Jodoh Florence

Jodoh Florence
Kokoronotomo


__ADS_3

Sepeninggal Aiko yang pergi ngedate dengan Randy. Kini tinggallah dua manusia berlawanan jenis yang saling berhadapan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mereka hanya terdiam saling menatap satu sama lain. Ada rasa canggung diantara keduanya. Tak ada yang mau memulai.


Kyo lelah harus diam seperti ini. Ia berdehem memecahkan kesunyian. Flo meliriknya sekilas lalu menunduk kembali. Kyo sempat menatap wajah gadisnya sesaat hingga muncullah ide dalam benaknya. Lelaki itu keluar meninggalkan ruang baca yang hanya diisi mereka berdua.


Kyo berjalan menuju kamarnya. Mengambil gitar kesayangan yang dimilikinya empat tahun terakhir ini. Gitar pemberian Papi saat usianya 13 tahun. Ia kembali ke ruang baca dan duduk di sofa panjang berhadapan langsung dengan gadis pujaan hatinya.


Kyo memetik gitarnya dan menatap sebentar Flo kemudian menyanyikan sebuah lagu yang membuat gadis itu terpana.


Kokoronotomo (Teman Hati)


Anata kara kurushi mi o ubaeta sono toki


(Saat itu mampu kulepaskan kesedihan dalam hatimu)


Watashi nimo ikite yuku, yuki nga wa ite kuru


(Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini)


Anata to de au made wa kodoku nasasurati bito


(Sebelum berjumpa denganmu, kesepian aku berkelana)


Sono te no nukumori o kanji sasete


(Biar kurasakan hangatnya jemarimu)


Ai wa itsumo rarabai


(Cinta senantiasa meninabobokan)


Tabi ni tsukareta toki


(Tatkala lelah dalam perjalanan)


Tada kokoro no tomo to watashi o yonde


(Ingatlah diriku sebagai teman hati)


Lagu yang dipopulerkan Mayumi Itsuwa pada tahun 1982 mengalun dengan indah dari suara merdu Kyo. Flo takjub dibuatnya. Ia tak menyangka Kyo akan menyanyikan lagu itu. Bukan lagu anak muda jaman sekarang.


PROKK PROKK


"Kyo, keren!" Flo bertepuk tangan seperti anak kecil yang senang mendapatkan sebuah permen. Ia tersenyum pada Kyo.


Kyo menyudahi nyanyiannya dan tersenyum membuat Flo Blushing seketika.


"Kamu tahu nggak kenapa aku nyanyi lagu ini?" Tanya Kyo yang langsung dijawab gelengan dari Flo. "Lagu ini kenangan waktu Mami sama Papi dulu pacaran, katanya lagu ini punya makna yang mendalam untuk mereka."


"Terus hubungannya sama aku apa?" Tanya Flo polos.


Kyo menghela nafas lalu tersenyum manis pada Flo.


"Kokoro itu artinya hati dan Tomo itu teman, kalau digabung secara ilmiah jadi teman hati atau belahan jiwa*. Aku harap kamu adalah belahan jiwa yang selama ini aku cari."


BLUSHING

__ADS_1


Seketika hati Flo luluh, ah manisnya gombalan Kyo hari ini.


"Coba aku cek kening kamu.." Flo berdiri dan menyentuh kening Kyo. Kyo mengernyitkan dahi keheranan.


"Ada apa?"


"Kamu nggak demam kok."


"Lah emang aku nggak demam!"


"Kok mulut kamu bisa manis banget kayak gitu? Abis makan madu berapa sendok sih? Kirain demam, soalnya biasanya suka ngigau nggak jelas."


"Aku nggak demam ataupun ngigau, Sayang. Yang aku omongin tadi bener - bener dengan kesadaran diri aku." Ucap Kyo sembari menggenggam tangan Flo.


"Boleh aku tanya sesuatu? Dari tadi di rumah, hati aku nggak tenang. Ditambah lagi tadi aku lihat foto kecilku di kamar kamu. Boleh kan?"


"Boleh lah. Apa sih yang nggak buat kamu?"


"Bener yang tadi kamu bilang? Kalau kamu suka sama aku sejak esde. Kok kamu diam aja sampai sekarang?"


"Kan sekarang kita udah pacaran!"


"Bukan gitu, kalau kemarin kita nggak dijodohkan, apa mungkin saat ini kita pacaran? Iya kan? Kayaknya semua ngalir gitu aja serba kebetulan. Kamu ngerasa gitu nggak sih?"


"Perasaan kamu aja kali!"


"Apa iya? Udah deh sekarang aku minta kamu jujur sama aku..."


Kyo membelai pipi Flo dengan punggung tangannya, menatapnya dalam.


Flo terkejut, matanya fokus memandangi lelaki yang sedang mengungkapkan isi hatinya tersebut. Ia bingung tapi juga bahagia.


"Berarti selama ini kamu mendam perasaan lama banget dong? Kamu juga diam aja pas tahu aku pacaran sama siapa gitu. Kamu nggak cemburu?"


"Aku kan masih memastikan perasaanku sendiri. Aku juga pura - pura jutek selama ini sama kamu, supaya kamu nggak tahu kalau aku cinta sama kamu. Dulu kan aku pernah tanya, kamu nya aja yang nggak mau mikir! Mau nggak mau sekarang aku jelasin kan?"


"Ya karena kamu ketahuan, kalau nggak mana mungkin ngaku?" Flo mencibir.


Kyo tertawa geli mendengarkan celoteh Flo. Memang benar sih yang dibilang Flo. Ia terkekeh sembari menatap kedua manik mata teduh Flo.



Wajah Flo menghangat ditatap seperti itu oleh Kyo. Hingga tercetuslah ide di pikirannya tiba - tiba. Flo mengingat ucapan Mama.


"Jalan yuk..." Ajak Flo ragu - ragu.


"Nggak salah nih? Ini ajakan kencan kah? Atau penebusan dosa karena selama ini nggak peka dengan perasaanku?" Goda Kyo, padahal dalam hatinya ia senang sekali.


"Yaaaa, anggap aja gitu. Ya udah aku pulang bentar, ganti baju. Nanti kamu tunggu di depan pintu gerbang aja. Dah..."


Kyo tersenyum mengangguk mengiyakan permintaan sang kekasih. Setelah Flo pergi, ia berjingkrak - jingkrak kesenangan seperti anak kecil.


'Ah, cinta.. Terkadang membuat orang dewasa menjadi seperti anak kecil, membuat orang tak lagi mengingat usia karena membuat semua orang lupa, dan cinta bisa mengubah dunia, dari yang hanya ada kata aku menjadi kamu dan kita... YES! YES!'


"Kyo, sehat?" Teguran Mami membuat Kyo berhenti melonjak kegirangan. Ia malu ditegur ibunya seperti itu. Sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal, ia tersenyum kecut.

__ADS_1


"Eh, Mami..."


***


Flo dan Kyo kini berada di Taman Riang Gembira. Banyak wahana yang ditawarkan. Ada Roller Coaster, komedi putar, Bianglala dan masih banyak lagi.


"Flo, kamu mau naik itu nggak?" Kyo menunjuk Roller Coaster di hadapannya dengan mode tengil, dalam hati sebenarnya ia takut tapi pura - pura berani supaya terlihat keren di mata Flo.


"Mau. Ayo..." Flo menjawab pasti namun melihat gelagat Kyo, ia urungkan kembali keinginannya. Flo mengingat ucapan Aiko dulu yang memberitahunya bahwa Kyo pernah ketakutan sampai muntah karena menaiki wahana itu. "Nggak usah, yang lain aja!"


"Beneran nih?" Tanya Kyo dengan songongnya.


"Emang berani?" Tantang Flo menahan tawa.


"Berani lah, Kyo gitu!"


"Hahahaha, Kyo kamu lucu deh. Nggak usah berlagak jagoan di depan aku. Nanti kalau kamu kenapa - napa, aku yang khawatir. Kita cari yang lain aja. Aku malah pengen permen kapas sama es krim."


"Kok beli yang manis semua?"


"Lah, emang kenapa?"


"Lihat kamu aja udah manis. Aku nggak perlu yang lain lagi." Gombalan receh Kyo dimulai lagi.


"Emang kenyang lihat aku? Hehehe." Flo terkekeh.


"Kamu juga mintanya yang begituan, nggak bakal kenyang juga meskipun beli sama gerobaknya." Ledek Kyo.


" Nah, mulai lagi kan. Huft..." Flo cemberut sembari mendekap kedua tangannya di dada. Kyo tertawa, kemudian mengecup pipi Flo, mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Cantik."


"Emang!"


Kyo menggandeng Flo memasuki zona samping area Food Court. Ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk berswafoto. Tempatnya instagramable.


"Sini aku fotoin..." Pinta Kyo.



"Fotoin yang bagus yaa..." Flo segera bergaya, Kyo terkekeh untuk kesekian kalinya.



"Ganti gaya lagi coba!" Kyo menyuruh Flo mengubah gaya dan ekspresinya.



"Cantik banget, anaknya siapa sih? Kok pinter banget ambil hati aku?" Goda Kyo membuat rona wajah Flo memerah kembali.


"Bisa ae..." Jawab Flo singkat menahan malu.


***


Terimakasih yang sudah membaca karyaku...

__ADS_1


Jangan lupakan like, koment dan bagi bagi poin 🤩🤩🤩🙏🙏🙏


__ADS_2