
Senin, hari dimulai setiap awal pekan. Flo meminta ijin pada teman - temannya juga Kyo untuk menemui Judith di Uks. Awalnya mereka tidak setuju jika sepasang muda mudi itu bertemu meskipun sekarang statusnya hanyalah mantan. Setelah diberikan pengertian oleh Flo akhirnya mereka bisa mengerti. Dan tibalah di ruang uks. Flo membuka pintu, disana sudah ada Judith yang memakai kaos bebas tidak memakai seragam lagi.
Judith tersenyum melihat Flo datang. Ia memperhatikan mantan terindahnya dengan tatapan sendu, ingin rasanya memeluk gadis itu namun status yang telah memisahkan membuat ia berpaling muka dan mengusap wajahnya kasar.
"Flo, kamu tunggu disini ya..." Judith menyingkap tirai salah satu bilik yang ada di uks. Ada tiga ranjang, Judith meminta Flo duduk di tepi ranjang paling sudut. "Diam, dan jangan beranjak dari posisimu." Imbuhnya. Flo mengangguk. Ditutup lagi tirai pembatas seolah olah memang tak ada orang di dalamnya. Hanya bagian samping yang terbuka.
CEKLEK
Seseorang membuka pintu dan masuk perlahan. Mecca. Judith menyuruhnya masuk dan duduk di kursi yang ada di dalam ruangan itu.
Mecca nampaknya kegerahan, ia sibuk memegangi kerah bajunya. Judith yang paham situasi segera membuka percakapan.
"Maaf ya, gue ngajakin ketemuan disini. Karena gue rasa tempat ini rada aman buat kita ngomong sebentar."
"Nggak apa - apa, Dith. Gue seneng lo masih mau ngomong sama gue lagi, sejak putusnya lo sama Flo. Gue nyesel banget, gara - gara gue semua jadi begini."
"Yang berlalu nggak usah diungkit - ungkit. Gue maafin lo kok. Nggak baik juga ada dendam diantara kita semua. Gue cuma pengen selesaikan semua dengan baik. Jujur sama gue, Mecca!"
"Jujur apa, Dith?"
"Kenapa lo berubah jadi kayak gini? Gue temenan sama lo dari kecil, Ca. Ini bukan sifat lo yang sebenarnya."
"Tahu apa lo, Dith? Gue sakit, Dith! Tapi nggak ada yang bisa ngertiin gue! Aarggghh..." Teriak Mecca frustasi, ia menjambak rambutnya kasar. Perlahan air matanya mulai menetes.
"Mecca yang gue kenal, dia orang baik dan nggak tega nyakitin siapapun. Kenapa lo berubah seperti ini? Jawab gue, Ca. Please..." Judith iba melihat Mecca seperti kehilangan kendali.
"Dith, gue capek jadi orang baik. Buat apa gue baik, kalau nggak ada yang sayang sama gue! Gue pengen jadi orang yang jahat, biar nggak ada yang merasa kehilangan gue. Yang perlu lo tahu dith, gue banyak melakukan kesalahan sama orang. Tapi, ada dua hal yang bikin gue sadar... "
__ADS_1
" Ca... "
" Yang pertama, gue minta maaf sebelumnya. Waktu itu gue minta lo nemuin gue tanpa sepengetahuan Flo dan akhirnya gue tebak lo pasti bohong sama dia, dan mau nggak mau lo diputusin sama dia. Gue ngerasa bersalah banget, Dith. Tapi gue cuma bisa diem, lebih baik dia benci sama gue atau bahkan nggak kenal sekalipun. Jadi pas gue pergi nanti dia nggak akan nyari gue. **** ya, dith! "
"Apa lo bahagia kehilangan sahabat seperti Flo?"
"Buat gue bahagia itu mahal harganya, Dith. Gue nggak pantas bahagia, buktinya bokap lebih milih ninggalin gue sama nyokap buat perempuan lain. Itu artinya bokap juga nggak bahagia bersama kami. Bentar lagi gue cabut dari sekolah ini. Jadi gue nggak akan kehilangan siapapun."
"Lo orang baik dan layak buat bahagia. Percaya gue, Ca..."
"Makasih, Dith... Dan yang kedua, gue putus sama Banyu. Karena gue udah tahu, dia sama gue cuma cinta nafsu bukan dari hati. Gue sadar, secantik apapun paras seorang wanita yang menggoda pasti akan kalah kalau ada cinta yang berasal dari hati...
Gina lebih pantas buat bahagia, gue nggak mau jadi pelakor cuma buat nyari perhatian doang. Gue lebih milih pergi dari semuanya. Termasuk pergi dari hidup Flo dan elo, kalian yang bener - bener gue sayang sampai sekarang. Maafin gue ya kemarin bilang kalau gue sayang sama lo, tapi itu jujur, Dith. Tapi sayang dan bahagia elo itu Flo bukan gue bukan perempuan lain. Kejar dia lagi, Dith. Jangan nyerah!" Mecca beranjak dari duduknya, menatap dalam Judith.
"Lo mau kemana, Ca? Apa lo nggak mau selesaikan ini dulu dengan baik? Lo mau pergi ninggalin semuanya dengan kenangan pahit yang sengaja lo buat?"
"Gue rela endingnya begini, Dith. Lebih baik gue dilupakan, jadi nggak akan ngasih ingatan baik buat mereka. Jujur gue sayang sama Flo, dia orang pertama yang gue kenal saat masuk sekolah ini. Tapi gue nyakitin dia, pakek acara mau ngerebut lo dari dia. Cara gue murahan banget ya, Dith? Hahaha." Mecca tertawa aneh yang diselingi tangisan menyayat hati.
"Selesaikan dulu semua dengan baik - baik, Ca. Lo orang yang baik dan jangan sampai lo kehilangan Flo dan lainnya hanya karena alasan nggak bermutu kayak gini. Lo harus cerita apa adanya. Sebelum semua terlambat dan hanya tinggal penyesalan, Ca."
***
" Lama banget sih, Flo? Diapain lo sama Judith?" Tanya Aiko yang setia menunggu di kelas Flo bersama Randy, Tian, Lily, Kyo, Dinda dan Aurel.
"Maaf ya, lama nunggunya? Hehehe. Habis ke toilet. Ya udah deh, yuk kita sekarang makan - makan di Cafe, entar makan tinggal makan aja nggak usah mikir bayarnya." Ujar Flo bangga.
"Wah, ada apa nih?" Tanya Tian penasaran melirik Flo.
"Kemarin gue dapat voucher makan gratis di Cafe yang deket sama bengkelnya Boim!" Sahut Kyo.
"Yang gue tanya Flo kok malah lo yang jawab?" Tian bersungut - sungut.
__ADS_1
"Ya iyalah, gue sama Flo kan dapat voucher dari sana. Paham ente?" Jelas Kyo pada Tian.
"Songong banget lo, emang habis ngapain disana kok dapat voucher?" Tian masih penasaran.
"Kita menang sayemba---...." Ucap Flo terputus.
"Nanti aja diomongin disana, keburu ditutup entar gerbangnya..." Sela Kyo.
Mereka bersama - sama menuju ke parkiran motor. Kyo menaiki motornya dan memberikan helm untuk Flo. Karena sudah terbiasa melihat hal itu, teman - teman yang lain menanggapi biasa saja padahal keduanya sudah resmi jadian. Akan ada apakah nanti persahabatan diantara mereka? Semua akan terjawab satu persatu.
"Flo!" Panggil Judith dari belakang saat Flo sudah menaiki motor Kyo.
"Ada apa, Dith?" Tanya Flo berusaha tetap tenang di depan Kyo.
"Ingat kata - kata aku tadi ya." Ucap Judith seraya tersenyum pada Flo. "Gue titip dan tolong selalu jagain Flo ya, Bro!" Judith menepuk bahu Kyo dan dijawab anggukan.
"Kita semua selalu jagain Flo kok, Dith. Lo tenang aja, selama sama gue semua aman. Hehehe." Tian dengan tengilnya menjawab kata - kata dari Judith yang ditujukan pada Kyo. Judith tersenyum ke arah Tian.
"Iya, gue percaya sama kalian. Hati - hati ya, Flo. Jaga diri baik - baik." Judith meninggalkan Flo yang pikirannya masih terpusat pada ucapan Judith sewaktu di uks, selepas Mecca selesai menumpahkan segala emosinya.
'Flo, sudah selesai tugasku buat jelasin semuanya. Kamu juga udah tahu alasan Mecca. Sekarang balik lagi ke kamu. Oh iya, selalu ingat ya Flo, kalau kamu butuh aku, aku akan selalu ada buat kamu. Aku masih sayang kamu, Flo.'
Flo diam, menatap Judith menaiki motor sportnya, kendaraan yang dulu selalu mengantar jemput dirinya bersama dengan mantan kekasihnya itu. Jujur, Flo rindu namun semua sudah berakhir. Tanpa terasa air matanya menetes di pipi, Kyo menoleh ke belakang dan menyekanya.
"Flo..." Ucap Kyo.
"Udah jalan aja yuk..." Pinta Flo. Kyo mengangguk mantap dan tersenyum penuh arti.
***
Ikuti kisah Flo dan Kyo yaa....
__ADS_1
Jangan lupakan like, komen dan vote yaa...
Hatur nuhun 🙏🙏🤗🤗