Jodoh Florence

Jodoh Florence
Menepati Janji 1


__ADS_3

Flo terbangun dari tidur lelapnya, badannya merasa sangat lelah usai pergelutan keduanya semalam. Ia melihat sang suami yang masih memejamkan mata dan memeluk. Ditambah lagi pemandangan tubuh polos keduanya membuat pipinya kembali merona malu.


Di lehernya mungkin masih bisa ditutupi dengan syal atau ditutupi foundation karena Kyo tak memberikan jejak sebanyak di dada. Flo mulai menyadari keganasan seorang lelaki yang semalam telah membuatnya kehilangan mahkota yang ia jaga selama ini. Namun ia tak menyesali apa yang telah mereka lakukan semalam.


Flo mencoba bangun dari tempat tidur dengan perlahan karena masih merasa sakit di bagian intinya. Namun ia terhenti saat sang suami tak juga melepaskan pelukan di tubuhnya bahkan semakin erat tangan Kyo melingkar di pinggang kecilnya. Ia berusaha melepaskan pelukan itu dengan hati - hati takut membuat suaminya terbangun.


Kyo tersenyum saat membuka mata dan melihat sang istri yang tengah berusaha melepaskan pelukannya.


"Morning kiss.." Kyo mengecup bibir istrinya secepat kilat, meskipun hanya menempel tanpa ada kelanjutannya, ia sudah cukup puas membuat pipi istrinya merah dengan sempurna.


"Kamu bikin aku kaget tahu nggak! Sebel ih..." Flo merengut menutupi rasa malu yang kini menderanya.


"Ih, malu!" goda Kyo seraya tersenyum genit.


"Apaan sih?" elak Flo.


"Cieee, malu. Orang kita juga udah ngelakuin itu ngapain pakai malu?" ucap Kyo ceplas ceplos.


"Itu mulut kalau ngomong disaring dulu napa! Kalau ada yang denger gimana?"


"Ini kan di kamar sayangku, kalau aku ngomongnya di tempat umum nah baru kita malu. Aku juga lihat tempat kok, Yang. Oh iya, masih sakit nggak?"


"Apanya?"


"Itu, yang semalam?" Kyo memberi clue. Memberi kode pada bagian bawah istrinya.


"Oh yang itu, iya masih agak sakit." jawab Flo sungkan saat melihat wajah Kyo yang sepertinya ingin mengulang kembali aktivitas panas mereka semalam.


"Ya udah kamu buruan mandi, apa perlu aku mandiin kamu? Biar nggak kelamaan, nggak enak mereka nunggu kita. Kita mandi bareng aja ya. Gimana?"


"Iya, iya, tapi beneran mandi ya, jangan aneh - aneh sama aku!" Flo memberi peringatan pada suaminya.


Flo melilitkan selimut menutupi tubuh polosnya menuju kamar mandi, sedangkan Kyo dengan santainya memungut boxer di tepi tempat tidur kemudian memakainya dan segera berlari menyusul Flo masuk ke kamar mandi. Senyum mengembang di wajah Kyo.


Entah apa yang akan terjadi di dalam sana? Hanya mereka berdua yang tahu.


* * *

__ADS_1


Flo kini sudah terlihat rapi sembari menyisir rambut panjangnya yang telah ia keringkan sebelumnya dengan hairdryer yang sudah ia persiapkan dari rumah. Sedikit menggerutu dan mengerucutkan bibir pada kelakuan suaminya.


Bagaimana tidak kesal? Kyo mengatakan hanya akan mandi berdua, tapi setelah berada di dalam sana, ia meminta haknya. Mau tak mau Flo meladeni keinginan suaminya yang saat itu nafsunya tengah berkobar. Dengan menggunakan alasan itu adalah kewajiban istri. Bukan maksud menolak suami tapi tidak enak membuat keluarga besar menunggu terlalu lama menikmati sarapan pagi. Mungkin karena sudah halal, jadi suaminya berusaha mencari alasan untuk mendapatkan jatah.


Nada dering ponsel Kyo membuyarkan lamunan Flo. Ia meletakkan sisir di atas meja rias kemudian berjalan mendekati nakas samping tempat tidur. Sebelumnya Flo berteriak lumayan kencang memanggil si empunya ponsel yang masih berada di dalam kamar mandi. Alasannya adalah setelah bercinta, perutnya sakit. Lucu sekali bukan? Salah makan mungkin!


"Angkat aja, Sayang! Perutku masih sakit ini!" pekik Kyo dari dalam kamar mandi.


Richard is calling....


"Sayang, kak Richard yang telpon nih!" teriak Flo sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Bilang aja aku lagi buang hajat, Yang!" sahut Kyo.


Flo menggeser tombol hijau dan mengarahkan benda pipih tersebut ke telinga kirinya sembari mengamati penampilannya dari pantulan cermin besar di meja rias.


📞 Kyo, akhirnya kamu angkat juga. Kyo, kakak tahu kamu pasti menghindari Kirei yang sudah jauh - jauh datang kemari. Tapi setidaknya tolong sebagai pria dewasa yang bisa bertanggung jawab harus menepati janji, lakukanlah itu. Demi aku, ku mohon temui Kirei. Kasihan dia, ya sudah aku tunggu di bawah, saatnya sarapan. Pengantin baru jangan terlalu lama di dalam kamar....


Kemudian panggilan itu dimatikan Richard secara sepihak tanpa mendengar jawaban dari pemilik ponsel. Richard mengira itu Kyo jadi dia dengan gamblangnya berbicara panjang lebar tanpa tahu kini si penerima teleponnya tengah gundah. Flo meletakkan kembali ponsel itu di tempat semula.


* * *


Kyo dan Flo bergabung bersama keluarga besarnya di resto yang berada di samping taman resort yang berukuran cukup luas. Bahkan kini pemandangan alam yang eksotis tengah memanjakan mata si penikmat karya Tuhan yang terpampang nyata. Panorama alam yang tidak akan membuat siapapun bosan untuk berlama - lama menatap keindahannya.


Jemari sepasang suami istri itu saling bertaut, enggan untuk melepaskan. Tatapan keduanya pun kini mengobarkan gelora asmara yang kian membara. Tanpa tahu sepasang mata menahan air matanya supaya tak jatuh menetes di pipi.


Kyo menarik kursi dan mempersilakan istrinya untuk duduk. Dengan segera Kyo menyusul Flo untuk duduk di sebelahnya persis. Aiko yang mengamati keduanya pun segera mengeluarkan komentar.


"Ah, cie, cie, Pengantin baru, maunya di kamar mulu! Gimana seneng nggak pakai kado dari gue?" celoteh Aiko tanpa melihat situasi.


"Nggak usah pakai kayak gitu segala, gue udah seneng bini gue apa adanya. Lo belajar darimana Ai, beli begituan?" tanya Kyo yang membuat perhatian Papi dan Mami tertuju pada Aiko.


"Kamu ngasih apa, Aiko?" selidik Mami.


Aduh, kenapa senjata makan tuan begini sih? Jawab apa nih ke nyokap? Mana nggak ada yang bisa nolongin gue pula! Batin Aiko menyesali kebodohannya.


"Aiko, ngasih, ngasih itu Mi.. Itu loh..." ucap Aiko terbata - bata, baru kali ini dia segugup ini menjawab pertanyaan Mami.

__ADS_1


"Ehem, Mi! Bahas yang lain aja, ini kita lagi sarapan loh." deheman Papi menyelamatkan Aiko beberapa saat.


Aiko mengelus dada bersyukur pada Tuhan karena Papi melindungi dirinya. Kyo terkekeh. Lagi - lagi Kyo membuat romansa baru di meja makan, ia merangkul bahu sang istri dan tersenyum padanya. Aiko merasa heran karena tidak biasanya Kyo bersikap seperti ini. Benar saja dugaannya, kini tatapan Aiko tertuju pada Kirei.


Oh jadi ini alasannya! Biar Kirei mundur, hem ya ya, I See....


Sebenarnya Flo juga tak enak hati dan sungkan diperlakukan seperti itu, namun ia pasrah menerima mengingat kejadian sebelumnya sewaktu di kamar tadi.


Beberapa saat sebelumnya,


Kyo keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan hajatnya. Ia tersenyum pada sang istri yang tengah duduk di tepi tempat tidur.


Bukan senyum yang ia dapat dari Flo melainkan wajah datar, bahkan bisa dibilang bad mood yang saat itu terbaca jelas.


"Kamu kenapa kok tiba - tiba mukanya ditekuk kayak gitu? Nunggu aku kelamaan ya?" tebak Kyo.


Akhirnya Flo menceritakan segalanya tentang perasaan yang membuatnya gundah dan tak nyaman. Dengan detail Flo mengungkapkan isi percakapan Richard sewaktu menghubunginya tadi. Kyo tersenyum menatap wajah istrinya, hanya ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya tanpa bermaksud menambah atau mengurangi.


"Kalau kamu nggak mau aku nemuin Kirei, bilang aja. Aku nggak akan menemui perempuan manapun tanpa ijin dari kamu. Aku nggak suka lihat istriku salah paham seperti ini," ucap Kyo tulus seraya menyelipkan anak rambut istrinya ke belakang telinga.


"Yang aku permasalahkan bukan menemui dia, tapi kenapa ucapannya harus bilang bertanggung jawab? Emang kamu ngelakuin apa ke anak orang sampai harus tanggung jawab? Bertele - tele banget, jujur aku nggak nyaman."


"Deuh, istriku cemburu. Seneng deh, hehehe, asal kamu tahu ya sayang, itu hanya janji anak kecil, dulu pas kita lagi liburan di Osaka, aku hibur dia pas mau aku tinggal pulang ke Indonesia. Aku janjiin ke dia untuk jalan - jalan menikmati kota XXX kalau dia kesini. Dan ternyata dia masih ingat hal itu. Kamu percaya kan sama aku? Dan karena suatu hal, aku mulai menjauhi dia demi kenyamanan bersama." Kyo berusaha menjelaskan.


"Jangan pernah bohongi aku ya, apapun itu, aku lebih memilih kejujuran. Karena aku juga udah nyerahin semuanya ke kamu." pinta Flo.


"Aku akan buktiin, Sayang. Hanya kamu yang ada di hati aku." ujar Kyo yakin.


Flo mengangguk dan meyakini ucapan suaminya. Kyo berjanji dalam hatinya untuk membuktikan semua yang sudah diucapkan pada Flo.


Kembali lagi di meja makan...


Pandangan tertuju pada pengantin baru yang masih hangat - hangatnya, banyak yang menggoda bahkan memberikan tips supaya hidup keluarga bisa harmonis, hingga membuat seseorang yang ada disana panas dingin mendengarnya.


Kirei memutuskan pamit untuk berjalan - jalan menikmati keindahahan alam yang disajikan di resort. Aiko yang melihatnya pun cuek saja dan meneruskan sarapan paginya tanpa mempedulikan perasaan Kirei yang menahan cemburu dan sesak di hatinya. Richard menyelesaikan sarapannya dan mengikuti kemana Kirei pergi.


* * *

__ADS_1


__ADS_2