Jodoh Florence

Jodoh Florence
Terkuak


__ADS_3

Aiko masih nyaman berada di pelukan Randy seolah malam ini ia tak mau melepaskan lelaki yang amat ia cintai. Dengan posisi masih memeluk, Aiko mendongakkan kepala menatap lekat - lekat wajah Randy dari dekat, ia takut sedang bermimpi.


"Aww...." pekik Randy.


"Oh aku nggak mimpi, jadi ini beneran? Kamu bukan ilusi kan?" tanya Aiko polos, Randy mengelus pinggangnya pasca dicubit oleh Aiko.


"Aku nyata, Beb. Lagian ngapain juga sih pakek nyubit segala? Kan sakit!" sungut Randy, berpura - pura manyun di hadapan Aiko.


"Aduh, Beb. Maaf ya, kan buat memastikan kalau aku nggak lagi mimpi sambil jalan, hehehe," ucap Aiko sembari tersenyum manis. "Lagian kamu juga ngapain sih ngerjain aku kayak gini?" lanjut Aiko mendesak Randy untuk menjawab pertanyaannya.


Randy tersenyum penuh arti.


"Dengerin ya..." pinta Randy dan dijawab anggukan mantap dari Aiko.


Beberapa hari yang lalu...


Pasca diputus oleh Aiko, Randy pulang ke rumah dengan hati yang galau. Bagaimana tidak galau, ia diputuskan begitu saja oleh orang yang ia sayangi lebih dari hidupnya sendiri. Bahkan kemarin ia sampai menghisap rokok sebanyak itu, jumlah yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Hanya gara - gara frustasi.


Mulut Randy terasa asam dan pahit yang bercampur menjadi satu. Ia berjalan menuju dapur, menuang air putih dan meminumnya. Entah kenapa kepalanya begitu pening. Ia meletakkan gelas minumnya sembarang tempat, ia memegangi kepalanya yang tiba - tiba berdenyut.


Mami Nadia, yang sudah ia anggap sebagai pengganti ibunya yang tak lain adalah kakak kandung Bunda mendekatinya.


"Kamu kenapa, Ran? Kamu bolos sekolah ya? Jam segini kok masih di rumah?" tanya Mami Nadia sembari membelai lembut rambut hitam Randy.


"Aku pusing, Mi,"


"Kenapa? Karena ayah kamu? Pasti dia nyuruh kamu untuk nikahin calon istri kamu itu? Mami heran loh, tiap kesini yang dibahas perjodohan terus. Nggak capek apa?" desak Mami pada Randy yang justru membuat Randy semakin pusing.


Randy memilih masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Mami Nadia. Sesampainya ia di kamar, ia merebahkan tubuhnya perlahan dan tertidur.


Entah sudah berapa lama ia terlelap dalam mimpi indahnya. Begitu sadar, di sampingnya sudah ada sang Ayah yang sedari tadi menggenggam tangannya.

__ADS_1


Randy membangunkan Ayah dengan sopan, ia sangat menyayangi ayahnya yang tetap setia untuk tidak menikah lagi pasca ditinggal sang istri yang telah meninggal dunia, Aira, ibu kandung Randy yang belum sempat ia lihat wajahnya.


"Ayah, bangun..." ucap Randy.


Ayah membuka mata perlahan - lahan hingga membiarkan cahaya menyelinap masuk ke dalam penglihatannya. Ayah melihat Randy dengan tatapan penuh kasih sayang seorang ayah pada anaknya.


"Maafin Ayah, Ran. Ayah memaksamu menikah sama anaknya sahabat Bundamu. Ayah nggak mau memaksa kamu lagi, Ran. Biar Ayah telepon saja calon besanmu itu supaya membatalkan perjodohan ini. Ayah nggak mau lihat kamu depresi kayak ini," ucap Ayah membuat Randy mengerutkan dahi.


"Aku begini bukan karena Ayah, ini karena masalah Randy sendiri. Jadi Ayah jangan pernah merasa bersalah." Randy berusaha menghibur Ayah.


"Tetap semua salah Ayah dan Bunda, Ran. Ayah akan bilang sama Yuta dan Conchita untuk membatalkan perjodohan itu dan kita bisa ke makam Bunda untuk minta maaf. Yang Ayah punya cuma kamu, Ayah udah nggak punya siapa - siapa lagi," ujar Ayah bernada sedih.


"Ayah bicara apa sih? Tunggu dulu barusan Ayah bilang siapa tadi? Yuta? Conchita?" ulang Randy pada Ayah.


"Iya, sahabat Bunda kamu. Sahabat Ayah juga. Anak mereka yang mau dikenalin sama kamu, lebih tepatnya mau dinikahkan sama kamu," jelas Ayah membuat jantung Randy berdetak begitu cepat.


Apa ada nama seseorang yang begitu familiar di telinganya bisa sama persis dengan nama orang tua Kyo?


"Loh kok tahu? Kalian udah kenalan ya?" goda Ayah.


"Bukan kenal lagi, Yah. Dia itu mantan Randy. Yang kemarin mutusin Randy karena mau dijodohin sama anak sahabat Maminya. Kenapa dunia begitu sempit seperti ini, Yah?" Randy mengguncangkan tubuh ayahnya untuk meluapkan kekesalannya.


"Harusnya kamu seneng dong, ternyata jodoh kamu itu mantan pacar kamu sendiri! Kamu masih sayang sama dia kan? Minggu sore kita ketemu sama keluarganya untuk membahas pernikahan kalian, tapi sebelumnya kita ke makam Bunda dulu ya," pinta Ayah.


Randy mencoba tersenyum pada Ayah. Mengingat kembali memori saat kemarin diputuskan oleh Aiko. Konyol dan bikin gemas!


Hingga hari yang ditunggu tiba. Di area pemakaman pinggir kota, Randy bersama Ayah, Cassie sepupunya dan Mami Nadia berziarah ke tempat peristirahatan terakhir Bunda Aira.


Usai mendoakan sang Bunda, Randy kembali ke dalam mobil. Cassie yang duduk di belakang tepat di sampingnya membeberkan fakta yang cukup mengejutkan.


Cassie menceritakan bahwa sepertinya Aiko salah paham pada dirinya usai melihat ia dan Randy berpelukan. Karena itu dipergoki langsung oleh Kevin, sang pacar yang kini telah insyaf dari julukan playboy di sekolah, yang kemarin niatnya hendak mengejar Aiko namun sudah didahului oleh pria lain.

__ADS_1


Randy terkesiap mendengar kenyataan itu, mungkin ini juga alasan dengan seenaknya Aiko memutuskan hubungan dengan dirinya tanpa bertanya terlebih dahulu. Sepertinya harus diberi kejutan dulu ini, setelah semuanya terkuak, Randy menjadi semakin bahagia. Ternyata jodoh yang dipilihkan Bunda adalah gadis yang amat ia cintai hingga detik ini, dan ia tak mau kehilangan orang yang amat berarti di hidupnya.


Kembali ke dunia nyata....


Aiko mendengar penjelasan Randy dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah bahagia, bingung, kaget atau harus lega. Sepertinya banyak kejutan yang membuat jantungnya berolahraga melebihi hari - hari biasanya.


"Kenapa harus Kevin yang ngerjain aku? Kamu tahu nggak, aku tuh udah takut banget kalau ternyata emang dia yang jadi calon suami aku! Kamu tega banget ngeprank aku kayak gini!" tanpa sadar Aiko terisak, Mami dan Papi saling melirik kemudian melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena melihat tayangan romantis melebihi sinetron di televisi bahkan adegan itu terpampang jelas secara live di hadapan mereka.


Flo dan Kyo ikut bahagia melihat Aiko bisa tersenyum kembali. Biarkanlah mereka menikmati masa kangen karena sempat putus beberapa hari yang lalu.


* * *


Lain Flo lain Gerald. Flo yang saat ini ikut berbahagia dengan pertemuan Aiko dan keluarga Randy berbanding terbalik dengan Gerald. Gerald menemani sang sahabat yaitu Keanu, yang masih berada si rumah sakit untuk pemulihan pasca kecelakaan.


Melihat kondisi Keanu yang nampak memprihatinkan membuat fokus Gerald bercabang kemana - mana. Pesan yang seharusnya ia kirim untuk sahabatnya justru masuk ke nomor Kyo.


Kyo yang saat itu sedang asyik memainkan ponselnya terganggu saat ada notifakasi masuk dari aplikasi hijau miliknya. Kyo sedikit penasaran, siapa yang telah mengiriminya pesan sore ini?


Dengan menajamkan indera penglihatannya, Kyo membaca rangkaian kata demi kata yang tersusun rapi di dalamnya disertai foto seseorang yang nampak tak berdaya. Kening Kyo berkerut dalam. Meskipun si pengirim hendak menghapus pesan masuk tersebut namun Kyo sudah terlanjur membacanya.


* * *


Selamat malam kakak2 semua, semoga selalu diberikan kesehatan dimanapun anda berada.. Minta dukungannya juga ya kakak2, mampir juga ke karyaku yang kedua...


Cloud & Sky


Yang mulai up hari ini..


Bantu like, komen dan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 yaa..


Matur nuwun... 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2