
Mama Cilla dan Mami Conchita mengajak Flo dan Kyo ke butik langganan yang biasa di datangi. Butik milik salah satu sahabatnya yang sudah lama berkecimpung di dunia desain dan wedding organizer.
Kyo tak melepaskan genggamannya dan menautkan jemari seolah takut terlepas. Entah kenapa Kyo semakin posesif dan tak mau jauh dari Flo. Untungnya Flo memiliki sifat mengalah dan bisa momong, terkadang perempuan seumurnya masih suka manja dan ingin selalu dimengerti keinginannya namun beda dengan Flo.
Flo masih memilih gaun mana yang cocok untuk ia kenakan. Kyo merangkul bahunya. Hingga seorang pelayan wanita disana bertanya pada keduanya.
"Mohon maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan tersebut, ekor mata Flo menangkap jelas nametag yang tertera di saku bajunya, wanita itu bernama Saras.
"Saya pengen gaun pengantin yang manis, simpel dan cocok untuk seusia saya. Bisa dibantu mbak?" tanya Flo seraya tersenyum manis.
"Mbaknya yang mau nikah? Masih muda ya," puji mbak Saras sambil memastikan pandangannya pada Flo yang memang masih belia.
"Itu memuji atau menghina ya mbak? Kok kayak nggak percaya banget kami yang mau nikah?" Kyo bersungut - sungut. Flo menepuk bahu Kyo pelan.
"Mbaknya kan cuma nanya sambil memastikan. Nggak ada salahnya dong, Kyo. Kamu nih baper banget!" ucap Flo bijak mencoba memberi pengertian pada kekasihnya yang bermulut pedas. "Maaf ya, mbak. Jangan diambil hati kata - katanya barusan," lanjut Flo tak enak hati pada mbak Saras.
"Nggak apa - apa, mbak! Coba saya bantu pilihkan ya," mbak Saras mengajak Flo dan Kyo ke beberapa gaun yang terlihat manis dan simpel.
"Yang ini gimana?" tanya Flo saat mencoba gaun pertama.
"Nggak ah, kurang suka, kurang elegant buat kamu, Yang!" jawab Kyo cepat. Flo kembali berganti gaun.
"Big no, terlalu sexy. Ganti yang lain, Yang!"
Akhirnya Flo kembali berganti gaun hingga beberapa kali sampai menemukan yang tepat untuk ia pakai di hari bahagianya nanti.
Kini giliran Kyo yang mulai mencoba mencari jas dan setelan yang serasi dengan gaun yang dipakai Flo.
"Keren nggak, Yang?" tanya Kyo sembari memperhatikan dirinya dari pantulan kaca besar yang berdiri di depannya. Ia membolak balikkan tubuhnya untuk memastikan. Flo mengangguk mantap.
"Sip! Keren! Aku suka, udah yuk gabung sama Mama dan Mami. Kayaknya kita kelamaan milihnya," ucap Flo sungkan takut membuat kedua ibu menunggu terlalu lama, namun yang ditakutkan Flo tak terbukti. Dua ibu itu justru sedang asik ngobrol dengan pemilik butik tante Vanti.
__ADS_1
Kyo menggandeng sang kekasih dengan santainya menuju dimana Mami dan Mama Cilla tengah bercanda tawa dengan tante Vanti.
Tante Vanti yang melihat calon pengantin segera beranjak dari sofa yang ia duduki dan berkenalan dengan Kyo beserta Flo.
"Masih muda ya, yang satu ganteng yang satunya cantik. Kalian cocok sekali, seneng ngelihatnya. Padu padan yang serasi. Oh iya, Flo cantik sudah ada yang cocok belum gaunnya?" tanya tante Vanti memastikan.
"Sudah, tante. Tadi saya sudah milih sama mbak Saras. Coba saya tanyakan ke Mama dulu, cocok atau nggak buat saya," jawab Flo sopan, kemudian mengajak sang Mama menuju tempat gaun pilihannya.
Setelah dirasa cocok dan keperluan yang dibutuhkan terpenuhi mereka berempat segera undur diri dan berpamitan pada sang empunya butik.
Pintu kaca terbuka, menampilkan seorang wanita cantik berjalan masuk dengan anggunnya. Usianya mungkin sekitar 22 tahun, penampilannya mengesankan. Senyum manis dan ramah yang terukir jelas saat memasuki butik membuat pandangan mereka yang ada di dalam butik terkesima.
"Selamat sore, Mah. Maaf ya, baru bisa kesini sekarang. Tadi jalan macet banget," ucap wanita cantik yang kemungkinan besar adalah anak tante Vanti.
Kedua Mama beserta Kyo dan Flo masih mengamati keduanya. Hingga membuat tante Vanti lupa bahwa ia masih memiliki tamu di butik.
"Oh iya, Jeng Cilla dan Jeng Conchita, ini anak tunggalku. Dia baru pulang dari Bandung. Kenalin namanya Ayu," tante Vanti mengenalkan anak gadisnya.
"Cantik ya, gimana kalau jadi calon mantuku aja?" celetuk Mama, dan seketika pandangan Flo tertuju pada ibunya. Entahlah hanya gurauan atau benar adanya maksud ucapan Mama, Flo tak mau ambil pusing.
Kyo melirik Flo, dilihatnya sang gadis yang masih fokus mengamati gerak gerik ibunya. Senyum tipis terlihat di wajah Kyo.
Dapet duren runtuh lo, Bang! Kalau dapatnya beginian! Kira - kira mbaknya mau nggak ya? Gumam Kyo dalam hati, tanpa ia sadari terulas senyum tipis di wajahnya seperti mendapat ide namun segera ia urungkan saat matanya bertemu pandang dengan mata Flo. Senyumnya seketika mengkerut.
"Ngapain kamu senyum - senyum gitu?" bisik Flo sambil mencubit pinggang Kyo dan membuatnya spontan meringis kesakitan.
"Kamu maennya kasar banget sih, Yang? Sakit!" Kyo mengaduh, Flo manyun.
"Nyebelin sih!"
"Deuh, cemburu ya?"
"Nggak!"
"Bohong ya?"
__ADS_1
"Iya! Ooopss," Flo spontan menutup mulutnya, Kyo terkekeh. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Kyo menggoda Flo. Layaknya menjawab soal matematika yang susahnya minta ampun namun bisa terjawab. Lega, karena perasaannya sama.
* * *
Flo keluar dari mobil yang dikendarai Kyo, sedangkan Mama dan Mami masih harus mencari kebutuhan yang akan dipersiapkan untuk pernikahan anak- anaknya.
Gerald yang baru keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang tamu dan berpapasan dengan Flo.
"Dari mana kamu, Dek? Senyam senyum terus! Tumben," ujar Gerald membuka obrolan. Ia menduduki sofa panjang dengan santai dan menyilangkan salah satu kakinya guna menyamankan diri.
"Abis dari butik tante Vanti temen Mama, abis fitting baju pengantin. Kenapa emangnya, Bang?"
"Abang kirain abis kondangan. Rapi bener!" Gerald mengomentari penampilan Flo.
Tok Tok Tok
Pintu terbuka dengan sendirinya, dan muncullah kepala dari luar yang kini melongok ke dalam melihat Gerald dan Flo sembari tersenyum.
"Ngapa lo ikut - ikutan kesini? Ada gula ada semut, ada Flo pasti disitu ada Kyo. Heran abang, kalian tuh kayak anak kembar tahu nggak? Apa - apa berdua, harusnya mulai sekarang kalian tuh dipingit? Kan bentar lagi mau kawin!"
"Nikah , Bang!" serobot Flo.
"Sirik aja lo, Bang! Sirik itu tanda tak mampu, mendingan abang cari cewek sana, masa ganteng - ganteng jones, kan nggak keren, Bang!" ledek Kyo seraya tersenyum usil.
"Tenang aja kalian berdua, abang udah ketemu tambatan hati, tinggal nunggu momen yang tepat aja buat ngutarain perasaan abang ke dia," ucap Gerald serius, kini pikiran lelaki itu melanglang buana membayangkan wajah gadis yang disukainya. Kedua tangannya ia pergunakan untuk menopang dagu.
"Kalau dia udah ada yang punya gimana, Bang?" tanya Kyo penasaran.
"Sebelum janur kuning melengkung, dia masih bisa di tikung, hehehe," ujar Gerald yakin, sembari tersenyum penuh arti.
Kyo dan Flo saling melirik satu sama lain dan menaikkan bahu masing - masing.
Mungkin efek ngejomblo lama dan belum move on, jadinya over pede kayak gini nih bang Gerald! Batin keduanya kompak.
__ADS_1
* * *