Jodoh Florence

Jodoh Florence
Perjanjian Konyol


__ADS_3

Flo mengedarkan pandangan ke area taman, takut ada yang mendengarkan percakapan mereka. Setelah merasa aman, Flo mulai buka suara.


"Gimana kalau kita buat perjanjian? Yang isinya kita pura - pura pacaran selama ehm.. Tiga bulan!"


"Perjanjian? Pura - pura? Tiga bulan?" tanya Kyo memberondong. Flo mengangguk pasti sembari tersenyum.


"Maksud gue begini, kita pura - pura pacaran di depan nyokap bokap selama tiga bulan supaya kita tahu, sebenarnya kita berdua cocok atau nggak. Kalau nggak cocok, kita harus ngomong sama mereka supaya ngebatalin perjodohan kita."


"Nah, kalau cocok?"


"Tunggu dulu, gue mau ngomong. Bukannya waktu itu pas kita di kantin main TOD (Truth Or Dear) lo bilang ada cewek yang lo sayang kan? Apa lo pengen kehilangan dia? Nggak perjuangin dia gitu?" Flo mencoba mempengaruhi pikiran Kyo.


"Lo ngelantur apaan sih?" Kyo memicingkan matanya, heran.


"Kok ngelantur? Gue kan ingetin omongan lo waktu itu. Ah, berasa jadi kambing congek gue." Flo mendengus kesal.


"Muka lo nggak usah kayak gitu, horor tahu?"


"Cantik - cantik gini kok dibilang horor!" sahut Flo tak terima sembari mengamati penampilannya sendiri.


"Lo sengaja dandan buat ketemu calon suami ya?"


"Nggak! Ngapain? Kan gue juga nggak tahu ternyata calon suami yang dimaksud Mama tuh elo." Elak Flo. Kyo tertawa mengejek.


"Lah itu pakek mini dress sexy kayak gitu! Mana nggak ada lengannya, nggak takut masuk angin? Coba apa namanya kalau bukan lo sengaja dandan? Pas tahu ternyata calonnya tuh gue, lo seneng kan? Jadi nggak sia - sia dandannya. Hahaha..."


"Deuh, mulut lo! Sehari nggak ngeledekin gue kayaknya hidup lo nggak sempurna ya?"


"Iya, itu lo tahu. Udah sekarang balik lagi ke yang tadi kita obrolin. Kalau kita cocok gimana?"


"Cocok? Gue belum kepikiran kalau ini yang bakalan terjadi!"


"Kan emang ada dua kemungkinan, cocok atau nggak."


"Kalau cocok... Ehm.... Ya udahlah, jalani aja dulu. Nanti juga pasti ketemu jawabannya. Setuju kan dengan perjanjian kita?"


"Perjanjian konyol? Lo ya, bukan kita. Gue mau interupsi harus ada yang diubah."


"Kok konyol sih? Ini tuh ide brilliant! Apa yang harus diubah?"


"Gue nggak mau pura - pura, kayak lagi main dokter - dokteran aja."


"Jadi lo maunya seriusan?" Flo bingung sendiri.

__ADS_1


"Tadi kan lo bilang, biar kita berdua bisa tahu cocok atau nggaknya. Kalau pura - pura buat apa? Dan yang gue tahu, lo paling nggak suka dibohongin kan? Apa bedanya pura - pura sama bohong? Bukankah pada akhirnya kalau ketahuan bakal nyakitin semua orang?"


"Oke kalau gitu maksud lo. Kita beneran pacaran selama tiga bulan. Lepas waktu itu, kita bakal tahu bakal dibawa kemana hubungan ini!" Flo menghela nafas berat seolah ada beban di tarikan nafasnya.


"Nggak usah dibawa stres pacaran sama gue! Ngalir aja, entar lama - lama juga lo bakal jatuh cinta sama gue! Hahaha." Goda Kyo sembari memasukkan salah satu tangannya ke saku celana dan satu lagi berkacak pinggang.


"Pede banget lo!" Flo melenggang meninggalkan Kyo yang masih nyaman di posisinya.


"Flo!" Panggil Kyo. Flo menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya.



Sedetik, dua detik, tiga detik...


Mereka beradu pandang, Kyo terpesona melihat Flo malam ini. Gadis itu terlihat berbeda dengan rambut lurus terurai serta diberi jepit pemanis di atas daun telinganya. 'Cantik.'


"Apalagi?" tanya Flo.


"Tungguin dong, masa baru jadian langsung ditinggal! Oh iya, perjanjian kita nggak tertulis nih? Kayak di film - film, perjanjian hitam diatas putih?" tanya Kyo saat bisa menyamai langkahnya dengan Flo.


"Nggak usah. Gue males ngetik, ngeprint, nyari materai, tanda tangan. Toh yang tahu cuma kita berdua. TITIK!" Flo benar - benar bete, Kyo terkekeh.


"Yakin?" Kyo memastikan.


"Jangan lupa..."


"Apalagi Kyo? Gue..."


"Nggak ada gue elo, tapi aku, kamu dan kita. Hehehe. Ok, Sayang?" Kyo tertawa puas, Flo mencebik bibir.


"Cih, bahagia banget lo..." Flo hendak meninggalkan Kyo, namun tak mau ditinggalkan lagi, Kyo segera merangkul Flo dan kembali ke Table mereka.


***


"Wah, udah romantis aja nih!" Ledek Aiko pada pasangan yang baru resmi jadian beberapa menit itu.


"Duduk dulu, Flo!" Pinta Kyo sambil menarik kursi di samping Gerald untuk Flo duduk. Aiko melongo.


"Mohon maaf nih, yang barusan Kyo apa bukan?" tanya Aiko sembari mengerjapkan kedua mata, menguceknya pelan, takut ia sedang berhalusinasi. Kyo duduk di samping saudari kembarnya.


"Ya iya lah, lo pikir Lee min Ho?" Jawab Kyo asal. Aiko mendengus kesal, pasalnya Kyo membawa - bawa nama aktor pujaan hatinya.


"Ya sudah, Jeng Cilla, kita teruskan obrolan kita. Mumpung para bapak dan anak - anak nampaknya nggak keberatan dengan rencana kita." Tante Conchita membuka percakapan, dibalas anggukan dari suaminya dan kedua anaknya.

__ADS_1


Mama melihat Flo dengan tatapan hangat. Ia tak mau membuat putri kecilnya merasa tertekan dengan rencana perjodohan yang ia sepakati bersama Conchita, sahabat lamanya.


"Mami, sebelumnya Kyo mau ngomong sebentar. Untuk saat ini biar Kyo dan Flo jalani dulu hubungan kami tanpa paksaan dari siapapun. Biar alami dan nyaman buat kami berdua. Semoga Mami dan Tante Cilla bisa memahaminya." Kyo mengatakan apa yang harus dikatakan agar adil untuk Flo dan dirinya.


"Baiklah kalau itu memang keinginan kalian berdua, kami ikuti saja. Tapi perlu diingat, kami tetap berharap kalian nantinya akan menikah dan menjadi pasangan suami istri." Ucap Mama penuh harap. Tante Conchita mengangguk mantap karena sudah dijawab oleh Cilla.


"Iya, Mah, Tante..." Jawab Flo dan Kyo kompak.


"Sebentar ya, agak melenceng dari urusan perjodohan nih. Ada yang ganjal di pikiran Mama. Sebenarnya apa yang membuat kamu nggak terima dengan perjodohan Flo dan Kyo, Rald?" tanya Mama yang langsung membuat Gerald terkejut.


"Masih ingat aja nih, Mama?" Sahut Gerald malas.


"Belum ada 24 jam, Rald! Kamu berharap Mama pikun muda?"


"Nggaklah Mah. Sebenarnya bukan karena nggak terima, tapi kaget aja. Apalagi mereka berdua udah kayak Tom and Jerry. Kalau ketemu pasti ada aja ceritanya. Selama ini kan Gerald anggap Kyo udah kayak adek sendiri..." Ucapan Gerald terpotong.


"Maka dari itu, daripada cuma dianggap adek kan mendingan jadi adek beneran! Adek ipar..." Sela Mama membuat pipi Flo merona dengan sendirinya. Kyo melihat jelas semburat merah di wajah kekasihnya dan membuat ia tersenyum.


"Iya deh, iya. Mama seneng kan?" tanya Gerald setelah pasrah dengan ucapan ibunya.


"Seneng dong. Bentar - bentar ini kok kedengarannya kayak kamu lagi patah hati ya? Jangan sedih dong, Rald. Adekmu baru Mama jodohin belum dipisahin dari kamu. Kamu masih bisa ngelihat Flo tiap hari." Ledek Mama pada Gerald, putranya mengerucutkan bibirnya.


"Patah hati apaan? Gerald juga seneng, Mah. Hahaha." Gerald tertawa, entah bagian kata Mama yang mana, membuatnya tertawa seperti itu.


Flo melihat perubahan sikap dan mimik wajah abang satu - satunya itu. Tawa yang Gerald perlihatkan aneh bagi dirinya. Ada rasa sedih, kecewa dan sakit yang terdengar. Itu hanya pikiran Flo saja. Papa dan Om Yuta malah asyik mengobrol sendiri. Kedua Wanita yang bergelar Mama dan Mami ketawa - tiwi tak jelas. Flo mendesah pelan.


"Tunggu, apa kamu Mama jodohin juga, Rald?" tanya Mama kemudian. Membuat Gerald menghentikan jemari yang sedang asyik memainkan game di ponselnya sedari tadi.


"Gerald masih bisa cari pasangan sendiri, Mah. Jangan sampai deh pakai acara dijodoh - jodohin segala!" Sahut Gerald asal.


"Awas ya kamu, Rald. Sampai besok minta dijodohin, kamu harus bertekuk lutut di hadapan Mama ya!" Ancam Mama. Gerald tergelak, ia tertawa kencang. Miris mendengar ancaman sang ibu.


"Loh, kan abang udah punya mbak Yola, Mah." Jelas Flo membela Gerald.


"Dek, jangan bahas itu ya. Kita disini kan lagi bahas kalian bukan abang. Ok." Gerald menepuk bahu adiknya seraya tersenyum. Senyum penuh misteri yang hanya ia dan Tuhan yang tahu.


Malam itu terasa panjang, seolah waktu tak mau berjalan dengan cepat. Pembicaraan yang tak berujung. Hari itulah awal mula kehidupan kisah cinta Flo dan Kyo.


***


Yang sudah nengokin cerita babang Kyo dan eneng Flo, jangan lupa untuk like, komen dan bantu vote cerita ini yaa...


Kalau suka jadikan favorit...

__ADS_1


Hatur nuhun 👌👌🙏🙏🤗🤗


__ADS_2