Jodoh Florence

Jodoh Florence
Paham Situasi


__ADS_3

Rumah Sakit XXX


Drap Drap Drap


Derap langkah kaki ketiga manusia yang terlihat panik menggema di lantai koridor salah satu rumah sakit swasta siang itu. Kyo, Flo dan Gerald mencari letak ruang UGD, mencari keberadaan seseorang yang kini tengah diperiksa oleh beberapa perawat dan dokter.


Kecelakaan tunggal yang membuat si pengemudi tak sadarkan diri dan kini mendapat penanganan intensif di dalamnya.


Seseorang yang tak kalah panik dari mereka tengah berjalan mondar mandir dengan hati yang cemas di depan pintu besar bertuliskan UGD tersebut. Gerald mendekati wanita tua itu, mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang kalut.


Ya, orang itu adalah Oma Silvia. Oma dari Keanu Perwira, mantan cinta pertama Flo. Kini keduanya saling menatap satu sama lain, antara Flo dan Oma Silvia. Baru kemarin mereka bertemu dalam resepsi pernikahan di resort, kini keduanya dipertemukan kembali di tempat yang berbeda dan dengan situasi yang jauh berbeda pula.


Raut wajah wanita yang sudah berumur diatas 70 tahunan itu penuh kekhawatiran, dan itu sangat mudah terbaca oleh siapapun yang melihatnya.


Kyo yang berada di dekat Flo hanya bisa diam, mau tak mau ia harus menemani sang istri menemui orang dari masa lalunya.


Beberapa waktu sebelumnya,


"Flo, ada yang mau abang omongin! Ikut abang sebentar, please..." ucap Gerald dengan nada memelas menggandeng tangan adiknya menuju taman samping.


"Ada apa, Bang? Serius bener mukanya?" tanya Flo.


"Keanu kecelakaan!" seru Gerald, ia terlihat gusar.


"Apa? Ya udah abang buruan kesana," Flo sedikit panik mendengar kabar tersebut.


"Temenin abang, abang mohon...." pinta Gerald. Flo bingung apa yang harus dikatakan pada abangnya.


"Kenapa harus sama Flo?" tanya Kyo yang kini bergabung dengan kakak adik tersebut, yang awalnya ia tak sengaja mendengar pembicaraan keduanya yang nampak serius.



"Kemarin abang nggak sengaja lihat dia ada disini, lihat kalian menikah, pas mau abang samperin dia nya udah nggak ada. Awalnya abang pikir mungkin salah lihat, tapi ternyata itu beneran dia. Keanu katanya nabrak trotoar, Dek. Sekarang dia ada di rumah sakit nggak jauh dari sini. Bisa kan temenin abang kesana?" jelas Gerald. Gerald teringat raut wajah Keanu saat itu.



Mau tak mau Gerald memaksa adiknya untuk menemui Keanu, entah bagaimana nasib lelaki itu sekarang. Kyo mengiyakan dan menyetujui permintaan kakak iparnya, ia pun segera menggandeng istrinya dan mengajak ke dalam mobil. Disusul Gerald di belakangnya, ia pun ikut ke mobil yang sama dengan sepasang pengantin baru tersebut.


Kembali ke realita...


Pintu besar yang mereka nantikan untuk terbuka kini menampakkan seorang lelaki berjas putih dengan wibawanya mendekati keempat orang yang dirundung gelisah dengan pikiran masing - masing.

__ADS_1


"Mohon maaf, diantara kalian apa ada kerabat dari pasien?" tanya dokter yang diketahui bernama Marwan.


"Saya, Dok. Saya nenek dari pasien. Bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Oma Silvia dengan getir.


"Pasien mengalami gegar otak, kami akan melakukan observasi. CT scan dan MRI mungkin diperlukan untuk mengetahui bagian dalam tempurung kepala. Karena dikhawatirkan pasien akan mengalami amnesia." jelas dr. Marwan pada Oma Silvia.


"Lakukan yang terbaik, dok. Saya nggak mau cucu saya kenapa - napa. Tolong, dok!" pinta Oma Silvia seraya menggenggam tangan dr. Marwan.


"Baik bu, permisi," pamit dr. Marwan dan kembali menangani Keanu.


* * *


Keanu sudah berada di ruang rawat inap, ia masih mendapatkan perawatan secara intensif.


Selang infus terpasang di tangan Keanu, kepala lelaki itu pun sudah diperban. Pemandangan yang tak membuat hati siapapun ikut cemas.


Oma Silvia berada di samping Keanu, menggenggam tangan cucunya, memberikan kekuatan pada lelaki itu. Keanu masih tak sadarkan diri.


Kyo memperhatikan Keanu dan Flo silih berganti. Ia mencoba memahami kondisi saat ini, dimana ia tahu penyebab kecelakaan itu adalah Keanu yang stres mengetahui kenyataan bahwa Flo menikah dengan dirinya hingga akhirnya Keanu mengalami kecelakaan.


"Flo, kalian pulang dulu aja, nanti temen - temen abang juga pada kesini." ucap Gerald seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya.


"Pulanglah dulu, Flo. Oma disini ditemani kakakmu. Doakan saja semoga Keanu lekas membaik." giliran Oma Silvia yang meminta Flo untuk pulang.


"Iya, nak. Kalian istirahat dulu di rumah. Jangan khawatirkan kami," Oma Silvia menyunggingkan senyum tipis mencoba menguatkan dirinya.


Flo dan Kyo mengangguk kemudian segera meninggalkan rumah sakit.


* * *


Sepeninggal sepasang pengantin baru tersebut, tatapan Oma Silvia pada Keanu semakin getir, ia takut dan bingung saat cucunya sadar nanti. Ketakutan yang melanda hatinya bukan tanpa alasan.


Oma Silvia mengernyitkan keningnya sembari menatap Keanu. Wanita itu tak tahu akan jadi seperti ini karena kesalahan dirinya meletakkan surat undangan pernikahan Flo dan Kyo di meja ruang tamu. Seharusnya ia menyimpan di kamar atau disembunyikan dimana saja yang tak akan diketahui cucunya.


Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Keanu menemukan surat undangan dan mencari lokasi pernikahan mantan kekasihnya, dimana Omanya pun ada disana.


"Semua salah Oma! Maafin Oma, Keanu. Oma nggak tahu akan jadi seperti ini. Kecerobohan Oma membuatmu jadi begini..." Oma Silvia menitikkan air mata dan segera menyekanya.


"Oma, jangan berpikir seperti itu. Cepat atau lambat, Keanu juga pasti akan tahu kalau Flo menikah. Entah dari Flo ataupun orang lain. Mungkin ini sudah jalannya. Kita berdoa saja untuk kesembuhan Keanu, Oma. Oma jangan terus menyalahkan diri sendiri seperti ini." ucap Gerald bijak.


"Iya, nak Gerald. Andai waktu dapat diulang kembali, waktu itu seharusnya Oma menghiburnya dan meminta melupakan Flo pelan - pelan bukannya malah mendukung dan berakhir seperti ini. Oma memberikan semangat yang justru membuat Keanu semakin terpuruk. Oma nggak tahu kalau Flo akan menikah sedini ini,"

__ADS_1


Gerald terkesiap, ia pun juga bingung bagaimana menjelaskan pada Oma Silvia bahwa pernikahan itu terjadi karena perjodohan orang tuanya. Tapi di lain sisi, Flo dan Kyo juga menikah karena mereka saling mencintai. Gerald bisa merasakan itu, tidak ada keterpaksaan dalam pernikahan yang adiknya jalani.


* * *


Di dalam mobil, Flo dan Kyo masih terdiam tak ada yang mau memulai pembicaraan. Mereka sibuk dengan pikiran masing - masing.


Drrt Drrt Drrt


Ponsel Flo bergetar di tangannya, sedari tadi ia mengenggam ponselnya.


📞 Mecca is calling...


Flo menerima telepon dari Mecca.


📞 Halo, iya, Ca. Gimana? Oh iya, makasih ya. Heem, nggak apa - apa, semoga tante lekas sembuh. Kamu juga jangan sampai sakit. Oke nanti gue sampein ke Kyo. Bye...


Flo meletakkan ponsel di dalam dashboard dan beralih menatap sang suami yang tengah menyetir. Flo tersenyum simpul sembari mengamati pemandangan jalanan sekitar, ia memulai obrolan dengan Kyo.


"Kok diem aja?" tanya Flo.


"Lagi fokus nyetir," jawab Kyo singkat tanpa menoleh sedikitpun pada istrinya.


"Kamu cemburu?"


"Bohong kalau nggak, tapi aku bisa paham situasi."


"Terus kalau paham situasi kenapa diam aja? Ngobrol dong! Mana nih suamiku yang biasanya bawel, kalau diam gini nggak asyik ah," balas Flo sambil tersenyum manis memperlihatkan lengkungan indah di wajah cantiknya.


"Kamu nih ya! Sukanya godain aku, nanti aku makan loh!" ucap Kyo dengan nada yang sudah lebih santai.


"Kamu laper? Yuk kita cari makan dulu," ajak Flo.


"Aku maunya makan kamu..." ucap Kyo sembari menyeringai.


Kyo menepikan mobil yang ia kemudikan di tepi jalan yang terlihat sepi.


"Ngapain berhenti disini?" tanya Flo yang masih belum paham maksud ucapan suaminya.


"Kan udah dibilang, aku mau makan kamu..." ucap Kyo santai. Wajahnya semakin mendekat ke wajah istrinya.


Waduh bangunin macan tidur nih!

__ADS_1


* * *


__ADS_2