Jodoh Florence

Jodoh Florence
Kaulah Cinta Pertama dan Terakhirku


__ADS_3

Flo kembali masuk ke dalam kamar pengantin. Dilihatnya Kyo yang sudah tertidur. Lampu kamar pun sudah dimatikan. Posisi Kyo memunggungi Flo, hingga akhirnya Flo masuk ke dalam kamar mandi, mencuci tangan, kaki dan wajahnya supaya lebih fresh.


Setelah menyelesaikan ritual sebelum tidur, Flo merangkak naik menuju tempat tidurnya. Ia membersihkan bunga yang masih tertinggal di atas seprei putih.


Flo menarik selimut hingga menutupi setengah badan nya dan Kyo. Ditatapnya wajah Kyo yang terlihat tampan saat tidur. Alis dan bulu mata lelaki itu tumbuh lebat, hidung yang mancung dan bibir yang ah... Menggoda untuk dikecup. Terbitlah keisengan atau memang keinginan dirinya yang entah darimana datangnya, ia mendekatkan wajahnya di depan wajah Kyo.


Perasaan bersalah kah yang kini merasuki pikiran dan hatinya? Meninggalkan suaminya untuk mendengarkan curahan hati iparnya. Salahkah?


Jarak mereka semakin dekat, tak ada sejengkal, Flo memberanikan diri mencium bibir Kyo. Nafsu atau rindukah ia saat ini?


Flo mencium bibir Kyo tanpa tahu kini mendapat balasan dari lawannya yang tak lain dan tak bukan si pemilik bibir, Kyo. Yang awalnya hanya ingin mengecup kini beralih menjadi *******, selipan, permainan lidah sang suami yang mengabsen bagian dalam mulut si istri tanpa menyisakan satu bagianpun.


Flo melepaskan ciuman itu, mengambil nafas sebanyak - banyaknya, menyalakan lampu kamar dan melihat Kyo yang tengah mengelap air liur di sudut bibirnya sisa permainan lidah keduanya.


"Kok kamu belum tidur?" tanya Flo gugup dan malu.


"Kalau aku tidur, nanti aku menyia - nyiakan kesempatan di cium sama istriku dong! Nanti yang menikmati cuma kamu sendiri. Makanya aku bantuin biar sama - sama enak." elak Kyo santai.


"Ih, kamu mesum ah. Siapa juga yang menikmati?" Flo masih mengelak, tapi tidak dengan hatinya. Jujur saat ini ia menahan malu karena ketahuan mencium Kyo. Keberanian itu datang secara tiba - tiba. Flo menutup mulutnya.


"Kalau bukan menikmati apa coba namanya? Mengambil keuntungan dari aku ya?" Goda Kyo, ia mendekat ke arah sang istri yang semakin mundur hingga terantuk sandaran tempat tidur.


"Aduh!" pekik Flo sembari mengelus bagian belakang kepalanya.


"Itu karma, soalnya kamu nggak mau ngaku. Tinggal bilang aja sih, aku rela dan senang hati malah. Sini kalau mau tambah lagi. Hehehe,"


"Apaan sih? Aku mau tidur,"


"Kamu nggak boleh tidur setelah apa yang kamu lakuin ke aku barusan!"


"Kok gitu?".


"Iyalah, nggak ngerasa udah ninggalin aku sendiri di kamar? Dimana - mana pengantin baru tuh di dalam kamar sampai pagi, entah ngapain aja. Lah ini, aku ditinggalin gitu aja. Nggak peka banget sih kamu, Yang! Aku jadi ngerasa nggak yakin deh kalau kita itu udah menikah!" rajuk Kyo.


"Kamu ngomong apa sih? Oke, aku minta maaf ya, Sayang." bujuk Flo.


"Kalau gitu aku harus kasih kamu hukuman, karena nganggurin aku."


Degg Degg Degg


Flo mulai memikirkan yang bukan - bukan. Bayangan ia akan mendapat hukuman terlintas di pikirannya. Ditambah lagi ekspresi Kyo dengan senyum nakalnya.


Hukuman apa ini?


Kyo beranjak dari tempat tidur, mengambil pouch milik Flo yang berisi alat make up. Ia mengeluarkan lipstick berwarna nude dan membawanya. Kyo kembali duduk berhadapan dengan Flo di atas tempat tidur mereka.


"Hukumannya adalah jeng jeng jeng..."


Flo penasaran dengan ucapan Kyo yang sepertinya sengaja mengulur waktu. Tak sabar rasanya mengetahui apa hukuman untuknya.


"Tebak - tebakan!" seru Kyo mantap.


"What? Cuma tebak - tebakan?" Flo memastikan.


"Emang kamu maunya gimana, Yang?" Kyo mulai menggoda Flo sembari terkekeh geli.


"Ok. Siapa takut?" tantang Flo.


"Nanti yang nggak bisa jawab dapat hukuman. Kalau kamu nggak bisa jawab, hukumannya terserah aku ke kamu. Tapi kalau aku yang nggak bisa jawab, kamu boleh ngegambar mukaku dengan lipstick ini."


"Hukuman apaan itu? Masa pakai lipstick aku?" Flo mencoba menolak.


"Kamu yang salah ya terserah aku dong mau ngasih hukuman kayak gimana? Ya iyalah lipstick kamu, kalau aku juga punya lipstick apa nggak dipertanyakan kejantananku?"


"Iya deh, aku salah, baiklah kamu menang. Puas?"


"Iya dong! Sering - sering aja bikin salah biar bisa aku hukum terus! Buwahahaha," Kyo tergelak.


Flo pasrah. Mereka berdua melakukan suit batu kertas gunting. Dan pemenangnya adalah Kyo, jadi dialah yang akan memulai memberi pertanyaan pada lawannya.


Sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain seraya tersenyum.


"Susu apa yang nggak enak?" tanya Kyo memulai sesi tanya jawab.


"Susu basi!" jawab Flo mantap.


"Salah! Jawabannya adalah, suaaaat jauh darimu. Hehehe," Kyo terkekeh kemudian mencium kedua pipi Flo.


"Loh mana hukumannya?"


"Lah itu barusan! Sekarang gantian kamu, Yang."

__ADS_1


Dasar modus! Hukuman apa itu? Gerutu Flo dalam hati.


"Sesuatu yang berharga hanya untuk diri sendiri nggak boleh dibagi ke siapapun, apa hayo?"


"Apaan tuh, itu pelit namanya, nggak mau bagi - bagi!" celetuk Kyo asal.


"Huss, ngawur. Jawabannya adalah Rahasia."


"Loh kok gitu?" tanya Kyo tak terima, sebenarnya ia sungkan karena kalah tak bisa menjawab tebakan tersebut.


"Bener kan? Kalau dibagi - bagi namanya bukan rahasia tapi berita. Gimana sih katanya jenius?" ledek Flo tak mau kalah.


"Iya deh iya," Kyo sedikit manyun.


Flo mengambil pewarna bibirnya dan mengoleskan di kedua pipi Kyo. Flo tertawa dibuatnya. Kyo tersenyum melihat istrinya tertawa selepas itu.


"Sekarang aku lagi ya, jus apa yang manis dan romantis?"


"Semua jus manis, Sayang. Apalagi sambil lihat aku, hehehe," ucap Flo percaya diri.


"Iya deh yang manis, siapa dulu dong, istriku! Tapi sayangnya bukan itu jawabannya."


"Terus apa dong?"


"Jus wanna say, i love you," Kyo terkekeh.


"Ih, maksa itu! Just, Yang." Flo membenarkan.


"Biarin, sini aku hukum." Kyo mendekati Flo kemudian mengecup bibirnya.


"Kok enak di kamunya?"


"Kamu aja menikmati kok, Yang." rayu Kyo.


Flo merona tak bisa mengelak, benar yang diucapkan Kyo secara gamblang. Ia diam tapi sebenarnya juga menikmati. Ah malunya...


"Sekarang aku lagi ya, harus bisa jawab. Kalau nggak bisa, hukumannya double."


"Siap dong, Yang. Kali ini aku pasti bisa." ucap Kyo yakin.


"Kecap apa yang bisa ngebut?"


"Kecapatan diatas seratus kilometer per jam. Hahahaha,"


"Deuh,," Kyo mendengus kesal.


Flo memberikan polesan di wajah suaminya semakin banyak. Seperti memiliki dendam pribadi, ia puas menggambar dengan lipstick nya.


"Satu lagi ya, Yang. Mobil apa yang ribet?"


"Mobil mogok," jawab Flo yakin sembari mengerlingkan matanya.


"Salah! Mobilang aku sayang sama kamu dari dulu nggak bisa - bisa. Buwahahaha..." giliran Kyo yang tertawa puas mengerjai istrinya.


Deuh, dia curhat!


Kyo merangkak maju semakin mendekat ke arah istrinya, Flo tak bisa berkutik, Kyo seperti singa yang menemukan mangsa untuk diterkamnya. Flo bergidik ngeri, bulu kuduknya berdiri. Ia baru tahu ada sisi lain dari Kyo. Ternyata suaminya seagresif ini.


Kyo menarik tangan Flo dan mengecup punggung tangannya. Menatap wajah istrinya penuh harap. Inilah yang ditakutkan Flo. Tiba - tiba perasaannya gelisah.


"Boleh nggak aku minta sesuatu yang berharga dari kamu?"


"Apa?"


"Milikmu yang selalu kamu jaga sampai detik ini. Apa aku boleh melakukan itu? Tapi kalau kamu belum siap, aku nggak akan maksa." tatapan lelaki di hadapan Flo penuh damba.


Flo mencoba mengalihkan rasa takutnya dengan membuat alasan lain meskipun nantinya ia harus menyerahkan mahkotanya untuk Kyo.


"Boleh aku minta sesuatu dulu sebelum kita melakukan itu?" harap Flo meskipun sedikit bimbang.


"Iya,"


"Aku mau buka kado dari Aiko."


"Emang apa hadiahnya? Kalau isinya bisa dipake di badan kamu, silakan buka. Tapi kalau itu anak cuma ngerjain kita, aku akan kasih kamu hukuman!" ujar Kyo mantap, ia tahu Flo sedang mencari cara untuk menghindar darinya.


"Iya, bentar ya, tadi sih sempat bilang naruhnya di lemari. Aku buka dulu ya," Flo agak ragu namun tetap pada niat awal untuk membuka kado dari Aiko.


Flo membuka lemari dan menemukan sebuah kado berukuran sedang bergambar hello kitty. Kartun kesukaan Flo. Ia semakin penasaran.


* * *

__ADS_1


Sepuluh menit berlalu tak ada tanda - tanda Flo kembali ke tempat tidurnya. Ia merutuki kebodohan sekaligus kepolosannya karena memakai alasan membuka kado dari Aiko guna menghindari Kyo. Ia menepuk keningnya dan menghela nafas panjang.


Ditambah lagi ia menemukan secarik surat di dalamnya. Tulisan tangan dari adik iparnya yang tadi terisak - isak di pelukannya kini ia malah sebal padanya.


Awas lo, Aiko! Maksud lo apa ini?


To : Pasutri Baru of the day❤️


***Saat kalian baca surat ini, artinya gue udah bobok cantik. Ada tiga item di dalamnya, abis gue bingung mau kasih apa. Tapi tenang aja, ini udah sesuai protokol pernikahan. Wkwkwk.


Buat Flo, ini ada dua item buat lo, satu kostum cosplay kucing, karena gue sahabat lo yang paling inget banget kesukaan lo. Kurang baik apa coba? Meong, meong, oopss..


Ini juga masih buat Flo, kimono lingerie, bahannya adem, seadem malam ini yang akan menjadi malam yang panjaaaaanggg buat kalian. Hehehe***.


***Terserah deh lo mau pakek yang mana! Gue ikhlas ngasihnya. Nggak perlu sungkan gitu sama gue!


Ini satu lagi buat saudara kembar gue, ini kata Budhe Tata di Jogja bisa lo pakek kalau mau menunda momongan. Kalau nggak ditunda sih syukur, biar gue cepet punya ponakan.


Udah itu aja, semoga ada yang bisa dipakek ya. Babai...


From : Bidadari cantik ahay***...


Flo melemparkan surat itu ke lantai namun sebelumnya ia remas - remas terlebih dahulu. Gemas rasanya. Kyo mengamati Flo sedari tadi. Ia mengambil surat itu yang bentuknya sudah tak beraturan dan membacanya kemudian terkekeh sendiri.


Kyo mendekati Flo yang masih diam mematung.


"Udah nggak apa - apa dipakek aja. Mubadzir kalau nggak dipakek. Lagian kamu juga belum dapat hukuman buat tebakan yang terakhir. Jadi mau nggak mau kamu harus pakek. Okay, baby? Hehehe,"


"Tapi aku malu,"


"Malu kenapa? Aku kan suami kamu."


Kyo menggandeng tangan Flo dan mengarahkannya ke tempat tidur, kini posisi mereka berhadapan. Kyo mengambil alih isi kado Aiko yang berisi kostum cosplay kucing, kimono lingerie dan sekotak kecil pengaman untuk Kyo lalu diletakkannya di atas nakas.


"Jangan menghindar lagi ya, aku tahu kamu takut. Karena ini adalah pengalaman pertama kalinya buat kita berdua. Aku janji aku akan pelan - pelan,"


"Tapi," sela Flo.


"Tapi apa?"


"Aku takut hamil!"


"Kamu kan udah ada suami!"


"Katanya kalau pertama kali itu sakit!"


"Aku janji akan pelan - pelan. Kamu siap kan? Kamu rela ngasih itu buat aku?" tanya Kyo memastikan.


"Iya...." jawab Flo pasrah namun ia juga tak kuasa menolak karena ia pun juga ingin tahu bagaimana rasanya.


Kyo tersenyum bahagia, ia mengecup kening Flo, mencium kedua pipi, mencium telinga Flo dan menggigit kecil hingga membuat Flo mendesah pelan. Ia menutup mulut istrinya dengan bibirnya agar tak meracau.


Tangan Kyo mulai aktif bergerilya menyusup ke dalam, mengelus punggung halus istrinya, kemudian perut dan naik ke atas. Ia mencari pengait penutup dada istrinya namun ciuman itu tak terlepas dari bibir kenyal Flo yang membuatnya candu.


Lelaki itu mulai membuka kancing piyama Flo satu per satu. Hingga kini tampaklah tubuh bagian atas istrinya. Sesaat ia takjub akan pahatan indah ciptaan Tuhan di hadapannya. Tak ada goresan, tanpa cela. Putih mulus. Hasratnya semakin menggebu. Flo menyilangkan kedua tangannya menutupi dua bukit indah miliknya. Kyo menepisnya pelan lalu kembali ******* habis bibir Flo.


"Nggak usah malu, aku suami kamu. Aku cinta kamu, Flo...."


Kini tubuh keduanya polos tak menyisakan sehelai kain pun untuk menutupinya. Mereka saling menatap, tatapan keduanya penuh gairah. Kyo sebagai lelaki ingin menuntaskan hasratnya. Ia merebahkan tubuh istrinya perlahan.


"Aku mulai ya, cakar aku atau gigit aku kalau sakit!" titah Kyo.


Flo mengangguk. Kyo memulai dari bagian atas hingga membuat Flo meracau dan mendesah semakin keras yang tadinya masih malu - malu. Kyo membuat si istri merasa basah bagian intinya dengan permainan yang ia lakukan.


Kyo bersiap memasukkan adik kecilnya yang ingin segera melesak ke dalam surga cinta milik istrinya. Pelan - pelan namun pasti meskipun beberapa kali ia mencoba karena merasa kesulitan memasuki surga milik istrinya yang benar - benar sangat sempit. Bahkan kedua mata Flo basah karena menahan sakitnya dimasuki alat tempur sang suami, ia tetap pasrah menerima meskipun ia harus menggigit bahkan mencakar sang suami. Akhirnya mereka berdua bisa merasakan kenikmatan setelah beberapa waktu bersusah payah.


Seprei putih yang tadinya rapi kini acak - acakan bercampur peluh keringat keduanya yang membasahi dan kini setelah Kyo mendapat pelepasan untuk pertama kalinya, ia menyudahi permainannya. Cairan yang bercampur darah dari robeknya selaput dara milik istrinya menjadi saksi bisu bahwa keduanya kini tak lagi dua melainkan satu.


Kyo memeluk Flo dan menghujani kepala dan wajah cantik istrinya dengan ciuman. Raut bahagia terpancar dari keduanya.


"Terima kasih sudah memberikan aku sesuatu yang amat berharga milikmu. Anata ga hajimete de, saigo yo (Kaulah cinta pertama dan terakhirku). I love you very much, my wife."


Flo mengangguk pelan sembari tersenyum karena pergumulan keduanya yang membuatnya lelah dan mengantuk. Sebenarnya Kyo masih ingin melakukan itu lagi, tapi melihat kondisi sang istri yang sudah kelelahan, ia mengurungkan keinginannya.


Kyo merasakan nyeri di sekitar lengan dan punggungnya pasca bercinta dengan istri tercinta. Nyeri dan perih, tapi tak ia rasakan lagi melihat Flo yang kini terlelap dalam pelukannya dengan tubuh polosnya. Menghindari kejadian yang tidak - tidak, ia memilih ikut memejamkan mata agar adik kecilnya tak kembali meronta meminta masuk ke surga cinta sang istri.


Benar kata Kyo tadi, tak perlu memakai baju kalau ujung - ujungnya jadi begini! Kado dari Aiko pun berakhir menjadi sia - sia karena tak ada satupun yang terpakai.


Keduanya kini terlelap dalam mimpi indah masing - masing. Kebahagiaan menyelimuti keduanya yang benar - benar sudah sah menjadi suami istri.


* * *

__ADS_1


__ADS_2