Jodoh Florence

Jodoh Florence
Jangan Negatif Dulu Dong!


__ADS_3

"Pilih kiri atau kanan?" tanya Aiko sekali lagi guna memastikan jawaban yang akan keluar dari bibir Sasha.


"Aku nggak paham sama kata - kata, Kakak!" jawab Sasha was - was.


"Makanya sekolah yang bener biar pinter, jangan kebanyakan nonton film nggak jelas yang isinya ngerebut jodoh orang! Masih kecil udah doyan jadi pelakor, gimana gedenya?" Aurel ikut menyudutkan gadis yang nampak ketakutan itu.


"Emang lo udah gede?" goda Randy melihat Aurel dari atas sampai bawah, Tian yang mendengarnya ikut tertawa.


"Wah lo ya, jangan bawa - bawa tinggi badan! Makanya lo juga jangan kebanyakan makan bambu, jadinya tinggi bener!" balas Aurel sambil menjulurkan lidah pada Randy.


Suasana yang tadi mencekam berubah menjadi gelak tawa. Namun hanya berlangsung sesaat setelah mendapat lirikan tajam seperti singa yang akan menerkam mangsanya dari Aiko.


"Kalau lo pilih kiri artinya kuburan!" ucap Aiko serius, belum selesai bicara, ada yang menyela ucapannya.


"Wow, ngeri!" ujar Tian dengan ekspresi konyolnya.


Aiko tak ambil pusing dengan omongan Tian, gadis itu tetap melanjutkan ucapannya.


"Kalau lo pilih kanan, artinya pintu gerbang sekolah!" tawar Aiko sambil tersenyum sinis. Salah satu sudut bibirnya naik ke atas.


"Waw, aku takut!" Tian lagi - lagi menimpali. Randy hanya menggelengkan kepalanya melihat absurdnya sang sahabat satu ini.



"Aiko! Cukup! Gue kan udah bilang, jangan bikin ulah lagi! Mau gue aduin ke Papi?" ancam Kyo pada Aiko.


"Jangan negatif dulu dong! Gue belum selesai ngomong! Kalau pilih kiri yaitu kuburan, ya siapa tahu nih anak mau ziarah atau ngedoain nenek moyangnya di sono, ya gue persilakan pergi. Kalau pilih kanan berarti pintu gerbang sekolah artinya dia bakal gue antar ke sana, ya siapa tahu dia lupa jalan pulang!" bantah Aiko membuat beberapa penduduk yang fokus mendengarkan di belakangnya memberi cubitan bertubi - tubi di pinggang kecilnya.


"Nah itu ngapa lengan baju lo dinaikin ke atas kayak gitu? Kayak orang mau berantem!" Lily ikut buka suara, sedari tadi ia hanya diam menyimak.


"Gerah! Hehehe," jawab Aiko asal.


Randy sebagai pacar hanya menanggapi santai ucapan tak berfaedah yang keluar dari bibir tipis gadisnya.


"Dasar banyak alasan lo, Ai!" ledek Aurel. Aiko tertawa puas mengerjai teman - temannya.

__ADS_1


"Udah intinya, lo jangan ganggu hubungan saudara gue! Sekarang lo balik deh, pulang sono, terus belajar yang bener, jangan bikin orang tua lo malu punya anak kayak lo. Inget! Jangan mengambil hak orang lain yang belum tentu jadi milik lo! Itu sama aja dengan mencuri," ujar Aiko panjang lebar seperti orang berceramah.


"Aamiin yaa Rabb, sadarkanlah teman hamba satu ini, semoga kumatnya hanya sebentar. Dan sadarkanlah juga pacarnya semoga bisa terbuka mata dan hatinya siapa yang sedang dipacarinya, mungkin dia sedang khilaf, aamiin...." doa Tian tulus sambil memejamkan mata, lemparan snack mengenai tepat di kepalanya. Tian mengerjap dam mendapat tatapan dingin dari orang - orang yang berada di sana kecuali Sasha.


Tian segera kabur diikuti Aurel di belakangnya, mereka berdua tertawa terbahak - bahak.


"Kutu kupret itu bocah beraninya ngatain gue!" Aiko cemberut sambil melipat kedua tangannya.


"Biarin aja, dia emang kayak gitu. Aku tetap padamu kok, Beb!" ucap Randy tulus membuat Aiko luluh, senyum gadis itu kembali menghiasi wajah cantiknya.


"Sasha, gue nggak tahu apa yang buat lo pengen rebut Kyo dari gue! Tapi asal lo tahu, cinta itu nggak bisa dipaksain. Kalau sesuatu yang didapatkan dengan cara instant pasti itu juga nggak akan berlangsung lama!" Flo memperingatkan Sasha, ia menjeda ucapannya, sesaat ia memejamkan matanya kemudian membuka kedua matanya yang berkaca - kaca.


"Gue nggak bisa maksa lo buat lupain Kyo, gue cuma minta jangan pernah ganggu kebahagiaan orang lain, karena disitu akan ada yang terluka dan menjadi korban, salah satunya adalah gue," lanjut Flo tegas dan segera berlalu meninggalkan lorong. Kyo yang mendengarnya pun berlari menyusul Flo.


Flo sebenarnya bukan gadis yang cengeng atau sedikit - sedikit bawa perasaan alias baper, tapi lain perkaranya kalau sudah menyangkut hati. Ia pasti akan mudah sekali mengeluarkan cairan bening dari muaranya.


Aiko mengacungkan jari telunjuknya ke arah Sasha bermaksud mengancam. Dan kode itu dipahami dengan baik oleh Sasha, tampak dari raut wajahnya yang semakin sendu.


Aiko cs segera pergi meninggalkan Sasha seorang diri. Sasha terjatuh lemas dan menangisi dirinya yang sudah membuat banyak orang terluka karena perasaannya. Rasa yang ingin memiliki tapi tak mendapat balasan. Cinta yang bertepuk sebelah tangan.


* * *


Flo masih tak bergeming, ia lebih memilih berjalan meninggalkan Kyo. Langkah kakinya terhenti sesampainya di dekat parkiran dan berdiri di samping motor sport hitam milik Kyo.



"Aku mau pulang!" ucap Flo sedikit merajuk, sisa air matanya masih sedikit terlihat oleh Kyo. Kyo tersenyum melihat Flo yang menurutnya sedang cemburu.


"Kayak gitu aja nangis sih, Yang!" tegur Kyo membuat Flo memelototinya tajam.


"Kamu seneng ya dikejar - kejar cewek kayak tadi?" Flo menyeka air mata yang masih membasahi kelopak matanya namun segera Kyo menjauhkan tangan Flo dan menatap lekat kedua manik mata gadisnya.


"Jangan nangis dong! Jelek, Yang!" Kyo terkekeh, kedua ibu jarinya menyeka cairan bening itu dengan lembut.


"Biarin!" Flo mencebik bibir.

__ADS_1


"Perasaan dia nggak salah karena menyukai seseorang tapi kalau orang yang dia suka sudah jadi milik orang lain, itu yang salah." Kyo tertawa menyeringai seraya menaikkan kedua alisnya bergantian, menggoda Flo.


"Ih, songong banget sih!"


"Loh, aku bicara kenyataannya kok. Hati aku udah nyaman di kamu. Semisal dia bisa memiliki aku, tapi tidak sepaket dengan hatiku!" bujuk Kyo supaya gadisnya percaya dengan perasaannya.


"Udah songong, ngelunjak lagi! Jadi kamu mau sama dia?" Flo semakin cemberut, gadis itu kini berdiri berkacak pinggang dan berhadapan dengan Kyo. Kyo menahan tawanya sesekali melirik Flo.


"Buwahahaha, kamu cemburu ya, Yang! Aku seneng banget deh," Kyo menarik tubuh Flo ke dalam pelukannya. Lelaki itu menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih, hingga hembusan nafasnya terasa hangat di tengkuk Flo.


"Lepas, ah! Malu ini di sekolah, Kyo!" Flo mencoba melepaskan pelukan Kyo, namun lelaki itu tak mau dan justru semakin mengeratkan pelukannya.


"Kok nggak sekarang aja sih kita nikahnya? Takutnya udah nggak tahan aku, Yang!" Kyo menghujani leher hingga tengkuk Flo dengan ciumannya. Flo menahan geli tampak raut wajahnya memerah, terasa hangat di sekujur tubuhnya.


Kyo melepaskan pelukannya dan menatap penuh kehangatan pada Flo, lelaki itu menggenggam kedua tangan Flo dan menciumi punggung tangan gadisnya berkali - kali. Entah ada magnet apa yang membuatnya ingin sekali melakukan hal itu.


Pandangan Kyo teralihkan menuju bibir tipis berwarna merah muda yang hanya dibaluri lip balm dan tampak mengkilat, seolah menjadi tujuan Kyo selanjutnya. Bibir yang selalu ia dambakan setiap malamnya. Tangan kanannya bergerak cepat, menyentuh lembut pipi Flo dan menyangganya hingga ia memberanikan diri mencium bibir gadis pujaannya.


Flo berusaha menolak namun apalah daya, ia pun seolah mengikuti gerakan bibir lelakinya yang kini bermain dengan lincah hingga menimbulkan decapan. Lidahnya menari - nari dengan terampil menggulat lidah milik Flo. Seperti seseorang yang sudah lihai, padahal Flo adalah cinta pertama dan juga pacar pertamanya.


"Flo! Kyo!" pekik seseorang dari seberang sana. Sepasang kekasih ini terkejut dibuatnya.


* * *


Haii gaesss, selamat sore... Have a nice day ❤️❤️


Semoga sehat semuanya yaaa,


Jangan lupa ritualnya ya gaess,


LIKE (Beneran yaa, supaya author ini makin semangat)


Koment dan kritik ditunggu loh 🤗


Vote

__ADS_1


Rate 5


Jadikan Favorit yaa 🤗🤗🤗


__ADS_2