Jodoh Florence

Jodoh Florence
Dua Pilihan


__ADS_3

Jangan lupa tap jempol dan rate 5 kakak - kakak yang cantik dan ganteng, tengkiu 🤗🤗


_______________________________________


Tepat satu minggu sudah setelah permintaan Gerald pada Ayudia terjadi. Kini tiba saatnya lelaki itu mendapat kepastian dari penantian selama beberapa hari tersebut. Perhatian tak lupa selalu Gerald curahkan untuk sang wanita pujaan, namun entahlah balasan yang seperti apa akan keluar dari bibir Ayudia.


Kini Gerald bersama Flo dan Kyo berada di sebuah tempat dimana ia akan meminta kepastian dari Ayudia. Tempat janjian yang sudah disiapkan oleh Gerald. Taman Gembira. Tempat yang sama dengan Flo dan Kyo kencan tempo hari. Gerald menyewa taman kecil yang ada disana dan ia sulap sebagus mungkin. Flo dan Kyo pun menawarkan diri untuk menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk moment mendebarkan hari ini.


Tak perlu menunggu lama, Flo dan Kyo segera bersembunyi begitu melihat seorang gadis yang masih agak jauh akan berjalan mendekati Gerald. Siapa lagi kalau bukan Ayudia? Wanita cantik yang ditunggu - tunggu kehadirannya dalam hidup Gerald.


Ayudia tampak cantik meski tak memakai riasan seperti biasanya. Kali ini ia tampak santai dengan balutan kemeja dan celana jeans yang menyempurnakan lekuk tubuhnya.


"Dia!" ucap Gerald sedikit terkejut melihat kedatangan Ayudia yang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan.


"Hai Gerald, aku nggak mau kamu nunggu terlalu lama. Ini semua, kamu yang nyiapin?" tanya Ayudia melihat taman kecil itu diubah sedemikian rupa dengan banyak taburan bunga mawar merah dan ayunan kayu turut pula dihiasi bunga mawar putih. Merah dan putih yang wanginya mulai menyeruak ke dalam indera penciuman Ayudia. Perpaduan mawar merah dan putih adalah sebuah lambang cinta sejati.


"Kalau gitu aku juga nggak mau membuang waktu atau berlama - lama disini, di taman ini aku mau mendengar jawaban dari kamu. Apapun jawaban kamu, aku akan terima. Sebelum kamu menjawab pertanyaanku seminggu lalu, aku beri kamu dua pilihan,"


"Dua pilihan?" tanya Ayudia heran, keningnya berkerut dalam. Kedua alis matanya bertaut.


Dengan gerakan cepat, Gerald mengeluarkan setangkai bunga dari balik punggungnya. Sedari tadi ia sudah menggenggam bunga itu sebelum kedatangan Ayudia.


"Ayudia, sore ini aku ingin kamu menjawab jujur, dua pilihan ini adalah, kalau kamu menerima aku ambil bunga ini, tapi kalau kamu memang nggak bisa menerima aku, buang bunga ini sejauh mungkin!" pinta Gerald bersungguh - sungguh, ia sudah mempersiapkan diri atas apapun jawaban yang nanti akan terucap dari bibir tipis Ayudia.


Ayudia menatap bunga yang dipegang oleh Gerald. Bunga mawar berwarna putih yang mengandung makna kesetiaan, kemurnian dan ketulusan itu tengah menanti untuk diambil dari tangan lelaki itu. Ayudia menundukkan pandangan, ia mulai menata hati dan pikirannya. Dan akhirnya ia mengambil bunga itu dari genggaman Gerald dengan gerakan slow motion.


Ayudia melihat bunga mawar putih yang sudah beralih di tangannya, sejenak ia berpikir dan terdiam. Gerald memperhatikan apa yang dilakukan Ayudia namun ia hanya bisa diam dan menunggu.


"Kamu serius mau denger jawaban dari aku?" tanya Ayudia dengan mimik wajah yang tak dapat terbaca.


"Iya," jawab Gerald lugas, namun hatinya sedikit takut. Wajar!


"Apapun itu?" tanya Ayudia sekali lagi.


"Iya, apapun itu," beo Gerald.


"Yes, I'm yours...." ucap Ayudia sembari tersenyum manis.


"Really?" tanya Gerald tak percaya.


"Iya,"


"Beneran kamu terima aku? Apa alasan kamu nerima cintaku?"

__ADS_1


"Kan sayang kalau bunganya dibuang,"


Gerald refleks merajuk dan mencebik bibir. Bukan jawaban ini yang ia tunggu, sama sekali bukan ini.


"Hahaha, masa kamu percaya sama alasan aku barusan? Nggaklah, aku serius Rald. Aku mau menerima cinta kamu," ucap Ayudia tulus.


"Jangan bohong atau terpaksa menerima aku, Dia. Aku nggak mau suatu hubungan yang terjadi karena keterpaksaan aja. Karena aku juga butuh alasan kamu nerima aku," entah kenapa Gerald menjadi sendu seperti ini.


"Mencintai seseorang itu bisa terjadi tanpa alasan. Dan nggak ada alasan untuk aku menolak kamu," ucap Ayudia jujur dan tulus untuk menghilangkan keraguan dalam hati Gerald.


Senyum Gerald mengembang tepat setelah mendengar penjelasan dari Ayudia. Bahagia, itulah yang ia rasakan saat ini.


Peluk boleh nggak ya?


"Boleh aku peluk kamu?" tanya Gerald ragu. Tak ada jawaban yang keluar dari bibir Ayudia namun gadis itu menganggukkan kepalanya hingga membuat Gerald yakin perasaannya berbalas.


Dengan gerakan cepat, Gerald meraih tubuh Ayudia dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Beberapa saat pelukan itu tak ada yang berniat melepaskan.


Pemandangan itu membuat Flo terharu, dari tempat persembunyiannya bersama Kyo. Flo tak melepaskan pandangannya sedetikpun. Tanpa Flo sadari, Kyo sedari tadi fokus menatap ke arahnya. Bahkan saat ini wajah Kyo berjarak sejengkal tengah tersenyum memandangi wajah istrinya.


Flo menoleh ke arah Kyo dan adegan itu terjadi tiba - tiba. Bibir Flo dan bibir Kyo saling bertemu. Itu ulah siapa? Tentu saja tersangkanya adalah Kyo. Awalnya Kyo ingin mengerjai sang istri namun saat Flo menoleh ke arahnya, ciuman itu terjadi begitu saja. Hanya sebentar, tak lama. Tak ada pagutan apalagi permainan lidah.


Flo memalingkan wajahnya dan fokus menghadap ke depan. Kyo terkekeh. Flo mencebik bibir, Kyo gemas melihatnya namun ia ingat tempat.


"Emang! Niatnya mau cium pipi eh malah dapat bibir, bahagia dong! Biar kita nggak kalah romantis sama yang onoh, hehehe," kilah Kyo.


"Tapi ingat tempat dong! Main sembarang tempat, nanti kalau ketangkap satpol pp gimana?"


"Nggaklah, kan kita udah sah, hayo..." elak Kyo, sekali lagi Flo tak dapat membantahnya.


Lagi - lagi sah? Iya deh yang sah! Alasan itu mulu! Batin Flo.


* * *


Flo dan Kyo mengucapkan selamat pada Gerald dan Ayudia yang sudah meresmikan hubungan keduanya.


Tampak wajah pasangan baru itu merona karena malu. Kini Gerald sudah bukan lagi Mr. Jones tapi berubah menjadi Mr. Happy. Senyuman di wajah Gerald tak sedikitpun memudar, bisa jadi kalau ada orang pencari bakat untuk model pasta gigi, Gerald pasti akan dipilihnya.


"Ayo, yang udah jadian, kita foto dulu. Buat kenang - kenangan pernah menyatakan cinta disini," titah Flo.


Gerald dan Ayudia mengangguk mengiyakan. Kini keduanya tengah berpose dan Kyo yang bertugas menjadi fotografer dadakannya.


__ADS_1


"1, 2, 3, cheese!" seru Kyo mengarahkan gaya dan memberi aba - aba.


Setelah mendapatkan beberapa gambar yang bagus, mereka memutuskan untuk pulang. Namun sebelumnya, Kyo menghentikan langkah Gerald dan Ayudia.


"Wah mana nih pajak jadiannya? Mentang - mentang udah jadian, adiknya dilupain! Nggak ingat apa tiap hari curhat mulu tentang kak Ayu sama gue!" celetuk Kyo.


Gerald melepaskan genggaman tangannya pada jemari lentik milik Ayudia dan membekap mulut Kyo supaya tak membocorkan rahasianya selama ini. Gengsi dong!


"Kamu mau ditraktir apa, Kyo? Adik iparku tersayang," tanya Gerald.


"Ehmmm, ehmmm," ucap Kyo tak jelas karena masih dibekap oleh Gerald, spontan Gerald menurunkan tangannya.


"Kamu mau minta apa?" tanya Gerald penuh selidik.


"Aku mau mie ramen plus udon, sushi, takoyaki, dorayaki, sashimi, dan...." ucap Kyo terhenti saat Flo mencubit pinggangnya.


"Sono minta sama Doraemon! Lo ikut seneng apa malah mau malakin gue sih? Atau jangan - jangan lo lagi ngidam?" ledek Gerald.


"Ngidam apaan?" elak Kyo.


"Nah itu! Kan lo udah rajin begituan jangan - jangan di perut Flo udah ada Kyo junior nih? Permintaan lo nggak wajar!" sindir Gerald.


"Gue sih rajin menabur, tapi Flo rajin mencegah. Gimana jadinya dong?" ucap Kyo terdengar mesum.


Ayudia dan Flo yang mendengar perdebatan absurd itu terlihat jengah dan memilih kabur dari sana untuk mencari food court terdekat.


"Biarin aja mereka debat berdua! Omongan nggak berfaedah! Pergi yuk, Kak, Kita cari makan! " ajak Flo dan disetujui oleh Ayudia.


"Yuk!" jawab Ayudia dan menggandeng tangan sang calon adik ipar.


Setelah dua wanita itu pergi, Kyo dan Gerald segera mengejar keduanya dan tetap saja saling menyalahkan.


"Lo sih!"


"Abang tuh!"


"Kok gue?"


"Yang tua ngalah!"


Begitulah perdebatan mereka sambil mengejar pasangan masing - masing.


* * *

__ADS_1


__ADS_2