Jodoh Florence

Jodoh Florence
Bini Beneran!


__ADS_3

Tap like tap like 🤩🤩🤩 Terimakasih 🤗🤗


_________________________________________


Flo sudah berada di ruangan serba putih kala ia membuka matanya. Di sampingnya sudah ada sang suami yang tampak khawatir dengan kondisinya saat ini.


Selang infus menancap di punggung tangan kanannya. Ia berada di atas bed rumah sakit. Jelas sekali pemandangan ini memperlihatkan bahwa ia sedang tak baik - baik saja.


Kyo menggenggam tangan sang istri, ekspresi lelaki itu nampak kuyu. Flo merasa bingung kenapa dia bisa berada di tempat ini. Bukankah tadi dirinya masih berada di toilet kafe milik Bian?


"Kok aku disini?" tanya Flo lirih.


Kyo menggelengkan kepala sambil menciumi punggung tangan kiri Flo yang masih lemas.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu lagi hamil sih, Yang? Kalau kamu kenapa - napa gimana?"


Hamil? Aku hamil? Beneran?


Flo terkesiap mendengar pernyataan sang suami. Gadis itu berpikir keras dan ia benar - benar paham mengapa sang suami terlihat seperti itu. Ada rasa bersalah di hati Flo karena tak memberitahu masalah pil penunda kehamilan, tapi kejutan ini benar - benar tak diduga olehnya. Awalnya ia hanya merasa tak enak badan, malas makan, mual jika ada bau - bauan tertentu yang menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya. Tanpa tahu jika itu termasuk gejala morning sickness.


"Hamil?" beo Flo, dan sang suami mengangguk mantap dengan wajah serius.


"Kamu kok nggak bilang kalau udah siap hamil? Kalau tahu kan, aku bisa lebih siaga lagi menjaga kamu dan calon buah hati kita," ucap Kyo sedikit merasa kesal karena ia tak mengetahui dari awal kehamilan sang istri.


"Aku takut kamu terlalu berharap sama aku, karena kayaknya kamu pengen banget punya bayi. Kalau aku belum dikasih nanti kamu pasti kecewa karena aku nggak mau lihat kamu sedih," ucap Flo kikuk, ia memilih memalingkan wajahnya karena sang suami terlihat mengintimidasi dirinya dengan sorot mata tajam itu.

__ADS_1


"Yang, masalah kita dikasih atau belum itu kehendak Tuhan yang penting kita udah usaha, dan aku nggak akan nyalahin kamu. Kalau semisal belum dikasih ya berarti harus usaha lagi, jangan pernah nyerah. Aku lebih suka kamu terbuka sama aku daripada memendam sendirian," ucap Kyo bijak.


"Maaf ya sayang.." hanya itu yang keluar dari bibir Flo, karena ia menyembunyikan sesuatu dari Kyo. Ia merasa menyesal, namun ia lega dan bahagia karena Tuhan menitipkan anugerah terindah di dalam rahimnya. Flo memberanikan diri menatap wajah Kyo. Flo menatap mata sayu Kyo dengan bulu matanya yang lentik.


Kyo yang tahu bahwa sang istri merasa bersalah, kemudian menghujani pucuk kepala Flo dengan ciuman. Pemandangan itu membuat Dokter dan perawat yang akan memeriksa ikut menyaksikan keromantisan pasangan muda tersebut ikut tersenyum.


"Ehem, ehem," Dokter wanita yang diketahui bernama dr. Martha berdehem membuat Kyo dan Flo salah tingkah.


"Eh, bu dokter, hehehe," Kyo terkekeh menahan malu.


"Ini bukan tempat khusus buat berpacaran ya, nanti dilanjutkan di rumah saja. Untung kalian sudah menikah jadi halal deh, mau ngapa - ngapain," celetuk dr. Martha. Perawat yang hendak memeriksa tensi Flo ikut menertawakan polah kedua calon orang tua baru tersebut.


"Tensinya sedikit rendah ya, calon mahmud.." jelas dr. Martha pada Flo setelah mendengar penjelasan perawat yang memeriksa Flo.


Flo yang belum mencerna dengan baik pernyataan sang dokter hanya melihat suaminya dengan ekspresi bingung. Kyo tersenyum.


"Untuk mengetahui lebih jelasnya bisa diperiksa langsung oleh dokter kandungan, jadi bisa tahu pasti keadaan calon bayi melalui USG," jelas dr. Martha, yang membuat Kyo dan Flo saling menatap satu sama lain. Pasangan suami istri itu mengangguk bersamaan.


* * *


Flashback On


"Kyo!" pekik Flo melemah sebelum ia benar - benar tak sadarkan diri.


Aiko kebingungan lalu berteriak memanggil nama saudaranya hingga membuat riuh suasana kafe.

__ADS_1


Kyo berlari mendekati sang istri dan membopongnya menuju mobil yang dikemudikan Tian. Aurel mengikuti sang kekasih dan sahabat untuk mencari rumah sakit terdekat.


Aiko masih berada di kafe milik Bian. Gadis itu mendekati Mayang dan mencengkeram kerah kemeja yang dipakai oleh Mayang. Mayang sedikit ketakutan melihat ekspresi Aiko. Sangar, pastinya! Seolah taring tak kasat mata mulai menghunus pikiran Mayang dan bersiap menerkamnya.


"Denger baik - baik ya omongan gue kali ini, karena gue nggak akan ngulang untuk kedua kalinya! Gue cuma mau bilang, siapa yang pantas dan nggak pantas buat Kyo. Yang pantas buat Kyo adalah bininya yang sah di mata hukum dan agama, bukan bini - binian tapi bini beneran! Dan lo tahu siapa orangnya?" seru Aiko tegas membuat perhatian segelintir orang tertuju padanya.


Mayang hanya bisa geleng kepala mencoba mengolah kata dalam pikirannya.


"Flo! Flo adalah bininya Kyo yang sah. Dan yang perlu gue perjelas, cewek yang disukai Kyo dari dulu sampai sekarang ya tetep Flo. Gue kasih tahu lo ya titisan Medusa, yang nggak pantas buat Kyo adalah elo dan cewek - cewek yang godain Kyo," Aiko menjeda kalimat selanjutnya, mengambil nafas sebentar kemudian melanjutkan kata - katanya.


"Sekarang mendingan lo ambil kaca di rumah lo, terus lo pecahin kecil - kecil habis itu buat ngaca deh! Biar lo sadar! Secantik apa sih lo ketimbang Flo! Dan juga jangan fitnah orang sembarangan!" hardik Aiko, Randy mendekati kekasih yang sebentar lagi menjadi istrinya hendak melerai namun segera ia urungkan. Randy memilih diam dan menyimak ucapan Aiko.


"Apa?" seru Mayang, ia syok mendengar kenyataan yang baru saja di dengarnya. Ia mengerjapkan kedua matanya berharap ini hanya mimpi buruk namun itu nyata kala ia mencubit pipinya hingga mengaduh.


"Oh iya, kalau semisal nih, semisal loh ya, Flo beneran hamil, lo pasti udah tahu jawabannya kan? Ya pastinya hasil kerja keras Kyo tiap malam dong!" ledek Aiko saat menyelesaikan ucapannya. Gadis itu melenggang santai meninggalkan Mayang bersama Boim dan Bian. Randy mengikuti sang kekasih yang tampak puas membuat Mayang terduduk lemas.


Mayang menatap kepergian Aiko dengan senyum getir dan lelehan dari kelopak matanya yang menjalar membasahi pipinya. Sudah tak ada lagi kesempatan mendekati Kyo. Ia memang menyukai Kyo sejak smp tapi dia juga sadar diri tak mau jadi pelakor. Ia hanya bisa merutuki nasibnya. Boim mendekati Mayang dan menepuk bahu gadis itu supaya tenang.


Kenyataan yang menyakitkan hati Mayang. Ia menyesal sudah mengatai Flo bahkan memfitnah tanpa alasan yang jelas.


Flashback Off


Aiko menyusul ke rumah sakit dimana Flo berada. Gadis itu tampak puas telah meluapkan emosinya pada Mayang, dan Randy pun tahu akan hal itu.


Aurel dan Tian yang duduk di bangku panjang di dekat taman rumah sakit menunggu kedatangan Aiko dan Randy untuk memberi kabar kehamilan Flo. Pastinya Aiko akan berjingkrak kesenangan mendengar berita itu.

__ADS_1


* * *


__ADS_2