Jodoh Florence

Jodoh Florence
Sembilan Tahun


__ADS_3

Tak terasa sudah dua minggu, kisah cinta Flo dan Kyo bersemi. Entah apa yang sedang Flo pikirkan, sedari tadi di rumah ia merasa tak tenang. Seolah ada banyak pertanyaan memenuhi otaknya. Gadis itu beranjak dari kamarnya, menuruni tangga perlahan dan mengedarkan pandangan ke setiap sudut dalam rumah. Ia tak menemukan abangnya.


Di meja makan sudah tersedia makanan kesukaannya, Nasi goreng ayam. Ia menyapa Bi Imah, asisten rumah tangga yang sudah bekerja untuk keluarganya sejak ia masih dalam kandungan.


"Bi, abang kemana? Kok hari minggu sepagi ini udah nggak kelihatan?" Tanya Flo sambil memasukkan sesendok nasi goreng ayam ke mulutnya.


"Bibi juga nggak tahu, Non. Tadi sih pagi - pagi banget masih di balkon, kalau sekarang kurang tahu deh. Tapi kayaknya tadi sempet denger den Kyo kesini. Mungkin jogging lagi, Non."


"Oh... Kok nggak ada yang bangunin Flo sih, Bi?"


"Oalah, Bibi kira emang Non Flo nggak ikutan jogging. Maaf, Non."


"Nggak apa - apa, Bi. Ya udah, Flo mau makan dulu. Laper. Hehehe."


"Iya, Non. Oh iya, tadi Nyonya titip pesan kalau non Flo sudah bangun, disuruh telepon Nyonya. Ya sudah non, saya permisi ke dapur dulu." Bi imah bergegas melangkahkan kakinya menuju dapur setelah menyampaikan pesan majikannya. Flo mengangguk sembari menyunggingkan senyum di bibirnya.


***


Usai sarapan, Flo mengambil ponsel di kamarnya. Ia segera mengambil benda pipih bersarung hello kitty dan berselancar dengan layar sentuh itu. Ia menghubungi seseorang yang menantikan panggilan darinya. Mama.


📞 Hai, Sayang. Sudah bangun? Sudah mandi? Sudah sarapan?


📞 Deuh, si Mama, pertanyaan nya itu loh...


Sambil tertawa renyah dari seberang sana, Mama menjawab.


📞 Ya kan nanyain anak gadisnya Mama, boleh dong. Oh iya, Mama mau tanya, hari ini ada acara kemana?


📞 Belum ada acara kemana - mana, Mah? Ada apa? Tumben Mama tanya! Papa sama Mama kan sibuk semua, nggak ada yang perhatiin Flo!


📞 Kok ngomong gitu sih, Flo! Mana ada orang tua nggak peduli sama anaknya?


📞 Ada! Itu buktinya, Mama sama Papa sibuk cari uang terus. Nggak peduli sama Flo!


📞 Maaf ya sayang. Minggu depan kita jalan - jalan ya. Ini toko kue Mama rame banget jadi harus ada yang menghandle. Papa juga ada pasien yang harus operasi hari ini. Kan di rumah ada Gerald...


📞 Abang lagi jogging sama Kyo kayaknya, Flo dirumah aja... Sepi, Mah...


📞 Ajak kencan Kyo sana, daripada di rumah bete kayak gitu. Punya calon suami kok cuma mager di rumah! Hahahaha...


📞 Mama apaan sih.. Kencan? Ehmmm...


📞 Iya, kencan.. Ya udah Mama lanjutin dulu ini ngecek kue nya udah mateng apa belum. Bye sayang..


Mama mematikan panggilan darinya. Flo segera bergegas ke rumah Aiko.


***

__ADS_1


Flo masuk ke rumah Aiko, ia mengedarkan pandangan ke pelataran taman depan. Tante Conchita terlihat sedang menyirami tanaman, Flo mendekat.


"Hai, Tan..." Ucap Flo pertama kali saat menyapa calon mertua.


"Hai, sayang. Nyari Kyo apa Aiko?" Tanyanya ramah, Flo menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Dua - duanya, Tante!" Jawab Flo tegas tanpa sungkan. Karena dirinya memang mencari keduanya, daripada berbohong.


"Aiko di kamar kayaknya belum bangun deh, haduh Tante sampai kewalahan bilangin dia. Coba kamu bangunin ya, Sayang. Oh iya, kalau Kyo tadi bilang nemenin orang patah hati jogging gitu. Nggak tahu siapa yang dimaksud."


"Hehehehe, maksudnya bang Gerald, Tan. Ya sudah, Flo masuk ya, Tan."


"Ganteng - ganteng kok patah hati sih? Hehehe. Iya sayang, masuk aja.."


'Namanya juga manusia, Tante. Patah hati tuh sakit, Tan. Rasanya pengen nangis deh.'


Flo berjalan menaiki tangga menuju kamar Aiko. Diketuk beberapa kali, Aiko tak juga membukakan pintu untuknya. Flo melongok dan membuka pintu perlahan supaya tidak membangunkan Aiko. Ia mengendap - endap mendekat ke tempat tidur. Terlihat Aiko masih meringkuk dengan selimutnya.


"Aiko banguuuuunnnnn....." Flo sedikit berteriak membangunkan Aiko. Aiko terkejut, gadis itu memicingkan kedua matanya.


"Apaan sih, Flo. Masih ngantuk nih! Baru juga jam 5 pagi, ngapain lo subuh - subuh kesini?" Omel Aiko setengah sadar.


"Jam 5 pala lo peyang! Jam 8 sayang! Lo nggak ngedate apa?"


"O. M. G! Gue lupa nanti mau pergi sama Randy! Aduh jam setengah 9 dia jemput gue, ah elah..." Aiko buru - buru bangun dari tempat tidur dengan panik dan mengomeli kecerobohannya sendiri. "Gue mandi dulu..." pamitnya pada Flo dan segera masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar.


"Anak perawan bangunnya pagi dong meskipun hari minggu, kayak gue nih. Bangun jam 6. Hehehehe."


***



Flo sibuk berselfie ria hingga tak menyadari ada Aiko di belakangnya. Aiko menepuk bahu Flo hingga membuat teman kecilnya berjingkat dan mengelus dada.


" Jangan ngagetin gitu dong! Kalau gue jantungan gimana?" Flo bersungut - sungut.


"Jangan marah, hehehe." Sahut Aiko seraya memainkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. Persis gaya Jarjit di kartun kembar gundul yang selalu tayang setiap pagi.


"Iya, iya. Nanti cepet tua, kan horor ya. Masa anak gadis udah kayak tante - tante. Hehehe."


"Iya, cantik, makanya Kyo jadi bucin sama elo. Flo, gue minta tolong dong ambilin novel gue di kamar Kyo. Gue belum selesai bacanya. Kayanya gue lupa naruh disana deh..."


"Nggak ah, malu lah gue. Ntar gue dikira ngapain? Bukan muhrim!"


"Gaya elo ya, cuma ngambil novel gue doang! Gue mau ngeringin rambut dulu nih. Lo nggak kasihan sama gue nih, bentar lagi Randy jemput dan gue belum siap, belum sarapan pula." Rayu Aiko sembari menggunakan Hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.


"Nggak ah, gue nggak pernah masuk kamar dia. Entar dikira aneh - aneh lagi, ada nyokap lo juga di bawah. Kalau gue ke gap di kamar Kyo bisa - bisa gue dinikahin detik ini juga!"

__ADS_1


"Parnoan banget sih lo, udah sono. Biasanya dia jogging tiap minggu. Tahu deh kalau sekarang..."


"Ya udah deh, bentar gue ambilin. Aman loh ya?" Tanya Flo memastikan. Aiko mengangguk yakin. Flo memberanikan diri ke samping kamar Aiko yaitu kamar Kyo. Karena Flo tahu bahwa lelaki itu masih jogging bersama abangnya.


'Masuk, nggak, masuk, nggak... Dah, masuk, ambil novel, keluar, selesai...' Gumam Flo tepat di hadapan pintu kamar Kyo. Ia membuka pintu kamar perlahan - lahan.


Flo sudah berada di dalam kamar Kyo, ia mengedarkan pandangan mencari novel yang diinginkan Aiko.


'Ampuuunnn.... **** bener gue, novel apa nih? Apa iya Kyo baca novel punya Aiko? Lah gue ceroboh banget sih....Judulnya apa coba?'


Pandangan Flo terhenti saat ekor matanya menangkap sesuatu yang membuatnya penasaran. Ada sebuah figura foto anak kecil tak asing baginya. Flo mendekati lemari kecil samping tempat tidur Kyo.



' Ini kan gue pas lomba kartini waktu esde... Kok ada foto ini disini?' Flo menggenggam erat figura kecil itu.


"Flo!" Suara Kyo mengagetkan Flo. Flomenoleh ke arah lelaki itu berada. Kyo masuk ke dalam kamarnya dengan telanjang dada, kaos yang tadi ia pakai disampirkan di bahu. Keringatnya membasahi dada bidang lelaki itu. Flo seketika menutup kedua mata dengan tangan kanannya. Malu.


"Kamu ngapain di kamarku? Kangen ya? Hehehe." Kyo menggoda Flo yang membuat gadis itu menahan malu. Dan tak butuh waktu lama, senyum yang mengembang di bibir Kyo terhenti saat dirinya tahu Flo tengah memegang sebuah figura foto miliknya.


"Kyo, ini foto aku kan? Kok kamu bisa punya foto ini?" Tanya Flo membuat Kyo tak berkutik. Kyo duduk di tepi ranjangnya dan melempar kaosnya yang basah akan keringat ke sembarang tempat.


"Aku... Aku bingung mau gimana ngomongnya, tapi kamu jangan marah ya..." Ucap Kyo terbata - bata. Baru kali ini seorang Kyo berbicara dengan cara seperti itu. Flo memandangi wajahnya serius.


"Jujur aja sama aku, nggak perlu ada yang ditutupin lagi. Katanya pengen jujur biar tahu kita cocok atau nggaknya!" Sindir Flo membuat Kyo tersenyum kecut.


"Udah lihat juga kan? Iya itu foto kamu pas kelas tiga esde. Lagipula udah nggak ada yang bisa aku sembunyikan lagi dari kamu. Ketahuan juga pada akhirnya."


"Kamu?"


"Iya, aku udah suka sama kamu dari esde." Jawab Kyo tegas lalu mengalihkan pandangannya ke samping, ia malu sekali lalu terdiam setelah menjawab pertanyaan Flo. Ia sudah mengakui perasaannya selama ini pada gadis itu. Rasa suka selama kurang lebih sembilan tahun lamanya.


"Ya ampun, Kyo!" Flo menghambur ke pelukan lelaki yang tengah bertelanjang dada itu. Kyo mencium puncak kepala Flo.


Flo mundur seketika, memandangi wajah tirus lelaki yang kini ada di hadapannya.


"Kyo..." Ucap Flo lembut.


"Iya...." Senyum Kyo kembali mengembang.


"Kamu... BAU ASEM!" Flo keluar dari kamar Kyo menuju kamar Aiko.


Senyum Kyo sirna. 'Gagal deh romantisan!' Ia mendengus sebal.


***


Yang sudah mampir ke karyaku, saya ucapkan terimakasih...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan bantu vote yaa


Terimakasih banyak 🙏🙏🤗🤗


__ADS_2