Jodoh Florence

Jodoh Florence
Artis Dadakan


__ADS_3

"Ada apa lagi, Dith?" tanya Flo bersamaan dengan ia menoleh ke samping, betapa terkejutnya gadis itu saat ini, bukan Judith melainkan sang pacar posesif yang berdiri tepat di sampingnya dengan tatapan dingin yang sulit diartikan.


"Dith? Judith maksud kamu?" tanya Kyo penuh selidik sembari memicingkan matanya. Bahkan ia kembali menggunakan nada ketus seperti dulu.


"Iya , tadi Judith disini. Kita nggak sengaja ketemu, dia juga nyari buku," jelas Flo tak mau membuat Kyo cemburu. Karena ia tahu bagaimana sifat lelaki itu sekarang.


"Oh, gitu!" jawaban singkat dari Kyo masih bernada ketus. Flo heran dengan sikap calon suaminya tersebut.


Kyo mengambil alih paksa beberapa buku yang berada di genggaman Flo. Sesaat ia mengamati dan membaca judul sampul buku yang kini sudah berpindah tangan padanya. Sudut bibirnya terangkat naik. Senyum tipis terulas meskipun hanya sebentar.


Flo mengikuti langkah kaki Kyo yang berjalan lebih cepat meninggalkan dirinya menuju kasir. Entahlah apa yang terjadi dengan sikap Kyo saat ini? Flo bingung sendiri, ia merasa tak melakukan kesalahan apapun. Itu menurut Flo, bukan versi Kyo.


Setelah melakukan transaksi pembayaran di kasir, Kyo menenteng paper bag yang berisikan buku - buku milik Flo. Flo mengekor di belakangnya. Karena ia merasa Kyo mengabaikan dirinya, Flo berjalan lebih cepat di depan Kyo dan mencegat lelaki itu hingga langkah mereka terhenti.


"Kamu kenapa sih?" tanya Flo menahan kesal.


"Kenapa apanya? Kalau ngomong yang jelas!" jawab Kyo merasa tak bersalah.


"Aku tuh nggak suka ya didiemin kayak gini, tanpa aku tahu salahku apa?"


"Emang kamu punya salah apa sama aku?" Kyo balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari Flo.


Flo seperti terjebak dengan pertanyaan yang ia ajukan sendiri. Ia pun tak tahu apa kesalahannya, yang membuat Kyo mengabaikan dirinya untuk pertama kali saat mereka resmi berpacaran. Ada yang aneh dengan Kyo? Flo mulai penasaran.


"Kamu tuh aneh tahu nggak, ngambek nggak jelas tanpa aku tahu salahku ke kamu itu apa! Sini bukunya, aku bisa pegang sendiri," Flo merebut secara paksa paper bag yang berada di genggaman Kyo. Gadis itu memilih pergi meninggalkan Kyo.


Kyo mengejar dan berhasil menarik tangan Flo. Langkah kaki Flo terhenti saat ia mendengar permintaan maaf dari Kyo. Ia menatap lekat wajah Kyo yang menahan kesal.


"Please, forgive me..."


"Kyo, aku nggak suka diabaikan seperti ini. Kalau aku salah mendingan kamu bilang dengan gamblang. Aku bukan cenayang yang bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran kamu. Kayak anak kecil tahu nggak?" Flo meluapkan kekesalannya, membuat Kyo bingung apa yang harus diucapkan pada Flo. Sejenak lelaki itu merasa mati rasa, dia terdiam mematung. Sesaat kemudian ia segera mengikuti Flo.


* * *


Flo berjalan lebih cepat menuju food court dimana saat ini kedua orang tuanya berada.


"Udah dapat bukunya Flo?" tanya Mama sembari menatap ekspresi anak bungsunya yang terlihat kesal.


"Dapat, Mah!" jawab Flo singkat, ia meletakkan buku sembarangan.

__ADS_1


Bruukk


Buku - buku yang ada di dalam paper bag berjatuhan ke bawah, Flo menaruhnya di tepi meja tanpa melihat, ia masih menahan kesal pada lelaki yang mengekor di belakangnya dan dengan santai pula Kyo duduk bersebelahan dengannya.


Flo dan Kyo kompak berjongkok sambil memunguti beberapa buku yang terjatuh dan kembali memasukkan ke dalam paper bag. Mama dan Papa memperhatikan interaksi keduanya.


"Kenapa mukanya ditekuk Flo?" tanya Mama sesaat setelah Flo kembali duduk di kursinya.


"Tadi ketemu sama anak kecil yang ngeselin, Mah!" jawab Flo asal.


Papa tersenyum mendengar ucapan Flo.


"Bukannya kamu suka sama anak kecil ya, Flo? Sengeselin apapun mereka, kamu tetep gemes dan seneng berada di dekat mereka. Kok tumben sekarang kesal?" tanya Mama yang belum sadar siapa pembuat kesal anaknya.


Kyo yang sadar bahwa tengah di sindir oleh Flo hanya berpura - pura batuk dan berdehem, mencoba mengalihkan suasana.


"Oh, Papa tahu, yang dimaksud Flo adalah anak kecil yang bisa bikin anak kecil ya Flo?" tebak Papa sambil melirik Kyo. Kyo pura - pura mengedarkan pandangan ke segala arah.


"Apaan sih, Pah?" rajuk Flo. Papa terkekeh.


"Kyo, kamu kesini naik apa?" tanya Papa berbasa - basi.


"Naik mobil, Om!"


"I-Iya, iya, kami mau kencan dong! Biar nggak kalah sama anak muda jaman sekarang. Hehehe. Yuk, Pah! Entar keburu malam nih!" Mama menarik tangan Papa.


Sebelum mereka berdua meninggalkan Flo bersama Kyo, Papa menepuk pundak Kyo.


"Kalau ada masalah tolong diselesaikan baik - baik ya, nggak usah pakai emosi. Bentar lagi kalian menikah, sudah bukan hubungan yang main - main. Kalian berdua Papa kasih waktu untuk menyelesaikan masalah kalian dan dipuas - puasin berduaannya, karena mulai besok kalian akan kami pingit, nggak ketemu sampai hari H," usai Papa memberi nasihat, mereka berdua segera meninggalkan Kyo dan Flo.


Flo dan Kyo kompak tersadar setelah Papa dan Mama pergi. Dipingit? Berarti nggak ada waktu lagi selain hari ini. Keduanya memikirkan bagaimana memperbaiki masalah dan menyelesaikan baik - baik.


"Aku...." ucap Kyo dan Flo kompak.


"Kamu duluan," pinta Flo.


"Ladies First..."


Tak mau membuang waktu, Flo segera mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


"Kyo, aku nggak suka sama sifat kamu yang barusan. Ngambek dan diemin aku tanpa aku tahu salahnya dimana. Mending kamu jujur aja, biar kita bisa saling introspeksi diri," pinta Flo tegas.


Kyo mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya, memberikan ponsel itu pada Flo. Flo menatap ponsel dan Kyo bergantian.


"Apa ini?" tanya Flo yang heran menerima ponsel Kyo.


"Buka aja,"


"Bukanya gimana? Masukin password dulu nih, kan aku nggak tahu," Flo berniat mengembalikan ponsel pada pemiliknya.


"Tanggal lahir kamu, enam digit," jawab Kyo santai.


Dan benar saja, ponsel itu dapat terbuka setelah mengetik beberapa angka kelahirannya.


Kenapa harus tanggal lahir gue? Apa sebegitu pentingnya gue buat dia? Ya Tuhan... Gumam Flo dalam hati.


"Terus?"


"Buka wa, lihat ada nomor nggak dikenal, dia ngirim gambar ke aku."


Flo mencari nomor asing itu dan membuka beberapa gambar dirinya yang tadi berada di counter buku bersama Judith.


Cih, siapa ini yang maen trik sampah dan murahan kayak gini? Kayaknya dia sengaja mau bikin aku sama Kyo berantem deh! Jadi penasaran aku, oke aku ikuti permainan kamu! Siapapun kamu, aku nggak takut!


"Itu yang bikin aku marah, maaf udah kayak anak kecil. Aku tahu kamu pasti kesal sama aku, " sesal Kyo, ia merutuki sikapnya yang kekanak - kanakan.


Flo tertawa lepas, sampai tak terasa air matanya membasahi kedua sudut mata indahnya.


"Aduh ngakak banget aku, Yang! Sayang, kamu percaya kalau aku selingkuh?" ucap Flo menyodorkan gambar dirinya bersama Judith.


"Kok kamu ketawa sih, Yang? Nggak menghargai perasaanku banget!" Kyo bersungut - sungut.


"Kamu tahu nggak kenapa aku ketawa?"


Kyo menggelengkan kepala, ia heran.


"Aku ngerasa jadi artis dadakan tahu nggak? Mana pesannya aneh lagi ngegap pasangan selingkuh di counter buku XXX, buwahahahaa..." Flo sampai memegangi perutnya karena tawanya yang begitu lepas. Gadis itu tak pernah merasa selucu ini dalam hidupnya. Kyo makin heran.


Aneh, ini beneran Flo calon bini gue bukan sih? Batin Kyo, ia sampai menggaruk tengkuknya yang tak gatal melihat tingkah Flo. Kyo menatap gadisnya lebih lama, sampai ia tersenyum sendiri.

__ADS_1



* * *


__ADS_2