
Hawa dingin mulai menelusup ke tulang, membuat bulu kuduk merinding. Mini dress berlengan panjang milik Flo tak sanggup mengurangi dinginnya angin malam itu. Ia mendorong pelan dada Kyo, membuat kegiatan mereka terhenti. Kyo menatap lekat gadis yang baru saja ia cium dengan mesra.
Kyo menatap langit yang semakin gelap, tak ada bintang - bintang bertebaran di atas sana. Angin bertiup lumayan kencang, menerbangkan ujung rambut panjang Flo kesana kemari. Kyo membelai rambut Flo untuk merapikannya sembari tersenyum hangat.
Ada sesuatu masuk ke dalam mata Flo, seketika ia usap kasar.
"Kamu kenapa?" Tanya Kyo khawatir.
"Kayaknya ada sesuatu masuk ke mataku, perih banget..." Flo masih mengusap matanya, perlahan tangan Kyo menghentikan tangan Flo agar tak membuat matanya merah.
Kyo dengan telaten meniupnya, menarik kelopak mata Flo agak lebih terbuka. Flo mendongakkan kepalanya.
Seseorang menepuk bahu Kyo, dan membuat pemuda itu terjingkat.
" Kalian pada ngapain gelap - gelapan disini?" Tanya Papa mengagetkan keduanya.
"Om? Papa?" Seru Kyo dan Flo bersamaan.
"Kalian kan bisa pindah di tempat yang terang, ngapain juga di tempat gelap kayak gitu?" Tanya Papa ambigu.
"Maksudnya apa ya, Om?" Kyo kebingungan mencerna ucapan calon mertuanya.
"Lah itu anak Om kelilipan, kenapa disitu? Dari tadi Papa penasaran apa yang kalian lakukan disini, makanya Papa samperin." Jelas Papa membuat pasangan muda mudi di hadapannya bernafas lega.
'Selamat, selamat, untung Om Radith nggak tahu anaknya habis gue sosor!'
"Eh iya Om. Hehehe." Tawa Kyo terdengar aneh, Flo menyikut lengannya.
"Untung Papa nggak lihat, awas ya kalau kamu berani aneh - aneh lagi di sembarang tempat!" Bisik Flo di telinga Kyo, seketika membuat Kyo menahan tawa.
"Berarti kalau di tempat yang aman boleh kan?" Tanya Kyo genit, ia menggoda Flo dengan mengerlingkan sebelah matanya. Beberapa cubitan mendarat dengan mulus di lengannya hadiah dari Flo.
"Tadi Papa kirain dari teras rumah, kalian lagi adegan mulut ketemu mulut, ternyata kelilipan. Aduh, Papa udah parno aja jadinya!" Papa terkekeh.
"Soalnya yang berawal dari mulut nanti bisa berakhir kemana - mana. Kalian masih anak kecil masa mau punya anak kecil? Hahaha. Ya sudah, Papa masuk dulu." Lanjut Papa tak henti menggoda Flo dan Kyo, kemudian berjalan menuju garasi hendak memasukkan mobil miliknya.
" Flo bukan anak kecil lagi, Pah!" Flo mengerucutkan bibirnya, tak terima.
Kyo menghela nafas lega, berulang kali mengusap dadanya dan tersenyum memandangi wajah Flo yang mempesona.
__ADS_1
"Udah sana kamu pulang, udah jam sembilan. Istirahat, jangan begadang ngegame lagi." Perintah Flo pada Kyo dengan mimik wajah serius.
"Aku kan masih kangen, Sayang. Masa diusir pulang sih! Tadi juga belum selesai loh, baru berapa menit coba?"
"Apaan sih kamu, untung nggak ketahuan, coba kalau ketahuan apa nggak jadi berabe urusannya? Kamu sih keenakan!"
"Deuh, kamu nya aja nggak nolak malah minta tambah! Ya aku dengan senang hati dong nerusin. Hehehe."
"Enak aja, kamu tuh sengaja mau bikin bibir aku bengkak ya?"
"Iya biar tambah seksi, aku suka."
"Rese!"
"Tapi kamu suka kan? Ngaku hayo!" Kyo mencolek pipi Flo dan dibalas cubitan oleh Flo di pangkal hidung Kyo.
Mereka berdua tertawa, saling menatap satu sama lain. Kyo merapikan rambut Flo yang agak berantakan terkena hembusan angin. Jemari mereka saling bertautan seolah enggan terlepas. Rindu katanya.
***
Keesokan paginya, Flo bersiap untuk berangkat sekolah. Ia merapikan penampilannya di depan meja rias. Dari pantulan cermin besarnya, ia tampak cantik dan fresh.
"Selamat pagi semuanya..." Sapa Flo kepada keluarganya, ia segera bergabung dan duduk berhadapan dengan Mama.
"Semalam ada yang nitip pesan tuh, buat kamu Flo." Ucap Gerald saat Flo hendak memasukkan sarapan pagi ke mulutnya.
"Siapa, Rald?" Tanya Mama antusias.
"Keanu, Mah." Jawab Gerald singkat , jelas dan padat. Membuat Flo memelototkan matanya.
"Memangnya dia siapa? Kok bisa nitip salam segala? Apa dia naksir sama Flo ya?" Mama masih penasaran, memaksa Gerald untuk menjawab pertanyaannya.
"Dia itu...."
"Abang! Buruan di makan, nanti kesiangan loh ketemu Dospem!" Flo segera menghentikan ucapan Gerald, mencoba mengingatkan acara pagi abangnya.
"Iya, iya..." Gerald menahan tawa.
Tok Tok Tok
__ADS_1
Seseorang mengetuk pintu. Bi Imah dari dapur tergopoh - gopoh hendak membukakan pintu untuk sang tamu yang datang sepagi ini. Namun, segera dihentikan langkahnya oleh Flo. Bi Imah sudah paham maksud anak majikannya, lalu kembali ke dapur.
CEKLEK
Flo membuka salah satu daun pintu, nampak seorang lelaki membawa seikat bunga yang tergenggam erat di tangan kekarnya tepat menutupi wajahnya. Namun pandangan Flo teralihkan karena tak bisa melihat wajah lelaki itu dengan jelas.
Dengan seksama Flo memperhatikan, bunga itu berayun ke samping. Tampaklah wajah si pria pembawa bunga. Keanu. Flo agak terkejut namun ia sembunyikan dengan baik.
"Nyari bang Gerald ya kak? Tunggu sebentar, aku panggilkan." Flo hendak membalikkan tubuhnya namun tangan kiri Keanu lebih cepat mencengkeram erat lengannya.
"Aku kesini nyariin kamu, mana mungkin aku bawa bunga buat Gerald! Yang benar saja, Flo." Keanu serius dengan ucapannya seraya mengulurkan tangan kanan untuk memberikan bunga pada Flo.
"Untuk apa kak? Toh kita sudah nggak ada hubungan apapun. Permisi kak, aku masuk dulu. Mau ambil tas, buru - buru mau ke sekolah." Flo melepaskan cengkeraman Keanu, menepis bunga itu kemudian masuk ke dalam rumah.
Dari pintu gerbang yang sedikit terbuka, Kyo masuk ke dalam hendak mencari Flo untuk berangkat sekolah bersama. Sudah menjadi kebiasaannya menemui sang kekasih sebelum berangkat sekolah. Motor sportnya ia parkirkan di depan pintu gerbang.
Kyo menyipitkan kedua matanya mencoba melihat dengan jelas adegan di teras rumah Flo. Ia melihat tangan Keanu mencengkeram Flo namun segera ditepiskan oleh gadis itu. Kyo menghela nafas lega setelah Flo masuk ke dalam rumah, ia mendekat ke teras rumah.
Merasa ada kehadiran seseorang di sampingnya, Keanu menoleh. Kyo dan Keanu saling menatap, ada tanda tanya besar di pikiran masing- masing. Kyo dengan jelas melihat seikat bunga yang ada di genggaman Keanu.
Gerald dan Flo keluar dari rumah melihat kedua lelaki yang sedang bertatapan amat serius. Gerald berdehem dan membuat mereka saling mengalihkan pandangan.
"Ayo kita berangkat sekarang," Ajak Kyo pada Flo. "Kita berangkat dulu, Bang." Lanjutnya pada Gerald, dijawab anggukan dengan mantap.
Tatapan tajam dari Keanu pada Kyo tak berhenti begitu saja. Sebelum Flo melangkahkan kakinya, Keanu menatap Flo beberapa saat dan sempat mengucapkan kata - kata pada gadis yang masih ia cintai.
"Sampai jumpa lagi...." Ujar Keanu sembari tersenyum pada Flo, meskipun tidak mendapat jawaban dan respon apapun dari gadis itu.
Kyo berjalan cepat berdampingan dengan Flo, ia menggandeng tangan Flo dengan erat. Kyo sempat menoleh ke belakang. Tepatnya membalas tatapan tajam Keanu pada dirinya dan setelahnya mereka menaiki motor segera berlalu menuju sekolah.
***
Terimakasih yang sudah membaca sampai episode ini, ikuti terus kisah cinta Flo yaa...
Dukung saya supaya lebih bersemangat lagi dengan like, komen, kritik saran dan monggo yang mau vote 😀😀🙏🙏
__ADS_1