
"Sejak kapan kamu berdiri disana, Aiko?" tanya Mami seraya menyeka air mata yang masih membasahi pipinya.
"Sepuluh menit yang lalu, Mi. Aiko menerima perjodohan ini, Mi. Temukan Aiko sama anak Om Justin secepatnya...."
"Apa?" seru Papi dan Mami bersamaan. Ada tanda tanya besar meliputi pikiran sepasang suami istri itu.
Papi dan Mami beranjak dari tempat duduknya dan mendekati putrinya yang baru saja membuat mereka berdua terkesiap.
"Kamu bilang apa, Aiko?" tanya Mami memantapkan lagi fungsi pendengarannya, bahwa yang baru saja ia dengar nyata adanya. Bukan suatu ilusi.
"Bukankah ini jawaban yang Papi dan Mami tunggu keluar dari mulut Aiko?" jawab Aiko memberanikan diri.
"Sebenarnya Mami seneng denger ini tapi Mami juga sedih ngelihat anak Mami jadi tertekan seperti ini. Kalau kamu terpaksa, Mami jadi semakin bersalah. Maafin Mami yang terus memaksa kamu untuk memenuhi permintaan terakhir tante Aira, Ai..." ucap Mami lirih.
Mami membelai rambut Aiko dengan penuh kasih. Aiko tak mau membuat ibunya merasa sedih seperti ini karena dirinya. Dengan tegas Aiko memberikan keputusan final bahwa ia tak ragu ataupun terpaksa untuk memenuhi permintaan terakhir sahabat ibunya yaitu tante Aira.
"Aiko nggak terpaksa, Mi. Aiko mau dijodohin sama anaknya tante Aira. Dia ganteng kan, Mi? Hehehe," tanya Aiko sembari menyelipkan sedikit guyonan pada Mami dan menunjukkan bahwa ia baik - baik saja dan melakukannya tanpa tekanan dari siapapun.
Bahagia? Orang tua mana yang tak ingin anaknya bahagia? Benar kan? Maafin gue, Randy. Gue harus ambil pilihan ini....
"Sepertinya ganteng, bapaknya ganteng ibunya cantik. Perpaduan yang bagus, pasti hasilnya berkualitas." ucap Mami yakin.
"Aiko jadi curiga, sebenarnya Aiko mau dinikahin sama orang apa barang online sih? Pakai berkualitas segala?"
"Ah kamu, Aiko. Mami kan cuma bercanda. Tapi untuk ini Mami beneran yakin pasti anaknya om Justin ganteng..."
"Oh gitu, Mi. Jadi menurut Mami, Papi kalah ganteng sama anaknya Justin?" tanya Papi sedikit baper dan sensi.
"Astaga Papi, kayak anak baru gede aja. Cemburu kok sama anak dibawah umur, inget ya Papi tuh udah tua jadi nggak usah cemburu sama berondong. Lagian itu juga calon suami anak kamu bukan buat Mami." keluh Mami jengah menghadapi suaminya yang posesif.
__ADS_1
"Udah, mi. Bobok sama Aiko aja yuk, biarin Papi tidur sendiri," ajak Aiko pada ibunya dan segera menarik tangan Mami meninggalkan Papi sendiri.
"Eh kamu, mau jadi anak durhaka ya, mau memisahkan Mami dan Papi. Dosa loh.." ancam Papi sembari mengerucutkan bibir.
"Ayo sayang..." ucap Mami seraya melenggang bersama Aiko tanpa dosa, padahal Papi ingin mengajak Mami berolahraga malam di kamar. Papi merasakan sesak. Sesak luar dalam diabaikan sang istri.
* * *
Keesokan harinya, saat gelapnya malam berganti menjadi terang di pagi hari. Pengantin baru yang semalam habis melakukan pertempuran hingga membuat mereka bangun sedikit kesiangan mulai mengumpulkan nyawa masing - masing.
Flo melihat Kyo yang masih santai rebahan tanpa dosa, padahal keduanya masih polos tak memakai sehelai benang pun. Flo menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh putih mulusnya, dan mengambil sesuatu di dalam half moon bag miliknya.
Kyo menatap istrinya dan sesuatu yang tengah dipegang Flo dengan penuh keheranan. Benda apa itu?
"Itu apa?" tanya Kyo akhirnya sembari memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai.
"Ini pil penunda kehamilan, kenapa?" jawab Flo dan balik bertanya pada Kyo.
Flo menghela nafas kasar, ia sampai bingung untuk menjelaskan pada Kyo yang semakin hari semakin mudah merajuk.
* * *
Kyo dan Flo sydah bersiap berangkat sekolah, keduanya berjalan dengan pikiran masing - masing. Flo bingung menjelaskan dan Kyo merasa Flo tak mau memiliki anak dengannya.
Flo menghentikan langkah kaki suaminya, menarik tangan Kyo hingga membuat lelaki itu melihat wajahnya.
"Kenapa narik - narik segala?" tanya Kyo bernada ketus.
Entah jengkel atau emosi yang sudah di ubun - ubun, Flo mendaratkan banyak cubitan di pinggang Kyo yang terlapisi jaket jeansnya.
__ADS_1
Gereget banget sama ini bocah!
"Kamu tuh nyebelin banget tahu nggak? Lama - lama aku tuh ngerasa nikah sama anak teka! Dikit - dikit ngambek, marah nggak jelas, diem - dieman. Udah balikin aja aku ke rumah Mama!" ancam Flo yang sudah berjalan menuju pintu gerbang. Secara rumah mereka hanya bersebelahan. Kyo mengejar Flo dengan raut muka panik bercampur takut.
Niat hati hanya ingin mendengar penjelasan sang istri justru mendapat ancaman tak terduga dari Flo. Kyo ketakutan setengah mati. Ia dengan segera memeluk Flo dan tak membiarkan istrinya pulang ke rumahnya sendiri. Drama pagi - pagi. Aiko yang berada di belakangnya melihat pemandangan itu hanya bisa geleng - geleng kepala.
Pasti ini drama si laki bukan bininya! Kok bisa ya titisan beruang kutub berubah jadi bucin begini? Astaga, kayaknya bener deh dia bukan kembaran gue! Kembaran gue pasti babang lee min ho! Tebak Aiko dalam hati sembari duduk di kursi yang ada di teras rumah menunggu jemputan Randy kekasihnya yang sebentar lagi akan berubah status menjadi mantan.
* * *
"Jangan ngambek dong!" pinta Kyo sembari memeluk istrinya dengan mesra. Dagu lelaki itu diletakkan dengan santai di bahu Flo. Tangan Kyo pun tak tinggal diam, mengelus lembut punggung tangan Flo.
"Kamu yang mulai! Kamu tuh nggak pernah mau dengerin penjelasan aku dulu, udah maen ngambek mulu! Dua kali kamu kayak gini. Aku males jadinya. Aku mau diantar abang aja," ucap Flo mengeluarkan uneg - unegnya pada Kyo dengan sedikit ancaman.
Kyo mengeratkan pelukannya, ia takut Flo benar - benar marah. Ia membalikkan tubuh Flo hingga keduanya kini berhadapan. Saling menatap satu sama lain.
"Jangan dong! Please, forgive me. Aku nggak akan ulangi lagi. Abisnya kamu nggak mau hamil anak aku!" ucap Kyo dengan nada memelas namun tetap mode merajuk yang belum hilang.
"Denger ya, bukan nggak mau, hanya menunda. Lagipula kita belum lulus sma, mau jadi apa anak kita nanti? Kasihan dia, kita aja masih kekanak - kanakan. Dijalani dulu aja ya, kalau kita udah sama - siap baru aku mau hamil." jelas Flo.
"Beneran? Kirain kamu nggak mau hamil anak aku!"
Tukk
Flo menyentil kening Kyo.
"Kalau bukan anak kamu terus anaknya siapa? Lee min ho?" tanya Flo sambil melirik Aiko yang sepertinya mendengar percakapan mereka berdua.
"Heh, ngapain pake bawa - bawa suami khayalan gue?" pekik Aiko. Flo terkekeh.
__ADS_1
"Makanya jangan dengerin omongan orang dong! Sono masuk biar nggak lihat drama alay pagi ini dari kita berdua! Pengen ya?" sindir Kyo yang ikut bicara membuat Aiko memutar bola matanya menatap jengah pada sepasang suami istri tersebut.
* * *