
Jangan lupa pencet gambar jempol di bagian kiri bawah ya kakak sayang... 🤩🤩🤩🙏🙏
______________________________________
Flo dan Kyo sudah kembali ke tanah air sebulan yang lalu. Mereka sudah menikmati masa honeymoon yang tertunda kurang lebih seminggu disana. Puas, pastinya! Olahraga malam tak pernah mereka lewatkan barang sehari pun.
Penantian berharga yang diam - diam Flo harap dan dambakan dalam setiap doa yang ia panjatkan pada Tuhan selalu terngiang dan lafalkan. Flo masih belum menceritakan perihal ia sudah tak lagi meminum pil penunda kehamilan pada Kyo, supaya saat waktunya tiba dan jika Tuhan sudah memberinya anugerah itu akan menjadi suprise untuk keduanya.
Sebentar lagi mereka akan melaksanakan pesta kelulusan sekolah. Bahagia dan sedih bercampur menjadi satu bagi Kyo, Flo dan kawan - kawan karena masa - masa sma mereka akan segera berakhir. Kebersamaan mereka yang sudah terangkai apik dalam waktu tiga tahun sepertinya terasa begitu cepat. Mereka juga sudah mempersiapkan prom night dengan antusias untuk menyambut pesta kelulusan mereka beberapa hari lagi.
* * *
Sore ini, Kyo ada janji temu dengan Boim dan Bian, tak lupa lelaki beristri itu mengajak sang istri ikut serta.
Lima belas menit perjalanan, Kyo sudah berada di kafe keluarga milik Bian, teman smp Kyo cs. Disana sudah nampak Tian, Randy bersama pasangan masing - masing. Tak menunggu lama, Kyo menghambur bersama teman - temannya. Boim yang kala itu mengajak Mayang segera ikut bergabung karena datang belakangan.
"Sini duduk dulu, Sayang..." ucap Kyo sambil menarik kursi untuk diduduki sang istri.
Flo mendaratkan tubuhnya bersebelahan dengan sang suami yang terlihat sumringah bercanda bersama Tian. Pemandangan itu membuat seseorang merasa sakit hati, melihat kemesraan keduanya tepat di depan mata. Dan orang itu adalah Mayang, gadis yang semasa smp menyukai Kyo, yang ia tahu saat itu Kyo sudah menyukai gadis lain. Tapi Mayang tak pernah tahu bahwa gadis yang disukai Kyo ada disini bersama dengannya. Gadis itu tak lain tak bukan adalah Flo.
Flo beranjak dari kursinya, pamit pada sang suami menuju toilet, sesuatu dari dalam perutnya meronta untuk segera dikeluarkan. Tanpa Flo tahu seseorang mengikutinya.
Usai menuntaskan hajatnya, Flo keluar dari bilik toilet yang tersekat - sekat rapi. Ia merapikan penampilannya di depan kaca besar tepat di atas keran wastafel yang tengah mengucurkan air untuk menyeka mulutnya yang terasa asam.
Mayang yang baru saja keluar dari bilik toilet segera mendekati Flo dengan angkuhnya.
"Ehem, ehem," Mayang sengaja berdehem mengalihkan perhatian Flo padanya.
Merasa tak mendapat respon, Mayang segera memancing emosi Flo.
"Jadi cewek tuh jangan kecentilan deh, punya harga diri dikit dong," sindir Mayang.
"Lo ngomong sama gue?" Flo menunjuk dada dengan jari telunjuknya sambil terus touch up.
__ADS_1
"Ya iyalah, cuma elo yang ada disini," tegas Mayang menahan kesal.
Berani banget cewek ini sama gue!
Flo tetap santai merapikan rambutnya yang sedikit terurai.
"Jauhin Kyo! Mumpung perasaan elo sama dia belum terlalu dalam. Udah ada perempuan yang dia suka dari dulu. Jadi lebih baik lo mengakhiri perasaan lo itu. Itu peringatan buat lo!"
Flo tergelak, mungkin perempuan di depannya memang belum tahu status Kyo dengan dirinya. Bagaimana bisa dia menjauhi suaminya sendiri? Sedangkan setiap malam mereka berdua selalu bermesraan dan berakhir dengan aktivitas di atas ranjang.
Lucu nih orang!
"Mohon maaf ya sebelumnya, lo itu siapa? Berani - beraninya mengatur kebahagiaan orang! Kalau semisal bukan gue cewek yang dia suka dari dulu, urusan apa sama situ?" tantang Flo.
"Wah berani juga ya lo sama gue!" tangan Mayang hendak menampar Flo, namun segera ditepis oleh Flo.
"Jangan sembarangan nampar orang, perawatan muka gue mahal, jangan sembarang sentuh! Emang tangan lo bersih?" ledek Flo.
"Cih! Gue nggak akan biarin cewek murahan kayak elo bisa terus bersama Kyo. Kyo terlalu baik, mending juga sama gue. Gue yang selalu mengagumi dia sejak smp. Daripada dipermainkan perasaannya sama elo dan nantinya terluka mendingan putusin dia sekarang juga!" tuduh Mayang.
"Stop! Jangan fitnah kalau nggak tahu yang sebenarnya, tunggu dulu, barusan elo ngomong apa? Gue cewek murahan? Apa buktinya? Mulut elo lemes banget kayak biang gosip!" pekik Flo.
"Lo pacaran sama Kyo tapi malah asyik - asyikan berduaan di toko buku beberapa bulan yang lalu, untung gue foto, jadi gue punya bukti yang bisa menunjukkan kelakuan lo, maksud gue perselingkuhan elo!"
Flo mengingat kejadian tempo hari lalu kembali menatap wajah Mayang dengan kesal.
Jadi Mayang si paparazzi kurang kerjaan itu!
"Udah ngomongnya? Pusing gue denger omongan lo, bikin gue tambah mual tahu nggak!" seru Flo.
"Dasar lo ya cewek nggak tahu diuntung! Masih mending gue kasih peringatan ke elo, gua akan buat lo putus sama Kyo. Dia terlalu baik dan nggak pantas buat elo!" Mayang semakin menghina Flo tanpa tahu kebenarannya.
Bertepatan dengan itu, Aiko membuka pintu toilet. Sebenarnya ia sudah mendengar percakapan mereka karena suara dari dalam cukup memekakkan telinga.
__ADS_1
Bruaaggg
Aiko membanting pintu saat ia sudah berada di dalam dan melihat ketegangan antara Mayang versus Flo.
Rasa pahit dan asam menyatu memenuhi rongga mulut Flo, ia segera masuk ke dalam bilik toilet dan kembali memuntahkan cairan ke dalam closet. Aiko yang tanggap segera menyusul dan mendobrak pintu bilik toilet dimana ada Flo di dalamnya.
"Lo kenapa? Masuk angin? Muka lo pucat banget, Flo! Kalau lo sakit mendingan lo tadi di rumah aja, jadi kan bisa istirahat!" ucap Aiko bernada khawatir yang amat jelas.
"Gue malas makan nih, jadi kayaknya masuk angin deh! Bukan makanan yang keluar dari mulut gue, cuma cairan doang. Rasanya nggak enak banget, Aiko!" keluh Flo lalu memegangi kepala dengan kedua tangannya.
Flo merasa kepalanya terasa berat dan matanya mulai berkunang - kunang. Mual dan muntah saat melihat Mayang yang saat itu masih berada disana dan belum juga keluar, sepertinya ia masih ingin berurusan dengan Flo.
"Heh, nenek lampir! Ngapain lo masih disitu!" seru Aiko ketus seperti biasa jika ia melihat orang yang ia tak suka.
Mayang yang saat itu penasaran dengan apa yang terjadi berpura - pura memperbaiki penampilannya. Ia berusaha mendekati saudari kembar Kyo, lebih tepatnya menjilat dan memperlihatkan bahwa ia perempuan yang cocok untuk Kyo.
Awas lo ya, kalau gue sampai dapat Kyo, lo bakal gua injak - injak! Beraninya ngatain gue mak lampir!
Mayang menyunggingkan senyum palsunya saat melihat Aiko tengah memapah Flo.
"Huueekkkk, hueeekkk," Flo merasa cairan di dalam mulutnya memaksa keluar, ia kembali masuk ke dalam bilik dan menumpahkannya sekali lagi.
"Astaga! Jangan - jangan lo hamil! Hamil anak siapa tuh!" sindir Mayang mencoba menjelek - jelekkan Flo di depan Aiko sambil tersenyum sinis.
Aiko menatap Mayang dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedikit ciut nyali Mayang saat mendapat tatapan tajam dari Aiko. Mayang yang sadar diri segera keluar dari toilet setelah menghina dan menyindir Flo tanpa rasa bersalah.
"Lo beneran hamil, Flo?" tanya Aiko memastikan.
Flo bingung harus menjawab apa, kepalanya semakin berat. Flo tak sanggup menahan beban tubuhnya sendiri, seolah otot - ototnya mati rasa. Pandangannya semakin memudar, hanya satu kata yang ia ucapkan sebelum ia benar - benar tak sadarkan diri.
Kyo!
* * *
__ADS_1