
Tik Tik Tik... Waktu berdetik...
Lanjuuuttt lagi,
Tap like kakak - kakak 🤗🤗🙏🙏
__________________________________
Tian mengejar Aurel hingga gadis itu menghentikan langkah kakinya. Ia melihat wajah kekasihnya sembab dan itu pasti karena dirinya.
"Maafin aku. Aku benar - benar minta maaf untuk semua kesalahanku. Aku akan tanggung jawab bagaimanapun caranya. Ayo kita menikah! Aku akan ajak orang tuaku buat melamar kamu. Kamu mau kan nikah sama aku?" tanya Tian penuh harap.
Aurel menyeka air matanya yang akan kembali menetes. Gadis itu melihat kesungguhan dari mata Tian. Ia mengangguk dan memeluk Tian.
" Aku takut, takut kamu nggak mau ngakuin dan menolak anak yang ada di perut aku!" dan kini tangisannya sudah tak dapat ditahan lagi.
"Kita yang melakukan hubungan terlarang itu, kemarin aku beneran takut sampai mau ajak kamu ngomong masalah ini aja aku sama sekali nggak ada keberanian. Maafin aku ya," ucap Tian dengan tulus.
"Ini belum lebaran, Yan!" celetuk Aurel, mencoba mencairkan suasana yang terasa hening dan mencekam bagi keduanya.
" Aku lagi serius, Sayang. Aku cuma nggak menyangka aja sebentar lagi dipanggil Ayah sama anak kita," ucap Tian sembari tersenyum bahagia. Tian memeluk Aurel dengan erat hingga membuat gadis itu memukuli dadanya agar memberinya ruang untuk bernafas.
Tian melepaskan pelukannya dan dilihatnya Aurel lekat - lekat dengan tatapan penuh kasih.
"Ayo kita bilang sama orang tua kita! Kalau mereka mau marah atau mau mukulin aku, aku akan terima itu semua. Asal mereka mau mengijinkan kita menikah dan membesarkan anak ini bersama - sama dengan kekuatan cinta...." ucap Tian yang awalnya serius berubah menjadi gombalan.
" Huweeeekkk, pengen muntah aku denger kamu ngomong kayak gitu!" Aurel meninggalkan Tian dan mencari letak toilet yang ada di lantai satu.
"Sayaaaanggg.. Tunggu! Aku serius loh!" seru Tian sambil mengejar Aurel. Aurel terlihat malas menanggapi Tian.
* * *
__ADS_1
Sepeninggal Tian yang mengejar Aurel. Aiko dan Flo bersedekap sambil mengamati gerak - gerik Vina yang masih menatap mereka dingin.
"Apa lo lihat - lihat? Minta gue uleg lo?" hardik Aiko justru membuat Flo menahan tawa.
Flo menetralisir pikirannya yang ingin tertawa terbahak - bahak, kemudian mendekat ke arah Vina.
"Sepandai - pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Jadi sepandai - pandainya orang menutupi kebusukannya pasti akan tercium juga. Paham?" bentak Flo menciutkan nyali Vina.
Vina terdiam belum membalas perkataan Flo yang sedikit pedas.
"Makanya jangan suka merebut kebahagiaan orang, sakit sendiri kan hati dan pikiran lo? Jangan suka mencuri, nggak baik! Sono deh gue dukung elo buat ikutan casting ftv atau sinetron biar hidup lo yang penuh drama bisa tersalurkan! Udah ya, Assalamualaikum!" celetuk Aiko lalu menggandeng iparnya yang tengah hamil tiga bulan itu dengan mesra meninggalkan Vina yang masih meradang.
* * *
Tak sampai sebulan setelah kejadian itu, Aurel dan Tian resmi menikah. Pernikahan mereka dirayakan secara sederhana, sakral dan intim. Karena hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua belah pihak mempelai dan para sahabat terdekat.
Meskipun drama sebelum pernikahan terjadi, namun pada akhirnya mereka bisa menikah. Sebenarnya orang tua Aurel belum mengikhlaskan sang putri menikah terlalu muda seperti ini, tapi berhubung sudah ada tabungan sebelum sah maka dari itu kedua keluarga mempercepat hari pernikahan mereka. Aurel dan Tian terlihat amat bahagia karena kebahagiaan mereka kali ini adalah kehamilan Aurel yang tak pernah diduga. Apalagi setelah dilakukan USG ternyata Aurel hamil anak kembar.
Dalam trio somplak tinggal Aiko dan Randy yang belum menikah. Keduanya akan menikah esok saat akhir tahun tepat di hari ulang tahun Aiko yang bertepatan dengan tahun baru.
Flo dan Aiko mendekati sang mempelai wanita dan memeluknya. Mereka bahagia karena bisa saling menyayangi hingga saat ini. Aurel merasa terharu dan bisa jadi karena efek hormon kehamilan membuatnya mudah sekali menangis. Rasa yang sama dengan Flo kala ia merasakan awal kehamilan.
* * *
Usai resepsi..
"Selamat ya, Bro! Ternyata adonan lo tokcer juga!" Kyo memberikan selamat pada Tian. Tian mengerucutkan bibirnya.
"Lo kira gue mau bikin kue? Nggak nyangka aja gue udah mau jadi bapak, rasanya tegang - tegang gimana gitu, hehehe," ucap Tian dengan senyum canggung.
Randy yang bersama ketiganya hanya tersenyum canggung tak jelas.
__ADS_1
"Ngapain lo ketawa kayak gitu?" tanya Tian penasaran saat melihat wajah Randy yang memerah.
" Nggak apa - apa, berarti ceritanya disini cuma gue doang yang masih perjaka ya?" kelakar Randy sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Nah itu patut dipertanyakan! Amat disayangkan ya, ganteng - ganteng tapi belum laku!" ledek Tian. Kyo hanya geleng - geleng kepala melihat Tian mengejek Randy, calon iparnya.
"Itu mulut mau gue kasih cabe sekilo apa ya? Geregetan gue dengernya! Kalau nggak karena gue mana mungkin lo nikah secepat ini? Ingat perjuangan gue juga dong!" Randy mengingatkan.
Tian terkekeh. Ia mengingat kembali beberapa waktu yang lalu bagaimana ia dan Randy bersusah payah demi mendapatkan restu dari ayah Aurel, Randy harus menemani siang malam Tian datang ke rumah Aurel. Meskipun hujan atau panas, Randy setia menemani sang sahabat membuktikan keseriusannya dan menjelaskan penyebab Aurel hamil.
"Iya, iya, gue nggak akan lupa sama jasa - jasa lo selama ini, kalian emang best friend gue banget deh. Love you...." Tian menunjukkan finger heart dan seketika mendapat cibiran dari dua sahabatnya karena geli bin jijik.
"Wah nggak setia kawan kalian!" pekik Tian, Kyo dan Randy menemui pasangan masing - masing meninggalkan Tian sendirian karena Aurel tengah sibuk bercengkerama dengan Flo dan Aiko.
* * *
"Hebat ya lo, Rel! Sekali bikin langsung jadi dua!" puji Aiko sambil mengelus perut Aurel.
"Alhamdulillah, Aiko. Lo buruan nikah juga biar bisa nyusul kita melendung kayak gini, ternyata enak loh rasanya," jawab Aurel sembari tersenyum manis menggoda Aiko.
"Lah kayak sering gituan aja? Bukannya lo baru sekali abis itu melendung? Enak darimana, kan baru sekali?" ledek Aiko tak mau kalah.
Flo terlihat jengah mendengar perdebatan duo A, akhirnya mau tak mau harus menengahi supaya tak ada pertumpahan darah antara mereka, aduh...
"Aiko, gue cuma mau bilang, nikah itu emang enak seperti yang dibilang Aurel, asal ada syaratnya ya, asal udah sah lebih nikmat lagi. Bisa saling memiliki satu sama lain, dan masih banyak lagi. Udah sana buruan menentukan hari H buat nikah, jangan ditunda - tunda," ucap Flo santai.
Aiko merinding mendengarnya, pikirannya melanglang buana entah kemana. Memikirkan malam pertama yang akan dilaluinya dengan Randy saja sudah membuatnya tak berkutik. Takut tapi penasaran. Aneh.
Randy, ayo dong nikah sekarang juga!
* * *
__ADS_1