Jodoh Florence

Jodoh Florence
Dewa Bucin


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, setelah mendapatkan status baru yang tersemat pada keduanya, Tian dan Aurel berjalan menuju ke kelas dengan masih menautkan jemari mereka satu sama lain. Tak sabar rasanya untuk Tian memproklamirkan pada dunia bahwa lelaki yang jago merayu ini sudah ada pemilik hati.


Bel tanda masuk sudah berbunyi, Tian mempercepat langkah kakinya yang disusul oleh Aurel. Aurel sedikit berlari karena langkah kaki Tian lebih panjang darinya. Namun tak menyurutkan niatnya untuk tetap menyamai langkah Tian.


Sesampai di kelas, Tian mengedarkan pandangan ke dalam. Kedua matanya menatap dengan jelas sebuah seringai yang tampak dari wajah Kyo. Ada rasa puas akan kemenangan jika dibaca dari jauh. Tak jauh berbeda dengan Randy, lelaki ini berkacak pinggang sembari menatap Tian dan Aurel menuju kelas.


Tian duduk tepat di samping Kyo, Aurel dengan malu - malu duduk di samping Flo. Hingga sebuah deheman mengagetkan Tian dan Aurel. Tian sudah pasti bisa menebak siapakah orang itu.


"Hemm, Yan. Nggak lupa kan ya janjinya sama gue kemarin?"


Oh, rasanya Tian ingin segera menghilang dari muka bumi menuju surga bersama Aurel. Iya, Aurel, siapa lagi? Ditatapnya sang sahabat yang menepuk bahu Tian, dengan refleks membuatnya terjingkat. Tian kembali dari alam bawah sadar.


" Hehehe. Apaan sih, Kyo?" Elaknya.


"Mau gue ingetin di depan umum apa udah inget sendiri nih?" Goda Kyo sambil mengerlingkan sebelah matanya. Gemas sekali rasanya tangan Kyo untuk segera menoyor kepala Tian. Tapi ia urungkan, begitu mengingat ada Flo yang pasti akan memarahinya jika dirinya berbuat demikian.


" Aduh, iya iya. Sebulan kan?" Tian mengelus dadanya sembari menghela nafas kasar. "Rela deh gue, sebulan ngasih uang jajan gue buat elo. Lo juga ngapa sih kayak gini pakek diingat segala? Lo kan nggak kekurangan duit, Kyo!" Tian mencoba berkelit, Kyo terkekeh.


"Ini namanya pelajaran hidup. Makanya jangan suka mutusin segala sesuatu dengan seenaknya. Sok tahu! Kemakan juga kan akhirnya! Senjata makan tuan. Tadi gue udah denger pas lo nembak Aurel! Hahaha." Jelas Kyo membuat Tian seketika menoleh dan menatapnya tajam.


"Lo mata - matain gue?" Tian terkejut kemudian refleks berdiri di samping bangkunya.


"Deuh, sorry ya. Gue sukanya sama Flo, bukan elo. Ngapain juga gue kaya gitu ke elo? Berasa kayak stalker aja gue! Tadi gue mau ambil bola basket di gudang, begitu denger elo sama Aurel lagi kasak kusuk nggak jelas ya gue sembunyi dong , jadi denger deh. Hehehehe." Ucap Kyo santai merasa tak bersalah.


" Kalau gue inget - inget nih ya, gue traktir kalau bucin kan? Nah gue nggak bucin tuh!" Tian mencoba menyangkal sambil berdiri di samping jendela.


__ADS_1


"Eh, lo nggak bucin gimana coba? Kalau gue pikir lo roman - romannya, ah elah beribet banget gue ngomongnya, hawa - hawanya bakal jadi Pendekar bucin ulung!" Randy ikut nimbrung.


"Pendekar bucin darimana? Sekate - kate kalian sama gue! Kalau yang namanya Pendekar itu berarti harus membela orang yang tertindas, membela orang lemah, menegakkan keadilan dengan menentang sebuah kekuatan penindas*. Penindas yang kayak elo berdua, Kyo sama Randy. Wekkk... " Umpat Tian menggebu - gebu kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Kyo dan Randy.


"Udah, penuhi aja janji kamu, Yan. Kan kamu udah pernah janji sama Kyo." Pinta Aurel yang sedari tadi menguping pembicaraan tiga lelaki somplak di belakangnya.


"Kok kamu belain dia sih, Sayang? Bukannya belain aku! Aku kan pacar kamu sekarang. Cemburu nih. Aku nggak suka." Tian mencebik bibir sembari menghentakkan kakinya ke lantai, merajuk pada Aurel hingga membuat gadis itu terkekeh.


"Ini beneran elo, Yan? Gue lagi nggak mimpi kan ya? Ini anak kenapa jadi aneh gini sih? Abis lo kasih apa nih, Rel? Jadi alay bener temen gue!" Ledek Kyo yang tak habis pikir dengan perubahan sikap Tian. 'Menggelikan dan terkesan ah... Menyebutnya pun ia tak sanggup. Hahaha.'


" Fix, ini mah bukan lagi Pendekar bucin ulung tapi Dewa Bucin. Astaga, kenapa gue baru sadar punya temen kayak gini. Tahu gitu dulu gue harus test satu - satu kandidat yang mau jadi temen gue. Nyesel gue..." Ucap Kyo enteng setelah memberi julukan baru untuk Tian. Tian menatapnya tajam.


" Iya, iya, gue bucin. Puas lo berdua? Iya entar gue traktir elo ya, Kyo. Sekarang fokus ke pelajaran dulu. Seperti gue yang fokus menatap masa depan yang terbuka lebar bersama Aurel sayang...." Tian mulai lagi dengan omong kosongnya membuat Kyo jengah. Saat bersamaan Bu Sarah memasuki kelas.



'Ah, bucin rasanya nggak salah kok dengan gelar itu. Siapapun bisa menjadi kandidat bucin, tak ada yang tahu ke depan bukan?'


***


Demi memenuhi janji pada sang sahabat, kini Tian dibantu Mang Udin membawa dua kardus berisi roti sandwich isi coklat dan air mineral botol ukuran sedang.


Teringat ucapan Kyo tadi sewaktu pelajaran Bu Sarah.


"Gue minta elo traktir dalam sebulan dirapel jadi sekali aja, gue nggak minta banyak - banyak. Cukup sekardus isi roti sandwich isi coklat sama sekardus air mineral botol. Gue pengen lo beliin gue itu aja pas istirahat kedua nanti!"


Dan inilah hasilnya sekarang, sudah di depan mata sesuai dengan keinginan Kyo.

__ADS_1


Kyo masuk ke kelas usai dari toilet, ia datang dengan sumringah. Tian mengamati wajah sahabatnya dengan seksama. Randy duduk di bangkunya sembari memainkan ponselnya.


" Gue udah nggak punya hutang ya sama elo, Kyo. Lunas. Mulai besok gue nggak mau taruhan apapun sama kalian!" Ucap Tian pura - pura sewot, melirik sahabatnya yang disambut gelak tawa ketiga lelaki somplak itu.


Tian tertawa senang, begitu pula Kyo dan Randy. Begitulah persahabatan konyol ketiganya.


***


Mata pelajaran terakhir sudah selesai lima menit yang lalu. Namun, seluruh siswa masih berada di dalam kelas bukan karena mereka masih betah berlama - lama disana, tapi mereka masih menikmati kudapan yang diberikan Kyo satu persatu tepat setelah bel pulang berbunyi.


Ucapan Kyo sebelumnya pada teman sekelas.


"Pada pinter ya makannya, nggak usah buru - buru. Nikmatin aja, ini gue lagi ada rejeki jadi bisa traktir kalian semua. Seadanya ya gaess, yang penting halal dan ikhlas.."



Tian manyun dibuatnya setelah mendengar langsung kata - kata Kyo. Kyo pun menambahkan,


" Doain gue sama Flo langgeng ya gaess... " Pinta Kyo pada teman - teman sekelas yang disambut sorak sorai yang riuh membuat Flo malu.


" Gue yang beli, gue yang jadian sama Aurel, gue yang traktir kalian semua woy..." Umpat Tian dalam hati.


***


Yang sudah mampir tinggalkan jejak kalian yaa, dengan like, koment, vote dan rate...


Hatur nuhun 🙏🙏🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2