Jodoh Florence

Jodoh Florence
Permintaan Aneh


__ADS_3

Flo mondar mandir di dalam kamarnya. Pikirannya tak tenang. Gundah gulana lebih tepatnya. Ia menatap ponsel yang tergeletak di tempat tidur. Rasanya ingin menghubungi seseorang di seberang sana yang ia ketahui sedang berlatih untuk pertandingan basket dua minggu lagi. Namun segera ia urungkan niatnya.


Flo bergegas keluar rumah namun sebelumnya ia tak lupa menyambar ponselnya untuk dibawa. Ia menuruni anak tangga dengan hati was - was. Kinerja jantungnya belum sepenuhnya stabil semenjak beberapa menit yang lalu bertemu Keanu.


Benar kata pepatah, dunia tak selebar daun kelor. Dari ratusan juta manusia, lagi - lagi ia bertemu dengan seseorang yang berhasil membuatnya canggung.


"Mau kemana, Dek?" Tanya Gerald yang baru saja keluar dari kamarnya, dan di belakangnya ada Keanu. Mereka berdua menatap Flo dengan antusias.


"Biasa.." Jawab Flo singkat, ia segera melangkahkan kakinya keluar.


Baru sampai di teras, seseorang mencekal pergelangan tangannya. Seketika Flo menoleh. Keanu tersenyum padanya.


"Ada apa ya, Kak?" Tanya Flo pada Keanu seraya melepaskan tangannya dari genggaman Keanu.


"Aku mau ngomong sebentar, tolong kasih aku waktu. Bisa kan?" Keanu memohon.


"Maaf kak, sepertinya kita udah nggak ada urusan. Permisi, kak..." Belum selangkah beranjak dari posisinya, teguran Gerald mengagetkan Flo dan Keanu.


"Wah, ada apa nih? Bro, lo mau deketin adek gue?" Tanya Gerald penasaran.


"Boleh nggak gue jadi adek ipar lo?" Tanya Keanu sengaja memancing perhatian dari Flo.


"Bang, gue ke tempat Aiko dulu. Permisi, Kak." Pamit Flo pada abang dan Keanu bergantian, ia malas mendengar basa - basi yang nggak penting untuk dirinya.


Belum dijawab mereka berdua, Flo sudah melangkahkan kakinya dengan cepat. Gadis itu berusaha sebisa mungkin menghindari Keanu.


"Tapi, adek gue udah....." Gerald mencoba menjelaskan hubungan Flo, namun segera diserobot Keanu.


"Nggak ada istilah tapi - tapian di kamus gue. Udah ah, yuk, jadi nongkrong sama anak - anak kan? Pakai mobil gue aja, nanti pulangnya gue antar." Tawar Keanu sambil tersenyum.


"Nanti lo bolak - balik, repot. Dah, gue naik motor aja." Gerald agak keberatan, mencoba menolak secara halus tawaran Keanu.


"Ya elah, udah lama kita nggak bareng. Santai aja Bro, gue nggak merasa direpotkan kok." Segera Keanu merangkul pundak sahabatnya dan masuk ke dalam mobil yang terparkir di luar.


***


"Apa???" Pekik Aiko setelah mendengar curahan hati Flo mengenai Keanu.


"Jangan bikin kaget gue dong!" Seru Flo sembari menutup kedua telinganya.

__ADS_1


"Hehehe. Sorry, sorry, refleks!, " Jawab Aiko sambil terkekeh pelan lalu menepuk bahu Flo. "Resiko orang cantik disukai banyak lelaki." Lanjut Aiko menggoda Flo.


"Apa sih, rese lo! Gue cuma nggak habis pikir bisa ketemu dia lagi. Kalau gue lagi mimpi, tolong bangunin gue dong. Nggak sanggup gue, begini amat cerita hidup gue." Keluh Flo, menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskan dengan berat.


"Ya udah, sini gue cubit. Mimpi apa nggak!"


Aiko mencubit lengan Flo beberapa kali.


"Aw, aw, sakit! Udah, udah, gue nggak mimpi berarti. Udah dong, kok keterusan sih? Sahabat macam apa lo? Kekerasan ini namanya. Gue laporin ya atas dugaan KDRT." Ancaman Flo tak membuat Aiko menghentikan cubitannya.


Aiko tampaknya sangat menikmati mengerjai sahabat kecilnya ini, karena cubitan itu berubah menjadi gelitik yang pastinya membuat Flo geli. Aiko tertawa puas lalu berhenti, menatap wajah Flo yang merah padam seperti kepiting rebus.


"Dijalani aja, nanti juga lo bakal tahu, kenapa Tuhan mempertemukan kalian berdua lagi." Ucap Aiko serius, menatap lurus kedua mata Flo.


"Gue takut..."


"Takut?"


"Iya."


"Kenapa harus takut? Apa jangan - jangan dia tambah ganteng ya? Terus lo takut bakal kegoda sama dia? Iya kan? Hayo ngaku aja!" Goda Aiko untuk kesekian kali.


"Deuh, manis amat itu mulut. Penasaran gue kayak gimana itu kak Keanu sekarang. Secara dulu aja udah ganteng, apalagi sekarang, bener nggak?"


"Aiko sayang, itu otak lo dibenerin dulu. Biar bisa mikir, nggak ngomong sembrono kayak gitu. Bukan masalah dia tambah ganteng, tajir atau apalah


itu. Tapi dia kan mantan pertama gue. Wajar dong kalau gue ngerasa gimana gitu..."


"Wah berarti bener yang diomongin nyokap lo, kalau lo belum bisa move on. Hahaha."


"Bukan itu, tapi karena dia meninggalkan jejak di hati gue. Dia pergi tiba - tiba, terus sekarang muncul lagi. Maksudnya apa coba? Tadi dia juga mau ngomong sama gue, makanya gue langsung kabur. Gue nggak mau dengerin penjelasan dari dia. Dia hanya seseorang dari masalalu."


"Yakin?"


"Kok lo nggak percaya sama gue sih?" Flo sewot mulai manyun.


"Percaya sama lo, namanya gue musyrik!" Aiko menimpali ucapan Flo. Kedua mata mereka bertemu pandang dan sekejab tergelak bersama.


***

__ADS_1



"Kamu kok disini, Sayang? Sengaja nungguin aku pulang ya?" Tanya Kyo pada Flo yang duduk di depan teras rumah bersama Aiko. Kyo memasukkan motor ke dalam garasi, kemudian menemui sang kekasih.


"Kok pulangnya jam segini? Sekalian aja nggak pulang!" Aiko yang buka suara, Flo hanya diam mengamati wajah Kyo yang kelelahan.


"Namanya juga latihan, pasti lama. Seru banget jadi nggak ingat waktu." Jawab Kyo enteng pada Aiko, namun pandangannya beralih pada Flo yang hanya diam membuatnya heran.


"Ya udah gue masuk dulu, nggak mau gue jadi obat nyamuk. Kyo, tuh ditungguin bini lo dari tadi. Hehehe." Aiko beranjak dari sofa lalu masuk ke dalam rumah.


Kyo mengeluarkan sebotol air mineral dari dalam tas ranselnya. Meneguknya dengan cepat, melepaskan dahaga yang mengganggunya. Sekilas memperhatikan Flo yang masih diam. Ia mendaratkan pantatnya bersebelahan dengan Flo.


"Ada apa kok mukanya ditekuk gitu?" Tanya Kyo sembari menggenggam tangan Flo.


"Aku pengen es krim.." Entahlah apa yang dipikirkan Flo hingga keluarlah jawaban ini dari bibirnya.


"Hah?" Kyo agak terkejut dengan permintaan aneh Flo.


"Iya, es krim. Kayaknya enak malam - malam makan itu. Tapi kamu kelihatannya capek banget, jadi nggak usah ajalah. Lain kali juga bisa. Aku balik dulu ya. Kamu istirahat aja." Flo sudah mau beranjak dari sofa, namun tangan Kyo mencegah gadis itu pergi.


"Kamu kenapa sih? Kok jadi aneh gini?" Kyo mulai menyadari ada yang tidak beres dengan Flo. Ia mengernyitkan dahi lalu menggandeng tangan Flo. Kyo berjalan sambil menautkan jemarinya dengan jemari Flo erat.


"Kita mau kemana?" Tanya Flo saat keduanya sudah berada di depan pintu gerbang rumah Kyo.


"Nyari es krim!" Jawab Kyo singkat.


"Jam segini mana ada yang jual?" Flo heran, ia melirik jam tangan yang dipakai Kyo sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Tadi aku lihat, depan kompleks perumahan kita ada kedai es krim baru yang lagi grand opening. Kita kesana aja, jalan kaki berdua, sekalian ngobrol disana." Ajak Kyo pada Flo, tak ada bantahan dari gadis itu berarti tandanya setuju menurut Kyo. Kyo menggenggam erat jemari Flo, seolah takut perempuannya akan diambil orang.


Akankah ketakutan itu terjadi?


***


Tinggalkan jejak kalian yaa, yang sudah membaca karya penulis amatir ini,


Dengan like, koment, dan monggo yang mau vote, terimakasih loh πŸ€—πŸ€—β˜ΊοΈβ˜ΊοΈ


Jadikan favorit yaa, biar tahu update terbarunya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2