Jodoh Florence

Jodoh Florence
Pilih kiri atau kanan?


__ADS_3

Kyo cs mendengar suara teriakan minta tolong yang menggema di sekitar lorong sebelum aula. Mereka bertiga mengedarkan pandangan menyapu setiap sudut, sayup - sayup mereka mendengarkan percakapan sepasang manusia berlawanan jenis yang tengah adu mulut.


Kyo memberi kode pada kedua sahabatnya untuk bersembunyi di samping dinding namun tetap bisa melihat dengan jelas orang yang akan mereka intai. Saat tengah fokus mengamati, ponsel Randy berbunyi cukup nyaring hingga mereka ketahuan. Randy segera kabur dari lokasi.


Tian dan Kyo pura - pura tak tahu dan berjalan dengan santainya melewati lorong di depan Kevin dan Sasha. Kedua orang yang diintai adalah kedua orang tersebut. Kevin yang pernah menyatakan cinta pada Flo dan Sasha yang sampai saat ini masih suka Kyo.


"Kalian sejak kapan ada disitu? Pada nguping ya?" tanya Kevin yang menahan emosi, membuat Tian dan Kyo menghentikan langkahnya.


"Aduh, mohon maaf ya, nggak ada sejarahnya gue nguping, lebih tepatnya kita pasang telinga dengerin debat kalian berdua!" Tian dengan mode tengilnya berjalan santai mendekati Kevin.



Sama aja bahlul! Bukannya cari alasan lain kek! Ampun dah, kenapa gue punya stok temen kayak begini? Randy kemana sih, malah ngilang tuh bocah! Gerutu Kyo dalam hati seraya mengedarkan pandangan mencari keberadaan Randy.



"Tadi kalau gue nggak salah denger, kalian berdua mau hancurin hubungan Kyo sama Flo? Punya nyali juga kalian! Sadar nggak kalau ---....." Kyo dengan segera menutup mulut Tian yang pastinya akan membuka rahasia perihal rencana pernikahan dirinya.


"Mulut lo tuh ya, ngalahin ember bocor tahu nggak?" bisik Kyo di telinga Tian. Tian terkekeh dengan kelakuan dan omongannya sendiri.


"Hey, sebenarnya kita lewat sini juga nggak ada niatan nguping kalian berdua! Tadi ada teriakan minta tolong ya wajar dong sebagai manusia yang berjiwa sosial tinggi kayak gue bergerak buat nolongin! Eh ternyata, cuma perdebatan panas sepasang kekasih! Cabut yuk, Kyo!" ajak Tian pada Kyo.


"Tunggu! Kalian jangan salah paham!" cegah Kevin pada Kyo dan Tian yang hendak meninggalkan lorong.


"Salah paham juga nggak apa - apa, bro! Asal jangan aneh - aneh disini, karena ada penunggunya!" goda Tian seraya tersenyum remeh.


"Kak Kyo!" teriak Sasha yang sedari tadi diam. Kyo menoleh ke belakang.


"Ada apa?" tanya Kyo malas.


"Kak Kevin mau macam - macam sama aku, makanya aku teriak. Tolongin aku, Kak!" pinta Sasha, ia berlari dan meraih lengan Kyo namun segera ditepis oleh lelaki itu.


"Heh, anak kemarin sore! Jangan sembarangan kalau ngomong! Tadi gue mau ngajak lo keluar dari sini karena gue nggak mau ada orang mikir aneh-aneh tentang kita, enak banget lo fitnah gue!" elak Kevin tak terima.


"Nggak kak, dia bohong! Jangan percaya kak Kevin," pekik Sasha sembari menunjukkan jari telunjuknya ke arah kevin.


"Sasha! Mulut lo bisa dijaga nggak? Bukannya lo yang minta tolong ke gue buat rebut Flo dari Kyo! Sengaja cari alasan ini biar kelihatan baik di depan Kyo? Hah? Licik banget ternyata rencana lo!" emosi Kevin sudah di ubun - ubun.

__ADS_1


"Cukup!" Kyo menengahi kedua orang yang sedang berdebat tersebut.


Tian menatap dari jarak yang agak jauh dari ketiganya namun masih bisa mendengarkan dengan jelas.


"Sekarang gue minta jelasin yang sebenarnya, Vin!" seru Kyo, ia menahan emosinya karena masalah yang diperdebatkan disini adalah hubungannya dengan Flo.


"Kak, begini ----......" Sasha berusaha menjelaskan namun segera dicegah Tian.


"Diem lo, Sha! Yang Kyo suruh itu Kevin bukan lo!" seru Tian, ia pun ikut terbawa suasana yang sedikit mengesalkan baginya hingga nada suaranya sedikit meninggi.


"Sasha kayaknya obsesi ke elo, dia masih suka sama lo. Dan minta gue buat misahin lo sama Flo. Karena dia tahu gue pernah suka sama Flo. Tapi sebagai cowok, gue merasa punya harga diri dan nggak mau jadi perusak hubungan orang. So, itu penjelasan dari gue, kalau lo juga mau dengar penjelasan versi dia, up to you! Gue balik!" Kevin melangkahkan kaki meninggalkan lorong hingga saat ini tinggal Kyo, Tian dan Sasha.


Kyo masih diam setelah mendengarkan penjelasan dari Kevin. Bagaimanapun juga Kyo tahu sepak terjang Kevin yang memang dikenal sebagai playboy di sekolah. Tapi ia ingat kembali semua mantannya memang masih single bukan pacar orang yang direbutnya. Kyo meyakini ucapan Kevin kali ini. Tatapan dinginnya kini mengarah pada Sasha yang nampak takut padanya.


"Gue tanya sekarang sama lo, maksud lo apa dengan kejadian ini?" nada suara Kyo kian meninggi dan ketus pada Sasha.


"Aku, aku,...." ucap Sasha terbata - bata.


"Gue tanya sekali lagi, maksud lo apa?" Kyo mengulang pertanyaannya.


"Iya, yang dibilang kak Kevin nggak salah. Aku emang pengen kak Kyo putus sama kak Flo! Karena aku tahu kakak juga punya perasaan yang sama kayak aku!" ucap Sasha memberanikan diri.


"Mohon maaf sebelumnya nih, lo kalau ngomong kadang dipikir dulu nggak sih? Lo boleh punya rasa percaya diri, tapi kalau jatuhnya jadi ngehalu sendiri, mending mulai sekarang lo stop deh, dan asal lo tahu yang gue suka sampai detik ini cuma Flo. Nggak ada perempuan lain, cuma dia!" Kyo memperjelas ucapannya dengan menggunakan nama Flo.


"Apa kurangnya aku, Kak?"


"Kurangnya lo adalah lo nggak bersyukur, muka lo lumayan kok, di luar sana pasti ada orang yang bisa mencintai lo. Tapi lo maksa biar orang lain juga memiliki perasaan yang sama ke lo. Hati itu nggak bisa dipaksain, jadi jangan pernah lakuin ini lagi! Buka hati lo buat orang lain." Kyo berusaha memberi pengertian pada gadis yang menyukainya dengan kata - kata yang semoga saja mudah dicerna olehnya.


"Tapi waktu itu, kakak nolongin aku pas masa orientasi siswa baru. Kak Kyo inget nggak pas aku jatuh, kakak bantuin aku berdiri terus ngasih aku plester? Mungkin aku yang bodoh, plester luka dari kakak masih aku simpan sampai sekarang," ucap Sasha sendu, ia menundukkan kepalanya.


"What???" pekik Tian konyol. Seketika mendapat lirikan tajam yang menusuk dari Kyo. Tian terkekeh geli.


"Maksud lo ini?" Kyo membuka tas ranselnya dan menunjukkan sekotak kecil plester yang betah tinggal di dalamnya karena jarang ia pakai. "Kalau benda ini yang jadi penyebab lo berpikir gue punya rasa sama lo, mendingan lo buang jauh - jauh deh pikiran itu, karena gue pasti akan nolongin orang jatuh meskipun itu bukan lo! Ini stok plester dari nyokap gue. Jadi, jangan besar kepala dulu!" lanjut Kyo tegas.


"Ternyata seperti itu, tapi apa nggak ada sedikitpun aku di hati kakak?" tanya Sasha yang masih keukeuh dengan perasaannya.


"Sama sekali nggak, maaf ya!" jawab Kyo tegas.

__ADS_1


"Cinta itu rumit ya?" gumam Sasha lirih namun masih bisa di dengar Kyo.


"Cinta itu nggak rumit, yang buat rumit itu orangnya. Dan lo yang bikin hidup lo susah sendiri." Kyo menimpali dengan santai.


"Ehem, ehem!" Aiko muncul tiba - tiba bersama Flo cs dan tak lupa Randy di sampingnya.


"Yan, lo ngapain jadi obat nyamuk di sono?" ledek Randy seraya menahan tawa.


"Eh, kampret! Bukannya lo tadi langsung kabur, ninggalin kita berdua. Seenak jidat lo ngatain gue!" bantah Tian tak mau kalah.


"Sinetron baru apa lagi nih?" tanya Aiko serius, menatap dingin ke arah Sasha.


"Drama, Ai!" Aurel membenarkan ucapan Aiko.


Aiko terkekeh dan mengiyakan sambil manggut - manggut kemudian raut wajahnya kembali serius.


"Lo mau ngapain lagi? Kyo udah ada yang punya, kalau mau ngeganggu hubungan orang berarti lo harus siap - siap bermasalah sama gue!" ucap Aiko seraya melingkis lengan seragam yang ia pakai dan melemaskan jari - jari tangannya.


"Aiko!" seru Kyo namun tak diindahkan oleh Aiko.


"Lo lihat tangan gue. Pilih kiri atau kanan?" ujar Aiko seraya mengepalkan kedua tangannya di depan dada sambil berjalan mendekati Sasha yang nampak ketakutan.


* * *


Terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir di karya recehku...


Jangan lupa ritualnya ya gaess,


Like ( Asli biar author semangat)


Koment


Vote


Rate 5


Favorit

__ADS_1


❤️❤️❤️


Malam semuanya 😉😉😉


__ADS_2