
"Kyo!" pekik Flo tak sadar, ia heran melihat Kyo membawa begitu banyak bunga di tangannya.
"Hai, sayang. Selamat pagi," Kyo menyapa sekali lagi. "Aku pengen jadi cowok romantis, biar nggak kalah sama mantan - mantan kamu yang dulu, karena mereka selalu ngasih kamu bunga." jelas Kyo membuat Flo paham dengan maksud kedatangannya membawa bunga itu.
"Oke, aku paham, tapi nggak sebanyak ini juga kan, Kyo. Ini terlalu banyak buat aku. Sebentar, sebentar, kalau nggak salah ini bukannya bunga dari tanaman dirumah kamu? Kayaknya aku pernah lihat tante Conchita nyiramin bunga ini deh," sahut Flo sembari mengamati satu per satu bunga yang ada dalam keranjang.
"Kok tahu , Yang? Wah nggak surprise lagi dong! Hehehehe," Kyo tertawa geli mengingat tindakannya yang mengambil bunga dari beberapa tanaman Mami di taman depan, itu pun harus memakai drama agar diizinkan memetiknya. Kyo menatap Flo sesekali sambil senyam senyum sendiri.
Flashback On
"Kyo! Mau kamu apakan tanaman Mami?" pekik Mami dengan hebohnya, melihat tanaman hias kesayangannya di petik satu per satu oleh anak bujangnya.
"Eh, Mami. Mau buat ngelamar dong, Mi. Nanti kalau nggak aku kasih bunga, Flo diambil orang gimana? Mami nggak kasihan sama Kyo?" ucap Kyo dengan wajah memelas, berharap sang Mami tidak akan memarahinya.
"Kamu itu mbok ya modal dikit gitu, masa bunga dari tanaman hias Mami? Beli dulu sana ke toko bunga! Banyak pilihan, ada mawar, melati, anggrek, kenanga, kamboja,, bla bla bla," Kyo menutup kedua telinganya saat mendengar Mami mengabsen aneka jenis bunga.
" Nggak sekalian bunga tujuh rupa, Mi? Mami jam segini mana ada toko bunga buka? Mami kan baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan masih banyak lagi yang nggak bisa Kyo sebutkan satu per satu saking baiknya Mami. Untuk itu, Kyo meminta dengan hormat bunganya di relakan ya buat ayang beb Flo. Kan calon mantu Mami, inget Mi nggak boleh pelit!" dengan terpaksa Mami mengiyakan permintaan Kyo yang sudah terlanjur memetik beberapa bunga yang sangat diidolakannya demi calon mantu.
"Baiklah, baiklah. Mami emang nggak bisa menang kalau debat sama kamu kalau menyangkut calon mantu. Ya sudah sana, kasih ke Flo. Tapi ingat ya, lain kali kamu harus beli di toko bunga. Biar keliatan modal dikit, meskipun cuma beli setangkai!" ledek Mami, Kyo mencebik bibir kemudian berjalan menuju rumah Flo.
Flashback Off
Kembali ke dunia nyata, saat ini Flo menerima sekeranjang bunga yang dipetik langsung dari tanaman milik tante Conchita. Dengan berat hati Flo menerimanya, mungkin lebih tepatnya sungkan karena ia tahu bunga itu adalah bunga kesayangan sang calon mertua.
Kyo masih menatap lekat kedua manik mata kekasihnya yang ragu - ragu untuk menerima bunga pemberiannya.
"Udah diterima aja, Yang. Mami rela dan ikhlas kok buat kamu. Besok aku beli aja di toko bunga ya, sementara ini dipegang dulu, dirawat baik - baik, " ucap Kyo malu - malu.
Belum sempat Flo menjawab, Gerald sudah berada di belakangnya dan ikut menimpali obrolan sepasang kekasih di depannya.
__ADS_1
"Waduh, kalau aku mah ogah ya. Hari gini nggak modal beli bunga! Siapa itu ya? Pasti anaknya pak Yuta si Kyo! Buwahahahha..." Gerald tertawa puas dari hati bisa meledek Kyo, ia menyeringai dengan sangat jelas. Kyo mencibir.
"Eh ada abang jones, ya maklum lah, kita kan kantong anak pelajar. Ya meskipun nggak modal awalnya tapi suatu saat nanti aku akan memberikan Flo kehidupan yang layak. Ayo, Flo, kita berangkat sekolah. Cita - cita kita masih panjang. Nggak ada gunanya kita membuang waktu untuk ngeladenin babang jones," ledek Kyo, serta merta mendapat lirikan tajam dari calon abang iparnya. Kyo buru - buru kabur menuju pintu gerbang.
"Bang, titip bunganya ya! Flo mau berangkat sekolah dulu, inget ya jangan sampai rusak ataupun layu!" Flo memberikan keranjang bunga pada Gerald yang duduk di sofa, kemudian menyusul Kyo yang sudah santai duduk di motor sportnya.
"Deuh, kalian berdua ya kompak bener ngebully gue, gimana nggak layu ini kan bunga beneran, di kasih balsam aja apa ya biar awet! Yah, nggak apa - apa deh yang penting kalian bahagia, itu udah cukup buat gue. Sekarang gue harus kasih pengertian nih ke Keanu. Ini jadi tugas gue sekarang, biar dia bisa move on dari Flo," ucap Gerald sembari mengamati keduanya hingga menghilang dari jangkauannya.
* * *
Sepulang sekolah, Kyo dan Flo sudah berada di toko kue Mama. Sewaktu di sekolah, Mama menghubungi keduanya untuk datang. Saat ini mereka berdua tampak seperti terdakwa yang sedang di interogasi oleh Mama dan Mami.
Mereka berempat duduk saling berhadapan antara anak dan ibu masing - masing.
"Seperti yang Mami lihat. Kami baik - baik aja. Ada apa sih, Mi? Nggak biasanya kalian ngumpulin kami disini?" tanya Kyo santai. Flo sesekali melirik Kyo.
Ini anak santai bener! Nggak ada penasarannya sama sekali!
"Gimana kalau pernikahan kalian dicepetin aja? Menunda terlalu lama takutnya juga nggak baik buat hubungan kalian. Mami sama tante Cilla takut nanti akan ada banyak pihak yang mengganggu kalian entah itu dari pihak cewek maupun cowok." jelas Mami, Flo mencoba mencerna baik - baik penjelasan sang calon mertua.
"Aku sih gimana Flo aja, setelah itu aku percayakan semua sama Mami dan tante Cilla," ucap Kyo berusaha setenang mungkin menutupi rasa canggung di hatinya.
"Ok kalau gitu, fix ya?" tanya Mami sekali lagi.
"Fix apa dulu nih, Mi?" Kyo balik bertanya pada ibunya.
"Dua minggu lagi kalian menikah, biar segera sah!" ujar Mami tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Apaaa???" kompak Flo dan Kyo memekik.
"Kenapa kok kalian pada heboh gitu? Katanya serahin aja semua sama Mami dan tante Cilla?" tanya Mami tak mau kalah.
"Kalau kalian sudah mempunyai keputusan, buat apa masih ditanyakan lagi ke kami?Toh kalian sudah punya jawabannya. Kami juga nggak mungkin menolak permintaan Mami dan tante Cilla," Kyo menggaruk kepalanya yang tiba - tiba gatal. Flo menoleh ke arahnya, ia menggigit bibir bawahnya.
"Ya kan sekedar formalitas, hehehe," Mami terkekeh dengan kelakuannya sendiri.
"Kamu nggak keberatan kan, Flo?" giliran Mama bertanya pada Flo yang mengalihkan pandangan ke sembarang arah.
"Ehm, aku, aku..." ucap Flo terbata - bata, gadis ini ragu untuk memberikan jawabannya.
"Kamu setuju nggak, Sayang? Kalau nggak setuju atau mau ditunda dulu, biar aku yang ngomong. Jangan takut, ada aku disini," bisik Kyo di telinga Flo sembari menggenggam jemari Flo untuk memberinya kekuatan.
"Iya, aku setuju aja, kita nggak bisa menolak lagi. Sudah diputuskan seperti itu, kita ikutin aja, aku nggak apa - apa, Kyo. Hati aku udah milih kamu," bisik Flo bermaksud menggoda, justru membuat hati Kyo berbunga - bunga karenanya.
"Kalian ngapain pada bisik - bisik? Jangan - jangan kalian pada mau nikahnya besok aja?" tanya Mami seraya tersenyum usil.
"Iya!" jawab Kyo spontan.
"Nggak!" Flo menimpali.
Flo dan Kyo saling melirik satu sama lain. Senyum kemenangan menghiasi wajah Mami dan Mama.
* * *
Bagaimana kelanjutan ceritanya ya?
🤭🤭🤭
__ADS_1