
Gerald menatap tajam pemandangan yang sedang ia saksikan secara nyata. Keanu menggenggam jemari tangan adiknya. Ia melangkahkan kaki mendekati mereka berdua. Tanpa mempedulikan tatapan sang ibu yang penuh selidik. Oma Silvia masih sibuk memilih menu yang tepat untuk acaranya tak mengetahui kedatangan Gerald.
Kakak kandung Flo ini terlihat emosi dengan adanya Keanu. Ia melepaskan secara paksa genggaman sahabatnya pada Flo.
Keanu beranjak dari kursinya, berdiri berhadapan dengan Gerald, merasa tak terima.
"Ada apa, Rald?" Tanya Keanu yang masih belum paham akan tatapan tajam dari Gerald.
"Bro, tadi kan gue udah bilang kalau adek gue udah dijodohin sama nyokap bokap. Kenapa lo masih nekad ngejar dia sampai sini sih?" Gerald melipat kedua tangannya di dada.
"Gue nggak ngikutin dia, Rald! Kita nggak sengaja ketemu disini. Mungkin ini takdir yang mempertemukan kami kembali untuk bersama." Jawab Keanu dengan penuh harap sembari memperhatikan gerak gerik Flo di depannya.
"Jangan mimpi, Pak Keanu!" Seru seseorang yang kini berada di belakang Gerald. Mereka bertiga tidak menyadari kedatangan Kyo. Kyo mengepalkan tangan, menahan emosi yang sudah di ubun - ubun.
Flo terkejut dengan datangnya Kyo yang tiba - tiba dan ditambah pula wajah lelakinya terlihat kesal.
Gerald sebagai kakak segera menengahi kedua lelaki yang berebut adiknya, supaya tidak terjadi keributan di toko kue Mama.
"Kyo, lo tahu kan yang namanya jalan nggak selalu lurus? Pasti berkelok - kelok dan jangan lupa banyak tikungan tajam yang nggak kita disadari. Maka dari itu lo harus berhati - hati. Banyak lubang dimana - mana, kalau lo sampai lengah bakal terjun bebas lo ke jurang." Ucap Gerald sembari melirik Keanu, bermaksud menyindir lelaki itu. Kyo mengangguk paham.
Flo yang masih mencoba mencerna maksud sang abang hanya mampu menatap lantai yang ia pijak, kemudian perlahan ia berani mendongakkan kepala mengedarkan pandangan ke segala arah. Hingga Kyo dan Flo beradu pandang.
Kyo segera menggandeng tangan Flo, gadis itu belum siap mendapat perlakuan yang mendadak dari Kyo, hanya bisa pasrah.
'Kok kesannya kayak gue ketahuan selingkuh ya? Gue kan nggak ngapa - ngapain. Mimpi apa gue semalam? Hidup kok drama banget kayak gini?'
"Kita pulang dulu, Bang. Permisi, Pak Keanu." Kyo memberikan penekanan pada Keanu, Gerald mencegah Keanu yang akan bersiap mengejar Flo.
Kyo dan Flo berjalan beriringan. Sebelum membuka pintu, Kyo masih sempat tersenyum pada calon ibu mertuanya dan mendapat respon yang sama.
***
__ADS_1
Gerald dan Keanu duduk berhadapan. Tak ada obrolan apapun. Gerald yang kesal segera menanyakan perihal kedatangan Keanu yang tepat berada di toko kue ibunya.
"Maksud lo kesini apa, Kean?" Tanya Gerald serius. Gerald jarang memanggil nama kepada semua sahabatnya, kecuali jika ia sedang marah.
"Bukannya tadi gue udah bilang, apa perlu gue perjelas lagi? Gue anggap ini sebagai takdir Tuhan." Keanu menjawab santai seraya tersenyum kecut.
"Please, jangan hanya karena cinta lo jadi gila! Lo belum bisa terima kalau cewek yang lo suka udah ada yang memiliki? Gue nggak mau lo jadi kayak gini. Kurang apa sih lo selama ini, Kean? Di luar sana banyak cewek yang antri buat deket sama lo. Nggak akan susah buat lo move on!"
"Gue nggak butuh cewek lain. Karena yang gue cinta cuma satu orang dan itu adik kandung lo. Jangan paksa gue buat nyari cewek lain! Dan satu lagi, gue kesini karena Oma gue. Lo lihat sebelah sana, itu Oma gue. Dan gue nggak ada niatan nekad ngejar adik lo kayak penguntit. Kalau bukan rencana Tuhan buat mempertemukan gue sama Flo, lalu rencana siapa? Gue nggak serendah itu, Rald. Gue akan berusaha mendapatkan cinta gue kembali bagaimanapun caranya."
Keanu mendekati Oma Silvia yang masih mengobrol dengan ibu sahabatnya, ia menyalami tante Cilla yang notabene ibu kandung Flo. Sedikit mengajak bercanda dengan Oma dan tante Cilla. Dari tempat duduknya, Gerald menatap tajam Keanu dan segera memalingkan muka seraya menghela nafas kasar.
***
Sepanjang perjalanan pulang, Kyo hanya diam. Flo bingung harus melakukan apa untuk mengembalikan ekspresi Kyo seperti semula. Ia tahu bahwa lelaki yang dipeluknya saat ini tengah merasakan cemburu tingkat dewa.
Mereka berdua melewati jalanan dengan diam, benar - benar tak ada yang mau memulai obrolan. Flo memeluk Kyo sembari menyandarkan kepalanya di punggung Kyo. Gadis itu mengeratkan pelukannya.
"Kalau marah kenapa pakai bilang - bilang?" Tanya Flo polos.
"Kalau aku nggak bilang, kamu nggak akan peka. Sama perasaanmu sendiri aja kamu nggak peka, apalagi yang tadi? Untung bang Gerald datang duluan, jadi aku nggak perlu ngajakin orang itu berantem disana!"
"Kenapa harus berantem? Aku kan nggak ngapa- ngapain. Aku disana nungguin kamu, nggak tahu bakal ketemu sama Keanu di tempat Mama. Kalau kamu nggak percaya bisa tanya langsung sama Mama." Flo berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Nggak usah mengelak! Aku nggak suka kamu ketemuan sama dia disana. Baru aku tinggal bentar, udah ada yang deketin. Gimana kalau lama? Apa nggak ditinggal akunya?" Kyo mulai menunjukkan ketidaksukaannya pada Keanu, hingga terdengar menggelikan untuk Flo yang mendengarnya.
"Aduh, pacar aku ceritanya lagi ngambek ya? Cup, cup, sayang. Aku nggak nakal kok. Jadi nggak usah khawatir ya." Hibur Flo sembari menepuk bahu Kyo pelan.
"Nggak lucu!" Jawab Kyo singkat, tercetak jelas di wajah lelaki itu bahwa ia sedang menahan tawa mendengar rayuan Flo namun sudah kepalang tanggung dengan gengsi, ia masih berpura - pura manyun.
"Ya udah, besok aku mau deket - deket lagi ah sama Pak Keanu atau cowok lain lagi yang lebih keren, lebih ganteng, lebih romantis, lebih---...."
"Lebih apa lagi? Nggak ada yang lebih mencintai kamu selain aku. Cuma aku yang mencintai kamu melebihi nyawaku sendiri."
__ADS_1
"Deuh, bucin dia!" Gumam Flo pelan namun masih bisa di dengar oleh Kyo karena kondisi jalan yang sepi.
"Aku denger ya, Yang. Pacar sendiri kok dikatain kayak gitu sih?" Kyo masih sewot, Flo terkekeh.
"Kamu juga aneh, aku kan belum jelasin apapun. Tapi kamu udah berspekulasi sendiri dengan pikiranmu yang nggak masuk akal."
"Ya wajar dong, kamu kan pacar aku. Apa cemburu sekarang dilarang? Apa ada pasal yang menerangkan bahwa cemburu itu nggak diperbolehkan? Kalau ada, aku orang pertama yang bakal protes. Aku cem - bu - ru..."
Flo tertawa sekencang - kencangnya seraya berkali - kali memukul punggung Kyo pelan. Ia geli mendengar omongan tak masuk akal Kyo yang terbakar api cemburu.
" Yang, sakit! Ini namanya penyiksaan!"
"Kok gitu?"
"Iya lah, kan kamu menyiksa jiwa dan batinku!"
Nyesss Brrrr... Itulah yang Flo rasakan di dadanya, ia bingung harus menjawab apa untuk membantah lawan bicaranya yang sedang meracau tak jelas di depannya. Membeku seketika. Mungkin benar kata pepatah, diam adalah emas.
'Suka - suka kamu ajalah...'
***
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
RATE
Terimakasih 🙏🙏🤗🤗
__ADS_1