Jodoh Florence

Jodoh Florence
Jangan Ada Dusta Diantara Kita!


__ADS_3

"Flo! Kyo!" pekik seseorang dari seberang sana. Sepasang kekasih ini terkejut dibuatnya.


"Lo ngapain disini?" seru Kyo, ia menahan kesal karena salah satu personil trio somplak itu mengganggu kemesraan keduanya. Kyo mengusap kasar wajahnya.


Dengan santainya Tian berjalan menggandeng Aurel dan cengengesan seolah tak merasa bersalah.


"Harusnya lo bersyukur gue teriakin, noh bentar lagi bakal ada yang lewat..." Tian menjeda ucapannya saat melihat bu Nining berjalan melewati mereka berempat menuju parkir khusus guru. Keempatnya segera memberi salam basa - basi pada bu Nining diiringi senyum layaknya bintang iklan yang wara wiri di televisi.


"Tapi nggak usah pakai acara teriak kayak gitu? Lo cowok apa cewek sih? Teriakan lo ngalahin toa masjid tahu nggak! Apa jangan - jangan lo titisan Tarzan?" ledek Kyo menimpali ucapan Tian sepeninggal bu Nining.


"Iya, kenalin gue Tarzan ganteng," sombong Tian sambil membusungkan dada dan menepuknya berkali - kali. Aurel menatapnya jengah.


"Astaga!" keluh Kyo sembari menyibakkan rambutnya ke belakang.


"Nanti kalian tahu rasa kalau sampai ketahuan bu Nining, terus kalian jadi materi pembelajaran biologi!"


"Kok bisa?" Kyo mulai penasaran dengan obrolan tak berfaedah dari Tian. Kedua gadis itu hanya diam dan menjadi penonton merangkap pendengar setia.


"Semisal bu Nining tanya, kegunaan mulut apa? Lo nya jawab buat cium Flo, Bu! Kegunaan hidung apa? Buat ngendus - endus leher Flo, Bu! Kegunaan hati apa? Menjaga cinta kita, Bu! Buwahahaha," Tian berucap penuh canda sambil mengingat kejadian saat dirinya dulu diberi pertanyaan mengenai organ hati oleh bu Nining saat kelas X.


"Emangnya gue elo? Ceritanya nostalgia nih yee," balas Kyo tak mau kalah sembari menyeringai.


"Enak aja, gue udah move on dong!" Tian bersungut - sungut.


Flo tertunduk malu, masih sempat ia menyeka air mata yang masih terasa basah di sudut matanya.


"Kok lo mau sih Rel sama Tian? Lo sadar kan?" tanya Kyo pada Aurel yang mengedarkan pandangan ke segala arah.


"Adanya!" jawab Aurel asal. Tian spontan meliriknya tajam.


"Oh gitu?" tanya Tian menyikut lengan Aurel.

__ADS_1


"Adanya yang mencintaiku sepenuh hati! Nggak ada yang bisa mengerti aku sepenuhnya selain kamu," lanjut Aurel membuat pipi Tian bersemu merah. Tian mencuri kesempatan mencolek pipi chubby Aurel, dan gadis itu pun merespon malu - malu tapi mau.


"Lah kalian berdua sama aja, satu paket lengkap. Sama - sama urat malunya udah putus sama songong!" goda Kyo terus menerus.


"Berisik lo! Tapi gue seneng deh lihat kalian barusan, berasa kita berdua nonton live action. Alhamdulillah, Flo makasih ya.." ucap Tian penuh tanda tanya, Flo mengernyitkan keningnya.


"Untuk?" Flo heran, dilihatnya ekspresi serius dari seorang makhluk bernama Sebastian Wijaya yang tak nampak jahil bin tengil seperti biasanya.


"Gue seneng karena sekarang ada yang bisa disayang - sayang sama Kyo selain motor sama bola basketnya. Sekarang udah ada yang bisa diperhatiin, dicium, dirangkul, dipeluk dan juga lo itu pacar pertama, cinta pertama dan bentar lagi bakal ada malam pertama!" jelas Tian sembari tersenyum simpul namun ada maksud tersembunyi.


"Huss, pikiran lo ngeres mulu, Yan! Kagak pernah di sapu apa? Jangan pikiran kotor mulu napa? Nikah tuh yang dipikir bukan masalah bab malam pertama tapi ibadahnya, ya nggak, Yang?" Kyo terlihat serius dengan ucapannya, Tian tak lagi bisa menahan tawanya karena mendengar celoteh Kyo. Flo membalas dengan mengulas senyum tipis di wajahnya.


"Kalian berdua kan dijodohin? Ibadahnya dari mana coba?" tanya Tian yang mulai membuat Kyo kesal, sengaja dilakukannya untuk memancing kejujuran Kyo di depan Flo.


"Gue kan ---....." belum sempat diteruskan maksud pembicaraannya, Judith berjalan santai menuju parkiran dimana mereka kini sedang berdiri.


Tatapan lelaki yang saat ini datang membuyarkan pikiran Kyo, ada desir aneh dalam hatinya. Karena tatapan itu tidak terlihat biasa, namun mengandung kerinduan tak bertepi yang Kyo sendiri pun dapat membaca dengan jelas bahwa Judith masih menyukai gadisnya.



Cemburu kah?


Biasa - biasa saja kah?


"Hati - hati, Bro!" Tian yang menjawab sapaan dari Judith, senyum mengembang dari bibirnya. Tian melirik sahabatnya yang sedang menahan cemburu, tak lain tak bukan lelaki yang bernama Kyo.


Tak butuh waktu lama, Judith segera menyalakan mesin motornya dan berlalu dari sana. Suara deru motor semakin hilang hingga tak terdengar lagi di gendang telinga Kyo.


Kyo memasukkan tangannya ke saku jaket yang ia pakai. Sejenak ia mengamati Flo dan kemudian beralih menuju motornya, mengambil helm dan memberikannya pada Flo.


"Lo cemburu, Kyo?" tanya Tian serius, tatapan matanya jelas tertuju pada Kyo meskipun ia tahu lelaki yang ia berikan pertanyaan berpura - pura tak mendengar ucapannya.

__ADS_1


Kyo tak mau ambil pusing namun entah kenapa perasaan itu berkecamuk dalam pikirannya. Seolah ia takut akan ada pria lain yang akan mengambil hati gadis pujaannya.


"Kyo, gue lagi tanya sama elo, kok dicuekin sih?" tanya Tian sekali lagi, ingatlah bahwa yang sedang dihadapi Kyo saat ini adalah lelaki yang terkadang atau mungkin sering bermulut lemes.


"Apa sih, Yan? Udah ah, gue mau balik. Flo juga pengen cepetan sampai rumah," elak Kyo mencoba menghindari pertanyaan dari Tian yang seakan menyudutkannya.


"Kyo, are you okay?" sepertinya Flo pun mulai mendukung Tian untuk mengaduk - aduk hati dan pikirannya karena sebuah virus bernama cemburu.


"I'm okay," jawab Kyo singkat, tanpa melihat Flo di sampingnya. Ego yang kini menguasainya.


"Kyo, gue kenal sama elo bukan sehari dua hari. Hal kayak gitu mending lo omongin ke Flo. Biar dia tahu seberapa berharganya dia buat elo. Lihat elo tuh seperti kata pepatah, lain di bibir lain di hati," Tian menceramahi Kyo seperti seorang pujangga.


Kesambet apa sih nih bocah? Dari tadi pepatah mulu! Nggak tahu apa kalau gue lagi nahan cemburu! Kyo menghentikan aktivitasnya dan menatap Tian lekat - lekat.


"Nggak usah bertele - tele, lo tuh mau ngomong apa sih, Yan?" tanya Kyo sembari melipat kedua tangannya.


"Lo nggak bisa bohongin atau nutupin sesuatu dari gue. Bibir boleh bilang oke tapi hati bilang not okay. For what? Kalau gue boleh saran, terbukalah sama Flo tentang apa yang lo rasain. Hal sepele apapun kalau dipendam dan dibiarin aja akan jadi boomerang buat lo sendiri. Kejujuran! Itu kunci utama sebuah hubungan, gue tahu lo cemburu barusan." ucap Tian bijak dan membuka pikiran Kyo akan perasaannya sendiri agar lebih terbuka.


"Bener yang dibilang sama Tian, sebuah hubungan harus dilandasi keterbukaan, nggak cuma itu tapi juga kejujuran dan kepercayaan. Hal sepele juga bisa jadi besar kalau nggak diungkapkan, karena bisa bikin salah paham. Aku tahu kamu cemburu, lagipula aku juga udah nggak ada hubungan sama Judith. Jadi sekarang, trust me." Flo menautkan jemarinya pada jemari Kyo, senyum tipis kembali terulas.


"Yes, I'm Jealous. But one thing you should know... I love you so much..." ucap Kyo serius.


Kyo membalas senyuman Flo, ia menyentuh hangat pipi Flo. Pandangan mereka saling beradu. Tian dan Aurel hanya saling sikut karena merasa jadi kambing congek yang sedang merumput dan tak dianggap oleh calon pengantin di hadapannya.


"Kalau kata om Broery Marantika di lagunya yang berjudul jangan ada dusta di antara kita, itu udah cukup buat pegangan kalian nanti. Mari terbuka, jangan ada rahasia, jadi sama - sama tahu. Begitu? Betul pemirsa?" Tian menyudahi ceramahnya dan mendapat hadiah jitakan dan cubitan dari Aurel dan Kyo. Flo hanya geleng - geleng kepala. Tian tertawa puas, karena cita - citanya terwujud menjadi **motivator cinta. 🤭


* * *


Minta saran dan kritik dong reader yang tercintaahh, yang telah berkenan membaca karya dari penulis yang masih belajar ini...


Semangat,

__ADS_1


Semoga suka, ❤️❤️


Selamat malam 💃💃**


__ADS_2