
Mohon biasakan tap like sebelum membaca ya kakak2 yang cantik dan ganteng, terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗
________________________________________
Ibu hamil tak selalu mengalami hal yang dinamakan ngidam. Tapi jika sekalinya seorang bumil ngidam, pasti ada - ada saja drama yang akan terjadi. Seperti malam ini, di saat waktunya tubuh untuk beristirahat, Flo dengan santainya menyuruh sang suami untuk menuruti drama ngidamnya.
Kyo sudah bersiap untuk tidur, lelaki itu telah menarik selimut sampai sebatas dada hendak memejamkan mata. Tangannya sudah melingkar di perut sang istri yang belum membuncit.
"Sayang, aku pengen makan es krim di tempat biasa! Es krim kesukaanku, jangan lupa choco chip dibanyakin ya," pinta Flo sedikit merengek. Ini benar - benar bukan sifat asli Flo. Karena Kyo tahu Flo bukan seorang perempuan yang manja atau mudah merajuk.
Perlahan Kyo membuka matanya berpura - pura sudah mengantuk, sesekali ia menguap untuk mengecoh sang istri yang sedang berada dalam mode manja.
"Udah malam, Sayang. Besok siang aja ya, selesai acara kelulusan, kamu mau apa aku turutin," tolak Kyo secara halus mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"Kalau aku maunya sekarang ya sekarang, kamu ngerti nggak sih, Yang. Aku lagi hamil anak kamu, tanggung jawab dong!" seru Flo menahan kesal, ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kyo mencoba membuka selimut itu agar Flo tak merasa kegerahan, namun ditepis oleh tangan Flo.
"Baby, Papa kamu nggak sayang sama kamu. Padahal yang bikin kamu ada di perut Mama kan dia, tapi dianya nggak mau berkorban buat kamu, huwaaaaa..." rajuk Flo pura - pura terisak di dalam selimut.
Waduh belum lahir aja bini gue udah meracuni pikiran anak gue, aduh....
"Iya, sayang... Tapi ini udah malam, janji deh besok kamu mau beli berapapun aku kasih,"
"Yang bilang ini masih pagi juga siapa?" ucap Flo sedikit membentak. Kyo terkejut bukan main. Kepala Flo terlihat menyembul dari balik selimut.
Sejak kapan bini gue maen kasar begini?
"Ini tuh anak kamu yang pengen, harus diturutin sama Papanya. Kan kamu yang bikin aku hamil, jadi apapun itu kamu harus sanggup menuruti semua keinginan bayi di perut aku!"
Iya, aku yang bikin kamu hamil. Tapi kan kita bikinnya berdua, kok kamu malah marah - marahin aku terus sih?
"Iya, iya, sebentar," Kyo beranjak dari ranjang, mengganti boxer hitam dengan celana panjang berwarna dark grey.
"Mau kemana kamu?"
"Lah malah tanya! Kan mau belikan kamu es krim, Sayangku..."
"Ganti baju sama celananya!" titah Flo.
__ADS_1
"Dingin, Yang..."
"Nggak dingin, orang panas gini kok! Ganti!" pekik Flo tak mau di bantah.
"Tapi sayang, di luar dingin loh, nanti kalau aku sakit gimana?" rayu Kyo namun tak mempan.
"Oh, jadi nggak ikhlas berkorban buat anak kamu?"
Anak kamu juga Sayang...
"Tapi, Yang...." ucap Kyo bingung namun sedetik berikutnya lelaki itu pasrah dan tak berani membantah kemauan sang istri tercinta.
"Gitu dong, patuh kalau dibilangin, kan aku nggak perlu buang tenaga buat marah - marah. Nanti kalau aku cepet tua gimana?"
"Tapi kan aku tetep sayang sama kamu, mau kamu seperti apapun nantinya...."
"Jadi maksud kamu, aku tua?" bentak Flo.
Astaga! Salah ngomong lagi gue! Serba salah...
"Bukan gitu, sayangku. Ini aku disuruh ganti baju apa?" tanya Kyo mengalihkan topik.
Flo menang kali ini, kekuatan ibu hamil memang tak bisa disepelekan. Kyo pasrah. Senyum kemenangan tampak di wajah ibu hamil itu. Flo beranjak dari ranjang sambil meletakkan selimut sembarang tempat, berjalan mendekati lemari dan mengeluarkan setelan jas milik Kyo. Tak lupa, Flo mengambil dasi kupu - kupu yang entah sejak kapan ada disana. Kyo mulai penasaran dengan tingkah Flo yang tak biasa.
Dan benar saja, mungkin julukan suami takut istri itu berlaku untuk Kyo. Lelaki itu telah memakai setelan jas, dasi kupu - kupu, dan juga celana pendek. Ingatkah kalian, penampilannya mirip dengan tokoh utama komik jepang yang sering memecahkan kasus? Yap, betul sekali. Kyo memakai kostum ala detektif conan. Flo mendekati sang suami dengan senyum sumringah sambil menyerahkan kacamata.
Sejak kapan gue pakai kacamata?
"Yang, maksudnya apa nih?" tanya Kyo penuh keheranan. Ia terpaksa memakai kacamata pemberian istrinya.
"Beli es krim pakai gaya conan edogawa. Nggak usah tebar pesona, ingat istri di rumah lagi hamil anak kamu! Udah sana, buruan beliin!" titah Flo layaknya seorang majikan pada bawahan. Kyo mencium kening istrinya sesaat sebelum keluar dari kamar.
Kyo sudah membuat rencana, keluar dari pintu gerbang, ia akan melepas aksesori aneh yang menghiasi penampilan di tubuhnya menyesuaikan sang tokoh utama.
Deuh. Sabar, sabar, sampai luar gue lepas semua pernak - pernik aneh nggak jelas ini! Atau kalau perlu gue balik ke rumah Mami baru ke kedai es krim! Jenius banget gue! Hehehe..
"Eits, jangan pernah berpikir untuk melepas! Pakai terus setelan itu sampai kamu pulang ke rumah! Ingat langsung pulang, nggak usah mampir - mampir! Apalagi mampir ke rumah Mami buat ganti baju! Aku melihatmu, Sayang. Mata - mataku ada dimana - mana," ancam Flo.
Ya ampun, bini gue udah kayak cenayang!
__ADS_1
"Iya, sayang. Tunggu aku ya," Kyo berlari keluar dari kamar mengejar waktu, yang ia takutkan kedai es krim langganan jam segini sudah tutup. Mengingat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Sabar, sabar, dedek bayi yang ada di perut Mama, ingatlah perjuangan Papamu ya nak..
Kyo menanggalkan rasa malunya kali ini demi bayi yang belum lahir. Lelaki itu menyemangati dirinya sendiri, berharap tak ada satupun yang mengenalinya disana.
* * *
Kyo memasukkan motor ke dalam garasi setelah memenuhi keinginan Flo yang menginginkan es krim kesukaannya. Pak Sami yang baru saja menutup dan mengunci pintu gerbang sempat menahan tawa melihat penampilan majikannya.
"Den Kyo habis ikut acara cosplay dimana?" tanya pak Sami penasaran.
Kyo melihat penampilannya sendiri sambil tersenyum malu.
"Bukan gitu pak, ini Flo yang pengen aku pakai beginian. Kalau bukan karena lagi ngidam, boro - boro pak, aku ngelakuin hal konyol kayak gini,"
"Iya, Den. Nggak apa - apa, tetap keren kok!" pak Sami mengacungkan kedua ibu jarinya memuji Kyo.
Kyo menggaruk kepalanya yang tak gatal. Grogi, iya! Malu, apalagi! Absurd, so pasti!
Kyo pamit masuk ke dalam rumah lebih dulu hendak menyerahkan pesanan sang istri. Jika mengingat kejadian tadi di kedai es krim, ia amat sangat malu. Bahkan ia merasa tak lagi punya muka untuk datang lagi kesana. Karena hampir semua pengunjung kedai memperhatikan penampilannya, ada yang memuji namun ada juga yang mencemoohnya. Kyo tak ambil pusing, yang penting keinginan istri dan bayi di perut terpenuhi.
"Sayang, aku udah pulang!" seru Kyo lalu mengecup pipi Flo, membangunkan sang istri yang sudah berada di alam mimpi.
Kyo menggoyang - goyangkan lengan Flo agar segera bangun dan menikmati es krim pesanannya. Flo hanya menggeliat malas. Perempuan cantik itu hanya membuka kedua matanya untuk melihat Kyo lalu terlelap kembali.
"Sayaaaaang.... Ini es krimnya, ayo dimakan dulu, keburu meleleh nih," rayu Kyo.
Flo membuka matanya sekali lagi. Dengan mata yang masih mengantuk, ia menyuruh sang suami untuk memakannya sendiri.
"Dimakan aja es krimnya! Udah malam, nanti aku bisa masuk angin kalau makan es krim malam - malam begini. Aku tidur dulu, nice dream Sayang..." ucap Flo tanpa rasa bersalah.
Aarrggggghh....
Sebelum benar - benar terlelap, Flo melanjutkan ucapannya.
"Jangan lupa habis makan es krim terus gosok gigi ya, biar giginya nggak pada bolong..." setelah itu dengkuran halus terdengar di telinga Kyo. Sang istri benar - benar sudah berada di pulau mimpi.
Ingin rasanya Kyo berteriak, merutuki nasibnya pada malam ini. Menjadi bahan tontonan pengunjung kedai, kedinginan di jalan dan dicuekin sang istri tanpa merasa berdosa. Lengkap sudah penderitaannya.
__ADS_1
Untung cinta! Huh...
* * *