Jodoh Florence

Jodoh Florence
Kembali


__ADS_3

I have tried to forget all memories about you...


But you come back to my life,


Should I fall down?


Over and over?


It's enough, just let it be remembered,


That you're just my past...


Terjemahan:


Sudah ku coba melupakan tentangmu


Tapi kau kembali datang ke hidupku


Apakah aku harus terjatuh lagi?


Lagi dan lagi?


Sudah cukup, biarkanlah saja dan cukup diingat


Kau hanya masalaluku....


Flo selesai menuliskan beban dalam hatinya di buku diary pink bergambar hello kitty miliknya. Ia meletakkan pena sembarangan. Gadis itu kembali meneteskan air mata yang tertahan. Bagaimana bisa seseorang dari masa lalu datang kembali ke dalam hidupnya? Bahkan bermimpi pun tak pernah, apalagi mengharap ia kembali.


Sejauh apapun ia melangkah, sekeras apapun ia berusaha nampaknya Tuhan sangat senang menguji hati dan pikirannya. Ada yang pergi dan ada yang kembali.


Gadis bermata sendu itu menatap lekat figura yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Tampak seorang gadis manis nan polos yang baru mengenal indahnya perasaan cinta. Rasa yang timbul karena seorang lelaki menyentuh relung hatinya terdalam dan dijadikannya sebagai cinta pertama. Cinta yang terkenang dan sulit dilupakan. Dalam foto itu, ia terlihat sangat bahagia karena itu adalah foto yang pertama kali dipotret oleh lelaki yang menjadi pacar pertamanya. Keanu.


Lelaki yang tadi sore tak sengaja ia jumpai di jalan, kejadian itu terngiang jelas di kepala Flo seolah berputar mengaduk - aduk isi otaknya.


Flashback On


"Maaf kalian nggak apa - apa, kan? Tadi saya buru - buru." ucap pria berwajah tampan dan tinggi, yang Flo kenali tidak ada perubahan sama sekali, bahkan nampak terlihat lebih matang. Ia terlihat gugup dan mendekati Kyo dan Flo yang masih Shock akan kejadian yang baru saja terjadi.


'Kamu...


Kenapa datang lagi?

__ADS_1


Kenapa kamu menghancurkan benteng hatiku, yang sudah lama kokoh harus hancur dalam hitungan detik?


Langkah kakinya semakin mendekat, degub jantung Flo terdengar bergemuruh, sesak rasanya. Jantungnya seolah terpompa dengan cepat. Ia merasakan hangat di sekujur tubuhnya. 'Jangan kesini...'


"Nggak apa - apa, Mas. Lagipula saya juga salah, ada tikungan nggak lihat ada kendaraan dari sana. Untung masih bisa di rem. Jadi nggak kecelakaan." Kyo menjawab dengan santai, menutupi rasa takut dan panik dalam dirinya. Dia baru saja hampir mencelakakan dirinya dan juga Flo. Keringat dingin mulai menetes dari pelipisnya.


" Syukurlah kalian tidak kenapa - napa. Saya akan merasa sangat bersalah, kalau sampai terjadi kecelakaan." Ucapnya sembari mengelus dada dan terdengar helaan lega di hembusan nafasnya. Ia menatap seseorang yang sedang menutupi wajahnya di punggung lelaki yang ada di hadapannya." Kamu Florence kan?" tebaknya tepat setelah melihat jelas wajah si perempuan.


" Ma - af, anda salah orang..." sahut Flo terbata - bata.


"Saya nggak mungkin salah orang, kamu Florence kan? Ini aku Keanu. Apa kamu lupa?"


Sesaat pandangan mereka saling bertemu. Kyo yang berada di tengah - tengah mereka hanya bisa menyaksikan dalam diam, ia menoleh ke arah Flo dan lelaki yang diketahui bernama Keanu bergantian. Bingung lebih tepatnya, namun ia harus segera mengambil langkah.


"Maaf, Mas. Kami harus buru - buru pulang. Lagipula jalannya juga rame, banyak yang lewat. Permisi." ucap Kyo sembari menyalakan motornya dan berlalu dari sana. Flo mulai bisa bernafas lega. Lelaki itu tak melepaskan pandangannya dari tubuh Florence hingga menghilang dari jangkauannya.


Flashback Off


Flo masih mengingat jelas bagaimana pertemuan pertamanya dengan Keanu. Lelaki yang lebih tua empat tahun darinya, mendapatkan kedudukan terkokoh di hatinya. Itu terjadi kurang lebih empat tahun yang lalu saat dirinya masih duduk di kelas 8 smp dan Keanu 12 sma. Percintaan dengan drama berlatar belakang cinta monyet bagi keduanya.


Kisah cinta yang terajut sekitar enam bulan lamanya. Mereka terpisah karena kebohongan dari Keanu. Itulah alasan yang membuat seorang Florence membenci apapun yang bersangkut paut dengan kata BOHONG. Kata itu seolah menjadi momok paling menakutkan untuk Flo melebihi hantu yang ada di film The Conjuring part 1 yang pernah ditontonnya. Flo takut jika kebohongan hanya akan membuat dirinya kecewa dan terluka lagi.


Tok Tok Tok


"Masuk aja." Pinta Flo sembari berjalan menuju tempat tidur.


"Belum tidur, sayang?" Tanya mama pada putri kecilnya.


"Eh, Mama udah pulang ya?" Flo menatap lekat sang ibu. Mama memperhatikan putrinya yang seperti habis menangis.


"Kamu kenapa sayang? Pasti habis nangis ya? Kalau mau cerita, Mama siap dengerin. Ya siapa tahu Mama bisa meringankan beban kamu. Tapi, Mama juga nggak akan memaksa..."


"Maaf, Mah. Flo nggak mau bahas ini dulu. Oh iya, Mah. Tumben ke kamar Flo jam segini? Ini kan udah malam, Mama pasti capek." Belum usai rasa gundahnya, ia tak mau membuat ibunya khawatir. Dalam hati, Flo yakin bisa mengatasi perasaan galau yang menerpanya.


" Ada yang mau Mama omongin sama kamu. Bisa minta waktu kamu sebentar?"


" Ada apa nih Mah, kok kayaknya serius banget? Jangan bilang kalau masalah perjodohan ya?"


"Kamu tahu dari mana?" Mama terkejut. Sumpah demi apapun, ekspresi inilah yang tak ingin Flo lihat. Melihat mamanya seperti itu membuat Flo menahan tawanya. Ekspresi mama konyol.


"Maaf ya, Mah. Waktu itu Flo dengerin pembicaraan Mama sama Papa mengenai perjodohan untuk Flo. Terus terang saat itu Flo kaget dengernya, tapi kalau dipikir - pikir mungkin maksud Mama dan Papa baik. Mana mungkin kalian mau jerumusin anak sendiri?" Ucap Flo bijak. Sebenarnya ia pun tak menyangka akan mengucapkan hal demikian. Efek galau ketemu mantan bisa jadi.

__ADS_1


" Ya ampun Flo, sejak kapan kamu bisa sedewasa ini? Terima kasih sayang, Mama seneng banget dengernya. Begini, besok sabtu kita bakal ketemu sama calon suami kamu. Mau kan?"


"Terserah Mama aja baiknya gimana, mau nolak pun percuma. Aku ngikut aja, Mah. Btw, calon suami Flo ganteng nggak?"


"Besok kamu nilai aja sendiri ya, Sayang! Nanti Mama bilang ganteng tapi kamunya nggak, kan Mama jadi nggak enak."


"Dienak - enakin aja, Mah. Flo seneng lihat Mama senyum. Cantik!"


"Ah, gombal kamu, Flo." Jawab Mama malu - malu seraya terkekeh pelan.


'Ah, Mama, jadi nggak enak kan gue buat nolak permintaannya. Nolak dosa, bisa - bisa kualat dikutuk jadi batu entar! Kalau diterima kok gue berat juga. Setidaknya buat gue terhibur, nggak galau mulu. Kepikiran ketemu Keanu aja udah bikin gue pusing. Makasih, Mah, udah bikin Flo ketawa lagi.'


"Mah, sebenarnya tadi di jalan, Flo ketemu sama mantan pacar pertama waktu smp. Rasanya galau, Mah. Nggak nyangka bisa ketemu dia lagi..." Akhirnya Flo melepaskan uneg - unegnya. Mama menatap penuh arti sembari tersenyum.


"Yang dulu bikin anak Mama nangis termehek - mehek itu ya?" Ledek Mama sambil mencolek pipi Flo.


"Ih, Mama. Tuh kan kalau curhat sama Mama pasti diledekin kayak gini! Flo nyesel cerita ke Mama!" Flo mencebik bibir, merajuk. Mama tersenyum kemudian membelai rambut putrinya.


"Sayang, hidup itu terus berjalan. Kalau kamu seperti itu, tandanya belum bisa melalui rintangan yang bisa mendewasakan pikiranmu. Move on, itu kata yang tepat. Mama bilang begini bukan berarti menganggap kamu belum bisa move on. Tapi, yang namanya masa lalu sepahit apapun itu tidak perlu kamu pikirkan terlalu dalam. Bisa stres nanti, ingat kamu masih muda! Jangan hanya karena orang itu datang lagi terus membuat kamu Down."


" Flo udah move on, Mah!"


" Orang yang mengaku move on belum tentu dia benar - benar sudah move on. Kalau kamu sudah melakukan itu, kamu nggak perlu galau terus nangis kayak tadi. Gimana sih masa kayak gitu aja harus Mama yang jelasin? Florence anak Mama sudah beranjak dewasa pasti tahu cara bersikap. Mama yakin... "


"Sebenarnya Flo lebih ke arah kecewa pernah dibohongi sama dia, Mah. Flo lebih memilih dia jujur, sepahit apapun itu akan lebih bisa dimengerti daripada dibohongi dan ujung - ujungnya juga bakal nyakitin Flo. Flo juga mau pengakuan dosa, Mah...."


"Berat amat omongan kamu, Sayang? Emang kamu abis ngelakuin apa?"


"kemarin Flo pacaran sama Judith diam - diam tanpa sepengetahuan Mama dan Papa. Tapi, kami sudah berpisah kok. Karena dia udah bohong sama Flo. Dari awal udah Flo tegasin nggak boleh ada kebohongan apapun, tapi dia ngelanggar dan bikin kecewa. Kekanak - kanakan ya, Mah?"


" Kamu sudah besar, sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Itu sudah menjadi pilihanmu, asalkan kamu bahagia, Mama pasti akan mendukung. Ya itu mungkin memang sudah konsekuensi yang harus dia dapat. Tapi Mama lega, jadi bukan Mama yang misahin kalian berdua. Dan sekarang kamu sudah jomblo. Hehehe."


"Deuh, si Mama seneng banget lihat anak sendiri patah hati!"


"Ya senenglah, jadinya Mama nggak perlu maksa kamu buat ketemu calon mantu."


"Suka - suka Mama aja lah..." Flo melengos pelan. Mama membelai pipi anak gadisnya dengan lembut sembari tersenyum teduh. Flo berharap pilihannya ini tidak salah.


***


Terimakasih yang sudah membaca karyaku...

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian dengan like, koment dan bantu vote...


Kalau suka, jadikan favorit yaa 🤗🤗


__ADS_2