Jodoh Florence

Jodoh Florence
Diangkat lalu dihempaskan!


__ADS_3

"Ka, ka, kamu mau ngapain?" tanya Flo terbata - bata serasa lidahnya kelu. Tanpa sadar Flo semakin melangkah mundur hingga terjatuh di tempat tidur.


"Hehehe, aku mau kamu....." seringai dari Kyo membuat Flo berniat mengambil ancang - ancang untuk kabur.


Tak semudah itu melarikan diri dari suaminya. Niatnya sudah terbaca jelas di wajah cantik Flo. Kyo menahan tawanya melihat ekspresi ketakutan bercampur bingung dari Flo. Kyo mengelus pucuk kepala gadisnya dan memberikan ciuman di kening istrinya.


Kyo melangkahkan kaki menuju kamar mandi, ia menoleh ke belakang dan melihat Flo yang mengelus dada berkali - kali.


Timbul niat iseng Kyo, ia mengurungkan niat masuk ke kamar mandi. Ia mendekati istrinya lagi, yang saat itu merasa lega lepas dari godaan sang suami. Flo terkesiap. Kedua mata mereka saling beradu.


Kyo duduk di samping Flo dan dengan lembut menyentuh bibir ranum istrinya dengan ibu jarinya kemudian membenamkan bibirnya di bibir istrinya, tak ada penolakan. Sang istri sepertinya mulai membalas ciumannya. Hingga beberapa menit, Flo merasa kesulitan bernafas karena ciuman panas mereka.


"Kamu udah nggak sabar ya?" goda Kyo setelah aktivitas panas mereka usai. (ciuman maksudnya)


"Kamu itu yang nggak sabaran!"


"Emang iya!" Kyo dengan tegas mengakui, membuat kedua pipi Flo merona.


"Apaan sih! Aku mau mandi, bisa minta tolong?"


"Tolong apa sayang? Mandiin kamu? Oh aku siap!" Kyo segera berdiri dan memeluk Flo, pikirannya mulai mesum.


Flo merasa risih didekap seperti itu, apalagi masih mengenakan gaun pengantin yang membuatnya gerah.


"Tolong lepasin retsleting gaunku," Flo menunjukkan punggungnya.


Kyo paham maksud istrinya kemudian menurunkan retsleting itu dengan adegan slow motion. Lelaki itu bersusah payah menelan salivanya.


Ya ampun, putih mulus bener punggungnya, takut nggak kuat ini! Buruan mandi ah, abis itu, hehehe.... Gumam Kyo dalam hati, ia cengengesan membayangkan malam pertama dengan sang istri.


"Udah belum?" tanya Flo, menyadarkan adegan mesum yang menari - nari di kepala Kyo.


"Udah, mau dibantuin yang lainnya lagi nggak?" tawar Kyo penuh maksud.

__ADS_1


"Nggak usah, aku mau mandi dulu. Eh iya, baju gantinya dimana sih?" tolak Flo halus kemudian berjalan menuju lemari besar yang ada di dalam kamar, mencari piyama tidur. Flo mengambil piyama miliknya dan baju tidur untuk Kyo yang ternyata telah tertata rapi di dalam lemari.


Kyo mengerucutkan bibirnya karena misinya gagal membantu sang istri (membantu dalam artian lainπŸ˜‚). Flo tersenyum melihat Kyo merajuk, ia segera mendekati sang suami dan sekilas menempelkan bibirnya di bibir lelaki itu. Ya benar, hanya menempelkan bibir tanpa ada permainan adu lidah.


Kyo hendak menarik Flo ke dalam pelukannya namun kalah cepat dengan gerakan Flo melesat cepat masuk ke kamar mandi.


Braakkk


Pintu kamar mandi segera ditutup dari dalam. Kyo merasa gemas dan kecewa, seperti dipermainkan oleh Flo. Ia pun membenamkan kepalanya di balik bantal sambil memukuli tempat tidur mereka layaknya anak kecil yang sedang tantrum.


Huwaaaaa.... Berasa kayak diangkat ke langit lalu di hempaskan ke dasar jurang!!!! Teriak Kyo dalam hati.


* * *


Flo keluar dari kamar mandi, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kyo. Suasana sepi sekali. Kedua manik mata Flo tertuju pada lelaki yang kini duduk di balkon kamarnya. Meneguk segelas air putih dengan santainya. Tatapannya sendu. Flo merasa sedikit bersalah.


"Sayang, kamu lagi ngapain disitu?" tanya Flo hati - hati.



Kyo hanya menoleh sekilas ke arahnya kemudian mengedarkan pandangan melihat pemandangan sekitar. Terlihat hamparan sawah dan pepohonan yang rindang di bawah sana meskipun gelap. Ia menghirup nafas sedalam - dalamnya, mengisi rongga pernafasannya dengan oksigen baru yang lebih fresh dari angin malam yang berhembus. Tak sia - sia Papi membangun resort di daerah sini. Ia bisa mendapatkan ketenangan hati meskipun sesaat menutupi rasa kecewanya.


Flo tahu bahwa kini suaminya sedang merajuk. Ia mendekati Kyo yang masih memalingkan wajah darinya. Sedikit menahan tawa karena sikap lelaki yang telah dipilihnya itu sangat sulit untuk ditebak.


"Ceritanya ngambek nih?" tanya Flo dengan senyum tipis.


"Nggak!" jawab Kyo cepat, Flo gemas.


"Nggak salah?" tebaknya membuat Kyo langsung menatap kedua mata istrinya.


"Kamu yang bikin aku kayak gini! Apa coba maksudnya yang tadi kamu lakuin ke aku? Abis cium langsung maen pergi gitu aja!"


"Ya ampun, ngambek karena masalah sepele kayak tadi? Astaga! Kan bisa kita lanjutin pas udah mandi! Oops!" Flo keceplosan, seketika ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Merutuki kepolosannya, ia melihat perubahan ekspresi wajah Kyo.

__ADS_1


Kyo menyeringai, senyumnya mengembang begitu mendengar ucapan Flo yang membuatnya bergairah untuk melanjutkan adegan tadi. Bahkan pikiran lelaki itu telah membayangkan lebih dari sekedar ciuman.


"Ok, baby. Wait a minute, aku mandinya cepet kok. Sabar ya! Hehehe," Kyo masuk ke dalam kamar namun sebelumnya ia sempatkan mengecup bibir Flo.


Waduh, mati gue! Gue deg - degan banget ini! Gimana ini ya? Kalau nanti dia minta haknya sebagai suami, apa gue harus ngasih saat ini juga? Batin Flo gelisah, sembari mondar mandir di dalam kamarnya usai menutup pintu yang menghubungkan ke balkon.


* * *


Lain Kyo, lain Aiko...


Saudara kembar Kyo tengah gundah di dalam kamarnya, ia memikirkan banyak hal. Sampai ia melupakan untuk mengganti gaunnya dengan piyama yang telah ia bawa.


Aiko menyambar ponsel yang ada di atas nakas samping tempat tidur. Menggulir satu per satu pesan yang masuk dan membacanya perlahan. Ia menaruh kembali ponselnya dengan perlahan seraya memegangi dadanya yang tiba - tiba terasa sesak.


Randy, maafin gue! Gue nggak bisa jujur tentang masalah ini ke elo! Bukan karena gue nggak sayang sama lo, tapi ada banyak hal yang harus gue selesaikan dulu. Ini menyangkut semuanya, Ran! Semuanya!


Aiko merasa sedih saat menyebut nama kekasihnya, rasanya hati dan pikirannya mendapati jalan buntu untuk masalah yang ia hadapi saat ini. Tanpa berpikir panjang, ia segera membuka pintu dan menutup perlahan karena tak ingin membangunkan Aurel, Lily dan Dinda. Aiko melangkahkan kaki menuju kamar seseorang yang ia rasa akan mendapatkan solusi dari orang tersebut. Tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 wib.


* * *


Kyo keluar dari kamar mandi dengan wajah berbinar, senyum sumringah yang membuat wajahnya semakin tampan. Ia hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya saja. Rambutnya yang basah masih meneteskan air, dengan gaya cool nya ia menyibakkan ke belakang dengan jari - jarinya.


Kini giliran Flo yang kesulitan menelan salivanya. Detak jantungnya berdegup kian kencang seolah akan lompat dari tempatnya.


Senyuman Kyo tak berkurang sedikitpun, bahkan kini lelaki itu mulai mengerlingkan mata dan tersenyum penuh godaan. Tubuh Kyo terpajang jelas di depan mata dengan dada bidang ditambah bonus six pack membuat mata Flo tak berkedip beberapa saat, karena menahan malu dan wajahnya yang mulai hangat, ia pun memalingkan wajahnya.


Flo yang sudah memakai piyama segera berdiri dari tempat tidur dan memberikan baju tidur untuk Kyo.


"Ngapain pakai ini? Kalau ujung - ujungnya nanti nggak usah pakai baju!" celetuk Kyo dengan senyum nakalnya.


* * *


Jangan lupa ritualnya ya manteman...

__ADS_1


Like, komen, vote dan rate 5


Jadikan favorit yaa πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ™πŸ™


__ADS_2