
"You are the biggest gift God ever give me...."
*** Kyo Arcello Kashiwabara ***
***
ANGELA'S Ice Cream & Resto
Kyo menatap penuh tanya, ada yang lain dari biasanya pada diri kekasihnya. Ini hanya perasaannya saja atau benar adanya?
Belum sempat membuka mulut, seorang waiter mendatangi meja mereka dengan senampan pesanan Flo.
Setelah selesai dengan es krim yang tertata rapi di meja, waiter itu undur diri. Sejenak Kyo berpikir, harus darimana ia mengawali pertanyaan yang melingkupi pikirannya.
"Dimakan dulu yuk es krimnya, kayaknya seger banget." Ujar Flo yang langsung disetujui oleh Kyo.
"Manis."
"Iya, manis. Enak es krimnya. Kamu juga suka kan?" Tanya Flo sembari tersenyum ke arah Kyo. Kyo membalas senyum.
"Bikin melek." Ucap Kyo sembari menatap lekat kedua manik mata gadisnya.
"Ini kan bukan kopi, mana ada es krim bikin melek?" Flo tak percaya.
"Memangnya yang lagi aku bahas apa sih?"
"Es krim kan?"
"Bukanlah, aku lagi ngomong bahwa kamu manis, bikin melek. Dan es krim ini memang manis semanis senyummu yang mampu meruntuhkan dinding beku di hati aku." Kyo mulai menggoda Flo dengan rayuan recehnya, sejenak gadis itu meresapi ucapan yang isinya hanya gombalan dari Kyo. Detik berikutnya ia langsung mencubit punggung tangan Kyo dan membuat lelaki itu mengaduh.
Flo memandangi wajah lelah Kyo, membuat tangannya dengan lembut membelai rambut hitam lelaki itu hingga berhenti di pipi.
"Makasih ya, udah mau nemenin aku makan es krim. Padahal sebenarnya tadi aku cuma iseng. Hehehe." Flo meletakkan kedua tangannya di meja.
"Kamu mau kemana pun pasti aku dengan senang hati mengantarmu, asal jangan disuruh nganterin ke tempat cowok lain aja!" Ujar Kyo asal, seketika membuat dada Flo berdetak kencang.
Degg Degg Degg
Begitulah suara detak jantungnya, akankah Kyo mendengarnya? Flo diam mematung mendengar candaan Kyo, ia sedang berusaha mengolah kata yang tepat pada Kyo. Kejujuran yang harus Kyo tahu cepat atau lambat.
"Sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu, mengenai...." Ucapan Flo terhenti. Kyo memperhatikannya dengan tatapan serius seolah mencari jawaban dari bibir mungil Flo.
"Nggak ada yang perlu ditutupin dari aku. Jangan merasa sungkan buat ngomong. Aku nggak keberatan kok, kalau ternyata yang bakal diomongin akan nyakitin aku. Ngomong aja! Asal jangan minta putus, kan perjanjian kita masih ada sebulan lagi." Pinta Kyo dengan tenang, lelaki ini mencoba menutupi pikirannya yang berkecamuk.
"Bukan putus! Bukan!" jawab Flo spontan sembari mengibaskan kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau kamu udah jatuh cinta sama aku! Hehehe." Goda Kyo mencoba tersenyum.
"Kyo! Aku lagi serius nih, dengerin dulu dong."
"Iya, iya, gitu aja ngambek, tapi nggak apa - apa tetap cantik kok." Ucapan Kyo santai namun membuat Flo malu dibuatnya.
"Kamu masih ingat kejadian tempo hari kita mau nabrak mobil?"
"Oh, itu. Masih. Apa ada hubungannya dengan itu? Maksudku dengan cowok itu?" Tebak Kyo tepat sasaran.
"Iya..." Flo tak mampu mengelak, hanya mengiyakan.
"Dia siapanya kamu?" Kyo bertanya tanpa basa basi lagi. Flo merasa Kyo mulai menginterogasi dirinya.
"Dia mantan pertamaku..."
"Cuma mantan kan?"
"Kok cuma? Kamu nggak marah? Atau cemburu gitu?"
"Buwahahahaha, kamu maunya gimana? Jujur ya, aku cemburu. Tapi dia kan hanya masalalu kamu. Sekarang ada aku yang akan jadi masa depan kamu. Meskipun masih pada titik sebuah perjanjian." Kyo tertawa aneh menurut Flo. Flo kembali diam. Ditatapnya lagi lelaki berwajah tirus itu dengan serius.
Flo menangkup kedua pipi Kyo. Ia memberikan senyum termanis untuk lelaki yang sudah dua bulan dipacarinya.
" Tadi dia ke rumah." Jelas Flo, Kyo terkejut dibuatnya.
"Mau ngelamar aku kali!" Goda Flo membuat Kyo menatapnya tajam. Kyo menanggapinya dengan serius.
"Nggak boleh! Kamu cuma punya aku. Aku bakal buktiin kesungguhan hatiku buat kamu. Tiga bulan bukan waktu yang lama, tapi kamu akan tahu tentang perasaanku. Aku memang bukan yang pertama, tapi aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidup kamu." Kyo menggenggam erat jemari Flo. Flo terkekeh pelan.
"Aku bercanda, Sayang."
Kyo menajamkan fungsi pendengarannya, kata apa yang barusan keluar dari bibir Flo membuatnya terkesiap.
"Barusan kamu bilang apa?"
"Aku bercanda..."
"Bukan, bukan itu, setelah itu apa tadi? Sa, sa, sa...."
"Sayur?"
"Sa..." Kyo menunggu ucapan itu lagi, sudah memberi kode pada Flo malah dijawab seperti itu. Kyo mendengus kesal.
"Sayang!" Flo menjawab cepat.
Flo tertawa gemas melihat ekspresi Kyo yang imut menurutnya. Bagaimana tidak, lelaki itu sengaja menyuruhnya mengucapkan kata sayang dengan dieja. Kode aneh, tapi dia bisa langsung memahami. Berpacaran dengan Kyo tak terasa sudah dua bulan, namun baru malam ini ia mengucapkan panggilan sayang yang membuat Kyo berbunga - bunga.
"Ternyata dia temen bang Gerald." Flo memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Oh, ya?"
"Mereka sahabatan dari sma, abis itu dia pindah ke luar negeri tiba - tiba, sekarang balik lagi kesini."
"Namanya siapa? Kok dari tadi cuma bilang dia, dia, dia..."
"Keanu."
"Oh..."
Kedua insan yang masih berstatus pacaran dalam perjanjian ini saling menatap satu sama lain. Tak ada yang menghentikan tatapan itu, ada perasaan sarat makna yang membuncah di dalam hati.
***
"Boleh aku minta sesuatu sama kamu?" Tanya Kyo saat berhenti di dekat kompleks rumah. Sudah terlihat sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang melintas.
"Apa?"
"Tapi aku nggak akan maksa kamu..."
"Apaan sih? Jangan bikin penasaran deh. Ngomong jangan nanggung - nanggung. To the point aja."
"Aku pengen cium kamu." Ucap Kyo malu - malu tapi mau.
"Hah?" Pekik Flo tak sadar, untung saja tak ada yang mendengar obrolan mereka. Karena kompleks perumahan mereka dipenuhi dengan gerbang dan dinding yang tinggi.
"Gimana?"
"Kan udah! Di pipi, kening, udah."
"Bukan itu tapi disini..." Kyo menunjuk bibirnya. Flo merona.
"Apaan sih, nggak ada yang lain permintaan kamu? Lagipula ini kan di jalan, kalau ada yang lihat gimana? Kamu nggak malu?"
Merasa mendapat lampu hijau, Kyo menarik tangan Flo, mengajaknya berlari kecil hingga berhenti di depan pintu gerbang rumah Flo yang agak sedikit terbuka. Mereka berdua memasuki pintu gerbang rumah dengan mengendap - endap seperti maling yang bersiap mencuri, konyol sekali. Bersembunyi di dekat ayunan taman halaman depan.
"Boleh kan?" Tanya Kyo memastikan.
Flo mengangguk pelan. Kyo tersenyum penuh arti.
"Nggak boleh lebih ya, cuma cium aja."
"Iya." Jawab Kyo singkat sembari menyeringai, dan Flo tak menyadari niat Kyo.
Kyo mencium bibir Flo perlahan, tangannya menarik tengkuk Flo supaya bisa memperdalam ciumannya, yang awalnya hanya sebuah kecupan berubah menjadi permainan lidah yang lumayan lama. Tanpa disadari mereka, ada sepasang mata memperhatikan keduanya dengan pandangan misterius dan tanda tanya.
Siapakah orang itu?
***
__ADS_1