Jodoh Florence

Jodoh Florence
Hareudang Hareudang


__ADS_3

Area khusus 🔞


Mohon bijaklah dalam membaca...


Selamat siang happy readers, jangan lupa tinggalkan like, komen dan rate 5 yaa, 🙏🙏🤗🤗🤗🤗


_______________________________________


Kyo menggandeng tangan istrinya dengan posesif menuju kamar mereka berdua. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari Flo dengan alasan masih ada Gerald di rumah mereka, tak serta merta menyurutkan niatan Kyo yang sudah di ubun - ubun.


Ternyata benar yang di katakan banyak orang, kalau udah sah mau ngapain aja hayuk, sikat lah!


Tak mau membuang waktu terlalu lama atau mengulur waktu. Kyo merebahkan tubuh Flo perlahan di atas tempat tidur. Dengan leluasa lelaki itu menghujani wajah, puncak kepala sampai ceruk leher istrinya dengan ciuman hingga membuat Flo mendesah tak mampu lagi menahan geli dan nikmat yang bercampur menjadi satu.


Kini pemegang kendali sepenuhnya di pihak Kyo. Ia mengawali dengan ciuman panas, ia membenamkan bibirnya pada belahan bibir Flo yang selalu membuatnya ketagihan. Ingin lagi dan lagi.


Kini ciuman itu semakin memanas, begitu pula dengan tangan Kyo yang mulai bergerilya mencari sesuatu di balik mini dress rumahan Flo. Desiran hangat membuat Flo semakin menginginkan lebih, yang pada awalnya ia tolak saat ini justru ia lah yang tak kuasa untuk segera dituntaskan hasratnya.


Tampaknya Kyo sengaja mengulur waktu dan menggoda istrinya. Ia melakukan itu agar istrinya yang berinisiatif untuk tindakan selanjutnya. Tindakan apa?


Flo kini tahu bahwa prianya menginginkan ia untuk ambil alih posisi. Layaknya pemain bintang film dewasa, Flo kini menduduki tubuh Kyo. Saat ini ia lah pemegang kendali yang bersiap mendominasi permainan, dan memang inilah yang diinginkan Kyo.


Tanpa mereka sadari entah sejak kapan keduanya sudah tak mengenakan sehelai benang pun. Nampaknya tangan Kyo memang sangat handal untuk urusan lepas melepas.


"Ayo, Yang. Jangan kelamaan, mulai aja, nggak usah malu..." ucap Kyo saat melihat wajah Flo yang berada di atasnya.


Flo mengangguk pelan, dan mulai bermain di atas tubuh Kyo yang pasrah di bawahnya. Kyo asyik dengan benda kenyal yang menggantung disana dan sesekali ia menyesapnya.


Hingga saat senjata Kyo sudah mulai menantang, Flo perlahan membantu milik suaminya memasuki inti tubuhnya. Pelan namun pasti, gencatan senjata Kyo melesak ke dalam titik surgawi sang istri.


Hujan di sore itu menjadi saksi kisah panas keduanya di dalam kamar. Suasana seolah mendukung, dinginnya angin di luar sana tak mengganggu aktivitas panas Kyo dan Flo yang saat ini mengeluarkan peluh dan nikmat yang bercampur menjadi satu.


Tetap dalam penyatuan tubuh, bibir mereka seolah tak mau tinggal diam. Mereka berdua saling berpagutan, memainkan lidah, bertukar saliva yang terasa manis dan candu, dan menyesap satu sama lain.


Desahan keluar dari keduanya menambah daftar panjang aktivitas panas yang tercipta sore itu.

__ADS_1


* * *


Berbeda dengan pasangan muda di kamar mereka, Gerald yang baru saja menyelesaikan makan sore di meja makan sendirian kini merasa bosan.


Sudah satu jam ia menunggu Kyo yang tadinya ingin ia ajak ngobrol atau bermain catur. Gerald menyibak gorden di ruang tamu, tampak hujan deras masih betah mengguyur bumi. Awalnya ia ingin segera pulang, namun mengingat kembali kedatangannya ke rumah Flo hanya mengendarai motor sportnya, ia lebih memilih menunggu hujan reda. Ia tak mau masuk angin karena terkena air hujan di perjalanan pulang. Menunggu adalah pilihan tepat untuk saat ini.


Lelaki itu sibuk memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhan. Tak juga terlihat tanda - tanda Kyo keluar dari kamar.


Gerald memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, menaiki anak tangga perlahan. Ia khawatir ditinggal tidur oleh Kyo. Padahal adik iparnya sendiri yang mengatakan akan menemaninya.


Sayup - sayup terdengar erangan dan desahan yang tak tertahankan keluar dari bibir sepasang suami istri yang tenggelam dalam muara kenikmatan. Gerald yang mendengarnya refleks memastikan atau lebih tepatnya menajamkan fungsi indera pendengarannya.


Astaghfirullah, hareudang hareudang.. Dingin - dingin gini emang enaknya yang anget - anget! Udahlah daripada gue panas dingin disini mending bikin teh anget dah! Udah sejam apa nggak gempor tuh adek gue? Kyo.. Kyo, enak bener hidup elo. Apalah daya nasib jones kayak gue? Panas kuping gue denger beginian ... Batin Gerald kemudian melangkahkan kaki menuruni anak tangga dengan cepat takut ketahuan Flo dan Kyo.


* * *


Niat hati ingin mengambil segelas air putih di atas meja makan, ekor mata Gerald mendapati pasangan paruh baya tengah bermesraan di dapur. Sebenarnya bukan niat ingin pamer kemesraan, pak Sami hanya ingin membantu bi Imas memasak, namun pemandangan itu membuat hati Gerald kalang kabut.


Ditambah lagi, lagu yang terdengar dari radio kecil milik bi Imas membuat Gerald semakin kebingungan mencerna maksud dari alunan lagu tersebut.


Hareudang, hareudang, hareudang


Syelalu, syelalu, syelalu fanas dan hareudang


Lagu Nestapa dari Pasukan Perang mengalun dengan santai menambah ramai suasana dapur, tanpa sadar bi Imas dan pak Sami berjoged karenanya. Gerald yang menatap pemandangan itu hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.


Yang muda yang bercinta, yang tua sama aja, nggak mau kalah, pada sengaja ngeledekin gue kali ya? Astaga... Ya Tuhan, berikan daku wanita yang ku cintai saat ini juga, daku iri ya Tuhan... Doa Gerald penuh memelas berharap Tuhan mengabulkan permintaannya sekarang juga.


* * *


Keesokan harinya, cahaya matahari menyelinap masuk ke dalam kamar Flo secara terang - terangan, karena dari semalam gorden belum ditutup.


Aktivitas panas keduanya berlangsung lama dan mereka tertidur hingga pagi hari. Flo mengerjapkan kedua matanya menatap jelas sang suami yang masih memeluk tubuhnya. Ia menyingkirkan tangan Kyo secara perlahan takut mengganggu tidur lelaki itu.


Flo merenggangkan kedua tangannya, membiarkan otot - otot bekerja kembali setelah pergulatan panjangnya semalam. Ia menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Suara shower kamar mandi pagi itu membuat Kyo sadar bahwa istrinya telah terbangun dan nampaknya Flo sedang mandi. Timbul niat jahilnya, ia ikut menyusul Flo ke dalam kamar mandi.


Dan teriakan dari kamar mandi sudah menjadi jawaban mutlak apa yang dimaksud dengan niat jahil Kyo.


"Aaahhhh, kamu mau ngapain lagi?" teriak Flo dari dalam.


"Mau mandi dong, sambil mijitin kamu!"


"Lagi?"


Dan hanya mereka berdua yang tahu kelanjutannya.


* * *


Usai menuntaskan mandi pagi, sepasang suami istri muda itu turun dari kamar menuju meja makan.


Kyo menarik kursi untuk diduduki istrinya. Bi Imas terlihat sedang menata hidangan untuk sarapan pagi ini. Begitu melihat nyonya mudanya, bi Imas segera memberitahukan sesuatu padanya.


"Non, itu den Gerald tidur di ruang tamu. Kayaknya semalam ketiduran, mau bibi suruh tidur di lantai atas nggak mau, katanya mau pulang, ternyata malah tidur disana," jelas bi Imas. Flo mengangguk dan tersenyum. Ia segera mendekati abangnya disusul Kyo mengekor di belakangnya.


"Bang, bangun! Bangun!" teriak Flo di dekat telinga abangnya dengan kencang. Sengaja membuat berisik agar sang abang bangun.


Tak ada pergerakan dari Gerald, ia masih terlelap dalam buaian mimpi indahnya.


Kyo akhirnya ikut membantu Flo dengan meneriaki Gerald agar bangun. Namun sama saja, masih belum juga bangun. Bergerak pun tidak untuk memberikan tanda - tanda kehidupan.


"Abang mati apa ya?" celetuk Kyo asal dan seketika mendapat lirikan tajam dari istrinya.


Flo berpikir dan berpikir hingga ia mendapat ide. Ia mendekati tubuh abangnya dan...


"Bang, bangun, ada kak Ayu disini. Kak Ayu! Kak Ayu!" teriak Flo namun tak sekencang tadi.


"Ayu? Ayu? Mana dia? Mana dia?" tanya Gerald gelagapan saat membuka matanya.


Flo dan Kyo saling melirik dan kemudian tertawa terbahak - bahak melihat ekspresi Gerald.

__ADS_1


"Di mimpimu, Bang!" Kyo dengan santai memberi harapan semu pada Gerald.


* * *


__ADS_2