
Flo sudah mengikuti serangkaian test dan juga USG, sudah jelas bagi pasangan muda itu bahwa keduanya sebentar lagi akan menyandang status baru. Calon papa mama muda. Flo tersenyum melihat selembar foto hasil pemeriksaan dr. Septa, dokter kandungan yang sengaja dipilih Kyo untuk memeriksa sang istri. Belum apa - apa, lelaki itu sudah memilih dokter perempuan untuk menjadi dokter kandungan istrinya. Posesif? Jangan tanya!
Flo membawa sebuah buku tipis hasil USG dua dimensi, ia tersenyum sendirian dan pemandangan itu tak luput dari pengamatan sang suami. Aiko, Randy, Aurel dan Tian terlihat antusias melihat hasil USG. Aiko merebut buku bergambar calon bayi dari pegangan Flo.
"Mohon maaf sebelumnya, ini gambar kecil bener, ini biji kedelai atau bayi kecebong?" tanya Aiko sambil mengamati foto yang dipegangnya dengan ekspresi serius.
"Ya elah, Randy, tuh calon bini lo dikasih tahu itu gambar apaan? Masa iya bayi kecebong? Berarti dia sekarang kodok senior dong!" celetuk Tian, Randy hanya tersenyum manis melihat kepolosan Aiko. Kyo dan Flo hanya saling melirik membiarkan keempat sahabatnya yang baru saja bergabung saling berdebat.
Randy membelai mesra rambut Aiko yang kala itu dikucir rapi. Dengan penuh kasih, Randy memberikan penjelasan yang semoga saja bisa membuat Aiko paham.
"Itu hasil usg, usg itu adalah ultrasonografi yaitu sebuah tes pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan kondisi organ - organ dalam tubuh. Jadi hasil ini adalah calon bayi Kyo dan Flo yang ada di rahim Flo, bukan bayi kecebong atau biji kedelai ya," jelas Randy pada Aiko.
"Wisss, calon suami aku pintar banget jelasinnya. Langsung masuk ke otak aku, ck, ck, ck," puji Aiko.
Tian merasa janggal lalu merebut ponsel Randy yang ada di genggaman tangannya dan kala itu masih membuka halaman mbah gugel tentang apa itu arti USG. Tian geleng - geleng kepala.
"Ya jelas pinter jelasinnya, orang dia aja baca dari mbah gugel. Ya nggak kaget gue, gue juga bisa kalau gitu," ejek Tian.
"Apaan sih lo, pakai ngebongkar lagi, kan biar kelihatan keren gitu ke calon bini! Gua kan nggak kayak elo, pinter biologi, gue mah apa? Gue cuma lelaki polos yang belum tahu hal begituan. Lo kan lebih pinter daripada gue, Yan!" sindir Randy.
"Enak aja lo, sekarang balik ngomongin gue! Gue tuh cowok yang lebih polos lagi tahu nggak! Mana ngerti gue hal beginian, gue kan masih anak kecil!" elak Tian saat merasa posisi dirinya mulai terancam, Aurel hanya diam saja tak membela atau melerai perdebatan mereka.
"Iya lo anak kecil yang bisa bikin anak kecil, tahu nggak!" Randy puas mengerjai Tian yang awalnya ingin membuatnya malu di depan Aiko.
"Astaghfirullah, otak gue masih suci tahu nggak lo!" Tian masih tak terima.
"Otak suci yang doyan baca majalah dewasa?"
__ADS_1
"Wah, pakai buka aib segala nih," Tian mendekati Randy, bersiap untuk memberi pelajaran. Biasa gaya lelaki, amukan yang berujung pergelitikan yang menyiksa. Kyo segera melerai mengingat mereka masih berada di rumah sakit.
"Kalian bisa pada diam nggak? Malu dong ini di rumah sakit, noh banyak ibu - ibu pada lihat kalian!" tunjuk Kyo pada segerombolan ibu - ibu yang memperhatikan Tian dan Randy yang berdebat panas tak melihat situasi.
Kyo terlihat jengah dan mengajak sang istri menuju mobil milik Tian dan menunggu disana.
* * *
Kyo cs kembali ke kafe milik Bian. Kyo hanya bersama Tian masuk ke dalam, sedangkan Aurel dan Flo masih berada di dalam mobil. Disana Bian terlihat sedang asyik ngobrol dengan Boim juga Mayang.
Kyo dan Tian yang awalnya ingin mengagetkan Bian cs jutsru mendengar hal yang selama ini tersembunyi dengan rapi. Kyo diam dan ikut mendengarkan pecakapan ketiga orang tersebut dengan jelas dari balik dinding.
"Jadi bener selama ini elo suka sama Kyo?" tanya Boim serius pada Mayang.
"Iya...." gumam Mayang lirih sehabis terisak.
"Gue udah suka sama Kyo sejak smp. Tapi gue memilih mundur dan mendam perasaan gue karena dia pernah bilang ke gue waktu itu ada cewek yang dia suka dari dulu. Gue nunggu Kyo lupain cewek itu, gue nunggu selama ini buat dia, tapi beberapa waktu lalu pas kita ke sekolahnya, dia ngenalin pacarnya ke kita. Gue syok banget, makanya gue tadi di toilet ngancam dia biar dia tinggalin Kyo dan serahin Kyo ke gue," sesal Mayang.
"Gila lo, May! Gila! Nggak nyangka gue, cewek sekalem lo bisa ngelakuin hal kayak gitu! Kalian sama - sama cewek loh! Pernah mikir nggak sih lo?" emosi Boim mulai memuncak namun segera ia redakan sendiri.
"Gue.. Gue..." Mayang terbata - bata hendak menjawab pertanyaan Boim.
"Gue mau tanya sama lo! Jawab jujur pertanyaan gue! Jangan - jangan lo juga orang yang menetor Kyo dengan foto - foto Flo yang lagi sama cowok? Jawab!" hardik Boim, raut kecewa amat terlihat dari wajahnya yang tegas. Bagaimana pun juga Kyo dan Mayang sama - sama sahabatnya.
"I-Iya..." jawab Mayang singkat.
"Astaga May, gue kecewa banget sama elo," ucap Boim dengan wajah sendu tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
__ADS_1
"Maafin gue, gue salah sama kalian. Gue nggak ada niat jahatin siapapun, dan juga gue mau ngaku kalau gue adalah orang yang meneror Kyo dengan ngasih lihat foto Flo sama cowok - cowok, bukannya Kyo marah atau balas gue, dia mengabaikan semua pesan yang gue kirim padahal gue pakai nomor baru biar nggak ketahuan dia. Tapi dia nggak terkecoh," ucap Mayang semakin merasa bersalah.
" Lo tahu kenapa Kyo nggak terkecoh sama kelicikan lo?" tanya Bian.
"Bian!" seru Boim karena mendengar Bian mulai menampakkan emosinya yang berlebihan pada Mayang.
"Biar, Im. Gue harus bilangin Mayang, biar dia sadar bahwa apa yang dia lakuin itu salah," jawab Bian pada Boim lalu menoleh ke arah Mayang. "Karena Kyo sudah menemukan cinta sejatinya yaitu Flo. Gue juga baru tahu dari Boim kalau Flo adalah cewek yang dia suka dari dulu. Astaga May, May..." keluh Bian.
Dan Kyo akhirnya muncul dari persembunyiannya setelah mendengarkan percakapan tersebut dengan santai, padahal dirinyalah yang menjadi topik pembicaraan.
"Oh jadi ini yang lagi kalian bahas! Buat Mayang, makasih ya, udah repot - repot fotoin bini gue kemana - mana, tapi sayangnya nih gue nggak akan kemakan sama ulah elo. Gue kira itu fans fanatik bini gue yang mau bikin hancur hubungan gue sama Flo ternyata oh ternyata elo pelakunya. Ck, ck, ck," sindir Kyo dengan senyum sinis.
"Gue, gue minta maaf.." Mayang mendekati Kyo namun Kyo segera mundur beberapa langkah, menghindari gadis yang memiliki perasaan padanya.
"Lo jangan minta maaf sama gue. Tapi sama bini gue, tapi kayaknya nggak perlu deh lo lakuin. Soalnya gue tahu, bini gue pasti maafin elo. Niat mau ambil motor ketinggal sekalian pamit sama kalian eh malah dengar hal beginian, hadeh..." ucap Kyo asal dan tenang.
Kyo menyalami Bian dan juga Boim. Lalu memilih segera pergi, namun sebelum ia benar - benar meninggalkan kafe, Kyo melihat Mayang yang masih menundukkan pandangannya karena merasa bersalah.
"Mayang, makasih udah suka sama gue. Tapi maaf gue nggak bisa membalas perasaan elo karena lo juga udah tahu jawabannya. Gue balik dulu, bye...." ucap Kyo pada Mayang kemudian melambaikan tangan ke arah Bian dan Boim.
Mayang mendongakkan kepala menatap kepergian Kyo bersama Tian di belakangnya. Perasaan sesal dan sakit hati itu masih terasa sekali, namun segalanya telah terjadi. Punggungnya merasa hangat saat elusan tangan seseorang berada disana. Mayang menatap wajah Boim yang terlihat teduh dan tanpa pikir panjang lelaki itu kini memeluk tubuhnya dan itu jelas terpampang nyata di depan Bian.
* * *
Jangan lupa tap like ya kakak2 sayang...
Terima kasih semuanya 🤗🤗🤗
__ADS_1