Jodoh Florence

Jodoh Florence
Syarat


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like, koment dan rate 🌟🌟🌟🌟🌟yaa...


Jangan spam doang dong, wkwkkw 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣 peace, salam damai ✌️✌️✌️


Happy reading everyone, good night ✌️✌️


______________________________________


Tiga manusia yang berada di meja makan masih menikmati sarapan dengan tenang. Sesekali Gerald melirik pada sepasang pengantin baru tersebut kemudian mengalihkan pandangan ke sembarang arah.


Gerald memasukkan sesendok terakhir ke dalam mulutnya dan meneguk segelas air putih di depannya.


"Kalian berdua semalam tega bener sama gue!" celetuk Gerald. Flo dan Kyo saling lirik satu sama lain.


"Kok Flo juga disalahin sih, Bang?" tanya Flo sedikit tak terima namanya ikut disangkut pautkan.


"Ya iyalah dek, lah kamu pikir semalam Kyo perang sama siapa di kamar?" timpal Gerald.


Tak ada bantahan keluar dari bibir merah muda milik Flo. Flo menahan malu. Kedua pipi Flo memancarkan semburat merah.


"Kyo yang mulai tuh, kan dia yang ngajakin aku!" Flo membela diri.


"Iya aku yang mulai, tapi kamu kan yang minta tambah! Orang kamu yang dominan semalam, aku pasrah aja kok!" bantah Kyo, jelas - jelas dirinyalah yang menyuruh istrinya memimpin permainan tapi tak mau mengaku.


"Stop! Jangan bahas beginian di depan gue, panas nih kuping denger omongan nggak berfaedah dari mulut kalian berdua!" pekik Gerald sambil menutup kedua telinganya dan beranjak dari tempat duduknya.


Flo dan Kyo kompak tersenyum malu melihat ekspresi Gerald.


* * *


Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Flo dan Kyo saling melemparkan candaan tak seperti dulu yang terkadang masih malu - malu. Mungkin karena saat ini keduanya sudah memiliki ikatan, membuat mereka lebih leluasa dalam mengungkapkan perasaan satu sama lain.


Tanpa terasa keduanya sudah sampai di sekolah, Kyo melajukan motornya dengan melambat dan santai sampai tempat parkir.


Kyo melepaskan helm yang dipakai Flo perlahan dan hati - hati, tak lupa ia merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan karena tertarik helm.


Kini keduanya berjalan santai menuju kelas dengan jemari yang saling bertaut. Sampai di kelas, Rizal si ketua kelas yang notabene pernah menyukai Flo menyapa sepasang suami istri muda itu saat memasuki ruang kelas.


"Ciee, gandengan mulu! Kayak pengantin baru aja!" celetuk Rizal yang memang tak tahu bahwa Flo dan Kyo sudah menikah.


Flo melirik Kyo yang saat itu tertawa membalas candaan Rizal. Tian yang sudah duduk di kursinya mendengar hal itu kemudian ikut nimbrung.


"Lah emang mereka pengantin baru!" ucap Tian polos tanpa sadar akan kecerobohannya yang hakiki. Tatapan dingin bin mematikan datang dari Kyo ke arah Tian. Tian tersadar, ia menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Oopss.... Maksud gue, mereka bakal jadi pengantin! Masa pacaran mulu kayak kalian! Iya kan, Kyo?" ucap Tian terbata - bata meminta persetujuan dari Kyo dan Kyo hanya tersenyum sinis pada Tian.


Kyo dan Flo duduk di kursi mereka masing - masing. Aurel yang melihat Flo sudah duduk di sampingnya kemudian segera menegur.


"Flo, lo tahu nggak pak Keanu udah ke sekolah tadi, gue lihat dia udah rada mendingan. Seneng deh lihatnya, akhirnya datang juga yang bening di sekolah," bisik Aurel di telinga Flo. Flo terkekeh hingga membuat Kyo yang duduk di belakangnya ikut penasaran dengan apa yang dibicarakan mereka berdua.

__ADS_1


"Kalau ngomong nggak usah pakai bisik - bisik segala, nanti yang ketiganya setan loh!" sindir Tian pada Kyo yang terlihat sedang menguping pembicaraan dua perempuan di depannya. Seketika Flo dan Aurel menoleh ke belakang.


"Ngomong apa lo barusan? Lo ngatain gue setan?" tanya Kyo sambil tersenyum sinis pada Tian.


"Gue kan ngasih tahu mereka, memberi nasehat pada temen kan baik, dapat pahala pula. Jadi daripada berbisik - bisik dan nantinya menimbulkan fitnah mending ngomongnya biasa aja, kan kalau ada dua orang bisik - bisik, yang ketiganya setan, bener kan?" elak Tian, ia berceloteh panjang lebar tak masuk di akal.


"Eh, tutup galon, kalau ngomong yang bener kenapa? Berdua - duaan kalau orang pacaran di tempat sepi itu yang nggak dibolehin karena nanti yang ketiganya setan, itu yang gua tahu. Bukan bisik - bisik!" Randy menimpali ucapan Tian.


"Wah, nggak friend lo sama gue. Diem aja sih napa?" Tian mencebik bibir.


Flo tersenyum pada Kyo yang tampak gemas dengan ucapan Tian.


"Tadi Aurel bilang kalau pak Keanu udah mulai berangkat sekolah lagi, jadi kemungkinan dia udah bisa mengajar, tapi setahu aku sih dia belum bisa mengajar karena sakitnya kan di kepala, penyembuhannya juga pasti agak lama," jelas Flo. Aurel menganggukkan kepala tanda setuju.


"Bisa jadi. Bisa jadi. Kok gue nggak kepikiran sampe sono ya?" ujar Aurel sambil menepuk pipinya dengan jari telunjuknya seolah sedang berpikir.


"Lah lo emang pernah mikir? Orang kerjaan lo nyontek peer gue mulu!" sindir Flo. Aurel tersenyum malu - malu saat aibnya terbuka.


"What? Jadi kalian berdua ngomongin pak Keanu sampai bisik - bisik tetangga? Ngapain sih?" Tian mendengus kesal.


"Ya kan seneng, Say. Di sekolah kita ada yang ganteng dan bening kayak beliau. Sebening mata air, hehehe," ucap Aurel tanpa sadar membuat Tian menahan cemburu.


"Aku kan ganteng, Sayang. Udah kayak Yamazaki kento orang jepang sono! Ngapain lihat pak Keanu segala sih?" rajuk Tian.


Flo dan Kyo hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah Tian yang terkadang kekanak - kanakan.


* * *


Keduanya berpamitan untuk pulang lebih dulu pada Randy, Tian dan Aurel. Tujuan selanjutnya Flo dan Kyo adalah Toko buku di sebuah Mall yang tak jauh dari rumah.


Kyo mengendarai motornya dengan kecepatan sedang tak mau buru - buru karena sekarang ada satu lagi nyawa yang harus ia lindungi. Siapa lagi kalau bukan istri tercinta. Keselamatan adalah nomor satu.


Pasutri muda itu sudah memasuki Mall terbesar di kota itu, usai memarkirkan motor keduanya segera menuju lantai ketiga untuk mencari buku yang diinginkan Flo.


Masih sibuk memilah novel apa yang ingin Flo beli, Kyo tetap setia menunggu istrinya dengan sabar. Kyo mengedarkan pandangan ke segala arah, ekor matanya melihat sekelebat bayangan mirip dengan Ayudia.


Kyo mencari perempuan yang sepertinya mirip sekali dengan Ayudia. Kyo celingukan mencari keberadaan orang tersebut. Keberuntungan kini ada di pihak Kyo, ternyata memang benar Ayudia yang tengah sibuk memilih buku tak jauh dari mereka berdua.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba, itu cewek yang bikin hari - hari abang nggak tenang sekarang ada di depan mata," ucap Kyo memberitahukan pada Flo.


"Siapa?" tanya Flo acuh, ia masih asyik membaca sinopsis novel yang ia pegang.


"Itu mba Ayu, gebetan abang,"


"Mana?"


"Itu!" tunjuk Kyo ke arah Ayudia.


Flo antusias melihat perempuan yang disukai abangnya. Bahkan novel yang ia pegang, ia berikan pada Kyo begitu saja dan berjalan mendekati Ayudia.

__ADS_1


"Kak Ayu!" panggil Flo mengagetkan Ayudia yang fokus mencari buku pilihannya.


"Hai, Flo! Aduh kaget aku," ucap Ayudia sambil mengelus dada. "Wah pengantin baru nih ye, bawaannya kemana - mana berdua terus. Hehehe," goda Ayudia.


"Hehehe, oh iya kak, ada yang mau aku omongin sama kak Ayu, bisa minta waktunya sebentar?" tanya Flo ragu - ragu.


"Oh boleh, tapi bentar lagi sepupuku mau jemput aku. Gimana kalau kita ngomong sekalian makan sore bareng?" tawar Ayudia.


"Oke deh kak," jawab Flo cepat.


Nggak apa - apa deh, yang penting gue bisa ngomong sama kak Ayudia! Batin Flo.


* * *


"Kak, gimana perasaan kakak sama abang Gerald?" tanya Flo skakmat, ia langsung memberi pertanyaan setelah menduduki bangku kayu yang ada di food court.


"Perasaan yang gimana, Flo? Jujur aku kurang paham kemana arah pembicaraan kita kali ini,"


"Kak Ayu yang cantik dan baik hatinya, abang tuh suka sama kak Ayu!" jelas Kyo langsung ikut nimbrung obrolan dua perempuan di depannya.


Ayudia menundukkan pandangannya, ia menatap lantai berwarna putih yang ia pijak. Bingung harus menjawab apa. Namun ia harus menjawab karena kedua manusia di depannya sedang menantikan jawaban yang keluar dari mulutnya.


"Aku takut Flo, takut dikhianati lagi. Aku pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang kurang lebih tiga tahun lamanya. Tapi kami putus karena dia menduakan aku dengan teman kantornya. Aku sakit hati, Flo. Sakit banget, aku takut terluka lagi," air mata Ayudia menetes membasahi pipinya. Flo merasa bersalah sudah mengingatkan kembali Ayudia pada luka masa lalunya.


"Maaf kak, aku nggak bermaksud ingetin kak Ayu sama luka itu," ucap Flo tulus meminta maaf.


"Nggak apa - apa, Flo. Sampai saat ini aku memang masih belum bisa menyembuhkan rasa sakit itu," jawab Ayudia dengan wajah sendu.


"Nggak semua laki - laki brengsek kak, jangan samakan abang dengan masa lalu kakak. Bukan karena Flo ini adiknya, tapi aku yakin bang Gerald bukan lelaki yang sanggup menyakiti hati perempuan yang dia suka," ucap Flo yakin. Ayudia hanya tersenyum getir mendengar ucapan Flo.


Tiba - tiba, seseorang mendekati meja mereka.


"Gawat, Beb!" pekik seorang perempuan sambil menepuk bahu Ayudia.


"Gawat kenapa?" tanya Ayudia bingung.


"Veronica model clothing line kita malah kena Varisela, padahal hari ini kita mau ambil foto dia, gimana ini, Beb?" ucapnya masih dengan kebingungan yang melanda.


Ayudia dan perempuan itu hanya bisa gigit jari, lalu mereka kompak melihat Flo di depannya lalu mengangguk bersamaan.


" Flo, jadi model kita ya! Please, kita bayar sesuai tarif model pada umumnya. Ini mendadak banget, Flo," pinta Ayudia memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Tunggu dulu kak, lah emangnya model kakak kenapa? Apa tadi ngomongnya, selasela?" tanya Flo penasaran.


"Varisela alias cacar air. Dia baru kerasa tadi pagi dan sekarang udah menyebar ke seluruh badan. Jadi harus ada penggantinya. Tolong ya, Flo...." Ayudia masih memohon Flo untuk membantunya.


Flo dan Kyo saling lirik, anggukan dari kepala Kyo menjadi jawaban untuk sang istri.


"Flo mau, asal dengan satu syarat!" ucap Flo dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Syarat dan ketentuan berlaku," imbuh Kyo.


* * *


__ADS_2