo.


Flo hanya balas tersenyum tanpa menjawab rengekan Kyo.


"Udah yuk pergi dari sini, kelamaan disini malah bikin aku kepengen lagi!" ajak Kyo.


"Kepengen apa?" goda Flo, kali ini dia yang memulai menggoda sang suami.


"Jangan gitu dong! Pakai diingetin lagi! Aku mau ngajak kamu jalan - jalan aja,"


"Jalan - jalan kemana? Tapi aku capek, Sayang," ucap Flo dengan manja, kembali menggoda Kyo.


"Nanti aku pijatin, sampai kamu nggak merasa capek lagi," ucap Kyo santai.


Flo merengut dan mencebik bibir.


"Kalau kamu pijat, yang ada aku makin kecapekan, deuh... Emang mau kemana sih?" tanya Flo sedikit manyun.


"Kencan!" jawab Kyo dengan mengerlingkan mata, Flo menganggukkan kepalanya, pasrah dengan ajakan sang suami yang sudah menautkan jemari keduanya.


Kencan kemana ya? Beneran kencan atau kencan di rumah? Nggak percaya aku sama mulut suami aku!


* * *


**Selamat siang semuanya,


Jangan lupa tinggalkan like, koment dan rate 5 yaa, vote juga boleh πŸ€­πŸ€­πŸ˜™πŸ˜™


Sekalian author mau promo, yang suka dengan karya author, mampir juga yuk di karya author yang lain

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺 Cloud & Sky 🌺🌺🌺🌺🌺


Mari ramaikan!! 😍😍🀩🀩**


__ADS_2