Jodoh Florence

Jodoh Florence
Tanggung Jawab 2


__ADS_3

Detik - Detik menjelang END..


Tetap ikuti cerita ini ya kakak - kakak


Jangan lupa tap like nya, vote juga boleh loh


Tengkiu 🤗🤗🙏🙏


______________________________________


Flo mengikuti arah kaki Tian melangkah. Ibu hamil itu terlihat serius dan kedua sahabatnya mengekor di belakangnya. Kyo yang masih bersama teman - temannya mau tak mau tetap harus menyelesaikan tugas mata kuliah mereka terlebih dahulu. Randy yang baru saja datang dari Perpustakaan kini ikut nimbrung bersama kelompok Kyo.


Flo bersembunyi di balik dinding. Gelagat dan tindak tanduknya sudah mirip seorang detektif yang sedang melakukan investigasi.


Tian mendekati Vina yang sedang termenung di bangku panjang tak jauh dari mereka bertiga, hingga Flo cs dapat mendengarkan apa yang dua orang itu bicarakan.


"Kamu nggak apa - apa? Dia masih berani nemuin kamu lagi?" tanya Tian merasa kasihan melihat kondisi Vina. Gadis itu tampak sendu dan kini masih terisak.


Vina menggelengkan kepalanya tak berani menjawab. Tian meraih tangan Vina dan mencoba menyalurkan kekuatan agar gadis itu kuat menghadapi masalah yang sedang ia alami.


"Aku tahu kamu pasti bisa kuat dan bisa menghilangkan trauma akibat kekerasan yang dia lakukan ke kamu. Sabar ya, atau kalau perlu kita lapor polisi!" saran Tian.


"Jangan!" cegah Vina.


"Loh kenapa? Itu malah bisa buat kamu aman dan dia bisa dapat hukuman yang setimpal karena berani menyakiti kamu. Baru pacaran aja dia udah main kasar sampai mukulin kamu kayak gitu. Lawan dong, Vin! Jangan diam aja!" seru Tian.


"Nggak apa - apa, Yan! Tuhan aja yang membalas perbuatan dia ke aku. Aku berharap dia bisa bertaubat dan cuma lakuin itu ke aku aja. Oh iya Yan, kamu udah bilang sama Aurel kalau kamu nemenin aku hari ini? Aku takut nanti dia salah paham ke kamu," ucap Vina.


Flo terlihat serius mendengar hal itu namun tiba - tiba sesuatu di dalam perutnya meminta untuk dikeluarkan. Ia hendak buang air kecil dan segera meninggalkan Aiko dan Aurel.

__ADS_1


" Eh, mau kemana lo?" tanya Aiko penasaran mengikuti Flo.


"Mau pipis, kebelet banget ini. Toiletnya dimana?" tanya Flo bingung sambil mengedarkan pandangan mencari letak toilet.


"Main nyelonong aja, kirain udah tahu tempatnya! Hadeh!" Aiko menepuk keningnya melihat tingkah Flo yang seolah sudah hafal seluk beluk kampus. Flo terkekeh.


* * *


Flo sudah menuntaskan hajatnya, ibu hamil yang mudah tersulut emosi ini melangkahkan kaki keluar dari bilik toilet. Ia mendengar dua orang gadis tengah bercakap - cakap membahas suatu hal. Mereka tak menyadari keberadaan Flo di belakangnya karena asyik membenahi penampilan masing - masing di depan cermin besar di hadapannya.


Yang membuat Flo penasaran adalah tentang seseorang yang tengah mereka bahas. Lovina. Bukan nama yang asing bagi di telinga seorang Florence.


"Eh tahu nggak sih, barusan gue lihat sesuatu yang aneh dari Vina..." pembukaan khas seperti pembawa acara gosip dari salah satu gadis itu, sebut saja A pada si B.


"Emang ada apa? Gue jadi penasaran! Buruan ngomong dong, bentar lagi kita ada mata kuliah!" tanya si B sambil memoleskan cairan berwarna nude di bibirnya.


"Kemarin dia abis ditampar sama mantannya, itu si Aby, eh abis itu gue lihat dia namparin mukanya sendiri pas Aby nggak ada. Apa nggak gila tuh cewek?" si A menjelaskan. B manggut - manggut sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.


Flo terdiam kemudian berdehem setelah jarak dirinya dengan dua perempuan itu dekat.


"Maaf kalau aku ikut nimbrung ya kakak - kakak yang cantik, aku penasaran yang kalian bahas tadi Lovina bukan ya?" tanya Flo sok kenal. Ia terpaksa melakukan itu demi mengetahui kebenaran.


Dua perempuan asing di hadapannya saling melirik satu sama lain.


"Memangnya kamu ada hubungan apa sama Vina? Kamu temennya ya terus mau ngaduin kita ke dia?" tuduh si A.


Flo menggelengkan kepalanya, ia jelas sekali mengelak.


"Bukan kak, justru aku itu temennya mantan Vina, si Tian. Aku pengen bantu temen aku soalnya gara - gara Vina hubungan dia sama pacarnya saat ini di ujung tanduk. Aku nggak mau dong temenku putus!" Flo menjelaskan, padahal sebenarnya ia tak perlu berbicara panjang kali lebar seperti itu. Flo menghela nafas kasar, ia bimbang dan dilema.

__ADS_1


"Oh gitu, iya dia Lovina yang kamu maksud. Aku juga nggak mau asal tuduh sih, cuma gelagat dia aneh aja gitu! Kemarin emang aku nggak sengaja lihat dia ditampar Aby, mantannya. Terus aku dengar lagi mereka putus, soalnya Aby punya sifat temperamental, gampang marah sama posesif. Eh tahunya sekarang, Vina udah deket aja sama si Tian. Nggak tahu deh hubungan mereka apa sekarang?" jelas si A dan disetujui si B.


Flo menganggukkan kepalanya lalu menyalami dua perempuan yang belum ia ketahui namanya dan segera bergegas kembali menemui Aiko dan Aurel.


Gue harus bertindak! Baby, ayo bantu Mama yaa...


* * *


" Halo, Yan!" sapa Flo pada Tian yang tengah berbincang akrab dengan Vina, tampak dari kejahuan duo A mengawasi. Namun, salah satu dari duo A yaitu Aurel tak bisa menahan perasaannya dan memilih ikut menghampiri Tian. Ia tak bisa sabar dengan hanya menunggu, karena itu adalah masalahnya dengan Tian. Aurel kini berdiri di belakang Flo. Aiko tak mau ketinggalan, dengan berlari kecil ia menyusul dan menyiapkan tenaga jika dibutuhkan. Tenaga untuk marah - marah seperti biasanya.


"Hai, Flo! Elo ngapain disini? Kalau mau nyariin laki lo, dia tadi di kantin!" Tian menjelaskan. Flo manggut - manggut sambil tersenyum manis.


"Gue udah tahu, gue kesini sengaja nyamperin elo!" jawab Flo tegas.


"Nyariin gue?" Tian mengernyitkan keningnya, ia penasaran dengan kedatangan Flo yang diikuti sang kekasih dan juga Aiko.


"Lo ngapain disini, Yan? Bukannya nemenin bini lo, malah sama cewek lain di tempat ini! Gue mau lo tanggung jawab sama Aurel!" pekik Flo sambil melipat kedua tangan di depan perutnya.


"Tanggung jawab? Maksudnya?" Tian masih merasa bingung.


"Aurel hamil anak elo! Masih nggak paham?" seru Aiko kesal. Ia mulai menunjukkan seringai tajam membuat Tian semakin bingung.


"Kalian ngomong apaan sih? Tian bukan cowok yang seperti itu! Jangan manfaatin kepolosannya! Karena dia bukan cowok yang gampang nidurin cewek! Bisa aja Aurel hamil anak orang lain!" Vina berusaha membela Tian dan menuduh Aurel yang bukan - bukan.


Sumpah demi apapun Tian masih bingung, ia mencoba mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu. Tian melihat Aurel dengan perasaan bersalah yang berkecamuk.


"Diam lo nenek lampir! Kita lagi ngomong sama Tian bukan sama elo!" bentak Aiko mulai naik pitam. Vina sedikit ketakutan mendengar bentakan dari Aiko, gadis itu bersembunyi di belakang pungung Tian mencari perlindungan.


Pemandangan itu membuat Aurel menahan sesak di dada.

__ADS_1


* * *


__ADS_2