
Yang namanya jodoh, nggak akan lari saat kau kejar, nggak akan menghindar saat kau membutuhkannya. Dan jodoh itu adalah kuasa Tuhan tanpa pernah kita menduganya...
Happy reading everyone.... Good night.. ❤️
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Aiko membuka secarik kertas yang terselip diantara bunga mawar yang diberikan oleh Kevin.
Ngobrol yuk di taman belakang...
Aiko membaca tulisan itu dalam hati agar tak ada satupun yang bisa mendengarnya. Aiko melirik sekilas pada lelaki yang berdiri tak jauh darinya. Kevin masih mengulas senyum tipis di wajahnya sembari menatap Aiko.
"Sebentar ya, Mi, Pi dan semuanya. Aiko ada urusan sama Kevin. Silakan menikmati hidangannya duluan, nanti kami menyusul," ucap Aiko kemudian berjalan mendahului Kevin.
Mereka berdua meninggalkan keluarganya dan melangkahkan kaki menuju taman belakang. Sore itu belum begitu banyak pengunjung jadi memudahkan mereka untuk sekedar berbincang ringan disana.
"Kamu nggak sabaran amat!" celetuk Kevin tanpa dosa, padahal hanya karena kedatangannya saja sudah membuat jantung Aiko berdetak begitu cepat. Bisa - bisanya lelaki yang akan dijodohkan dengan dirinya adalah playboy yang cukup terkenal namanya di sekolah. Bukan karena kecerdasannya loh, tapi karena suka mainin perasaan cewek! Apa yang bisa dibanggain?
Gila! Gue salah apa sampai harus punya calon laki yang sukanya gonta - ganti cewek! Astaga, gue punya dosa apa ya di kehidupan sebelumnya? Gerutu Aiko yang masih bisa di dengar oleh Kevin. Kevin menahan tawanya.
"Apa lo senyam senyum nggak jelas! Gila ya?" kini Aiko tak segan lagi untuk menunjukkan sifat aslinya begitu tahu calon suaminya adalah Kevin.
"Aku..."
"Aduh gatel kuping gue, elo ngomong aku kamu. Biasa aja lah, gue elo kalau pas kita lagi berdua. Kalau di depan keluarga yang lain, boleh lah lo ngomong aku kamu," ujar Aiko sembari berakting memegang telinganya.
"Oke , oke, sesuai permintaan lo ya. Gue elo, gini gue mau nunjukkin sesuatu. Sebentar ya..." ucap Kevin penuh misteri.
Aiko masih menunggu penjelasan dari Kevin, karena ucapannya barusan membuat Aiko semakin penasaran.
Tak perlu menunggu terlalu lama, datanglah seorang gadis ayu mendekat ke arah mereka berdua. Gadis itu tersenyum sekilas pada Kevin kemudian beralih menatap Aiko yang merasa bingung.
__ADS_1
"Oh iya, Aiko kenalin nih cewek gue sekarang. Namanya Cassandra, biasa dipanggil Cassie. Gue harap nggak cuma buat sekarang aja, tapi untuk selama - lamanya," ucap Kevin tulus kemudian merangkul sang gadis yang baru saja ia perkenalkan pada Aiko.
Aiko mendadak terdiam mematung beberapa saat. Kenapa dirinya merasa seperti jadi pihak ketiga dalam hubungannya dengan Kevin dan kekasihnya? Aiko masih diam, mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Kevin. Tak ada kesan candaan dalam kalimatnya. Nampak jelas raut wajah Kevin yang serius.
"Terus maksud lo ngajak cewek lo kesini apa? Mau pamer sama gue? Atau mau ngebatalin perjodohan kita? Kalau lo tahu kita bakal dijodohin kenapa nggak lo tolak dari awal? Toh lo udah punya cewek! Lo tahu nggak, gue sampe mutusin Randy buat perjodohan gila ini!" emosi Aiko meluap - luap.
"Gue jelasin dulu, Aiko..." pinta Kevin seraya mengatupkan kedua tangannya.
"Mau jelasin apa lagi? Kalau lo nolak dari awal, gue nggak bakal nyakitin Randy, tahu nggak lo!" bentak Aiko sekali lagi yang tak dapat terkontrol pada Kevin.
Kevin sedikit menciut nyalinya. Tak pernah terbayangkan olehnya akan mendapatkan amukan dan umpatan dari bibir gadis ayu kembaran Kyo tersebut. Kevin hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bingung pastinya! Bagaimana caranya menjelaskan pada gadis yang tengah emosi ini?
" Aiko, gue mau jelasin dulu. Lo diem dulu napa sih!" seru Kevin pada akhirnya hingga membuat Aiko diam meskipun masih mengerucutkan bibirnya.
"Oke, jelasin sekarang!" hardik Aiko tak sabar.
"Ini cewek gue yang kapan hari ada di rumah Randy. Jadi lo jangan salah paham sama Randy ya. Malam itu gue lihat lo nangis terus lari - lari abis lihat kejadian Randy meluk Cassie. Pas gue mau ngejar lo, lo nya udah ilang naik motor sama cowok. Gue cuma mau meluruskan aja.... "
"Cassie..." ulang gadis itu.
"Iya itu, apapun nama lo, sekarang gue mau tanya, pacar lo yang mana? Randy apa Kevin? Lo sekarang tahu kan, Kevin bakal jadi calon suami gue, terus lo maunya apa?" tanya Aiko sambil berkacak pinggang.
"Kita kesini cuma mau minta restu sama lo," ucap Kevin tegas.
"Kok gue jadi ngerasa kayak mau di poligami ya dari ucapan lo barusan?" tanya Aiko penuh selidik.
"Bukan gitu, lah kita kesini emang mau ngejelasin ke elo, Aiko. Sambil minta restu buat kita, karena gara - gara kita hubungan lo sama Randy jadi salah paham begini. Bukan gue yang jadi calon suami lo. Kan barusan gue bilang, gue cuma mau meluruskan," ujar Kevin sedikit terbata - bata.
"Tapi gue udah putus sama Randy, jadi lo nggak perlu merasa bersalah. Mungkin emang kita aja yang nggak jodoh. Eh tunggu dulu! Lo bilang apa barusan? Bukan calon suami gue? Terus siapa kalau bukan elo? Kampret lo, buang - buang waktu gue aja!" bentak Aiko pada Kevin lalu meninggalkan sepasang muda - mudi itu dan kembali masuk ke dalam bergabung dengan keluarganya.
Sepeninggal Aiko...
__ADS_1
"Calon ipar kamu galak ya!" ujar Kevin sembari terkekeh.
"Iya, untung sepupu aku yang satu itu punya stok sabar yang banyak, coba nggak? Apa nggak mati muda punya calon bini kayak dia?" balas Cassie sembari menatap kepergian Aiko hingga bayangan tubuh gadis itu tak nampak lagi.
"Namanya juga cinta, jadi nyesel aku bantuin sepupu kamu. Ini sih namanya kayak masuk ke kandang singa, horor, abis itu siap - siap di terkam aja nih aku! Sabar, sabar..." ucap Kevin seraya mengelus dada berkali - kali. Mereka berdua kompak menertawakan hal konyol barusan.
* * *
Aiko berjalan tergesa - gesa menuju dimana keluarganya berada dengan sedikit umpatan yang belum hilang seratus persen dari bibirnya.
Di meja tersebut memang belum ada anak dari om Justin yang terlihat bergabung disana. Aiko kembali penasaran dengan siapakah calon suami yang sebenarnya, lalu kenapa mereka diam saja sewaktu Kevin datang? Pertanyaan itu membutuhkan jawaban. Ia harus mendapatkan jawaban itu saat ini juga.
Aiko menatap om Justin dan kedua orang tuanya silih berganti tepat setelah mendaratkan tubuhnya di kursi berhadapan dengan om Justin.
"Om, maksud Aiko, Ayah... Sebenarnya calon suami Aiko tuh siapa? Jangan bertele - tele deh..." Aiko mencebik bibir. Gadis itu kembali ke sifat aslinya tanpa sungkan atau berwajah sendu lagi seperti awal kedatangan mereka ke restoran ini.
Dan pertanyaan itu akhirnya terjawab sudah, bukan keluar dari mulut om Justin ataupun Mami dan Papi melainkan oleh tersangka utamanya yang membuat ide konyol tersebut.
"Nungguin aku ya...." ucap Randy santai.
"Randy!" pekik Aiko sampai melongo dan segera menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.
Randy tersenyum semanis mungkin. Gila! Kejutan apa ini? Tunggu dulu, Aiko baru teringat nama lengkap Om Justin yaitu Justin Excelio. Dan nama sang mantan pacar, Randy Excelio. Tanggal meninggalnya tante Aira juga tak asing, itu tanggal lahir Randy.
What??? Bener kata orang, dunia tak selebar daun kelor, ketemunya itu - itu aja...
"Kejutan apa ini, Mi? Pi? Ayah? Flo? Kyo?" tanya Aiko penuh selidik pada satu per satu anggota keluarganya.
Flo dan Kyo kompak mengibas - ibaskan tangan di depan dada masing - masing. Karena memang mereka tak mengetahui asal muasal kejutan ini dan tentu saja tak mau disalahkan oleh Aiko.
Tatapan dingin dan bisa saja mematikan kini tengah tertuju pada Randy yang masih saja menyunggingkan senyum di wajah tampannya. Aiko mendengus kesal mendekati Randy namun sedetik kemudian ia menghambur ke pelukan sang mantan kekasih eh maksudnya calon suami. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Randy, menahan malu sekaligus merasa lega.
__ADS_1
* * *