Jodoh Florence

Jodoh Florence
Honeymoon 1


__ADS_3

Jangan lupa tap like ya kakak - kakak, dukungan nyata darimu membuat author makin Semangat ✌️✌️❤️❤️❤️


________________________________________


Tak terasa sudah hampir lima bulan usia pernikahan Flo dan Kyo. Kalau dibilang mulus - mulus saja dalam rumah tangga mereka pasti tidak mungkin, selalu ada riak - riak kecil dalam hubungan keduanya. Masalah kecil terkadang menjadi besar jika tidak langsung diselesaikan, apalagi keduanya menikah dalam usia yang masih teramat muda. Tujuh belas tahun.


Seperti saat ini, Kyo tengah menikmati secangkir cappuccino panas yang telah menjadi hangat buatan sang istri di teras rumah mereka. Dengan tenang ia meletakkan cangkir itu kembali di atas meja. Pandangan mata lelaki itu betul menghadap depan namun pikirannya tak berada disana.


Panggilan Flo pada suaminya pun diabaikan atau memang Kyo tak mendengarnya. Flo menepuk punggung tangan suaminya yang ada di atas meja. Tepukan pelan itu berhasil membangunkan lamunan Kyo dari alam bawah sadar. Kyo terkesiap, dipandangnya wajah Flo yang penasaran.


"I-Iya, Sayang. Ada apa?" tanya Kyo penuh keheranan melihat ekspresi Flo.


"Kamu itu yang kenapa? Dipanggil dari tadi nggak ada jawaban, kamu lagi melamun ya? Ngelamunin apa sih?" tanya Flo beruntun membuat Kyo tersenyum manis.


"Perhatian banget istri aku, hehehe,"


"Udah nggak usah ngeles, jawab aja pertanyaan aku," desak Flo.


Kyo menyeruput lagi minuman manis itu dari cangkirnya dan menatap wajah cantik istrinya yang terlihat penasaran dengan jawabannya.


"Aku lagi mikirin honeymoon kita yang tertunda,"


"Honeymoon?"


"Heem, kita kan belum pernah melakukan itu, Yang," sesal Kyo.


"Bukannya itu dilakukan setelah menikah? Kan kita bukan pengantin baru!"


"Pernikahan kita belum ada setahun, Yang. Masih terhitung pengantin baru. Umur pernikahan kita juga masih seumur jagung. Jadi wajar kalau kita melakukan honeymoon seperti orang - orang, aku juga pengen, Yang..." rajuk Kyo, Flo hanya bisa geleng - geleng kepala.


"Kamu tahu artinya itu nggak?"


"Bulan madu!"


"Iya aku tahu, tapi kegunaannya?"


"Ya biar kita berdua bisa merasakan romantisnya pernikahan kita, siapa tahu nanti akan segera ada buah cinta kita di perut kamu," ucap Kyo penuh harap.

__ADS_1


"Disini kita juga berdua, bisa romantisan setiap hari. Mau apa - apa juga jalan berdua, iya kan?"


Kyo semakin mengerucutkan bibir, sang istri masih saja belum peka dan mengerti akan keinginannya.


"Kamu tahu kan sebentar lagi hari ulang tahunku?"


"Ehem..."


"Aku pengen kadonya kita honeymoon!"


Merasa lelah berdebat dengan Kyo yang pastinya akan percuma, akhirnya Flo memilih mengalah dan meminta penjelasan.


"Tapi kan kita sebentar lagi mau ujian nasional dan ujian sekolah, terus kamu maunya kapan?"


"Rencana aku beberapa hari setelah kita ujian, kita akan ke Osaka, ke tempat dimana Papiku dilahirkan. Aku kangen sama Oma Hideko," jelas Kyo.


"Aku kok ngerasa lucu sih, masih nggak paham sama keinginan kamu. Jujur ya, ulang tahun kamu tepat setelah kita menyelesaikan ujian, terus kamu minta kadonya beberapa hari setelah hari ulang tahunmu. Kenapa nggak minta pas hari H aja?"


" Aku nggak butuh kado apapun, karena udah ada kamu di hidup aku. Tapi yang aku minta dari kamu, kado itu adalah kamu sendiri bukan barang ataupun materi. Jadi aku mau kamu sebagai kadonya, kita sekalian refreshing biar nggak stress. Syukur - syukur di kasih hadiah dari Tuhan, ada yang berwujud di dalam sini," ucap Kyo sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Iya, iya, intinya aku mau kita ke Osaka!" seru Kyo.


"Terserah kamu ajalah, aku ngikut aja maunya kamu!"


Flo beranjak dari kursi yang ia duduki hendak masuk ke dalam rumah. Namun tatapan nakal Kyo mulai mengganggu pikirannya.


Apa maksud tatapan itu? Kok gue ngerasa ada yang mau aneh - aneh nih! Batin Flo, ia segera masuk ke dalam sebelum Kyo mulai mengerjainya, tentu saja mengerjai di dalam kamar.


Benar juga yang dipikirkan Flo, kini tatapan Kyo yang seperti harimau mendapat mangsa untuk diterkam tercetak jelas dari matanya. Apalagi pemandangan yang menggiurkan tengah menggoda imannya, Flo memakai kaos putih dan hotpant jeans yang memperlihatkan lekuk tubuhnya seperti beberapa waktu yang lalu saat mereka belum pacaran. Ditambah rambut Flo yang sengaja dicepol memperlihatkan leher jenjangnya yang berwarna putih membuat Kyo berkali - kali menelan salivanya.


So sexy!


Kyo segera mengejar sang istri yang sudah berniat kabur dari dirinya, hingga terjadilah kejar - kejaran seperti kartun tom and jerry. Bi Imas memperhatikan sepasang suami istri muda itu hanya geleng - geleng kepala.


* * *


Akhirnya hari - hari yang ditunggu datang juga, kini Flo dan Kyo tengah menikmati honeymoon yang tertunda di Osaka Jepang.

__ADS_1


Usai merebahkan tubuh masing - masing di atas ranjang di kamar yang telah disiapkan oleh Oma Hideko, Kyo mengajak sang istri melihat pemandangan sekitar yang masih asri dari balkon kamarnya.


"Dulu waktu aku kecil sering banget maen di taman, lari - larian kesana kemari, nggak ada capeknya. Pernah juga dimarahin sama Mami gara - gara jatuh disana, tapi nggak kapok malah aku ulangin lagi," kenang Kyo sambil menunjuk taman yang ada di bawah.


"Sama siapa aja?" tanya Flo antusias.


"Ada kak Richard, Aiko, Kirei dan lain - lain, aku sedikit lupa nama - nama mereka. Maklum udah lumayan lama nggak ketemu mereka,"


"Kirei?" mendengar nama perempuan itu disebut oleh suaminya, Flo merasa sedikit kesal.


"Kenapa? Cemburu ya?" tebak Kyo dan tak ada bantahan dari bibir Flo. Ia meyakini tebakannya benar. Lelaki itu mengulum senyum seraya membelai rambut panjang istrinya yang tergerai tertiup angin sore itu.


"Mungkin," jawab Flo menahan sesak di hatinya. Jujur ia merasa tak nyaman.


"Lagipula itu kan dulu, sekarang aku maennya sama kamu. Tiap detik, menit, jam, hari, aku selalu sama kamu. Nggak perlu meragukan cintaku ke kamu. Aku dari dulu sampai sekarang cuma suka sama satu perempuan yaitu kamu. Tapi kamu terlambat menyadari perasaanku, sedih juga sebenarnya," ucap Kyo kembali menatap langit biru di atas sana.


"Kenapa kamu nggak pernah bilang sama aku tentang perasaan kamu ke aku dari dulu?" tanya Flo dan seketika pandangan Kyo mengarah padanya.


"Aku pengennya kamu yang sadar sendiri, tapi kamu malah pacaran sama yang lain. Terus terang sakit hatiku waktu kamu pacaran sama Keanu dan Judith, tapi aku bisa apa, aku juga nggak boleh memaksa perasaanku ke kamu, tapi ternyata takdir mempersatukan cinta kita melalui perjodohan," ucap Kyo dengan lega.


"Iya, ya, kalau dipikir - pikir lucu juga ya cerita hidup kita. Nggak pernah terbayang di pikiranku bakal menikah sama cowok bermulut ketus kayak kamu," Flo terkekeh geli.


"Sama, aku juga nggak nyangka bakal nikah sama cewek nggak peka kayak kamu," balas Kyo.


Flo mencebik bibir membuat Kyo tertawa puas. Kyo menghentikan tawanya yang membuat matanya sedikit berair lalu mendekati tubuh istrinya dan memeluk dari belakang.


"I love you..." ucap Kyo dengan senyum manis menyempurnakan wajah tampannya.


"I love you too..." jawab Flo seraya mengelus punggung tangan Kyo. Lelaki itu melingkarkan kedua tangannya di depan pinggang ramping Flo.


"Ini kado teristimewa yang aku dapatkan seumur hidup. Terima kasih sudah menjadi istriku, aku berharap suatu saat nanti kamu siap untuk memiliki buah hati bersamaku, jadilah ibu dari anak - anakku," ucap Kyo penuh harap dan menciumi ceruk leher istrinya dengan lembut.


Flo mengangguk, namun ia masih ragu dan belum memiliki kesiapan lahir dan batin untuk menimang bayi di usianya yang masih teramat muda. Namun, ia juga menyukai anak kecil. Mungkin ini adalah pilihan tepat untuk menghentikan meminum pil penunda kehamilan.


Ya! Aku mau, aku juga mau jadi ibu dari anak - anak kita!


* * *

__ADS_1


__ADS_2